
Louvre Abu Dhabi
Kelak Anda tak perlu ke Eropa untuk melihat lukisan para maestro. Akhir 2016, Abu Dhabi akan melansir cabang dari Louvre Museum. Bangunannya menampilkan atap berbentuk kubah yang merupakan hasil tafsir modern atas masjid. Selain beberapa benda seni hasil akuisisi, salah satunya Breton Boys Wrestling dari Gauguin, Louvre Abu Dhabi akan memamerkan 300 karya pinjaman dari sejumlah institusi di Prancis. louvreabudhabi.ae.

San Francisco Museum of Modern Art
Usai dua tahun ditutup, SFMOMA dibuka kembali pada 14 Mei 2016 dengan area ekshibisi dua kali lebih luas, menjadikannya museum seni modern terbesar di Amerika Serikat. Bangunan orisinal yang didesain oleh arsitek Mario Botta dipertahankan, sementara sayap ekspansinya dirancang oleh firma Snøhetta yang pernah menangani Oslo Opera House. Merayakan pembukaannya, SFMOMA akan memamerkan sejumlah karya Andy Warhol, Jackson Pollock, Jeff Koons, serta fotografer Ansel Adams dan Simon Norfolk. sfmoma.org.

World Football Museum
Sepak bola mungkin diciptakan di Yunani, dikembangkan di Tiongkok, dan dimodernisasi di Inggris, tapi jika ingin mempelajari sejarahnya, maka Anda harus pergi ke Swiss. Pada 28 Februari silam, di Zürich, FIFA meresmikan World Football Museum yang menceritakan segala aspek seputar sepak bola, mulai dari sejarahnya, turnamen-turnamennya, kisah-kisah dramatisnya, hingga pengaruhnya bagi peradaban. Kita bisa menemukan, misalnya, kostum nasional Bhutan, buku catatan wasit peninggalan Piala Dunia 1966, hingga boneka voodoo yang dipakai untuk mengguna-guna para hakim pertandingan. Museum ini juga dilengkapi dengan sports bar dan toko suvenir. fifamuseum.com. >>>

Palestinian Museum
Tanah Palestina terus digerogoti, tapi sebuah museum kini hendak memastikan kenangan negeri ini tak punah akibat kolonisasi. Didirikan oleh LSM lokal Taawon dengan mengandalkan dana donasi, Palestinian Museum berniat menceritakan sejarah dan kebudayaan warga Palestina. Bangunannya ditancapkan di sebuah bukit di Birzeit dan didesain dengan konsep ramah lingkungan oleh firma Heneghan Peng asal Irlandia. Salah satu koleksi permanennya adalah Family Album, yakni kompilasi ribuan foto usang warga. Sementara untuk pameran perdananya yang bergulir mulai 7 Oktober 2016, museum ini akan memutar wawancara dengan warga seputar benda-benda yang menjadi bagian integral hidup mereka. palmuseum.org.

Handel & Hendrix
Jimi Hendrix (1942-1970) lahir dan mengenal musik di Amerika, tapi dia membangun reputasinya dan menutup usianya di tanah Inggris. Majalah Rolling Stone mengenangnya sebagai salah seorang gitaris rok paling berpengaruh di dunia. Seperti apa Jimi menjalani hidupnya di Inggris? Pertanyaan inilah yang coba di jawab oleh Handel & Hendrix. Pada 10 Februari 2016, museum ini meresmikan sayap barunya berupa flat yang pernah ditinggali Jimi bersama pacarnya. Jimi mendekorasi sendiri tempat ini, termasuk memilih gorden dan bantalnya. Suatu kali, kepada kekasihnya, dia memuji flat ini sebagai “rumah pertama saya yang milik saya sendiri.” handelhendrix.org.

National Museum of African American History & Culture
Dari perbudakan hingga Ku Klux Klan, dari Martin Luther King hingga Barack Obama, diskusi perihal perjuangan dan kiprah warga Afrika-Amerika tak pernah tuntas dikupas. Kini, sebuah museum berniat merangkum semua itu di bawah satu atap. Koleksinya sekitar 34.000 benda, contohnya Injil milik Nat Turner, trompet Louis Armstrong, pelindung kepala Muhammad Ali, serta topi fedora Michael Jackson. Museum yang rencananya dibuka pada 24 September 2016 ini didesain oleh empat firma, di antaranya Freelon dan Adjaye. Fasadnya dibungkus 3.600 panel aluminum yang merefleksikan kreasi para budak pabrik logam di New Orleans dan Charleston. nmaahc.si.edu.
Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Mei/Juni 2016 (“Ruang Retrospeksi”)

