Di laut maupun sungai, bisnis pesiar terus merekah di Asia. Penumpangnya ajek meningkat. Bahtera, rute, dan jadwal pelayarannya terus bertambah. Kami mengetes delapan kapal yang beroperasi di kawasan ini.

Rahai’i Pangun
Kapal premium baru yang menawarkan tur sungai di Borneo.
Ulasan oleh Reza Idris.
Kapal semacam Rahai’i Pangun adalah gagasan yang lama dinanti di Kalimantan. Empat dari 10 sungai terpanjang di Nusantara mengalir di sini. Hutan seluas 26 juta hektare membalut tempat ini dan menjadi habitat bagi makhluk karismatik semacam orangutan dan anggrek hutan. Tak ada tempat terbaik di Indonesia untuk menggelar pesiar sungai selain Kalimantan.
Rahai’i Pangun terdiri dari dua tingkat. Dek atasnya menampung zona bersantai, meja makan, serta area kemudi. Sementara dek bawahnya dihuni lima kabin. Seperti rumah-rumah adat, Rahai’i Pangun disusun dari balok-balok kayu, yang kemudian dirangkai secara presisi memakai kearifan tradisi. Segala materi logam yang rawan karat, dihindari.

Dimulai dari Kota Palangka Raya, kapal kayu ini membawa penumpang merandai sungai-sungai cokelat, mengintip satwa, melawat desa adat. Warga lazim menyebut wisata semacam ini “susur sungai.” Rahai’i Pangun bukan satu-satunya yang menawarkan aktivitas tersebut di Kalimantan, tapi operatornya adalah yang pertama yang tergabung dalam asosiasi Secret Retreats.
Rahai’i Pangun dioperasikan oleh Kalimantan Tour Destinations (KTD), perusahaan yang didirikan oleh Gaye Thavisin dan Lorna Dowson-Collins. Kisahnya dimulai saat Lorna bekerja untuk sebuah LSM di Kalimantan pada akhir 1990-an. Dia kerap berkelana ke pedalaman guna mengedukasi warga perihal pembalakan liar dan tambang emas ilegal. Dari kunjungan-kunjungan itulah muncul ide membuka sebuah hotel terapung. Sejak kapal pertamanya menyentuh sungai pada 2008, KTD kini telah mengoleksi empat kapal, dan Rahai’i Pangun adalah yang terbesar.
Panjangnya 22 meter, lebarnya enam meter. Berkat ukurannya yang tambun, warga kadang menyebutnya “bus air.”
Destinasi: Kalimantan Tengah. Kapasitas: 12 penumpang. Tarif Pesiar: tiga malam mulai dari Rp9.146.000 per orang. Reservasi: wowborneo.com.

Alila Purnama
Kombinasi antara pinisi Sulawesi dan kemewahan Alila.
Ulasan oleh Cristian Rahadiansyah.
Pinisi, tulis antropolog Lawrence Blair dalam buku Ring of Fire, adalah “hibrida yang mengagumkan antara perahu orisinal pulau ini [Sulawesi] dengan galleon pembawa rempah khas Portugis dari abad ke-17.” Lima tahun silam, grup hotel Alila mengubah sekunar legendaris itu menjadi hotel apung mewah yang menawarkan ekspedisi bahari di kawasan Segitiga Karang Dunia. Di pertengahan tahun, bahtera ini berlayar di Taman Nasional Komodo. Selanjutnya, ia menempuh rute Maumere-Ambon, disusul Ambon-Raja Ampat, lalu mengarungi Teluk Cenderawasih.
Alila Purnama dirakit oleh tangan-tangan terampil warga Bira. Tubuhnya dirangkai dari kayu ulin dan jati. Eksterior kapal mengadopsi desain orisinal pinisi: memiliki dua tiang layar dan sepasang kemudi balok kayu di bagian buritan. Sedangkan interiornya menampung lima kabin yang didesain tematik. Kabin Cirebon, Jawa, Bali, dan Madura disebar di bagian lambung, sementara kabin termewah Sriwijaya ditempatkan di dek atas.
Kapal sepanjang 46 meter ini dioperasikan oleh 16 orang kru, termasuk seorang koki yang meracik menu berbeda saban hari. Fasilitasnya antara lain sepasang kano, lounge berisi restoran, dek untuk berjemur, perpustakaan, serta dive centre.

Menyelam adalah aktivitas utama dalam tiap tur Alila Purnama. Tiada hari tanpa memanggul tangki, mengemut selang, menyelinap di antara ikan dan karang. Tapi kapal ini tidak dirancang semata bagi penyelam puritan. Di tiap destinasinya, penumpang juga akan dibawa melawat desa setempat dan menyapa warganya, menembus hutan dan melacak satwa (misalnya cenderawasih di Raja Ampat), juga piknik di pulau-pulau tak bertuan dan mengisi malam dengan jamuan barbeku.
Destinasi: Taman Nasional Komodo, Maumere-Ambon, Ambon-Raja Ampat, Teluk Cenderawasih. Kapasitas: 10 penumpang. Tarif Pesiar: enam malam di Raja Ampat mulai dari Rp190.000.000 untuk kabin isi dua orang. Reservasi: alilahotels.com.

Road to Mandalay
Moda termewah untuk merandai interior Myanmar.
Ulasan oleh Cristian Rahadiansyah.
Lebih dari dua dekade silam, saat Myanmar berada dalam cengkeraman junta dan baru membuka setengah pintunya bagi dunia, Orient-Express meluncurkan kapal pesiar yang mengajak pengelana menyelami negeri misterius ini melalui jalur sungai. Sekarang, setelah Myanmar memeluk demokrasi dan memanggil-manggil turis internasional, kapal tersebut masih beroperasi, masih mengantarkan penumpang ke situs-situs wisata terpopuler.
Akta kelahirannya bertuliskan MSNederland. Tapi dunia lebih mengenalnya dengan nama Road to Mandalay. Kapal buatan Jerman ini membentang sepanjang 101 meter. Deknya menampung 43 kabin, restoran, dan ruang spa.
“Inilah Burma,” ujar Rudyard Kipling, “dan ia berbeda dari kebanyakan negeri yang kamu kenal.” Oleh Road to Mandalay, kita akan diajak memahami kata-kata itu. Kapal ini melayani rute Mandalay-Bagan, dua destinasi yang bercerita banyak tentang riwayat dan identitas Myanmar.

Mandalay merupakan tempat berakhirnya babad monarki di Burma. Kini, kota ini merupakan pusat spiritual yang dihuni sekitar separuh populasi biksu di negeri ini. Sementara Bagan, tanah yang menampung sekitar 3.000 kuil, mengisahkan penyebaran ajaran Hindu dan Buddha di Indocina. Sempat ditinggalkan warganya usai diinvasi pasukan kavaleri Mongol, Bagan kemudian merekah sebagai destinasi wisata sejarah paling tersohor di Myanmar.
Yang menarik dari Road to Mandalay bukan cuma destinasinya, tapi juga perjalanannya. Bahtera ini menyusuri Sungai Ayeyarwady, nadi kehidupan di Myanmar. Seluruh kerajaan yang mewarnai sejarah Burma berdiri di tepinya. Perusahaan-perusahaan yang mengeruk kekayaan negeri ini memanfaatkannya sebagai jalur transportasi. Kini, Ayeyarwady membasahi banyak sawah dan ladang, juga menghidupi ternak dan desa-desa.
Destinasi: Mandalay-Bagan. Kapasitas: 82 penumpang. Tarif Pesiar: dua malam Mandalay-Bagan mulai dari Rp20.000.000 per orang. Reservasi: belmond.com.

Four Seasons Explorer
Berkat kehadirannya, Maladewa tak lagi sekadar menawarkan resor mewah, tapi juga petualangan.
Ulasan oleh Cristian Rahadiansyah.
Maladewa bersinonim dengan liburan romantis, resor mewah, dan pulau yang dibingkai pantai pasir putih. Four Seasons Explorer diluncurkan untuk menggeser citra tersebut. Menaiki yacht katamaran ini, kita justru diajak mengetes hasrat petualangan, mulai dari menjelajahi pulau tak berpenghuni hingga berenang bersama ikan terbesar sejagat.
Maladewa disusun oleh 1.200 pulau dengan hanya 200 di antaranya yang berpenghuni. Di sini tidak ada sungai, tidak ada sawah, juga tidak ada gunung. Puncak tertingginya menjulang hanya 2,4 meter dari permukaan laut. “Salah satu keajaiban dunia,” begitu Ibnu Battuta menggambarkan Maladewa enam abad silam.
Di lanskap ajaib inilah Four Seasons Explorer menawarkan ekspedisi berdurasi tiga hingga tujuh malam. Turnya dimulai dan ditutup di salah satu resor milik Four Seasons di Maladewa.
Berkelir putih dan bertubuh lancip, eksterior Explorer memang tampak dingin dan berjarak, tapi interiornya hangat dan bersahabat. Seluruh 25 krunya tangkas mempraktikkan prinsip servis yang membuat Four Seasons menuai banyak fan. Dan penumpang Indonesia tak akan kesulitan untuk lekas akrab dengan kapal ini, sebab banyak krunya berasal dari Indonesia.

Explorer menampung perpustakaan, restoran, dive center, serta bar. Bahtera sepanjang 39 meter ini juga senantiasa dibuntuti oleh sebuah dhoni, perahu lokal yang telah dialihfungsikan menjadi dive boat. Aturan pertama di atas Explorer cukup simpel: melepas alas kaki. Aturan kedua mudah dipahami: jangan melompat saat kapal bergerak. Aturan ketiga cukup menghibur: waktu dimajukan sejam, dengan begitu penumpang punya waktu lebih lama untuk beraktivitas.
Galibnya liveaboard, menyelam adalah aktivitas utama. Di luar itu, penumpang diajak berenang bersama whale shark, memancing, bermain kayak, serta piknik di pulau tak berpenghuni. Satu tawarannya yang tak kalah menarik adalah kunjungan ke desa-desa nelayan untuk melihat kehidupan riil warga, sekaligus mengintip realitas yang luput dari bingkai Instagram. Menaiki Explorer, liburan di Maladewa tidak melulu berarti mengagumi lautan dengan punggung membelakangi daratan.
Destinasi: Maladewa. Kapasitas: 22 penumpang. Tarif Pesiar: tiga malam mulai dari Rp 17.000.000 per orang. Reservasi: fourseasons.com.

Quantum of the Seas
Bahtera inovatif yang turut merevolusi bisnis kapal pesiar.
Ulasan oleh Cristian Rahadiansyah.
Kabaret adalah tawaran baku di kapal pesiar, tapi Quantum of the Seas berhasil merevolusinya menjadi pentas berteknologi tinggi yang sulit ditandingi. Kabaret di kapal ini mengombinasikan dengan apik akrobat yang kolosal, video sureal yang diputar pada layar sepanjang 30 meter, serta enam tangan robot yang bermanuver lincah menembakkan cahaya.
Quantum bukanlah spesies termewah di samudra, tapi suguhannya yang inovatif berhasil merevolusi bisnis kapal pesiar. Menghadirkan banyak fitur berteknologi canggih, Quantum diklaim operatornya sebagai “smart ship” pertama di dunia. Memanfaatkan sistem check-in memakaitablet, penumpang bisa mencapai kabindalam waktu singkat. Untuk membukakunci kamar, mereka cukup menempelkangelang elektrik pada gagang pintu.

Kapal seharga $1 miliar ini juga serius menggarap fasilitasnya. Banyak wahana dan fasilitasnya tak pernah dibayangkan sebelumnya. Penumpang bisa melakoni indoor skydiving dan berselancar di atas arus buatan. Mereka juga bisa mencicipi menu racikan Jamie Oliver di restoran Jamie’s Italian pertama di atas kapal pesiar. Satu wahananya yang spektakuler tentu saja North Star, kapsul yang membawa penumpang hingga ketinggian 92 meter guna menikmati panorama laut.
Berbeda dari banyak kapal pesiar, Quantum juga menaruh perhatian pada estetika. Di dek atas, seniman Lawrence Argent menciptakan instalasi patung beruang setinggi sembilan meter. Turun beberapa lantai, Daniel Canogar memajang video yang merefleksikan gerakan gelombang laut. Di bagian yang lain, Paul Villinski merangkai 210 instalasi kupu-kupu pada dinding setinggi delapan lantai.
Destinasi: Shanghai, Jeju, Nagasaki, Kumamoto, Incheon, Busan, Fukuoka, Hiroshima. Kapasitas: 4.180 penumpang. Tarif Pesiar: tiga malam Shanghai-Jeju mulai dari Rp4.500.000 per orang. Reservasi: royalcaribbean.com.

Genting Dream
Kapal pesiar premium asli Asia yang didedikasikan bagi turis Asia.
Ulasan oleh Cristian Rahadiansyah.
Dalam bisnis pesiar, angin tengah berembus ke Asia. Merujuk laporan terakhir Cruise Lines International Association (CLIA), jumlah penumpang di Asia melonjak 24 persen dari tahun sebelumnya—pertumbuhan tertinggi di dunia. Fenomena itulah yang membuat laut di Asia makin sibuk. Pada 2016, jumlah pelayaran berjadwal di sini meningkat 43 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah armadanya pun bertambah, dari 52 unit menjadi 60. Genting Dream adalah pendatang terakhirnya di 2016.
Genting Dream rampung dirakit di Jerman pada Oktober 2016 dan melakoni trip debutnya sebulan berselang. Bobotnya setara 30.000 ekor gajah Sumatera. Panjangnya melebihi tiga lapangan sepak bola. Sementara tubuhnya dihiasi mural karya Jacky Tsai, seniman yang pernah berkolaborasi dengan Alexander McQueen.
Genting Dream bukanlah bahtera terbesar di Asia. Tapi kapal ini diklaim pemiliknya sebagai yang paling memahami selera turis Asia. Teaternya menampilkan China’s Got Talent, program televisi yang populer di Tiongkok. Buritannya menyuguhkan beach club Zouk, merek legendaris di kalangan pencinta pesta di Asia. Di sejumlah lantainya, kita bisa menemukan kasino persembahan Resorts World at Sea.

Berbasis di Guangzhou dan Hong Kong, Genting Dream melayani trip-trip singkat di sekitar Laut Cina Selatan. Destinasi terjauhnya adalah Ha Long Bay dan Danang. Rute pendek ini disesuaikan dengan jatah cuti turis di Asia yang memang terbatas.
Kapal ini dikelola oleh Dream Cruises, operator baru yang berada satu keluarga dengan Star Cruises dan Crystal Cruises. Genting Dream menampung 1.674 kabin, mayoritas dilengkapi balkon. Menginap di tipe suite, penthouse, atau vila, tamu bisa menikmati servis dari tim pelayan cekatan yang dijuluki Dream Butler.
Destinasi: Guangzhou, Hong Kong, Ha Long Bay, Danang. Kapasitas: 3.352 penumpang. Tarif Pesiar: dua malam dari dan ke Hong Kong mulai dari Rp3.400.000 per orang. Reservasi: dreamcruiseline.com.

Mekong Pandaw
Kapal uap legendaris yang disulap menjadi kendaraan wisata di Indocina.
Ulasan oleh Reza Idris.
Di Indocina, Mekong adalah arteri kehidupan sekaligus saksi peradaban. Di masa lampau, kerajaan-kerajaan besar bercokol di tepinya, juga menggunakannya untuk memperluas kekuasaan. Mekong mengalir dari Tiongkok, membentang sepanjang 4.900 kilometer, setara jarak Banda Aceh-Maumere, kemudian menutup perjalanannya di Laut Cina Selatan. Di sungai agung inilah Mekong Pandaw bolak-balik melayani rute Siem Reap-Ho Chi Minh City.
Mekong Pandaw, kapal milik operator tur Pandaw Cruise, mengadopsi desain klasik khas Inggris. Wujudnya seperti baki yang ditumpuk. Mulut dan pantatnya melengkung. Haluannya tak dilengkapi moncong lancip untuk menyayat air. Sebuah kapal yang tak berniat tergesa-gesa.
Kapal uap yang kerap dijuluki flotilla ini terbagi dalam empat tingkat. Dek paling atas menampung bar dan ruang kongko. Dek paling bawahnya menaungi ruang kebugaran, spa, serta lounge indoor dengan perpustakaan mini. Kabin penumpang disebar di dua dek tengah.

Dalam tur pesiar Mekong Pandaw, penumpang akan dibawa mengunjungi desa-desa, berbelanja di pasar terapung, berziarah ke kuil-kuil tua, mencicipi kuliner lokal, juga menyimak gelap-terang warna Indocina, kawasan di Asia Tenggara yang tengah bersinar dan giat membangun.
Mekong Pandaw dirakit pada 2002 di Yangon. Arsitekturnya setia pada pakem lama, tapi interior dan teknologinya mengikuti standar naval modern. Tungku uap diganti oleh mesin diesel 550 tenaga kuda. Interiornya dilapisi panel kayu dan ditaburi mebel apik. Satu ornamen tua yang dipertahankan hanyalah cerobong uap.
Destinasi: Siem Reap-Ho Chi Minh City. Kapasitas: 48 penumpang. Tarif: Pesiar tujuh malam Ho Chi Minh City-Siem Reap mulai dari Rp20.00.000 per orang. Reservasi: pandaw.com.

Meta IV
Kapal yang merintis ekspedisi ke kepulauan terpencil di Myanmar.
Ulasan oleh Kendall Hill.
Seiring terbukanya pintu Myanmar, banyak kawasan di sini mulai tertangkap radar turis, dan Meta IV mengajak turis mengunjungi salah satu sudut yang paling terpencil di negeri ini: Kepulauan Mergui.
Mergui menaungi pulau-pulau hening tak bertuan yang selama ratusan tahun terisolasi dari modernisasi. Gugusan berisi 800-an pulau ini bersemayam di selatan Myanmar. Stamina dan kesabaran dibutuhkan guna menyambanginya. Opsi pertama: menaiki maskapai domestik dari Yangon menuju Kawthaung, gerbang utama Mergui. Opsi yang lebih populer: berkendara dari Phuket menuju kota Ranong di utara, kemudian menyeberangi sungai menuju Kawthaung.
Meta IV dioperasikan oleh Burma Boating, salah satu perintis bisnis pesiar di Mergui. Berhubung Mergui relatif belum terpetakan, kapal ini senantiasa dipandu oleh warga lokal dalam tiap pelayarannya. Aturan di atas yacht sepanjang 25 meter ini cukup sederhana: melepas alas kaki dan berbuat sesukanya. Penumpang bisa mempelajari simpul-simpul layar, bermalas-malasan sembari berjemur, atau bersantai membaca buku. Lambungnya menampung empat kabin yang simpel, nyaman, dan dilengkapi kamar mandi. Matrasnya lumayan sempit, namun setidaknya katering kapal ini sangat memuaskan dan kotak esnya senantiasa terisi minuman.

Selain island hopping dan menyelami Laut Andaman, Meta IV mengajak penumpangnya menemui warga etnis Moken, kaum gipsi laut yang menjalani kehidupan semi-nomaden selama berabad-abad. Kapal ini juga berniat membuka mata penumpang akan kerusakan alam di Mergui. Di balik lanskapnya yang menggetarkan, kepulauan ini menyimpan kisah miris tentang praktik-praktik perikanan ilegal.
Untuk saat ini, mencarter yacht adalah satu-satunya metode untuk menjelajahi Mergui. Hanya ada satu island resort di sini. Menurut rumor, beberapa pengembang telah mengantongi lisensi pendirian hotel, tapi hingga kini belum ada yang terealisasi.
Destinasi: Kepulauan Mergui. Kapasitas: delapan penumpang. Tarif Pesiar: lima malam mulai dari Rp34.000.000 per orang. Reservasi: burmaboating.com.
Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Maret/April 2017 (“Bahtera Asia”)

