Alasan Baru Mengunjungi Belitung

Demam Laskar Pelangi memang sudah reda, tapi Belitung tak mau begitu saja dilupakan. Magnet-magnet wisata baru diciptakan agar turis sudi kembali.

Kiri-kanan: Bertemu dengan satwa liar dalam perjalanan ke Laguna Kubing; Pantai tetap menjadi daya tarik utama Belitung.

Di sini tumbuh pelawan, rukam, dan simpor laki. Semuanya berkerumun di lahan seluas enam hektare. KPLB hendak memperkenalkan wisata jenis baru di Belitung. Selain berenang dan berperahu ke pulau-pulau batu, turis kini bisa trekking menembus hutan, melacak satwa, serta yang paling seru, melakoni river tubing dengan melewati enam jeram. Upaya membangkitkan rasa cinta pada alam itu kian penting terutama saat kini Belitung gencar memacu industri pariwisatanya. Sejumlah hotel berbintang bermunculan guna menjawab arus turis yang terus meningkat. Dulu, hotel yang nyaman adalah barang langka. Banyak penginapan hanya menyerupai indekos yang kerap mengalami mati listrik.

Awal tahun lalu, Aston Belitung diresmikan. Bangunan tertinggi di Belitung ini bermukim di Pantai Tanjung Pendam dan memayungi 202 kamar. Belum lama, manajemen hotel ini berpindah tangan ke BW Group, pendatang baru di bisnis hotel.

Penginapan termewah di Belitung saat ini, Arumdalu (baca ulasan lengkapnya di sini), dilansir pada akhir 2014 dan menawarkan 10 vila, sebuah restoran yang menatap pantai, serta beragam aktivitas yang sebelumnya tak dikenal di Belitung, seperti kelas membatik dan kursus memasak. Banyak tamunya berasal dari Eropa, terutama Spanyol, Prancis, dan Italia.

Masing-masing vilanya dilengkapi kolam renang privat.
Masing-masing vila di Arumdalu dilengkapi kolam renang privat.

Di Pantai Tanjung Tinggi, tak jauh dari lokasi syuting film Laskar Pelangi, sebuah resor berukuran masif sedang dikonstruksi dan rencananya akan dikelola oleh Panorama, perusahaan raksasa di industri travel nasional. Resor ini bakal menampung sebuah beach club dan taman rekreasi terapung. Belitung sepertinya sedang membuka lembaran baru. Dulu, pulau ini beresonansi dengan pantai-pantai sepi, sekolah yang reyot, serta lubang-lubang bekas tambang. Kelak, Belitung mungkin berarti sunbed di atas pasir putih, sesi koktail menjelang senja, atau spa yang menatap laut.

Rute

Penerbangan ke Belitung dilayani oleh Garuda Indonesia dan Sriwijaya Air. Taksi dalam pengertian umum belum tersedia. Tapi setidaknya mobil sewaan mudah ditemukan di bandara.

Aktivitas

Berperahu ke Pulau Lengkuas, mendaki mercusuar peninggalan Belanda, berjalan-jalan di pantai yang ditaburi batu granit, serta mengunjungi lokasi syuting Laskar Pelangi adalah beberapa aktivitas yang lazim ditawarkan pihak hotel dan operator tur. Jika ingin beranjak dari kerumunan turis, kawasan selatan pulau menyimpan sudut-sudut sepi yang menawan. Pantai Penyabong menawarkan atmosfer yang hening, sementara Gunung Kubing menantang kita untuk trekking dan berendam di laguna.

Bertolak ke sisi barat, kawasan Batu Mentas di Desa Kelekak Datuk menyuguhkan kegiatan ekowisata yang mencakup trekking di hutan untuk melacak tarsius dan river tubing selama 90 menit. Sejarah pulau ini sebagai sentra timah bisa digali di Bukit Ki’Kara, satu-satunya tambang di Belitung dengan konsep open-pit.

Penginapan

Menempati bekas kantor perusahaan timah, Billiton Hotel (Jl. Depati Gegedek No.50, Tanjungpandan; 719/228-87; billitonhotel.com; doubles mulai dari Rp840.000) memayungi 24 kamar dalam bangunan yang berstatus aset sejarah. Hotel butik ini menyuguhkan benda-benda antik di interiornya, seperti sepeda onthel, jendela tua, hingga buku-buku klasik. Di sisi selatan pulau, Arumdalu (Jl. Batu Lubang, Membalong; 0816-807-389; arumdalubelitung.com; doubles mulai dari Rp10.000.000) mengangkat standar kemewahan di Belitung melalui 10 vilanya yang dilengkapi kolam privat dan sebuah restoran di tepi pantai.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi November/Desember 2015 (“Setelah Pelangi Pergi”).

Comments