Dunia sudah berulang kali didera pandemi, contohnya kolera, SARS, MERS, hingga beragam flu, seperti flu babi dan burung. Semuanya berdampak signifikan pada sektor pariwisata, khususnya di bidang penerbangan dan imigrasi.

Di luar pandemi, ada tragedi-tragedi kolosal yang juga berdampak global, sebut saja krisis finansial 1998, serangan 11 September 2001, serta tsunami 2004. Kejadian-kejadian ini juga sempat memukul industri pariwisata.

Banyak pakar telah mendalami serentetan mala tersebut. Mereka membedah praktik-praktik terbaik dalam manajemen krisis dan proses pemulihan pariwisata. Di tengah wabah Covid-19, kajian mereka layak dilirik kembali. Ini beberapa contohnya:

Tourism in Turbulent Times: Towards Safe Experiences for Visitors
Antologi ini menampung kajian dari 25 pakar asal 11 negara. Para kontributor mengulas kasus-kasus riil seputar pariwisata di masa genting, termasuk praktik bisnis dan kebijakan negara. Annelies Wilder-Smith misalnya, mengangkat tema Tourism and SARS. Dia menjabat ZikaPLAN Scientific Coordinator sekaligus pimpinan redaksi Journal of Travel Medicine. Contoh kajian lain: Food Safety and Hygiene Issues oleh Donna Pendergast dari Griffith University. Juga relevan dirujuk kajian Local Health Impacts of Tourism oleh duet Claire Schmierer dan Mervyn Jackson. Klik di sini untuk membaca sinopsis dan spesifikasi buku.

Tourism, Security and Safety: From Theory to Practice
Dalam 361 halaman, buku ini memuat kajian pariwisata dalam empat tema utama: terorisme, kejahatan, keselamatan, dan manajemen krisis. Mayoritas tulisan menyoroti praktik pariwisata pada kasus yang spesifik, misalnya SARS di Singapura, konflik di Israel, bencana alam di Fiji, serta bom Bali. Untuk menghadapi Covid-19, dua ulasan yang relevan dirujuk ialah Tour Operators and Destination Safety karya Nevenka Cavlek, serta Public Relations and Advertising Strategies for Managing Tourist Destination Image Crises karya Eli Avraham. Klik di sini untuk membaca sinopsis dan spesifikasi buku.

Staying Healthy Abroad: A Global Traveler’s Guide  
Sesuai judulnya, buku ini berkonsep mitigasi bencana: memandu wisatawan untuk mengantisipasi risiko kesehatan dan keselamatan di destinasi liburan. Isu yang diangkat cukup variatif, misalnya malaria, diare, hepatitis A, hingga kecelakaan berkendara. Juga menarik, tersedia bab khusus turis perempuan, anak-anak, serta LGBTQ. Staying Healthy Abroad ditulis oleh Christopher Sanford, dosen di Departments of Family Medicine dan Global Health, University of Washington. Satu ulasannya relevan untuk konteks kontemporer ialah tuntunan praktis menghadapi penyakit tanpa vaksin. Klik di sini untuk membaca sinopsis dan spesifikasi buku.

Tourism Security: Strategies for Effectively Managing Travel Risk and Safety 
Penulis buku ini, Peter Tarlow, adalah sosok yang menonjol di bidang keamanan dan keselamatan pariwisata. Dia pernah menjadi konsultan Piala Dunia, Olimpiade, juga membantu FBI dan World Tourism Organization. Pengetahuan dan pengalaman panjang itulah yang dituangkan dalam Tourism Security. Beragam teori dan studi kasus yang disajikannya bisa memandu biro pariwisata, pengelola tempat wisata, agen perjalanan, hingga pemilik hotel dan kasino. Di tiap subjek, ulasannya cukup detail. Untuk hotel misalnya, Peter menyoroti mulai dari CCTV, satpam, hingga kolam renang. Klik di sini untuk membaca sinopsis dan spesifikasi buku.

Tourism Crisis and Disaster Management in the Asia-Pacific
Tsunami, flu burung, SARS, kebakaran hutan, hingga krisis politik—inilah beberapa isu yang dikupas Tourism Crisis and Disaster Management in the Asia-Pacific. Buku ini berisi tulisan dari 34 pakar, salah satunya Dr. Ignatius Cahyanto dari Black Hills State University. Beberapa temanya cukup relevan dalam konteks kontemporer, contohnya cara mengintegrasikan pariwisata dalam manajemen krisis, serta tahapan pemulihan destinasi pasca-bencana. Buku ini disunting oleh Brent Ritchie dan Kom Campiranon. Klik di sini untuk membaca sinopsis dan spesifikasi buku.