Bersepeda Menyusuri Tembok Besar Cina

Menaiki sepeda, menyusuri Tembok Besar Cina, menembus gurun dan bukit, mendarat di perbatasan Korea Utara. Sebuah perjalanan 6.500 kilometer yang menuturkan transisi besar sejak era kekaisaran.

Saya ingat semua orang yang saya kenal di perjalanan: tukang bangunan asal Nantong dengan gaji bulanan 310 yuan, pegawai instalasi listrik yang cerewet, orang Fujian yang tidak mengerti dialek, petugas kereta yang murung, dan orang Xinjiang yang pemarah. Turun dari kereta, mereka berdempetan di pintu gerbong. Perjalanan sepeda saya dimulai di sini: keluar dari stasiun, menuju barat daya, melewati Yumen Pass, menuju bagian Tembok Besar paling barat, titik awal perjalanan.

‘Mengejar mimpi di Gua Yulin dan mengejar sejarah’ sebait slogan propaganda di Desa Suoyang.

Kata orang-orang terdahulu, mereka yang hendak memahami sejarah hendaknya mengenal para pendiri Tembok Besar beserta asal-usulnya yang telah melewati waktu yang panjang, juga mempelajari perjuangan keras para leluhur yang memimpikannya.

Pada Juli 1953, seorang wartawan bernama Fan Zhangjiang menempuh perjalanan selama 10 bulan dari Dunhuang hingga Baotou. Ketika melewati Tembok Besar di perbatasan sekitar wilayah Shandan, dia menyadari bahwa tembok yang terletak di wilayah Shanxi merupakan bagian timur struktur yang masih berbatu, sementara Shaanxi merupakan bagian barat struktur yang sudah berlapiskan tanah.

Tembok Besar yang terletak di perbatasan wilayah Shandan telah mengalami kerusakan kronis. Reruntuhan yang tersisa telah lama terbengkalai dan sangat berbahaya. Dari tempat inilah ide pemugaran tercetus. Banyaknya nyawa yang dikorbankan dan tenaga yang dihabiskan dalam proyek itu sulit dikalkulasi, namun semangat restorasinya akan dikenang hingga berjuta tahun lamanya.

Tembok Besar Cina di puncak sebuah bukit di Mutianyu, sekitar 70 kilometer sisi timur laut Beijing.

Pada saat itulah saya tiba-tiba menyadari: pada mulanya ada dua Tembok Besar—sebuah monumen dan sebuah kuburan. Setelah Kaisar Qin Shi Huang menyatukan enam kerajaan, dia membangun benteng perkasa sebagai pertahanan Negara Yan, Zhao, Qin, dan beberapa negara lain di utara. Dinding itu pun menjadi demarkasi pertama yang membatasi Cina dari dunia. >>

Comments