Restaurants

InterContinental Halong Bay Hadirkan Konsep Japanese Dining Larut Malam

Selama bertahun-tahun, narasi tentang Halong Bay hampir selalu seragam, yaitu labirin karst yang puitis di siang hari, lalu sunyi senyap saat matahari tenggelam. Destinasi UNESCO di utara Vietnam ini seolah memiliki jam malam yang kaku, memaksa para pelancong untuk segera beristirahat begitu kapal-kapal pesiar bersandar. Namun, kehadiran InterContinental Halong Bay Resort menghadirkan babak baru.

Sebagai resor mewah tepi pantai internasional pertama di kawasan ini, properti dengan 275 kamar dan vila ini tidak hanya menawarkan akses eksklusif ke berbagai destinasi alam yang indah, tapi juga mencoba mengisi celah nightlife yang selama ini kosong.

Di atap resor, Roku hadir sebagai jawaban bagi mereka yang enggan membiarkan malam berlalu begitu saja. Dibuka pada pengujung Desember 2025, restoran Jepang ini menjauh dari kesan teaterikal yang sering ditemukan di bar-bar rooftop kota besar. Alih-alih silau lampu neon, Roku memilih keintiman lewat penggunaan bambu, sekat kayu, dan pencahayaan yang temaram.

Dapurnya berpijak pada enam teknik memasak klasik Jepang. Menu-menunya, mulai dari presisi sashimi hingga kehangatan Wagyu shabu-shabu, dirancang untuk dinikmati perlahan.

Tepat di sebelahnya, Star Bar melengkapi pengalaman tersebut. Fokusnya adalah kurasi sake dan koktail yang terinspirasi dari cita rasa Jepang, dirancang sebagai pendamping makanan (pairing) sekaligus destinasi akhir bagi tamu yang ingin menyesap malam lebih lama sembari menatap siluet karst di kejauhan.

Bagi penikmat perjalanan, kehadiran Roku dan Star Bar adalah sebuah kemewahan fungsional. Ia memberikan alasan bagi para tamu untuk menetap di darat, menikmati sisi lain Halong Bay yang selama ini tersembunyi di balik kegelapan.