Kiri-kanan: Koki Erik Idos, kepala dapur di Chino, restoran yang menyajikan menu Meksiko di Kennedy Town; keranjang piknik di Picnic on Forbes, restoran yang didirikan oleh Philippe Orrico.

Seperti Kennedy Town, Sai Ying Pun tengah memancarkan semangat baru. Tempat yang berada di kaki lereng curam Victoria Peak ini dibelah-belah trotoar dan gang satu arah. Ada dua pendatang baru di sini yang berhasil mendulang animo publik. Pertama, Potato Head, merek waralaba asal Indonesia. Kedua, Rhoda, restoran karnivora yang dipimpin oleh Nate Green. Kedua restoran anyar ini didirikan oleh Yenn Wong, pemilik hotel yang bersalin menjadi pengusaha restoran. “Pemilik restoran senantiasa berburu area dengan tarif yang lebih terjangkau,” ujar Yenn Wong, “dengan begitu kami bisa menciptakan lebih banyak tawaran ke konsumen ketimbang pusing memikirkan uang sewa.”

Berada di Sai Ying Pun, Potato Head dan Rhoda menikmati lokasi yang strategis: dikepung oleh kawasan residensial Kennedy Town, Sai Wan, dan Sheung Wan. “Semua area ini menampung banyak apartemen yang dihuni keluarga-keluarga muda dan kaum profesional, dan mereka adalah segmen yang kami harap bisa menghargai konsep yang kami tawarkan,” tambah Yenn Wong.

Kiri-kanan: Kedai kopi di Potato Head Hong Kong, Sai Ying Pun; Elizabeth Lau, Manajer Galerio Huit, ruang seni di Sai Yai Pun yang didedikasikan bagi perupa muda Asia.

Yenn Wong bukan satu-satunya pendatang yang membidik peluang bisnis di Sai Ying Pun. Di dekat Sun Yat Sen Memorial Park, kita bisa menemukan Opendoor Café + Courtyard yang mengandalkan menu vegan dan paleo. Sementara di atas bukit, galeri seni modern Above Second menyuguhkan karya-karya progresif. Menyusul Above Second, Jane Chao-Lee mendirikan Galerie Huit yang didedikasikan bagi perupa muda Asia.

Seperti yang terlihat di Kennedy Town, kehadiran tempat-tempat baru milik figur terpandang di Sai Ying Pun bakal memicu banyak pengekor. Restoran, studio seni, toko buku, dan butik bakal bermunculan. Dua tempat yang sudah lahir dari demam ini adalah Winstons Coffee dan Ping Pong Gintonería, rumah yang menawarkan gin Spanyol di bekas klub pingpong. Tiap akhir pekan, mereka memikat kerumunan turis bertopi fedora, menciptakan antrean panjang, memproduksi banyak selfie di media sosial. Awalnya tak dilirik, Kennedy Town dan Sai Ying Pun kini mendapatkan tempat yang layak dalam peta wisata Hong Kong.

Aneka menu yakitori di Fugazi, kedai yang menawarkan tapas Asia modern dan bir-bir impor dari West Brewery Skotlandia.

Panduan
Kennedy Town

  • Catch—G/F 95 Catchick St.; 852/2855-1289; catch.hk.
  • Chino—1B-1C New Praya; 852/2606-0588; chinohk.com.
  • Craft Brew & Co—27-31 Catchick St.; 852/2246-8782; craftbrew.com.hk.
  • Fugazi—21 Catchick St.; 852/2817-7377.
  • Kinsale—Shop 3, New Fortune House, 3-5 New Praya; 852/2796-6004.
  • K-Town Bar & Grill—44 Forbes St.; 852/2855-1368; casteloconcepts.com.
  • Shoreditch—18 Catchick St.; 852/2242-3777; shoreditch.hk.
  • The Cofftea Shop—Shop H, 78–86 Catchick St.; 852/9104-2404.
  • Missy Ho’s—Shop G9, Sincere Western House, 48 Forbes St.; 852/2817-3808; casteloconcepts.com.
  • Picnic on Forbes—Shop C&D G/F 38 Forbes St.; 852/2855-0810; picnic-forbes.com.
  • Sun Hing—Shop C, 8 Smithfield Rd; 852/2816-0616.

Sai Ying Pun

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Maret/April 2017 (“Melawat ke Barat”).