
[dropcap type=”default”]P[/dropcap]enampilan White Shoes and The Couples Company di Darwin Music Festival. White Shoes & the Couples Company telah malang-melintang di banyak panggung dunia. Kepada Suhartina Sindukusumo, sang vokalis Aprilia Apsari merekomendasikan sembilan festival musik di Asia Pasifik yang layak disambangi tahun ini.
Superbad!
Setiap bulan • Jakarta
Sejak 2008, acara bulanan ini rutin digelar di Jaya Pub, sarang nokturnal legendaris di Ibu Kota. Durasinya mencapai enam jam. Genrenya cukup variatif, mencakup blues, rock, dan jazz. Dan Superbad! bukan sekadar hiburan malam, tapi juga ajang yang berkontribusi dalam perkembangan musik independen. “Apabila Anda mengaku gig goers, tinggal atau berkunjung ke Jakarta dan belum pernah datang ke Superbad!, pengalaman hijrah musik Anda berarti masih biasa-biasa saja,” ujar Sari, panggilan akrab Aprilia Apsari. superbadjakarta.wordpress.com. >>

Bali Spirit Festival
31 Maret-5 April • Ubud
Kenduri tahunan ini adalah wadah untuk menyuntikkan energi ke jiwa melalui beragam medium, antara lain yoga, tari, musik, dan meditasi. Di episode kedelapannya, Bali Spirit Festival akan kembali menampilkan puluhan acara dan lokakarya. Di kategori musik, dua nama yang dipastikan hadir adalah Dustin Thomas dan Kevin James. “Apabila backpacking dan berbagi pengalaman spiritual ada dalam agenda, acara ini cocok sekali untuk dihadiri,” jelas Sari. balispiritfestival.com.>>
Fuji Rock Festival
Juli • Naeba Ski Resort
Bagaikan gabungan antara konser dan kegiatan lintas alam, Fuji Rock Festival mengajak penonton berkemah dan menyambangi tujuh panggung yang terpisahkan lembah di lereng Gunung Takenoko. (Acara perdananya pada 1997 digelar di kaki Gunung Fuji, karena itu disebut Fuji Rock Festival.) Festival ini rutin menampilkan nama-nama besar, sebut saja Iggy Pop, Coldplay, dan Oasis. Pada episode terakhirnya, hadir Franz Ferdinand dan Manic Street Preachers. “Apabila Anda seorang music geek, gemar bertualang, dan banyak rezeki,” ujar Sari, “Anda tidak boleh melewatkan pengalaman ini!” fujirock-eng.com. >>

Singapore Night Festival
21-22 Agustus & 28-29 Agustus – Singapura
“Festival ini benar-benar megah dan merakyat, seakan seisi kota diajak untuk menikmati hiburan gratis di sana-sini,” kenang Sari tentang pengalamannya menonton Singapore Night Festival 2012. Acara yang dipusatkan di kawasan Bras Basah ini dimulai dengan konser, diselingi hiburan kembang api, dan dipenuhi pameran seni. Suguhannya disebar di lima zona yang bisa dipilih sesuai selera pengunjung. Ada zona musik klasik dan ensambel, zona instalasi seni dan karya inspiratif, hingga zona yang menjual barang bekas. brasbasahbugis.sg/snfportal. >>

Darwin Festival
6-23 Agustus • Darwin
Saat musim dingin membasuh Australia, Darwin tetap menghadirkan kehangatan berkat lokasinya yang lebih dekat ke Indonesia. Di musim ini pula Darwin menggelar festival yang menampilkan pertunjukan musik, teater, kabaret, serta tari. Pengisi acaranya berasal dari dalam dan luar negeri. Menurut Sari, festival ini “cocok sekali untuk dinikmati sekeluarga.” darwinfestival.org.au. >>
Java Sounds Fair
Oktober • Jakarta
Urung mengadakan Rockin’land dan Soulnation, promotor Java Festival Production menebusnya dengan menggelar Sounds Fair. Festival yang dimulai pada 2014 ini menyuguhkan 10 panggung dan puluhan artis dari beragam aliran, meliputi pop, jazz, ska, elektronik, hingga rock. The Jacksons, Magic!, dan Sophie Ellis-Bextor adalah beberapa bintang tamunya. javasoundsfair.com. >>
Ruangrupa Record Festival
November • Lokasi tentatif
Ruangrupa gemar menelurkan acara eksperimental, dan RRRec Fest adalah salah satu karya terbesarnya. “Menikmati musik di bawah rimbunnya pohon damar sambil berkemah selama tiga hari dua malam—sebuah festival musik yang tak akan terlupakan,” kenang Sari yang turut tampil November 2014, saat RRRec Fest dilangsungkan di area perkemahan di Sukabumi. Lokasi yang unik adalah ciri lain acara ini. Pada 2013, panitia memilih galeri seni Kineforum dan sebuah toko roti. rrrec.ruangrupa.org. >>
Clockenflap
November • Hong Kong
Selama tiga hari di November, Kowloon, kawasan terpadat di Hong Kong, mengajak publik melupakan stres dan bernyanyi bersama. Clockenflap diselenggarakan di dermaga di distrik seni West Kowloon. Bagi Sari, festival ini menawarkan “pengalaman visual tersendiri.” Tahun lalu, Clockenflap mendatangkan Kool & The Gang dan Travis. Di episode-episode sebelumnya, tampil Franz Ferdinand dan Azealia Banks. clockenflap.com. >>

Urbanscapes
Jadwal tentatif • Malaysia
“Daya tariknya tidak hanya musik, tapi juga pameran seni yang dikemas berbeda, seperti live mural dan grafiti,” ujar Sari. Beberapa musisi Indonesia pernah tampil di sini, contohnya The Trees & The Wild dan L’Alphalpha. Lokasinya senantiasa berpindah. Desember tahun lalu, Urbanscapes berlangsung di area peternakan kuda Resorts World Genting. Tahun ini, panitia akan kembali meminjam area terbuka yang memungkinkan pengunjung berkemah seraya menyerap musik dan seni. urbanscapes.com.my.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Januari/Februari 2015 (“Kenduri Melodi”)

