48 Jam di Helsinki

Sentra desain, pabrik startup, dan Smart Tourism Capital 2019, Helsinki adalah kota dinamis yang giat menelurkan inovasi.

Benteng atraktif di Suomenlinna yang jadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. (Foto: Jussi Hellsten-Helsinki Marketing)

Oleh Cristian Rahadiansyah

SABTU

08:00 Suomenlinna
Dibangun pasukan Swedia pada abad ke-18, diambil alih Rusia pada abad ke-19, lalu berpindah tangan ke Finlandia pada awal abad ke-20, Suomenlinna (suomenlinna.fi) adalah benteng atraktif dengan karakter desain lintas bangsa dan masa, karena itulah UNESCO melantiknya sebagai Situs Warisan Dunia. Tapi baluarti tepi laut ini tak hanya hidup di masa lalu. Berkat kehadiran restoran, kafe, juga pabrik bir, Suomenlinna senantiasa terasa hidup. Kombinasi wisata sejarah dan kuliner inilah yang membuatnya senantiasa tercantum dalam daftar lima magnet turis terlaris di Helsinki.

Amos Rex, museum seni rupa yang didesain oleh firma JKMM Architects dan diresmikan pada Agustus 2018. (Foto: Mika Huisman)

11:00 Amos Rex
Setelah rencana waralaba Guggenheim Museum ditolak dewan kota, Helsinki mengalihkan energinya untuk mendirikan Amos Rex (amosrex.fi)—keputusan yang tidak mengecewakan. Tanpa pamor merek asing, museum seni ini berhasil memikat lewat desainnya yang menyerupai pangkalan rubanah alien. Ruang pamernya bersemayam di bawah tanah, sementara lapisan atasnya ditaburi kaca bundar yang menyembul bagaikan lampu tembak. Dalam hal suguhan, museum ini juga sukses menjala ribuan penggemar. Dalam pameran debutnya di 2018 misalnya, Amos Rex mendatangkan karya-karya kolektif blockbuster TeamLab asal Jepang.

Area publik di Oodi Central Library (Foto: Tuomas Uusheimo/Oodi)

15:00 Oodi Central Library
Kata “library” mungkin kurang pas. Oodi (oodihelsinki.fi), kompleks fotogenik bernilai €98m, sebenarnya lebih tepat disebut “creative center.” Lantai dasarnya berisi bioskop, restoran, dan ruang diskusi, sementara lantai duanya menampung studio musik, dapur, hingga mesin jahit dan printer tiga dimensi. Berpindah ke lantai tiga, barulah pengunjung menemukan ribuan buku yang disebar di bawah plafon berbentuk iglo. Datang di jam pulang kantor atau akhir pekan, kompleks rancangan firma ALA Architects ini riuh oleh manusia dari beragam usia, sebagian datang semata untuk kongko di deknya.

Salah satu menu di Sofia Gastro. (Foto: Riikka Jalava)

18:30 Sofia Gastro
Di antara nama-nama besar sekaliber Ora dan Olo, pendatang baru Sofia Gastro (sofiafuturefarm.fi) mencuri perhatian lewat menu-menu lokal bergaya kontemporer, pengalaman makan yang sarat efek visual, serta nuansa sejarah di dalam maupun di luar bangunan. Restoran yang beroperasi sejak Desember 2018 ini menempati gedung sepuh Kiseleff House warisan abad ke-18 dan berada persis di seberang situs ikonis Senate Square. Untuk sementara, Sofia Gastro melayani hanya makan malam berisi paket tiga dan enam hidangan.  

Loyly Helsinki, sauna umum, restoran, dan bar yang dirancang oleh Avanto Architects Ltd. (Foto: Eetu Ahanen-Helsinki Marketing)

20:30 Loyly Helsinki
Sauna adalah hobi nasional di Finlandia, sebuah negeri berpopulasi lima juta jiwa yang mengoleksi tiga juta tempat sauna! Itu pula sebabnya persaingan tempat sauna cukup ketat, termasuk dalam hal desain, contohnya dalam kasus Loyly Helsinki (loylyhelsinki.fi). Alih-alih menggunakan kayu hanya di dalam ruang sauna, kompleks rancangan Avanto Architects ini menampilkan kayu sebagai bagian utama struktur. Usai menguras peluh, tamu bisa bersantai di kafe atau restoran seraya menyerap panorama laut.

Comments