
Teks dan foto oleh Yohanes Sandy
[dropcap type=”default”]K[/dropcap]obe adalah ibu kota Provinsi Hyogo yang terletak kurang lebih 30 kilometer di sisi barat Osaka. Dari Osaka, Kobe bisa dijangkau dalam waktu sejam menggunakan kereta api. Reputasi Kobe sebagai kota pelabuhan internasional membuat kota terbesar keenam di Jepang ini sempat dihuni banyak ekspatriat di masa silam. Pada ke-13, posisinya yang strategis membuat Kobe didaulat sebagai kota pelabuhan terpenting di Jepang yang memfasilitasi lalu lintas kapal dari Jepang dan Tiongkok.
Namun sejarahnya tak selalu mulus. Pada 1995, kota ini digoyang gempa bumi berkekuatan 7,2 skala Ritcher yang nyaris membuat seluruh kota hancur dan menewaskan lebih dari 6.000 penduduknya. Usai bencana, Kobe bangkit. Kotanya dibangun, lengkap dengan struktur bangunan tahan gempa. Kini, kota yang memiliki populasi kurang dari dua juta jiwa itu kini menjadi salah satu kota urban yang menarik di Negeri Matahari Terbit. Kami hadirkan lima alasan untuk mengunjunginya: >>

Kitano-cho
Seperti kawasan Ijen di Malang dan Kaliurang di Semarang, Kitano-cho dulunya adalah pusat pemukiman kaum ekspatriat di Kobe. Di distrik yang berlatar belakang Pegunungan Rokko ini banyak sekali bersemayam rumah-rumah bergaya barat yang dikerek menggunakan bahan-bahan material kayu dan batu bata. Sepeninggal empunya, rumah-rumah tersebut diserahkan pada pemerintah kota dan kini disulap menjadi museum atau tempat atraksi wisata. Mayoritas obyek wisata ini memungut biaya masuk antara 550 hingga 750 yen.
Tur di Kitano-cho bisa dimulai dari Kobe Mysterious Consulate of Trick Art. Rumah penduduk yang disulap menjadi museum trick art ini menawarkan beragam pernak-pernik barang ilusi, seperti lukisan tiga dimensi hingga ruang permainan visual. Destinasi selanjutnya adalah England House yang terletak di seberang museum. Di sini pengunjung bisa melihat wujud asli rumah yang sempat didiami oleh diplomat asal Inggris. Di dalamnya juga terdapat barang-barang khas bangsawan Inggris seperti peralatan high tea hingga kostum tokoh fiktif, Sherlock Holmes. Masih banyak lagi rumah bergaya unik yang layak disambangi di sini, di antaranya Uroko House dan Uroko Museum serta Kazamidori no Yakata, satu-satunya rumah yang terbuat dari bata merah di distrik ini. Usianya lebih dari satu abad. >>

Kobe Meriken Park
Sebagai kota pelabuhan, salah satu sentra keramaian di Kobe berpusat di Harborland & Meriken Park. Di sini turis bisa menikmati beragam hidangan dari berbagai macam restoran yang bersemayam di tepi pantai. Tersedia juga opsi menaiki Port Tower. Dari menara setinggi 108 meter ini, turis bisa melihat lanskap 360 derajat kota Kobe.
Kobe adalah kota kelahiran industri alat berat Kawasaki. Museumnya bersemayam di kompleks ini. Kawasaki Good Times World menawarkan koleksi alat-alat berat produksi Kawasaki mulai dari kereta api, kapal, hingga alat transportasi. Salah satu daya tariknya adalah koleksi sepeda motor merek Kawasaki dari zaman Perang Dunia II hingga yang terbaru. >>

Tor Road
Bila Singapura punya Orchard Road, maka Kobe punya Tor Road. Jalan yang dulunya bernama Sannomiya Suji Dori merupakan sentra belanja di Kobe dengan ratusan toko yang siap menyambut tamu. Tak seperti Orchard Road yang dipenuhi dengan butik-butik bermerek internasional, Tor Road sepertinya hendak fokus pada butik-butik lokal dengan barang-barang yang memikat. Tak hanya butiknya yang wajib dikunjungi, Tor Road juga terkenal akan kafe dan tempat makan yang sudah berdiri sejak dulu kala. Salah satunya adalah Tor Road Deli yang sudah beroperasi sejak 1949. Tempat makan mungil ini menyediakan roti lapis terenak di Kobe. >>

Daging sapi Kobe
Tak lengkap bila mengunjungi Kobe tanpa menyantap daging sapi super lembut ini. Daging sapi Kobe adalah salah satu komoditas yang membuat nama kota ini cukup terdengar di kancah internasional. Berbeda dari daging sapi di tempat lain, sapi-sapi Kobe diternakkan dengan cara-cara yang spesial, termasuk dipijat dan diberikan minum bir. Berkat tekstur daging dan lemaknya, daging sapi Kobe terkenal lembut dan lumer di mulut. Ada banyak restoran yang menyajikan hidangan lezat ini, salah satu yang terkenal adalah Wakkoqu dengan dua cabang tersebar di kota. Restoran ini menawarkan beragam pilihan hidangan set menu yang dimasak langsung di depan pengunjung. Menunya dibanderol mulai 3.200 yen per orang.

>>

Luminarie
Secara bebas, Luminarie bisa diartikan sebagai “festival cahaya.” Ajang anual ini digelar setiap Desember, tepatnya dua pekan sebelum libur Natal. Sejarahnya berawal pada Desember 1995 untuk memperingati sekaligus menghibur para korban Gempa Bumi Great Hanshin. Di edisi perdananya, festival ini menampilkan 200.000 lampu yang dilukis menggunakan tangan sumbangan pemerintah Italia. Instalasinya pun ditangani langsung oleh Valerio Festi, CEO Studio Festi.
Seiring dengan makin bertambahnya turis yang datang untuk melihat langsung Luminarie, pemerintah Kobe membuatnya menjadi acara permanen. Tiap tahunnya, selama dua pekan, kurang lebih tiga juta turis mendatangi Kobe untuk melihat instalasi seni lampu ini. Namun jangan bayangkan suasananya kaos. Luminarie benar-benar dikelola secara profesional. Ribuan pengunjung diwajibkan untuk antre dari titik pemberangkatan sebelum merangsek ke pusat festival. Jalan-jalan sepanjang rute dipasangi pagar pembatas. Ratusan polisi berjaga-jaga. Jangan harap pengunjung bisa berbuat curang memotong jalan atau menyelinap langsung ke dekat titik utama. Meskipun jumlahnya pengunjungnya terus menurun setiap tahun, Luminarie adalah salah satu alasan utama mengunjungi Kobe.
DETAIL
Kobe
Rute
Kobe bisa dijangkau via Osaka dengan menggunakan kereta api. Penerbangan langsung ke Osaka dilayani oleh Garuda Indonesia (garuda-indonesia.com) dari Jakarta dan Denpasar. Di pusat kota Kobe tersedia fasilitas bus City Loop yang siap mengantarkan turis ke berbagai macam obyek wisata di dalam kota. Harga tiket 1-day pass dibanderol ¥600.
Penginapan
Kobe mengantongi banyak penginapan. Salah satu yang di hotel unik dan berada di pusat kota adalah Hotel Konigs-Krone (Kobe Sannomiya-cho 2-3-10; +81-78/321-5512; Hotel Konigs-Krone; doubles mulai dari $86). Hotel ini menyatu dengan toko hidangan pencuci mulut Kronigs-Krone yang tersohor di Kobe. Seperti restorannya yang menampilkan desain centil, kamar hotelnya pun mengadopsi desain serupa dengan beragam pilihan tema. Bagi Anda yang menginginkan hotel di bawah jaringan internasional bisa mencoba Hotel ANA Crowne Plaza (1-Chome, Kitano-cho Chuo-ku; +81-78/291-1121 ; ANA Crowne Plaza Kobe; doubles mulai dari $86).

