Four Seasons Resort Punta Mita, resor glamping baru yang akan mulai menerima tamu akhir 2022. (Foto: Four Seasons)

Menurut Global Wealth Report 2021 dari Credit Suisse, bumi dihuni 56 juta miliuner. Pasar inilah yang dibidik hotel-hotel termewah di dunia—dan pemain di segmen ini tak terlalu banyak. Dari hitungan kasar pada pembukuan jaringan hotel global, hanya 1.647 properti yang tergolong luxury hotel.

Hampir semua grup hotel memiliki merek premium. Marriott International misalnya, memiliki tujuh merek di kategori ini, contohnya JW Marriott, Ritz-Carlton, dan St. Regis. Di Grup Accor, ada Raffles dan Fairmont. Sementara di Hyatt, ada Park Hyatt dan Alila.

Sofitel Legend Casco Viejo Panama, properti keenam Sofitel Legend, akan dibuka tahun ini. (Foto: Accor)

Itu contoh untuk grup kakap multi-merek. Di luar mereka, ada banyak jaringan hotel yang fokus menggarap satu merek saja. Contohnya Aman, Peninsula, Como, Anantara, Langham, Four Seasons, dan Mandarin Oriental.

Di antara mereka, merek manakah yang paling banyak propertinya? Merujuk data terakhir, posisi puncak dihuni oleh Four Seasons dan Sofitel. Jumlahnya masing-masing 122 hotel. Satu catatan: dalam keluarga Sofitel, ada merek Sofitel Legend yang lebih premium, dan jumlahnya hanya lima unit.

Merek hotel mewah dengan cabang terbanyak kedua ialah The Ritz-Carlton. Merek milik Grup Marriott ini tersebar di 113 lokasi. Tiga properti terbarunya berada di New York, Amman, serta Mexico City.

Di posisi berikutnya, ada JW Marriott, merek ikonis dari Grup Marriott. Jumlahnya mencapai 107 properti di dunia. Pendatang terbarunya berlokasi di Charlotte, Monterrey, Tampa, serta Frankfurt.