Kejak hadir pada 2011 sebagai properti W Hotels pertama di Indonsia, W Bali – Seminyak dikenal sebagai resor lifestyle luxury dengan pendekatannya yang playful, berani, dan lekat dengan kehidupan sosial Seminyak. Kini, mereka menghadirkan dua destinasi baru yang mempertemukan, olahraga, fesyen, kuliner dan hiburan, yakni Club Lacoste dan Alunê.
Dua tempat ini menawarkan alasan baru untuk menikmati ritme Seminyak. Sore hari bisa dimulai dengan bermain padel, kemudian dilanjut denga menyesap koktail sambil menikmati panorama matahari terbenam.
1. Club Lacoste
September ini, Lacoste dan W Bali Seminyak memperkenalkan Club Lacoste. Berada di dalam area resor, fasilitas ini menghadirkan dua lapangan padel dan butik resmi Lacoste.
Popularitas padel yang terus berkembang turut menjadi latar hadirnya Club Lacoste di Seminyak. Olahraga yang menggabungkan elemen tenis dan squash ini dikenal dengan permainan yang dinamis sekaligus bersifat sosial, sehingga dapat dinikmati baik oleh pemain berpengalaman maupun pemula. Kedua lapangan buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 20.00 dan dapat digunakan oleh tamu resor maupun publik, dengan biaya sewa Rp700.000,00 per jam.
Sementara itu, butiknya membawa koleksi terbaru Lacoste untuk olahraga padel, termasuk dedicated padel capsule pertama Lacoste yang mancakup raket dan footwear. Koleksi lainnya juga meliputi pakaian olahraga, eyewear, jam tangan, parfum, serta aneka aksesori.
Jadi, pengalaman di Club Lacoste tidak berhenti di lapangan. Tamu dapat datang untuk bermain dan olahraga, lalu melihat dan membeli koleksi terbaru Lacoste.
2. Alunê
Bergeser ke Alunê, sausananya langsung berubah. Menempati footprint bekas Woobar, Alunê hadir sebagai beach club multi-sensorial yang menjadikan alam dan perubahan cahaya sebagai bagian dari pengalaman.
Namanya terinspirasi dari kata “alunan”, yang menggambarkan ritme gelombang laut serta lantunan suara dan melodi, lalu dipadukan dengan “lune”, yang dalam bahasa Perancis berarti bulan. Filosofi tersbeut diterjemahkan ke dalam desain garapan studio WELD.
Mosaik hand-cut berpadu dengan panel kaca berwarna oranye yang diterangi dari belakang, sehingga ketika matahari mulai turun dinding di belakang bar ikut memantulkan nuansa amber dan keemasan. Counter dari kayu yang diukir bergelombang bertemu dengan palet deep ocean blue dan burnt orange bertemu dengan Rosso Alicante marble, green quartzite, dan grey teakwood.
Pendekatan yang sama berlanjut ke menu. Alunê bergerak sedikit lebih jauh dari tipikal klub pantai dengan hidangan bercita rasa pesisir dan teknik yang lebih chef-driven. Ada lobster roll dengan spring onion dan ikura, serta catch of the day sashimi yang menggunakan ikan lokal segar dan disajikan dengan saus ponzu, minyak cabai, dan jeruk nipis.
Sebelum senja tiba, Alunê memasuki fase Sunset Ritual. Musik live menemani kala golden hour, sembari menyesap aneka koktail seperti Ivory Tide, Soft Current, dan Solaris Spritz. Ada pula enam wellness mocktail bagi yang ingin menikmati suasana dengan pilihan minuman tanpa alkohol.
Untuk pengalaman yang lebih privat, Alunê memiliki private pool cabana, masing-masing dilengkapi jacuzzi yang menghadap ke laut dan matahari terbenam.
Sore hari diawali bermain padel, lanjut sunset ritual di Alunê, Tertarik mencoba?












