Dine In

5 Tempat Sarapan Alternatif di Melbourne

Nord

Teks dan foto oleh Pepito Praptowahyono

[dropcap type=”default”]R[/dropcap]eputasi Melbourne sebagai kota paling nyaman di dunia sungguh bukan isapan jempol belaka. Selama enam tahun berturut-turut, kota di Australia ini berhasil menyabet gelar kota paling layak ditinggali di dunia versi The Economist.

Tak heran, seperti dikutip dari data Pemerintah Negara Bagian Victoria, bila kota ini menjala lebih dari 1,8 juta turis per Juni 2016. Banyak formula untuk membuat Melbourne menyenangkan untuk ditinggali maupun dikunjungi. Salah satunya adalah tersedianya peta kuliner yang menarik.

Dengan meroketnya popularitas third wave coffee movement di Melbourne, di setiap gang turis akan dengan mudah menemukan kafe-kafe yang digarap secara serius. Salah satu lokasi paling ideal—dan mungkin paling terkenal—adalah kawasan CBD dengan kawasan Fitzroy dan Collingwood.

Jika ingin suasana yang sedikit lebih tenang, beberapa wilayah di luar kawasan bisnis tersebut juga menyediakan kafe-kafe yang tak kalah menarik. Berikut lima tempat makan dan ngopi di Melbourne yang memiliki menu eksentrik:

Kiri-kana: Pilihan kopi di Nord cukup mumpuni; Nord menyajikan menu hidangan khas Skandinavia.
Kiri-kanan: Pilihan kopi di Nord cukup mumpuni; Nord menyajikan menu hidangan khas Skandinavia.

1. Nord Café
Nord Café berlokasi di St. Kilda. Tempat makan ini mengusung tema Skandinavia yang kental. Terlihat dari ornamen interiornya yang mirip dengan foto katalog toko perabotan IKEA. Nama menunya susah dilafalkan dan diingat. Tapi cita rasa yang disajikan langsung membuat susah untuk dilupakan. Sebut saja kottbullsmackar, bola-bola daging artisanal yang disajikan di atas roti black rye dan ditutup dengan selada beetroot dan bawang goreng. Bumbunya simpel namun meledak di mulut. Bola daging bisa diganti dengan udang goreng jika Anda lebih menyukai hidangan laut. Pastikan untuk datang lebih awal karena di akhir pekan biasanya pengunjung membeludak. 157 Chapel Street, St Kilda; facebook.com/nordstkilda; buka dari Senin-Jumat pukul 07:00-16:00, Sabtu buka dari pukul 08:00-14:00.

Kiri-kanan: Hidangan ketan hitam ala Thailand di Nora; Interior Nora yang menarik.
Kiri-kanan: Hidangan ketan hitam ala Thailand di Nora; Interior Nora yang menarik.

2. Nora
Tak jauh dari Lygon Street, di antara deretan kafe bernuansa Italia, ada satu gerai yang berbeda. Aroma hidangan khas Thailand menguar saat Anda memasuki restoran ini. Nora dibesut oleh dua pemuda asal Thailand yang tengah menuntut ilmu di Melbourne. Misinya untuk mempopulerkan hidangan Negeri Gajah Putih di kota tersebut. Tentu saja dengan cita rasa yang sudah dimodifikasi sesuai dengan lidah.

Saya sempat pesimis saat tahu restoran ini tak memiliki mesin espresso. Artinya menu kopi khas Melbourne tak tersedia di sini. Namun salah satu pemilik yang juga merangkap sebagai koki merekomendasikan minuman sparkling cold brew sebagai alternatifnya. Ini adalah minuman es kopi yang dicampur dengan sparkling water dan dibiarkan semalaman dalam kulkas. Rasa awalnya aneh, tapi setelah hirupan ketiga, sensasi segar langsung menyeruak di mulut.

Untuk kudapan, saya memilih 2010 yakni sajian ketan hitam yang dikukus dengan santan kemudian disajikan dengan potongan buah nangka, kolang-kaling, dan kacang almond. Sekilas mirip hidangan ketan mangga yang jadi khas Thailand. Tersedia juga menu sereal yang dikemas dalam kotak-kotak kecil berdesain atraktif. Bagi pengunjung yang datang berkelompok, Nora juga menawarkan menu makan tengah untuk minimal empat orang. 156 Elgin Street, Carlton; facebook.com/noramelburn; buka dari Selasa-Kamis pukul 07:00-15:30 dan Sabtu-Minggu pukul 08:00-16:00.

Kiri-kanan: Latte art di Superrandom yang terlihat rapi; Pojokan barista dengan meja etalase kue.
Kiri-kanan: Latte art di Superrandom yang terlihat rapi; Pojokan barista dengan meja etalase kue.

3. Superrandom
Popularitas tempat makan ini terdongkrak akibat reputasi sang head barista, Nobu, yang merupakan jebolan kompetisi barista internasional dari Seattle hingga Tokyo. Ini adalah salah satu alasan untuk mengunjungi kafe yang terletak di kawasan Brighton, sekitar 30 menit berkendara dari Fitzroy. Tempat ini cocok disambangi jika Anda mengunjungi Brighton Bathing Box. Pasalnya, Superrandom hanya berjarak 500 meter dari bangunan warna-warni di tepi pantai tersebut.

Nobu memiliki ciri khas latte art yang bersih dan tajam. Komposisi kopinya pun pas di mulut. Untuk makanan, Superrandom mengusung kuliner Jepang fusion, seperti jaffle sandwich yang berisi daging kambing dengan bumbu Jepang. Meski lokasinya jauh dari distrik bisnis, Superrandom punya pelanggan tetap yang cukup banyak—terutama warga lokal Brighton. Malah saking seringnya datang, para peracik kopi Superrandom sudah hafal detail pesanan mereka. 416 New Street, Brighton; buka setiap hari dari pukul 06:30-15:30.

Kiri-kanan: Area meracik kopi di El Atino & Co.; Conchita bun yang menggoda lidah.
Kiri-kanan: Area meracik kopi di El Atino & Co.; Conchita bun yang menggoda lidah.

4. El Atino & Co
Usianya kurang lebih baru setahun, namun sudah cukup digemari oleh warga lokal. Sesuai namanya, El Atino & Co menyediakan hidangan khas Amerika Latin. Interiornya didominasi warna cerah. Musik latin pun senantiasa bergema di seantero ruangan. Restoran ini dilengkapi dengan dapur terbuka sehingga pengunjung bisa dengan leluasa melihat proses memasak. Seringkali aroma makanannya membuat perut meronta minta diisi.

Di sini kopi bukan primadona. Restoran ini lebih fokus pada hidangan yang mengenyangkan perut. Coba pesan conchita bun, yakni hidangan daging babi yang dimasak dengan saus jeruk di atas api kecil kemudian disajikan di atas roti brioche lengkap dengan selada coleslaw, jalapeno, saus barbeku, dan kentang goreng. Porsinya cukup royal dan cocok untuk makan berdua. Uniknya, sang koki sangat terbuka bila pengunjung ingin memesan tingkat kepedasan, asin, atau keasaman yang berbeda-beda. 366 Bridge Road, Richmond; elatino.com.au; buka setiap Selasa-Sabtu 07:00-15:30.

Kiri-kanan: Bagel disajikan dengan beragam pilihan isian; Mile End Bagels menyulap bengkel jadi restoran.
Kiri-kanan: Bagel disajikan dengan beragam pilihan isian; Mile End Bagels menyulap bengkel jadi restoran.

5. Mile End Bagels
Jika dalam setahun terakhir, donat artisanal dengan pilihan topping beragam menjadi primadona di Melbourne, kafe ini justru tidak mengikuti arus. Alih-alih menyajikan donat, kafe yang baru beroperasi pada awal 2016 ini memilih untuk menjual bagel, menu sarapan khas New York City dan Montreal. Mile End Bagels bersemayam di Fitzroy, kawasan paling ramai di Melbourne. Kafe kecil ini bersarang di bangunan bekas bengkel.

Mile End menyediakan empat pilihan bagel, yaitu wijen, poppy, everything, dan kismis kayu manis. Bagel everything adalah perpaduan dari tiga rasa bagel yang tersedia. Bagel bisa disajikan secara polos atau menambahkan selai kacang, selai kacang dan jeli, atau krim keju sebagai isian. Tersedia juga pilihan salmon asap dan daging sapi. Di bagian minuman, kafe ini terlihat serius dalam mengolah menu kopi. Mesin espresso yang digunakan merupakan keluaran paling mutakhir sedangkan biji kopi dikurasi dengan hati-hati. Sayangnya, cappuccino disajikan dalam gelas yang berukuran lebih mungil dibandingkan kafe lainnya. 14 Johnson Street, Fitzroy; mile-end.com.au; buka dari Selasa-Minggu pukul 07:30-15:30.