Peresmian kapal baru Crystal Endeavor di galangan MV Werften, Jerman. (Foto: MV Werften/Crystal Cruises)

Industri pesiar masih berkabung akibat pandemi. Tapi ada satu pelakunya justru memilih momen suram ini untuk ekspansi bisnis.

Akhir Juni, operator Crystal Cruises meresmikan kapal Crystal Endeavor di Jerman. Jika tak ada aral melintang, pada 17 Juli, kapal ini akan melakoni debut pelayarannya di utara bumi. 

Endeavor berambisi menjadi bintang baru di samudra. Biaya konstruksinya menembus setengah miliar dolar, menjadikannya spesies termahal dalam keluarga Crystal. Demi menjaga kualitas servis, bahtera berkapasitas 200 penumpang ini akan dilayani oleh 200 kru—rasio satu banding satu yang langka di bisnis pesiar.

Interior griya tawang di Crystal Endeavor. (Foto: Crystal Cruises)

Kapal 20.200 GRT ini tergolong Polar Class 6, klasifikasi industri untuk mengarungi kawasan ekstrem Arktika dan Antartika. Ia didesain luwes dan cekatan. Saat mengerem pada kecepatan maksimum, Endeavor hanya butuh jarak 660 meter untuk berhenti, lebih aman dibandingkan standar umum 1.700 meter.

Di tahap awal, Endeavor akan ditempatkan di Islandia, salah satu negara tersukses dalam pengendalian wabah Covid-19. Dari Juli-Agustus, kapal ini akan melayani ekspedisi 10 malam keliling Islandia dengan tiket mulai dari $17.999 (sekitar Rp260 juta). Lalu, di September, Endeavor akan menempuh trayek Islandia-Norwegia. 

Crystal Endeavor sedang mengarungi kawasan ekstrem. (Ilustrasi: Crystal Cruises)

Di tahap berikutnya, Maret 2022, Endeavor akan dibawa ke pesisir barat Afrika. Dengan asumsi dapat izin dari otoritas setempat, kapal ini akan melayani rute Afrika Selatan menuju Ghana.Cristian Rahadiansyah