Awak kabin Singapore Airlines. Pada 11 Februari, SQ melakukan penerbangan perdana dengan seluruh kru dan pilot sudah divaksin. (Foto: Singapore Airlines)

Sejumlah maskapai mulai mengoperasikan penerbangan berisi kru dan pilot yang sudah divaksin. Selain menambah rasa aman penumpang, kebijakan ini bertujuan melindungi awak maskapai dari potensi tertular Covid-19.  

Pelopornya ialah Etihad Airways. Pada 10 Februari, Etihad mengklaim sebagai maskapai pertama di dunia dengan 100% kru penerbangan sudah divaksin. Menurut Tony Douglas, Group CEO Etihad Aviation Group, pencapaian ini dilatari upaya proaktif perusahaannya dalam “menyediakan vaksin bagi seluruh karyawan.”

Kendati begitu, tidak ada keterangan apakah seluruh kru Etihad telah menerima dua dosis vaksin. Maskapai Abu Dhabi ini memulai program vaksinasi pada Desember 2020, jadi bisa mencapai status “100% kru tervaksin” di awal Februari terkesan sangat luar biasa. Penting dicatat, Etihad memiliki sekitar 5.000 kru kabin, sementara vaksinasi menuntut setidaknya jeda dua-tiga minggu antara dosis pertama dan kedua, lalu dua-tiga minggu lagi untuk membentuk imunitas.  

Kabin ekonomi Etihad. Pada 10 Februari, Etihad mengklaim sebagai maskapai pertama dengan 100% awak kabin sudah divaksin. (Foto: Etihad)

Tetangga Etihad, Emirates asal Dubai, juga telah memulai penerbangan “tervaksin.” Pada 21 Februari, penerbangan EK215 dari Dubai menuju Los Angeles dilayani oleh seluruh kru yang—menurut siaran pers Emirates—sudah divaksin secara lengkap, artinya telah menerima dua dosis vaksin.

Hingga 21 Februari, hampir 26.000 karyawan Emirates telah mendapatkan dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech atau Sinopharm. Karyawan yang dimaksud di sini bukan sebatas pilot atau awak kabin, tapi mencakup pula pramutamu lounge, teknisi mesin, staf kargo, serta petugas di gerbang keberangkatan.  

Kru Emirates. Hingga 21 Februari, hampir 26.000 karyawan maskapai ini telah disuntik dua dosis vaksin. (Foto: Emirates)

Beralih ke Asia Tenggara, maskapai yang telah mengoperasikan penerbangan “tervaksin” ialah Singapore Airlines. Pada 11 Februari, penerbangan SQ956 dari Singapura ke Jakarta mengangkut seluruh kru dan pilot yang—menurut siaran pers SQ—telah menerima dua dosis vaksin.    

Di tanggal yang sama, dua maskapai saudara SQ juga memulai penerbangan tervaksin. Maskapai bujet Scoot terbang dari Singapura ke Bangkok, sementara SilkAir terbang dari Singapura ke Phnom Penh. “Vaksinasi akan menjadi kunci untuk pembukaan kembali perbatasan dan untuk meningkatkan kepercayaan perjalanan,” jelas Goh Choon Phong, CEO Singapore Airlines.

Garuda Indonesia memasang livery mendukung program vaksinasi pada armada B737. (Foto: Garuda Indonesia)

Seiring percepatan program vaksinasi di banyak negara, jumlah maskapai yang memiliki penerbangan tervaksin akan terus bertambah pada awal 2021. Di Israel misalnya, mayoritas kru El Al, Israir, dan Arkia telah menerima satu hingga dua dosis vaksin. Bulan lalu, United Airlines menyatakan niatnya untuk memulai program vaksinasi karyawan. Sementara di Indonesia, DPR telah meminta Menteri Perhubungan segera memulai vaksinasi staf maskapai nasional. Cristian Rahadiansyah