4 Kedai Jamu Trendi di Jakarta

Empat warung jamu generasi baru yang membawa pendekatan segar dalam bisnis minuman herbal Indonesia.

Bersarang di Kota Tua Jakarta, kafe trendi Acaraki bertekad menjadikan jamu lebih memikat bagi generasi muda.

Oleh Yohanes Sandy

Acaraki
“Kenapa orang malas minum jamu? Karena katanya rasanya pahit,” ujar Jony Yuwono, pemilik Acaraki, tentang salah satu mitos yang menghantui persepsi terhadap jamu di Indonesia. Jamu kerap disejajarkan dengan puyer, obat yang menebar horor akibat rasanya yang pahit. Padahal, minuman tradisional ini punya rasa yang kompleks.

Acaraki didirikan pada Juli 2019 dengan misi memperbaiki citra jamu tersebut. Kafe ini berada di Kota Tua, beberapa langkah dari Taman Fatahillah. Lantai dasarnya didesain layaknya kafe umumnya, sementara lantai atasnya difungsikan untuk menanggap kelas atau lokakarya.

Kontras dari kebanyakan warung jamu, Acaraki menerapkan model bisnis ala kedai kopi kontemporer. Bahan minumannya diseleksi dari pemasok pilihan. Untuk beras kencur misalnya, tempat ini membeli berasnya dari Lampung, sementara kencurnya dari Subang. “Seperti biji kopi, beda daerah, aroma dan rasa yang dihasilkan oleh kencur juga berbeda,” jelas Sari, staf Acaraki.

Dalam hal peracikan, pendekatannya juga mirip kedai kopi. Oleh staf yang penampilannya lebih mirip barista ketimbang “mbok jamu,” tiap bahan ditakar cermat memakai timbangan elektronik, lalu diracik dalam air yang juga diukur presisi suhunya. Setelah itu, tergantung pesanan Anda, jamu dihidangkan dalam French press atau carafe

Kiri-kanan: Salah satu minuman racikan yang ada di Acaraki; pintu masuk kafe.

Selain ramuan-ramuan klasik, buku menu Acaraki mencantumkan sejumlah minuman inovatif. Berbasis empat komponen utama—beras, kencur, kunyit, dan asam—para barista menciptakan “koktail herbal” yang merombak definisi konvensional tentang jamu. Salah satu kreasinya ialah Saranti, kombinasi es latte dan beras kencur. Minuman ini dibuat dari beras dan kencur kering yang digiling, lalu dicampur susu. Contoh kreasi lainnya, Golden Sparkling, dibuat dari kunyit dan asam dengan campuran gula, es, dan air soda. “Air sodanya kami buat sendiri,” tambah Jony yang pernah menjabat Wakil Ketua Umum Gabungan Pengusaha Jamu.

Seperti Remboelan atau Kaum yang memberi tafsir premium kuliner Nusantara, Acaraki mengangkat jamu ke level yang berbeda. Dalam interiornya yang trendi, jamu diracik dengan teknik modern, lalu dipresentasikan dalam format kontemporer. “Agar lebih mudah mengenalkannya kepada anak muda,” jelas Jony.

Kedai Bukti Mentjos menawarkan lebih dari 20 jenis minuman herbal.

Kedai Bukti Mentjos
Beroperasi sejak 1980-an, Kedai Bukti Mentjos merupakan salah satu perintis kedai jamu modern di Jakarta. dari segi desain, penampilannya mengombinasikan langgam kafe modern dan warung jamu tradisional. Kedai yang berlokasi di jalan Salemba Tengah ini mengajak pengunjung menikmati lebih dari 20 jenis minuman herbal buatan perusahaan jamu bukti Mentjos, juga berbelanja aneka jamu kemasan dan produk lulur. @jamubuktimentjos.

Interior Sentra Jamu Indonesia.

Sentra Jamu Indonesia
Pendirinya ialah PT. Sido Muncul, salah satu produsen jamu paling senior di indonesia. Eksteriornya sekilas mirip benteng bergaya oriental, sedangkan interiornya lebih didominasi nuansa Jawa dengan taburan mebel kayu. Sentra jamu Indonesia menjajakan beragam jenis minuman jamu dengan presentasi modern. Dirintis di Jakarta, tempat ini berniat melebarkan sayapnya ke Surabaya dan Semarang. sidomuncul.co.id.

Aneka dekorasi bertebaran di kedai Suwe Ora Jamu.

Suwe Ora Jamu
Kedai ini lahir pada 2013 dari minat pribadi pemiliknya, Nova Dewi, yang sejak kecil hobi mengonsumsi jamu. Suwe Ora Jamu, yang namanya terinspirasi lagu populer karangan R.C. Hardjosubroto, menghidangkan jamu dengan presentasi modern dalam ruangan trendi yang sarat dekorasi. Setidaknya hingga 2019, kedai ini telah hadir di tiga lokasi di Jakarta: Kebayoran Baru, Salihara, serta Grand Indonesia. Sementara produknya telah dijajakan di lebih dari 40 kafe dan toko di Surabaya, Bali, serta Jabodetabek. suweorajamu28.com.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Januari/Maret 2020 (“Jamu Tak Jemu”)

Comments