Adventures

8 Tempat yang Wajib Dikunjungi di India

Pantai di Goa. (Foto: Arghya Roy)

[dropcap type=”default”]S[/dropcap]ejak kecil, Gurjit Singh gemar berkelana dengan kereta untuk menyaksikan sudut-sudut India. Kepada Cristian Rahadiansyah, Duta Besar India untuk Indonesia ini merekomendasikan delapan tempat wisata favorit di negaranya.

Goa
Kota yang tersohor akan makanan dan pantainya ini melayani semua jenis turis. Bandaranya memiliki koneksi internasional yang mumpuni, salah satu alasan kota ini ditetapkan sebagai tuan rumah permanen Festival Film Internasional India. Kota bersejarah bekas koloni Portugis ini juga mengoleksi banyak basilika, salah satunya Bom Jesus Basilica yang menyimpan jenazah figur suci St. Francis Xavier. “Saya pernah melihat jasadnya,” kenang Gurjit Singh. “Dulu dipertontonkan ke publik saban tahun. Tapi karena tubuhnya kian menciut, pihak gereja hanya memperlihatkannya sekali tiap lima tahun.”

Kuil Emas, salah satu objek wisata populer di Amritsar.

Amritsar
Berstatus kota tersuci bagi agama Sikh, Amritsar adalah petilasan penting dalam wisata spiritual di India. Amritsar berlokasi di Negara Bagian Punjab. Situsnya yang paling tersohor adalah Golden Temple yang dikonstruksi pada akhir abad ke-16. Tapi Amritsar tak cuma menawarkan tur-tur religi. Kota ini telah berkembang menjadi destinasi wisata yang cukup lengkap. Hotel-hotel mewah bermunculan. Bandaranya melayani penerbangan dari London. Situsnya yang juga tersohor adalah Jallianwala Bagh, tempat pecahnya peristiwa berdarah 1919 yang memicu gerakan kemerdekaan India. “Amritsar juga terkenal akan makanannya,” ujar Gurjit Singh yang lahir dan tumbuh di kota ini. “Saat orang bicara wisata kuliner di India, rutenya pasti dimulai dari Amritsar menuju Kolkata.”

Salah satu kompleks kuil di Ajmer.

Ajmer
Di kota kecil inilah Gurjit Singh bersekolah. Kota ini memiliki sejarah penting dalam kisah kerajaan-kerajaan di India. Setelah India merdeka, Ajmer dijadikan pusat pendidikan. Kini, ia merupakan satu dari sekitar 100 Smart Cities, yakni kota yang didesain efisien dan ramah lingkungan, dengan harapan orang-orang terbaiknya tidak minggat. Sekitar 14 kilometer dari Ajmer terdapat Pushkar yang menyimpan satu-satunya kuil Lord Brahma di India. Berkelana ke sudut yang lain, ada Tilonia, tempat kaum papa berkenalan dengan teknologi canggih. “Seorang wanita dari Flores pernah mempelajari teknologi listrik tenaga matahari di sana,” ujar Gurjit Singh. “Kami memanggilnya solar mama.”

Delhi
Kehadiran metro membuat eksplorasi kota ini kian mudah. Jaringan relnya membentang hingga 200 kilometer. Delhi menawarkan banyak obyek wisata. Sejarahnya menyisakan Red Fort, Old Fort, Qutub Minar, dan Jama Masjid. Gurjit Singh merekomendasikan Makam Humayun. Namanya diambil dari nama kaisar kedua Mughal. Makam Humayun dibangun sebelum Taj Mahal, kemudian direnovasi memakai dana dari Aga Khan Trust. “Bisa dibilang, Taj Mahal meminjam konsep Makam Humayun,” jelas Gurjit Singh. Uniknya, kuil-kuil “baru” masih bermunculan. Ada dua yang wajib dikunjungi: Akshardham yang didirikan sekte Hindu Swaminarayan, serta Lotus yang didirikan penganut Baha’i.

Udaipur
Inilah tanah para darah biru dan istana. Maharana Udaipur masih eksis. Meski bukan penguasa dalam ranah politik, ia masih sangat dihormati dalam konteks sosial. Udaipur juga memiliki sebuah danau megah yang dihuni hotel-hotel mewah. “Danau ini adalah sentra wisata dan resepsi yang terkenal,” ujar Gurjit Singh. Raja Udaipur yang paling terpandang bernama Maharana Pratap, penguasa yang dikenang India akan aksi heroiknya. Sebuah kereta kini menyandang namanya, sebuah stadium menyematkan namanya, begitu pula bandara dan universitas. “Di India, jika kita hendak memuji keberanian seseorang,” kata Gurjit Singh, “kita biasa mengucapkan, ‘Anda bagaikan Rana Pratap’.”

Lanskap kota Hyderabad dilihat dari Golkonda Fort. (Foto: Subhadip Mukherjee)

Hyderabad
Kota yang pernah diperintah oleh banyak nizam ini menyimpan banyak monumen Islam. Tapi Ibu Kota Telangana ini sejatinya lebih terkenal sebagai tanah kelahiran biryani. “Salah satu tempat paling populer yang menyajikannya adalah Paradise Food Court,” ujar Gurjit Singh. “Hampir dalam setiap penerbangan di sore hari, kita bisa menyaksikan para penumpang membawa periuk-periuk biryani.” Satu yang penting diketahui, Hyderabad sebenarnya telah melahirkan dua kota tambahan. Pertama, Secunderabad, tempat populer bagi produksi film Bollywood. Kedua, Cyberabad, semacam Silicon Valley versi India, testimoni atas kehebatan negeri ini di jagat IT.

Bukit hijau perkebunan teh di Kerala. (Foto: Jack Fern)

Kerala
Negara bagian di barat daya India ini memiliki tempat khusus dalam catatan sejarah. St. Thomas mengunjunginya pada 52 setelah Masehi. Vasco da Gama mendarat di pesisirnya dan menjadi orang Eropa pertama yang “menemukan” India pada 1498. Kini, Kerala merupakan destinasi pesiar yang diperhitungkan. Tur ini dilakoni menggunakan kapal-kapal kayu pengangkut beras yang telah dikonversi menjadi kapal wisata premium. “Sensasinya mirip wisata pinisi di Indonesia,” ujar Gurjit Singh yang pernah mengikuti river cruise berdurasi empat hari di Kerala. “Penumpang akan dibawa menyusuri sungai dan melihat situs-situs bersejarah.”

Siliguri
“Saban hari, sekitar 25 juta warga India bepergian dengan kereta. Kami memiliki beragam rute, tapi yang paling unik adalah rute-rute bersejarah,” jelas Gurjit Singh. Salah satu rute tersebut membentang dari Siliguri menuju Darjeeling, rute yang mendunia setelah tampil dalam film Darjeeling Limited. Kereta yang dipakai relatif mungil hingga kadang disebut “toy train” oleh warga. Dua rute lain yang dilayani oleh kereta jenis ini terletak di selatan negeri dengan rute Ooty-Mettupalayam, serta di utara dengan rute Kalka-Shimla. “Saya beruntung pernah mencicipi semuanya saat masih kecil. Dan kereta-kereta tersebut masih beroperasi hingga kini.” Para penumpang akan dibawa ke stasiun-stasiun yang bertengger di perbukitan yang kadang bertengger lebih dari 2.000 meter. “Stasiun di perbukitan sangat populer di zaman penjajahan.”

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Juli/Agustus 2015.