Mulai 1 Oktober 2020, Jepang resmi mencabut pembatasan perjalanan internasional bagi sejumlah negara yang berhasil menangani Covid-19. Namun, aturan tersebut hanya akan berlaku bagi mereka yang memiliki izin tinggal lebih dari 90 hari, dan hanya untuk keperluan bisnis, pendidikan, dan kesehatan.

Pelancong juga harus menandatangani formulir pernyataan dan nama penjamin di Jepang yang memastikan mereka mengikuti aturan selama berada di Jepang. Selain itu, mereka harus melakukan karantina diri selama 14 hari dan mengikuti protokol kesehatan guna meminimalisir penyebaran virus. Pada tahap awal, pemerintah Jepang menetapkan kuota maksimum 1.000 orang per hari saja, kemudian secara bertahap akan bertambah hingga 1.600 pengunjung per hari.

Sebagai bagian dalam persiapan pembukaan kembali sektor pariwisata, pemerintah Jepang akan meningkatkan fasilitas di Bandara New Chitose, Chubu, dan Fukuoka, serta melakukan persiapan Olimpiade yang tertunda. Selain itu, operator kereta mewah Jepang juga telah memulai kembali layanannya dan meluncurkan program subsidi perjalanan domestik dengan diskon besar-besaran.

Baca juga: Jepang Kembali Terima Wisatawan dari 14 Negara

Sampai saat ini, Jepang telah melaporkan 85.339 kasus COVID-19 dan 1.597 kematian. Jepang mengumumkan keadaan darurat nasional pada awal April silam dalam upaya untuk menghambat penularan Covid-19.