Kabar gembira bagi turis yang hobi keliling kota menggunakan transportasi umum. Pasalnya, mulai Juli 2019, Google Maps bakal membuat liburan Anda semakin nyaman—terutama di jam-jam sibuk yakni pukul 06:00 hingga 10:00—dengan memperkenalkan fitur baru. Layanan yang disebut “Prediksi Kepadatan” tersebut memungkinkan penumpang mengetahui kepadatan kereta dan bus di 200 lokasi di seluruh dunia.

Fitur yang telah tersedia di aplikasi Google Maps terbaru untuk Android dan iOS ini dapat diakses dengan mengetuk ikon transportasi umum saat menelusuri arah menggunakan Google Maps.

Sehingga para pelancong dapat memilih untuk tetap naik kendaraan yang penuh sesak atau menunggu jadwal kereta atau bus berikutnya. “Data untuk fitur ini ditarik langsung dari pengguna Google Maps,” jelas Taylah Hasaballah, Product Manager Google Maps seperti dilansir dari keterangan resmi di blog Google.

Untuk mempelajari lebih lanjut tentang perbedaan tingkat kepadatan di seluruh dunia, Google menganalisa laporan kepadatan dari pengguna Google Maps mulai dari Oktober 2018 hingga Juni 2019 selama jam sibuk komuter, dan mengidentifikasi jalur mana saja yang memiliki jumlah penumpang terbanyak. Dalam analisanya, Google menemukan 10 kota di dunia yang memiliki kepadatan tertinggi di dunia, yakni jalur Urquiza di Buenos Aires Agentina, disusul oleh Line 11 (Coral) di São Paulo, Line 13 di Paris, hingga New York.

Baca juga: 6 Produk Travel Inovatif; Airbnb Luncurkan Fitur Baru

Selain itu, fitur baru ini juga bisa memprediksi ketersediaan tempat duduk hingga live traffic delays untuk memprediksi jadwal kedatangan bus di kawasan yang belum menampilkan informasi jadwal bus dari pemerintah setempat. Sehingga, penumpang bisa melihat apakah bus akan terlambat, berapa lama penundaannya, dan waktu perjalanan yang lebih akurat berdasarkan kondisi lalu lintas langsung di sepanjang rute.

Informasi selengkapnya, kunjungi Google.