Papan reklame Glico Man di kawasan Dotonbori Osaka sebelum pergantian generasi.
Features

7 Spot Foto di Osaka Selain Glico Man

Glico Man Osaka akan ditutup sementara mulai 30 November 2026. Jangan dulu kecewa, selain Glico Man ada ikon-ikon lain di Osaka yang juga jadi rekomendasi spot foto menarik di kota ini saat liburan. 

Pernah berfoto di depan papan reklame Glico Man saat berkunjung ke Osaka, Jepang? Berada di kawasan Dotonbori, papan reklame ikonik ini telah lama menjadi salah satu landmark paling populer di kota tersebut. Tak sedikit wisatawan yang menyempatkan diri untuk berpose dengan latar sosok pelari yang mengangkat kedua tangannya itu.

Namun, ada kabar bagi wisatawan yang berencana mengunjungi Osaka dalam waktu dekat. Papan reklame Glico Man dijadwalkan berhenti beroperasi sementara mulai 30 November 2026 untuk menjalani pembaruan teknologi pencahayaan.

Papan reklame yang saat ini menghiasi Dotonbori merupakan generasi keenam, yang dipasang pada Oktober 2014. Menurut Ezaki Glico Co., perusahaan makanan asal Jepang di balik ikon tersebut, papan reklame ini menggunakan lebih dari 140.000 lampu LED. Setelah beroperasi selama lebih dari satu dekade, sejumlah komponen pencahayaannya mengalami penurunan kualitas sehingga memengaruhi tampilan visualnya.

Baca Juga: Travel List: Hotel Baru yang Buka di Eropa dan Asia

Melalui proyek peremajaan ini, teknologi LED lama akan diganti dengan perangkat keras yang lebih mutakhir dan hemat energi, sekaligus menghasilkan tampilan yang lebih cerah dan jernih. Papan reklame tersebut dijadwalkan menyala untuk terakhir kalinya pada 30 November 2026, sebelum pekerjaan pembongkaran dan pemasangan perangkat baru dimulai pada Desember. Wajah baru Glico Man direncanakan kembali menyapa pengunjung pada musim semi 2027.

Meski begitu, absennya Glico Man untuk sementara bukan berarti Anda kehabisan tempat untuk mengabadikan perjalanan di Osaka. Kota ini menyimpan beragam sudut menarik, mulai dari kastel bersejarah dan bangunan futuristis hingga lorong kuliner dengan suasana khas Jepang.

7 Spot Foto di Osaka yang Layak Dikunjungi

1. Osaka Castle

Osaka Castle dengan pepohonan dan bunga sakura, salah satu spot foto di Osaka.
Osaka Castle saat musim panas. (Foto: Ayyeee Ayyeee/Pexels).

Osaka Castle menawarkan suasana yang berbeda dari keramaian Dotonbori. Menara kastel berwarna putih dengan aksen hijau dan emas berdiri megah di tengah parit serta dinding batu, menghadirkan latar foto yang memperlihatkan sisi historis kota ini. Area taman di sekitarnya juga menarik untuk dijelajahi, terutama saat musim semi ketika bunga sakura bermekaran. Untuk mendapatkan komposisi yang lebih luas, Anda bisa mengambil foto dari seberang parit dengan menara kastel sebagai titik fokus.

2. Umeda Sky Building

Fasad Umeda Sky Building dengan arsitektur modern di Osaka.
Fasad Umeda Sky Building. (Foto: Satoshi Hirayama/Pexels).

Bagi pencinta arsitektur modern, Umeda Sky Building menawarkan sudut pandang berbeda untuk menikmati Osaka. Bangunan yang terdiri dari dua menara dan dihubungkan oleh observatorium di bagian atas ini menjadi salah satu landmark arsitektur paling khas di kota tersebut.

Dari Floating Garden Observatory, pengunjung dapat menyaksikan bentang perkotaan Osaka dari ketinggian. Datang menjelang matahari terbenam untuk mengabadikan perubahan warna langit, sebelum lampu-lampu kota mulai menyala dan membentuk panorama malam yang menarik.

Baca Juga: Singapore Airlines Perbarui Amenity Kit di Semua Kelas Kabin, Business Class Kini Dilengkapi Sleeper Suit

3. Shinsekai dan Tsutenkaku Tower

Menara Tsutenkaku bercahaya di tengah papan neon kawasan Shinsekai.
Menara Tsutenkaku di kawasan Shinsekai, berbingkai lampu-lampu jalan tradisional. (Foto: David Dibert/Pexels).

Jika Anda menyukai suasana meriah Dotonbori, kawasan Shinsekai patut dipertimbangkan. Area ini dikenal dengan papan reklame berwarna-warni, restoran lokal, serta deretan pertokoan yang mempertahankan nuansa Osaka tempo dulu. Di tengahnya berdiri Tsutenkaku Tower, menara yang menjadi salah satu penanda kawasan tersebut.

Saat malam tiba, cahaya dari papan reklame dan papan nama restoran membuat jalanan Shinsekai semakin semarak. Perpaduan warna, keramaian pengunjung, dan arsitektur retro menjadikannya lokasi menarik untuk fotografi jalanan sekaligus alternatif bagi wisatawan yang ingin mengabadikan sisi Osaka yang penuh karakter.

4. Namba Yasaka Shrine

Bangunan berbentuk kepala singa raksasa di Namba Yasaka Shrine Osaka.
Struktur kepala singa yang ikonik di Kuil Namba Yasaka, Osaka. (Foto: Olegs Jonins/Unsplash).

Tak semua spot foto menarik di Osaka berupa gedung tinggi atau jalanan yang ramai. Namba Yasaka Shrine, misalnya, menawarkan daya tarik yang tak biasa melalui panggung berbentuk kepala singa raksasa dengan mulut terbuka lebar.

Struktur yang dikenal sebagai shishiden ini memiliki tampilan mencolok dan berbeda dari arsitektur kuil Jepang pada umumnya. Detail wajah singa serta ukurannya yang megah menjadikannya latar foto yang mudah dikenali. Berlokasi di kawasan Namba, kuil ini juga bisa disambangi saat menjelajahi area perbelanjaan dan kuliner di sekitarnya.

Baca Juga: TransNusa Buka Rute Langsung Bali–Melbourne

5. Hozenji Yokocho

Lorong Hozenji Yokocho dengan lentera dan restoran tradisional pada malam hari.
Lorong Hozenji Yokocho di Osaka yang ramai pada malam hari. (Foto: Satoshi Hirayama/Pexels).

Tak jauh dari Dotonbori, Hozenji Yokocho menghadirkan suasana Osaka yang lebih tenang dan intim. Lorong sempit dengan jalan berbatu, lentera, serta deretan restoran tradisional ini seolah membawa pengunjung ke sisi kota yang berbeda dari gemerlap papan reklame di jalan utama.

Karakter visualnya cocok bagi Anda yang menyukai foto perjalanan dengan nuansa Jepang klasik. Menjelang malam, cahaya lentera yang berpadu dengan fasad bangunan menciptakan suasana hangat, sementara aktivitas restoran di sepanjang lorong menambah kehidupan pada pemandangan. Meski berada dekat kawasan wisata populer, Hozenji Yokocho memiliki atmosfer tersendiri yang layak diabadikan.

6. Nakanoshima Park

Jalur pedestrian dan pepohonan musim gugur di Nakanoshima Park Osaka.
Taman Nakanoshima saat musim gugur. (Foto: Huy Phan/Unsplash).

Untuk suasana yang lebih lapang, arahkan kamera ke Nakanoshima Park. Terletak di antara dua sungai di pusat Osaka, taman ini menawarkan perpaduan ruang hijau, jalur pejalan kaki di tepi air, dan pemandangan bangunan kota. Area taman mawar menjadi salah satu daya tariknya, terutama saat bunga bermekaran.

Di sekitar taman, pengunjung juga dapat menemukan bangunan bersejarah dengan arsitektur klasik yang memperkaya latar foto. Perpaduan taman, sungai, dan lanskap perkotaan membuat Nakanoshima Park cocok bagi wisatawan yang ingin mengabadikan sisi Osaka yang lebih santai tanpa harus meninggalkan pusat kota.

7. Osaka City Central Public Hall

Fasad bergaya Neo-Renaissance Osaka City Central Public Hall di Nakanoshima.
Osaka City Central Public Hall di taman Nakanoshima. (Foto: Huy Phan/Unsplash).

Masih di kawasan Nakanoshima, Osaka City Central Public Hall menarik perhatian melalui arsitektur bersejarahnya. Gedung dengan fasad bata merah, atap berkubah, dan ornamen bergaya klasik ini menghadirkan karakter visual yang berbeda dari bangunan modern Osaka.

Dari area luar gedung, Anda dapat mengabadikan detail arsitekturnya dengan latar kawasan tepi sungai. Sudut pengambilan gambar yang menonjolkan fasad dan kubah akan memperlihatkan karakter bangunan secara utuh, sementara lingkungan sekitarnya memberi konteks pada lanskap kota. Bagi pencinta arsitektur dan fotografi perjalanan, gedung ini menjadi pilihan menarik untuk melengkapi eksplorasi Osaka di luar  Dotonbori. (christina)