
Wabah virus corona yang menyerang Tiongkok benar-benar berimbas pada dunia wisata. Dampaknya beragam, mulai dari maskapai membatalkan penerbangan hingga jaringan hotel menutup sejumlah propertinya di Negeri Tirai Bambu.
Sejumlah jaringan hotel global pun mengambil langkah kompak untuk meniadakan penalti dan biaya tambahan bagi mereka yang ingin membatalkan reservasi kamar untuk hotel-hotelnya di Tiongkok, Hong Kong, Makau, dan Taiwan. Selain itu, mereka juga memberikan kemudahan bagi calon tamu untuk mengatur ulang jadwal menginap akibat wabah virus bernama resmi COVID-9 tersebut.
Baca juga: Singapore Airlines Batalkan Lebih dari 700 Penerbangan; Daftar Maskapai yang Tutup Sementara Rute ke Tiongkok
Setidaknya ada 11 jaringan yang menghapus biaya pembatalan atau pengaturan ulang jadwal menginap di properti-propertinya di Tiongkok dan tiga negara lainnya yang berdekatan dengan Tiongkok.

Grup seperti Ascott, Hilton, Hyatt, InterContinental Hotels Group, Radisson Hotel Group, Shangri-La Hotels and Resorts, The Peninsula Hotels, dan Wyndham Hotels and Resorts memberikan kesempatan bagi tamu untuk membatalkan atau mengubah reservasi untuk masa menginap hingga 29 Februari 2020.
Sedangkan beberapa jaringan hotel memberikan kelonggaran untuk masa menginap lebih panjang, di antaranya Accor Hotels (31 Maret 2020), Marriott International (15 Maret 2020), dan Rosewood Hotels Group (31 Maret).
Perubahan dan modifikasi reservasi ini dapat dilakukan di situs web masing-masing jaringan hotel atau melalui pusat reservasi global mereka. Kebijakan ini hanya berlaku bagi reservasi yang dilakukan via situs resmi hotel. Kebijakan temporer ini berlaku tak hanya bagi mereka yang akan menginap di Tiongkok, Hong Kong, Makau, dan Taiwan, namun juga bagi penduduk keempat negara tersebut yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri.

