Kereta mewah Hiram Bingham menyusuri rel di dataran tinggi Peru. (Foto: Belmond)

Wujudnya laksana relik dari masa silam: lokomotif yang merayap malas, menarik gerbong-gerbong berisi kabin kayu, salon, serta restoran yang diterangi kandil. Di dalamnya, para penumpang tampil necis, dilayani oleh prama dan prami berbalut rompi.   

Dibandingkan pesawat dan mobil, kereta wisata memang kalah cepat, juga kalah luwes. Tapi semua itu tak membuatnya ditinggalkan. Pasalnya, moda ini memberi sensasi nostalgia dan kenyamanan yang tak tergantikan. Di zaman yang mengagungkan kecepatan, kereta wisata adalah antitesis yang romantis.

Juga menarik, “wisata” naik sepur bisa dilakoni selagi jalan, tak harus menanti stasiun tujuan. Penumpang bisa berpindah-pindah gerbong, menyaksikan panorama dari jendela, dan berbincang iseng dengan penumpang lain. Seperti kata penulis Paul Theroux, “A train journey is travel; everything else—planes especially—is transfer.” 

Kini, “hotel di atas rel” ini tersisa hanya di beberapa negara. Tarifnya luar biasa mahal dan calon penumpang mesti pesan tiket jauh hari, tapi penggemarnya berlimpah. Berikut 15 contohnya:

Dalam tujuh gerbongnya, Seven Stars in Kyushu menampung 14 kabin, restoran, bar, dan salon. (Foto: Seven Stars in Kyushu)

1. Seven Stars in Kyushu
Tarif: Rp40 juta, Nagasaki-Hakata
Dinamai “Seven Stars” karena kereta ini terdiri dari tujuh gerbong dan melayani rute ke tujuh prefektur di Pulau Kyushu. Kereta yang beroperasi sejak 2013 ini menampung 14 kabin, plus wagon salon dan restoran yang menghidangkan kuliner lokal. Pihak operator sudah melansir jadwal baru untuk 2021. Di April misalnya, Seven Stars in Kyushu akan melayani trip empat hari melintasi Fukuoka, Oita, Kumamoto, dan Miyazaki. Paket wisata tersingkat, dua hari, dibanderol mulai dari ¥300.000. 

Kiri-kanan: Kereta bersejarah Venice Simplon-Orient Express; Kabin kelas suite di Venice Simplon-Orient Express. (Foto: Belmond)

2. Venice Simplon-Orient Express
Tarif: Rp50 juta, Venesia-Amsterdam
Orient Express, kereta mewah yang diluncurkan pada 1883, punya tempat khusus dalam sejarah wisata. Sepur ini menghubungkan kota-kota utama di Eropa, mengangkut tokoh-tokoh besar semacam Tolstoy dan Mata Hari, juga pernah tampil dalam sejumlah film, termasuk Murder on the Orient Express. Setelah pensiun, kereta ini dihidupkan kembali dengan nama Venice Simplon-Orient Express. Beberapa gerbong orisinal buatan 1920-an masih dipakai. Kemewahan art deco versi klasik dipertahankan. Untuk 2021, salah satu trayek yang ditawarkan ialah Venesia-Amsterdam dengan tiket mulai dari €2.920. 

3. Presidential Train
Tarif: Rp12 juta, Porto-Vesuvio
Kisahnya dimulai pada 1890 sebagai moda resmi Raja Portugal Dom Luis I. Setelah pensiun pada 1970 dan disimpan di National Railway Museum, kereta ini dihidupkan kembali sebagai kendaraan wisata. Presidential Train kini melayani rute domestik di Portugal. Paket perjalanan sehari dibanderol €750 dengan rute Stasiun Sao Bento di Porto menuju Vesuvio. Untuk trip tiga hari, tujuan akhirnya ialah Douro Valley. 

Shongololo Express membelah kawasan perkebunan di Cape Town. (Foto: Rovos Rail)

4. Shongololo Express
Tarif: Pretoria-Walvis Bay, Rp75 juta
Di Afrika, safari tak hanya bisa dilakukan menaiki jip, tapi juga kereta. Shongololo Express, sepur yang dioperasikan oleh Rovos Rail, menawarkan paket ekspedisi berdurasi 12-15 hari mengarungi negara-negara di belahan selatan Benua Hitam, termasuk Namibia, Zimbabwe, dan Mozambik. Salah satu paket andalannya, Namibia Safari, membawa 72 penumpang dari Pretoria ke Walvis Bay selama 10 hari. 

Indian Pacific melintasi kawasan outback dalam ekspedisi 4.352 kilometer dari Sydney ke Perth. (Foto: Journey Beyond Rail)

5. Indian Pacific
Tarif: Rp20 juta, Sydney-Perth
Jika diukur sebagai pulau, maka Australia adalah pulau terbesar di dunia—dan Indian Pacific mengajak turis membelahnya secara horizontal. Kereta berisi 30 wagon ini melayani trayek Sydney-Perth sejauh 4.352 kilometer, setara jarak Banda Aceh-Ende. Selama empat hari, penumpang dibawa mengunjungi kawasan pesisir dan pedalaman Australia, termasuk Rawlinna, Cook, Adelaide, serta Blue Mountains. Indian Pacific dioperasikan oleh perusahaan Journey Beyond Rail, yang juga menawarkan petualangan membelah Australia secara vertikal, dari Darwin ke Adelaide. 

6. Maharajas’ Express
Tarif: Rp166 juta, Mumbai-Delhi
Sesuai namanya, Maharajas’ Express menawarkan pengalaman berwisata ala Maharaja. Interiornya menaungi empat tipe kabin, ditambah bar dan restoran. Salah satu paket andalannya, Heritage of India, dibanderol $11.739 dengan pemberhentian meliputi Udaipur, Jaipur, dan Agra. 

Kereta Blue Train dengan latar Table Mountain, Afrika Selatan. (Foto: Blue Train)

7. Blue Train
Tarif: Rp26 juta, Pretoria-Cape Town-Pretoria
Sejarahnya dimulai pada 1923 sebagai penghubung antara Johannesburg dan Cape Town. Kendati begitu, nama Blue Train baru dipakai pada 1997, merujuk pada gerbong birunya yang dioperasikan pada 1937. Kereta mewah ini sekarang melayani dua trayek. Untuk 2021, rute Pretoria-Cape Town-Pretoria dibanderol ZAR 28.915, sementara Pretoria-Kruger National Park-Pretoria seharga ZAR 42.145.  

Wagon panorama di Shiki-Shima kreasi Ken Okuyama, desainer yang pernah disewa oleh Ferrari dan Porsche. (Foto: Shiki-Shima)

8. Shiki-Shima
Tarif: Rp45 juta, Ueno-Obasute-Ueno
Di tengah gairah Jepang memproduksi kereta peluru, banyak orang merindukan slow travel. Merespons permintaan itu, East Japan Railway Company meluncurkan Shiki-Shima (“pulau empat musim”) pada 2017. Kereta yang berbasis di Tokyo ini melayani rute ke Tohoku dan Hokkaido, dengan tiket mulai dari ¥320.000. Layaknya kereta wisata, Shiki-Shima menyediakan kabin, restoran, dan gerbong transparan untuk melihat panorama. Namun, berbeda dari kereta wisata lawas, desainnya sarat sentuhan futuristik buah kreasi Ken Okuyama, desainer yang pernah disewa oleh Ferrari dan Porsche. Kemewahan wagon ini sekilas mengingatkan kita pada Wilford’s Dreamliner dalam film Snowpiercer

9. Gran Lujo
Tarif: Rp70 juta, Santiago de Compostela-San Sebastian
Kereta ini membelah Spanyol dari barat ke timur dengan durasi delapan hari dan tiket mulai dari €4.133. Bertolak dari Santiago de Compostela, Gran Lujo membawa 28 penumpang menuju San Sebastian, kota liburan keluarga Kerajaan Spanyol. Operatornya, Palace Trains, juga menawarkan beragam rute di Eropa Barat, contohnya Porto-Barcelona dan Seville-Lisbon. 

Kiri-kanan: Hidangan kreasi koki Mark Tamburrini di Royal Scotsman; Kereta Royal Scotsman melintasi kawasan perbukitan Skotlandia. (Foto: Belmond)

10. Royal Scotsman
Tarif: Rp56 juta, Edinburgh-Waverley-Edinburgh
Skotlandia, negara seukuran Sumatera Utara, populer sebagai destinasi road trip. Tapi ada cara lain untuk mengarunginya: menaiki kereta luks Royal Scotsman, dengan tiket mulai dari $4.000. Sepur ini melayani rute ke lokasi-lokasi ikonis, termasuk Edinburg, Mount Stuart, Morar, dan Ballindalloch Castle. Beragam kegiatan ditawarkan di tiap titik transit itu, mulai dari hiking hingga golf. Magnet lain Royal Scotsman ialah dapurnya. Berniat menjadi restoran bintang lima di atas rel, kereta ini menyewa koki kondang Mark Tamburrini untuk meracik bahan-bahan masak dari utara Eropa. 

11. Shangri-La Express
Tarif: Rp385 juta, Beijing-Moskwa
Kereta ini menawarkan rute impian kaum petualang: Jalur Sutra. Bertolak dari Beijing, Shangri-La Express meluncur selama 21 hari, mengarungi rel sepanjang 6.000 kilometer, transit di kota-kota legendaris dalam peta perdagangan masa silam, termasuk Xian, Almaty, Samarkand, Bukhara, serta Ashgabat. Untuk 2021, tiket rute impian ini dibanderol $27.395. 

Kiri-kanan: Gerbong restoran di Eastern & Oriental Express; Penumpang Eastern & Oriental Express menikmati pemandangan. (Foto: Belmond)

12. Eastern & Oriental Express  
Tarif: Rp44 juta, Singapura-Bangkok
Kereta ini menawarkan ekspedisi ke trio destinasi populer Asia Tenggara: Singapura, Malaysia, dan Thailand. Dalam perjalanan empat hari bertarif $3.121 ini, penumpang dibawa melawat desa-desa petani, menziarahi kuil-kuil tua, melintasi jembatan bersejarah, serta mencicipi kuliner lokal di lokasi transit, termasuk di Melaka dan Penang. Eastern & Oriental Express, sepur yang diluncurkan pada 1993, dirangkai dari beberapa gerbong tua buatan Jepang. Estetika lawasnya masih dirawat, tapi dengan sentuhan baru. Interiornya kini dipercantik sutra Jim Thompson, sulaman Malaysia, serta ornamen harimau buatan Jacky Tsai—seniman yang pernah mendesain floral skull Alexander McQueen. 

13. Deccan Odyssey
Tarif: Rp103 juta, Delhi-Mumbai
Kereta ini hanya menampung dua tipe kabin: Deluxe dan Presidential Suite. Gerbong-gerbong lainnya diisi pusat kebugaran, salon, sauna, spa, serta restoran. Deccan Odyssey melayani trayek domestik di India. Untuk 2021, salah satu paket yang ditawarkannya ialah Indian Odyssey dengan durasi delapan hari dan tarif mulai dari $7.320. Bertolak dari Delhi, sepur ini akan melewati Agra, Jaipur, Udaipur, Aurangabad, hingga akhirnya berlabuh di Mumbai.  

Twilight Express Mizukaze, kereta berkapasitas 34 penumpang yang diluncurkan pada 2017. (Foto: Twilight Express Mizukaze)

14. Twilight Express Mizukaze
Tarif: Rp39 juta, Osaka-Shimonoseki
Untuk menghadirkan kemewahan khas Jepang di gerbong-gerbongnya, pihak operator menyewa beragam konsultan, termasuk komponis musik Taro Hakase, perancang busana Tetsuo Fukuda, serta koki kondang Hajime Yoneda dan Kenichi Koyama. Twilight Express Mizukaze, kereta berkapasitas 34 penumpang yang diluncurkan pada 2017, melayani perjalanan ke lokasi-lokasi populer seperti rute Kyoto, Osaka, dan Shimonoseki. 

Kiri-kanan: Gerbong berisi bar di Hiram Bingham; Rel yang menghubungkan Cusco dan Aguas Calientes di Peru. (Foto: Belmond)

15. Hiram Bingham
Tarif: Rp11 juta, Cusco-Aguas Calientes
Hiram Bingham III, petualang asal Amerika, adalah orang pertama yang mengisahkan penemuan Machu Picchu kepada dunia pada 1911. Sejak 1999, namanya diabadikan jadi nama kereta yang melayani ekspedisi mewah dari Cusco, bekas ibu kota Kekaisaran Inca, menuju Aguas Calientes, gerbang Machu Picchu. Dalam trip Hiram Bingham sejauh 90 kilometer ini, tamu bisa menikmati aneka kuliner lokal dan hiburan cajón, berbelanja di pasar lokal, serta menemui warga dataran tinggi.