Masjid Putra yang kerap dijuluki Masjid Jambon di Putrajaya, Malaysia. Tahun ini, Malaysia memuncaki tabel Global Muslim Travel Index. (Foto: Alex Hudson)

Malaysia berhasil memuncaki tabel destinasi wisata halal terbaik. Dalam Global Muslim Travel Index (GMTI) 2021, Negeri Jiran membukukan 80 poin, paling tinggi di antara 140 destinasi yang diukur.

Peringkat kedua dalam klasemen dihuni Turki, disusul Arab Saudi. Posisi kedua negara ini naik satu peringkat dibandingkan GMTI edisi sebelumnya, 2019.

Kabar buruk bagi Indonesia, peringkatnya susut. Tahun ini, Indonesia bertengger di ranking keempat dengan perolehan 73 poin. Pada 2019, Indonesia berada di puncak tabel bersama Malaysia.

Panorama British Columbia, Kanada. Negara non-OKI ini berada di ranking ke-50 Global Muslim Travel Index 2021. (Foto: Ifrah Akhter)

GMTI disusun oleh CrescentRating bekerja sama dengan Mastercard. CrescentRating, yang bermarkas di Singapura, adalah lembaga pemeringkat sekaligus konsultan di bidang wisata halal.

Peringkat GMTI dihasilkan dari evaluasi atas empat parameter utama: akses, komunikasi, lingkungan, serta servis. Tiap parameter ini memiliki beberapa turunan, contohnya kualitas infrastruktur transportasi, tingkat keamanan turis, hingga ketersediaan fasilitas salat.

Itulah sebabnya, GMTI kerap dipandang sebagai panduan melacak destinasi “ramah muslim.” Walau perlu dicatat, daftar destinasinya tak terbatas pada negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Singapura, Taiwan, dan Inggris adalah contoh negara non-OKI yang masuk kelompok 30 besar dalam GMTI 2021.

Di sisi lain, GMTI dilihat sebagai tolok ukur kemampuan sebuah negara menjaring segmen muslim. Pasar ini cukup gemuk. Pada 2019, turis muslim mencatatkan sekitar 160 juta kunjungan internasional. Tiga pemasok utamanya ialah Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta Turki.Cristian Rahadiansyah