Yohanes Sandy
31 Mei 2018
[dropcap type=”default”]D[/dropcap]alam beberapa tahun belakangan, tren traveler mulai didominasi oleh generasi milenial. Merujuk pada fakta itu, banyak hotel yang kini makin serius melayani pasar tersebut. Sejumlah jaringan hotel global mulai melansir merek-merek yang didedikasikan bagi pelancong berusia muda.
Berdasarkan sebuah artikel dari The Washington Post, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan para generasi milenial dalam memilih penginapan, yakni koneksi WiFi gratis, desain yang Instagram-worthy, serta restoran yang terinspirasi akan kuliner lokal. Berikut sembilan merek khusus untuk mewadahi turis milenial yang diluncurkan oleh grup hotel internasional:

Hotel Jen
Merek Hotel Jen dikenalkan pada 2014 dan bisa dibilang merupakan salah satu pionir hotel milenial. Merek yang menjadi bagian dari Shangri-La Hotels tersebut terkenal akan harganya yang sedikit lebih terjangkau serta desainnya yang memikat. Layaknya hotel untuk kaum milenial, Hotel Jen menyediakan amenitas baku yang ramah bagi traveler muda, sebut saja colokan yang banyak, kuliner lokal, koneksi WiFi gratis, serta beragam aktivitas atraktif. Di Jen Tanglin Singapura misalnya, tamu dapat menggunakan sepeda yang disediakan untuk menjelajahi kota secara sonder bayar. hoteljen.com.

M Social
M Social merupakan merek yang beroperasi di bawah payung grup Millennium Hotels dan diluncurkan pertama kali pada 2016. Saat ini, hanya ada dua M Social di dunia, yakni di Singapura dan Auckland. Ciri khas utamanya adalah desainnya yang atraktif. Untuk cabang Singapura, M Social menggandeng desainer kawakan Philippe Starck. Selain desainnya yang menarik dan teknologi canggih yang disematkan di dalamnya, M Social juga menyediakan ponsel pintar lengkap dengan koneksi internet untuk digunakan tamu selama menginap. millenniumhotels.com.

Lyf
Ascott, jaringan hotel yang populer dengan penginapan bertipe apartemen, merilis Lyf pada 2016 lalu. Lyf (dibaca: “life”) merupakan serviced apartment yang didedikasikan bagi generasi millennial. Desainnya dibuat trendi. Sementara stafnya juga diambil dari generasi millennial. Selayaknya penginapan hipster, tamu bakal diajak terlibat langsung aktivitas-aktivitas menarik yang dibesut oleh para manajer yang disebut “Lyf Guards.” Mereka akan menggandeng para pengusaha serta perusahaan start-up lokal untuk menghasilkan beragam kegiatan yang menarik. lyfbyascott.com.

Cassia
Grup Banyan Tree juga tak mau ketinggalan dalam membidik pasar anak muda. September 2017 ia meluncurkan Cassia Bintan, hotel yang dicetak untuk anak muda. Konsepnya adalah hunian berbentuk apartemen lengkap dengan dapur serta peralatan masak. Restoran absen, sebagai gantinya disediakan minimarket yang menyediakan bahan-bahan makanan. Selain konsepnya yang unik tersebut, Cassia Bintan juga dihiasi oleh mural-mural kreasi seniman lokal serta beberapa aktivitas menarik. Selain di Bintan, Cassia juga ada di Phuket. cassia.com.

citizenM
Dalam situsnya, citizenM menyebut dirinya sebagai “affordable luxury hotels.” Grup hotel asal Belanda ini memang fokus menjala turis muda. Hotelnya mengusung desain kontemporer yang cenderung ramai dengan sentuhan warna-warna berani. Sistem check-in dibuat praktis guna mengakomodasi gaya hidup generasi muda yang simpel. Di situsnya ia berani mengklaim check-in dapat dilakukan dalam waktu semenit. Fasilitas lainnya adalah koneksi WiFi gratis serta restoran yang buka 24 jam nonstop setiap hari. Saat ini citizenM cukup besar di Eropa. Di Asia, properti pertamanya dibuka di Taipei pada 2017. citizenm.com.

Moxy
Di Eropa, Moxy dikenal sebagai hotel dengan kamar berukuran kecil tapi praktis. Gayanya mirip hotel-hotel di bandara dengan sistem check-in menggunakan gawai, serta pelayanan secukupnya. Di Indonesia, bagian dari grup Marriott International ini bisa ditemukan di Bandung. Layaknya hotel milenial, desain menjadi fokus utama serta lebih menonjolkan konsep komunal. Moxy juga dilengkapi dengan kios makan 24 jam nonstop, teknologi canggih (pintu key-less serta koneksi WiFi), dan bar berciri distingtif. Di kota-kota besar dunia seperti New York City dan Tokyo, merek yang diluncurkan pada 2014 itu memiliki ciri khas berlokasi di kawasan urban. moxyhotels.com.

Hyatt Centric
Hyatt Centric diluncurkan pada 2016. Hyatt Hotels menyebutnya sebagai “merek gaya hidup yang didesain untuk pebisnis dan turis pelesir.” Namanya terinspirasi dari misi mereka untuk menjadikan tamu sebagai pusat perhatian. Hyatt Centric akan menampilkan desain, furnitur, serta kuliner yang merefleksikan kekayaan lokal; sistem layanan yang simpel dan praktis; area komunal untuk bersantai atau bekerja; serta sistem digital terkini yang memungkinkan tamu berinteraksi secara daring dengan pihak hotel. Hyatt Centric memiliki 18 portofolio di Eropa dan Amerika. Di Asia, propertinya baru satu, yakni di Tokyo yang dirilis awal 2018. centric.hyatt.com.

Canopy
Canopy dikenalkan pertama kali oleh grup Hilton pada 2014. Menurut Hilton, desain Canopy menonjolkan kearifan lokal. Sentuhan lokal seperti suvenir atau camilan juga akan disematkan di dalam kamar. Seperti hotel milenial lainnya, teknologi akan menjadi salah satu fokus dengan menghadirkan mobile check-in serta pintu kamar keyless. Meski bertarif lebih ramah di kantong, Canopy juga akan menyediakan opsi sarapan melimpah, lengkap dengan mesin kopi Nespresso di tiap kamar. Guna memudahkan tamu mengeksplorasi area sekitar hotel, mereka juga menyediakan sepeda. Saat ini Canopy hanya ada di Eropa dan Amerika—salah satunya di Reykjavik. hilton.com.

Zabeel House
Mengikuti tren akomodasi milenial, grup Jumeirah ikut latah dengan merilis Zabeel House pada Januari 2018 di Dubai. Hotel ini menawarkan fasilitas self check-in, ruang untuk bersosialisasi, serta gimmick menarik seperti kamera yang dapat digunakan oleh tamu secara sonder bayar. Daya tarik lainnya dari Zabeel House adalah konsepnya yang cukup fleksibel sebagai hotel bisnis maupun pelesir. Yang pasti, desain serta aktivitas dengan kearifan lokal juga menjadi hal penting di sini. Zabeel House saat ini baru beroperasi di Timur Tengah dan akan melebarkan portofolionya ke Inggris. zabeelhouse.com.

