Yohanes Sandy
28 Juni 2016
[dropcap type=”default”]”F[/dropcap]ilipina punya 7.107 pulau,” ujar Maria Lumen B. Isleta, “dan masing-masingnya memiliki daya tarik tersendiri.” Duta Besar Filipina ini menuturkan delapan tempat wisata di negaranya kepada Reza Idris.
Bohol
Bayangkan lebih dari 1.200 bukit batu dengan wujud yang nyaris identik dan postur yang simetris menjulang dalam posisi berdekatan. Keajaiban alam inilah yang menjadi ikon pariwisata Bohol. Namanya Chocolate Hills. Bukan karena tempat ini menumbuhkan kakao, tapi lebih disebabkan oleh warnanya: saban kemarau, rumput yang melapisi perbukitan berubah cokelat. Menurut mitos lokal, bukit-bukit ini sebenarnya ceceran air mata milik seorang raksasa yang meratap usai cintanya ditolak. Selain Chocolate Hills, Bohol memiliki taman konservasi tarsius, menara pengintai dari abad ke-18, serta rumah-rumah leluhur dengan arsitektur asli Filipina. “Jangan lewatkan pula tur pesiar di Sungai Loboc,” pesan Maria. “Kita akan dibawa menyusuri sungai bewarna zamrud.”
Tagaytay
Semacam Puncak bagi warga Manila, Tagaytay adalah destinasi liburan akhir pekan yang populer. Dataran tinggi yang berjarak sekitar 60 kilometer dari Manila ini mengoleksi banyak hotel, kasino, padang golf, serta restoran. Objek terkenalnya adalah Gunung Taal yang menjulang di tengah danau. “Kita bisa trekking di sini,” tutur Maria. Tempat favorit turis lainnya adalah People’s Park, taman yang sebenarnya lahir dari kontroversi. Pada 1981, Imelda Marcos menggagas sebuah rumah mewah yang dijuluki Palace in the Sky. Tapi, akibat revolusi politik, proyek itu mangkrak dan lahannya dijadikan taman publik. >>>
Ilocos
Di kalangan warga Filipina, Ilocos dikenal sebagai tanah kelahiran Ferdinand Marcos. Tapi, bagi turis, kawasan ini merupakan destinasi terbaik untuk menikmati pantai, festival, dan situs-situs sepuh warisan Spanyol. Kota paling populer di Ilocos, Vigan, memiliki Kota Tua yang tercantum sebagai Situs Warisan Dunia. “Vigan adalah teladan dalam hal perawatan bangunan bergaya Spanyol,” jelas Maria. Beranjak ke sisi utara Vigan, Maria merekomendasikan Laoag, tuan rumah Festival Pamulinawen—ajang anual berisi tari-tarian dan parade yang dipersembahkan bagi santo kota, William.
Manila
Ibu Kota Filipina ini dijejali gedung perkantoran, ditaburi pusat perbelanjaan, dan didera kemacetan akut. Tapi Manila sebenarnya bukan sekadar kota Dunia Ketiga yang sibuk dan riuh. Banyak warisan masa silamnya masih lestari dan menjanjikan kedamaian. “Kita bisa menemukan banyak gereja tua di kota ini,” kata Maria. Rumah-rumah ibadah itu umumnya merupakan peninggalan penjajah Spanyol, bangsa yang mendarat di Filipina pada abad ke-16 dan menguasai negeri ini selama 300 tahun. Satu gereja yang tidak boleh dilewatkan menurut Maria adalah Katedral Manila, tempat Paus Francis menggelar Misa saat melawat ke Filipina pada Januari 2015. Kawasan tempat Katedral Manila berada, Distrik Intramuros, juga layak ditelusuri. Di masa kekuasaan Spanyol, Intramuros berstatus jantung pemerintahan, dan sebagian artefak dari periode itu masih berdiri. “Turis bisa berkelana sepuasnya di sini,” ujar Maria. “Tempat ini bebas biaya masuk.”
>>>
Cordillera Central
Rantai pegunungan Cordillera Central melintasi banyak provinsi di utara Filipina. Di antara puncak-puncak itulah terselip lima petak sawah legendaris dengan riwayat menembus dua milenium. “Letaknya di ketinggian 1.500 meter. Udara di sini kerap mencapai tujuh derajat celsius!” kata Maria. Untuk menjangkaunya, kita mesti meniti jalan tipis yang berliku di pinggang perbukitan. “Kadang Anda merasa mobil akan jatuh ke jurang curam. Tapi jangan khawatir, sopir di sini sangat terlatih,” tambah Maria. Daya tarik lain Cordillera Central adalah kompleks makam tebing di mana peti-peti jenazah dilekatkan ke tebing terjal—tradisi yang memiliki kemiripan dengan Toraja.

Western Visayas
“Mangga paling manis di Filipina,” jelas Maria tentang oleh-oleh khas Western Visayas. “Saking spesialnya, pemerintah setempat melarang mangga jenis lain ditanam di sini.” Western Visayas berada di sisi tengah Filipina dan menaungi lima provinsi. Magnet wisata paling terkenal di sini tentu saja Boracay, salah satu pulau tercantik di Filipina. Tapi Maria lebih menyarankan turis pergi ke Iloilo untuk melihat Gereja Miagao, satu dari empat gereja barok warisan Spanyol yang tercantum sebagai Situs Warisan Dunia. “Saya rutin ke gereja ini tiap kali berkunjung ke rumah keluarga di Iloilo. Strukturnya indah dan masih terawat,” ujarnya. >>>
Palawan
Bagaikan Raja Ampat versi Filipina, Palawan terkenal akan koleksi satwa lautnya dan keindahan pulau-pulaunya. “Palawan adalah salah satu destinasi selam terbaik di dunia” ucap Maria bangga. Untuk pengalaman liburan terbaik, dia merekomendasikan Tubbataha Reefs Natural Park, kawasan konservasi seluas 130.000 hektare. “Paling ideal datang saat cuaca cerah, dari Februari hingga Maret,” pesan Maria. Tempat lain di Palawan yang diajukan Maria adalah El Nido, lokasi syuting film The Bourne Legacy, yang menawarkan tur melintas gua. “Turnya berdurasi sejam. Atraksi populer bagi mereka yang berbulan madu dan berjiwa avonturir.”
Batanes
“Karakter lanskapnya mirip Skotlandia,” ujar Maria. Asosiasi yang cukup akurat. Batanes menampilkan bukit-bukit hijau yang bergandengan tangan, rumah-rumah petani yang menatap lautan, serta jalan-jalan sempit yang membelah sabana. Satu hal unik di sini adalah kedai-kedai kopi yang dibiarkan lowong tanpa kasir, barista, ataupun pramusaji. Bisnisnya sepenuhnya dilandasi keikhlasan dan kemandirian tamu. “Kita meracik kopi sendiri, lalu membayar secara sukarela,” ujar Maria. Batanes adalah provinsi paling utara di Filipina. Posisinya lebih dekat ke Kaohsiung di Taiwan ketimbang Manila.
Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Mei/Juni 2016 (“Local Insight: Filipina”)

