
Oleh Cristian Rahadiansyah
Foto oleh Putu Sayoga
1. Banyan Tree Ungasan

Mayoritas traveler sudah tahu apa yang akan dirasakan saat menginap di Banyan Tree. Properti ini menerapkan standar operasional baku hotel bintang lima yang nyaris tanpa cela. Memang tak akan ada kejutan dalam hal desain, servis, maupun fitur, tapi kita juga tidak akan mendapati kekurangan.
Di Ungasan, Banyan Tree memiliki sejumlah keunggulan yang sulit disaingi kompetitornya. “Resor ini berada di lokasi yang dramatis. Satu-satunya kompleks vila bintang lima di Desa Ungasan. Tidak ada resor lain di daerah ini,” ujar Luh Maharani, Senior Manager Public Relations Banyan Tree Ungasan. “Kami juga memiliki private pool terbesar di wilayah Uluwatu dan Ungasan.” Banyan Tree Ungasan memayungi 11 unit vila dua kamar dan dua unit vila tiga kamar. Di kedua tipe ini, kolam renangnya memang tergolong yang terpanjang di Pulau Dewata: 12 meter dan 25 meter.
Fiturnya yang paling unik adalah bau interior yang dirotasi saban hari. Di dekat kasur terdapat dupa dan minyak aromatik yang menghibur indra penciuman. Di hari Minggu, kita bisa mengendus sari pinus dan bergamot. Esok harinya, hadir kombinasi serai dan mawar. Khusus vila tiga kamar, magnet terbesarnya adalah entertainment room. Wujudnya seperti kelab malam mini. Jika kebanyakan properti hanya menampilkan sofa dan televisi di ruang hiburannya, Banyan Tree Ungasan menyuguhkan pula meja biliar, bar dengan tiga kursi, serta proyektor.
Jl. Melasti, Banjar Kelod, Ungasan; 0361/300-7000; banyantree.com
– Vila dua kamar 565 meter persegi, mulai dari $1.325
– Vila tiga kamar 1.200 meter persegi, mulai dari $4.970
– Inklusif koneksi internet, akses ke kids club, yoga dua kali per minggu
– Babysitter Rp250.000 per jam
2. Villa de daun

Jalan Raya Legian adalah episentrum dari segala kemeriahan, seutas arteri yang berdenyut paling kencang di Bali. Fakta inilah yang membuat eksistensi Villa de daun terasa janggal.
Di antara puluhan klub yang saling bergandengan tangan, Villa de daun tampil bak sebuah oasis. Di sini tidak ada lampu sorot maupun dentuman speaker.
Alih-alih, kita disambut suaka damai berisi 12 rumah. Properti dengan moto “Kuta’s little secret” ini merupakan satu-satunya kompleks vila di Legian. Villa de daun memiliki satu unit vila dua kamar dan satu unit vila tiga kamar. Saya singgah di tepi yang terakhir. Arsitekturnya mirip gabungan tiga bangunan dengan kolam renang di jantungnya. Vilanya bercat putih, beratapkan genting, dan beralaskan kayu. Dapurnya yang dilengkapi kompor gas bersanding dengan meja makan.
Spa adalah alasan lain menginap di sini. Persis di samping restoran terdapat DaLa Spa yang pernah menyabet banyak penghargaan, salah satunya Best Luxury Boutique Spa dalam World Luxury Spa Awards. DaLa Spa turut melambungkan status Bali sebagai destinasi spa internasional, sekaligus menempatkan Villa de daun dalam konstelasi vila prestisius di Pulau Dewata.
Jl. Raya Legian, Kuta; 0361/756-276; villadedaun.com
– Vila dua kamar 450 meter persegi, mulai dari $700
– Vila tiga kamar 600 meter persegi, mulai dari $800
– Inklusif butler (pukul 7-23), mini bar, koneksi internet, shuttle ke pantai, airport pickup
– Babysitter $5 per jam
3. Sofitel Nusa Dua Resort

Pintunya sudah dibuka saat APEC Summit digelar di Bali, tapi Sofitel Nusa Dua baru resmi beroperasi pada akhir 2013. Properti ini mengoleksi dua unit vila dua kamar dan satu unit vila tiga kamar yang disebut Presidential Villa. Tipe yang terakhir ini mengawinkan desain kontemporer dengan konten lokal, sebuah kreasi karismatik dari WATG dan Wilson Associates. Atap vila dibalut ilalang sementara tubuhnya bergaya French colonial. Memasuki interiornya, kita bisa menemukan toiletries Hermès dan botol-botol Aqua Reflections rancangan Sebastian Gunawan. Sementara di living room terdapat wayang Jawa yang bersanding dengan audio system Bose. Presidential Villa sepertinya didedikasikan bagi kaum ningrat yang memiliki selera global, tapi enggan kehilangan identitas lokal. Mudah dimengerti mengapa Presiden SBY menginap di sini saat mengunjungi konferensi APEC.
Presidential Villa juga dilengkapi area terbuka yang menatap pantai. Selain berenang dan bersantai, tamu bisa menggelar sesi barbeku di bawah naungan pohon. Tapi reputasi tempat ini sebagai wadah hangout terbaik bakal segera tergeser. Tahun ini, Sofitel akan melansir Nikki Beach, beach club paling sensual di muka bumi.
Kompleks BTDC Lot N5, Nusa Dua; 0361/849-2888; sofitel.com
– Vila dua kamar 175 meter persegi, mulai dari $1.000
– Vila tiga kamar 420 meter persegi, mulai dari $3.500
– Inklusif personal butler 24 jam, airport transfer, koneksi internet, akses ke Club Millèsime
(afternoon tea, meja biliar, kolam renang), akses ke kids club
4. Four Seasons Sayan

Beberapa vila membius lewat panorama dari balkonnya. Sebagian yang lain menyentuh lewat servisnya. Four Seasons Sayan adalah satu dari segelintir yang mampu merangkum semua kelebihan itu. Ia bagaikan Rolls-Royce dalam liga vila-vila premium di Bali. Sebuah properti yang bukan cuma sedap di mata, tapi juga memuaskan saat ditinggali. Akhir 2012, Four Seasons Sayan menuntaskan operasi permak wajah.
Sungai Ayung masih menjadi kiblat sentral, terutama di kategori vila. Saat berendam di bathtub, berenang di kolam infinity, atau menikmati sarapan di bale, kita begitu leluasa memandang sungai penuh jeram yang berhulu di Gunung Batur tersebut. Gemuruh arusnya bagaikan musik ritmis yang menembus lerung-lerung bangunan.
Khusus tipe Royal Villa, kemewahan didemonstrasikan oleh penggunaan kayu-kayu berkualitas prima. Ukiran dan pahatan yang rumit menghiasi banyak sudut bangunan. Mebel dan ornamen kayu bersanding manis dengan marmer dan bebatuan. Kreasinya yang paling atraktif adalah dinding di belakang kasur yang dilapisi ukiran daun dengan latar tenun endek khas Bali. Saat lampu dinyalakan, dinding ini memunculkan efek teatrikal yang melankolis. Royal Villa sepertinya berhasil mengawinkan kemewahan natural dengan tradisi kerajinan kayu Nusantara yang melegenda.
Desainnya jauh dari kesan pretentious, tidak menyempit pada satu segmen. Royal Villa terasa nyaman bagi mereka yang berusia di bawah atau di atas 30 tahun. Four Seasons selama ini beresonansi dengan kemewahan yang dewasa. Tapi di Ubud, merek ini luwes merespons karakter Bali yang lebih energik dan dinamis. Bukan tanpa alasan proyek renovasinya ditukangi oleh Design Studio SPIN, firma yang pernah menangani dua sarang hangout populer—Rock Bar dan Sundara.
Four Seasons Sayan juga menawarkan vila dua kamar. Jika kualitas pemandangan merupakan hal yang esensial, maka vila nomor 11 adalah pilihan yang ideal. Dari kolam renangnya yang dilengkapi penghangat, tamu tak cuma bisa menyaksikan sungai, tapi juga sawah terasering.
Desa Sayan, Ubud; 0361/977-577; fourseasons.com
– Vila dua kamar 850 meter persegi, mulai dari $1.559 (Garden View) dan $1.759 (River View)
– Vila tiga kamar 1.000 meter persegi, mulai dari $2.659
– Inklusif koneksi internet, akses ke kids club, airport transfer atau personal butler 24 jam
– Babysitter Rp50.000 per jam
5. Alila Uluwatu

Kabana merupakan ciri khasnya. Dialasi sofa, disusun oleh potongan kayu, serta diletakkan di ruang terbuka, kabana ini merupakan penafsiran kreatif atas bale tradisional Bali. Dan layaknya bale, fungsinya adalah ruang bercengkerama. Alila Uluwatu adalah salah satu properti dengan desain yang paling progresif di Bali. Lanskap tempatnya berdiri tidak banyak dimodifikasi. Tanaman lokal dipertahankan, membuat properti ini terlihat melebur harmonis dengan habitat sekitarnya.
Pendekatan bijak inilah yang turut mengantarkan Alila Uluwatu meraih sertifikat Green Globe. Memasuki vila tiga kamar, kita akan menemukan ruang relaksasi beratap terbuka, serta lorong-lorong panjang yang memudahkan cahaya merangsek bebas. Fitur paling fungsional di kamar adalah wastafel ganda dengan amenity terpisah untuk pria dan wanita, serta Samsung Tab yang bisa dipakai untuk memesan makanan, melihat daftar aktivitas harian, serta memutar film. Daya tarik klasik Alila juga masih tersedia, yakni butler privat 24 jam. Demi menjaga privasi, mereka kerap bersembunyi, tapi eksistensinya selalu bisa dirasakan dari kondisi kamar yang senantiasa rapi.
Jl. Belimbing Sari, Banjar Tambiyak, Desa Pecatu; 0361/848-2166; alilahotels.com
– Vila tiga kamar 2.000-3.000 meter persegi, mulai dari $2.500
– Inklusif airport transfer, koneksi internet, personal butler 24 jam
– Babysitter $5 per jam
6. Ayana Resort & Spa

Generasi 70-an mungkin mengenal Ayana sebagai nama vila terbesar The Ritz-Carlton Bali. Vila itu masih eksis, tapi namanya sudah direvisi menjadi Presidential Villa. Di sinilah kontestan America’s Next Top Model menginap kala menggelar syuting di Bali.
Desainnya mengusung gaya klasik Bali. Dalam banyak hal, vila ini terlihat bak rumah liburan Raja Karangasem atau Gianyar. Sebuah vila butik yang merayakan kemewahan dalam bungkus karakter lokal yang pekat. Kita bisa menemukan pintu-pintu yang kaya relief, televisi yang melekat pada dinding bergaya candi Hindu, juga meja bar yang dibuat dari potongan tubuh kapal. Di salah satu kamar terdapat rain shower yang melekat pada langit-langit berhiaskan ukiran jepun Bali.
Melenggang ke halaman belakang, terdapat fasilitas yang menjelaskan fungsi utama vila ini. Ada gazebo yang kerap dijadikan pelaminan serta helipad yang telah disulap menjadi area pemberkatan. Ayana merupakan lokasi pernikahan yang populer, dan Presidential Villa adalah satu dari enam wedding venue yang dikoleksinya. Tahun lalu, sekitar 600 resepsi digelar di sini.
Jl. Karang Mas Sejahtera; Jimbaran; 0361/702-222; ayanaresort.com
– Vila tiga kamar: 3.000 meter persegi, mulai dari $8.000
– Inklusif personal butler 24 jam, akses ke kids club, koneksi internet
– Babysitter Rp75.000 per jam
7. Bulgari Bali

Dinding interiornya hitam. Mebelnya hitam. Lampunya temaram. Bulgari Bali terlihat seperti pria yang berbalut tuksedo. Inilah mungkin resor dengan karakter paling maskulin di Bali. Di bibir tebing cadas Uluwatu, 150 meter di atas laut, firma Antonio Citterio Patricia Viel meramu sebuah kompleks yang berusaha menyerap karakter lokal: rumah-rumah beratapkan ilalang yang kadang disambangi kawanan monyet, jalan setapak beralaskan batu, serta pagar berlumut khas desa-desa tua.
Tipe vila dua kamar terpecah menjadi tiga rumah yang masing-masingnya dilengkapi televisi Bang & Olufsen, toiletries merek Bulgari, serta barisan botol Equil. Khusus tipe Cliff, kolam renangnya berbentuk plunge pool, sedikit lebih panjang dari kolam di Four Seasons Jimbaran. Kedua kamar tidur diletakkan mengapit living room. Kamar pertama dihuni king size bed; yang kedua twin bed. Kedua kamar ini dibelah-belah menjadi beberapa ruangan kecil, dan nyaris setiap ruangan memiliki pintu. Sistem penyekatan ini berhasil menjaga privasi, walau kadang membuat vila ini mirip labirin. Vila tipe termewah disebut Bulgari Villa. Jumlahnya hanya satu unit. Inilah bintang sebenarnya dari Bulgari Bali.
Arsitekturnya mansion beratap joglo dan bertubuh kayu. Interiornya merupakan persilangan idiosinkratik antara gaya rural Nusantara dengan selera premium Italia, layaknya sebuah Lamborghini yang dimodifikasi oleh Hadiprana. Mudah membayangkan keluarga Don Corleone berlibur di sini.
Jl. Goa Lempeh, Banjar Dinas Kangin, Uluwatu; 0361/847-1000; bulgarihotels.com
– Vila dua kamar 500 meter persegi, mulai dari $1.750 inklusif koneksi internet
– Vila tiga kamar 1.300 meter persegi, mulai dari $7.500 inklusif koneksi internet, personal butler 24 jam
– Babysitter $15 per jam
8. Komaneka Bisma

Kolam renang utamanya masih menjadi yang paling fotogenik di Ubud, tapi akomodasi ini sebenarnya telah memiliki magnet baru yang tak kalah memikat: Bisma Residence, vila megah dan anggun yang digerayangi pepohonan, diramaikan deru arus sungai, serta dihiasi karya-karya seni kontemporer. Sebuah rumah megah yang didedikasikan bagi mereka yang memiliki gairah pada kreativitas dan alam rural Gianyar.
Bisma Residence menjulang semampai di lereng rimbun, sedikit berjarak dari vila-vila lainnya, sehingga menawarkan privasi lebih. Lembah hijau dengan vegetasi rapat membentang di hadapannya. Sungai Campuhan mengalir syahdu di kakinya. Di malam hari, saat keheningan mendekap, kita bisa mendengar sayup aliran air yang kontemplatif menembus interior. Bisma Residence awalnya hanya diperuntukkan bagi tamu-tamu VIP sang pemilik properti. Mulai Juni tahun ini, usai dipermak, ia membuka pintunya bagi khalayak umum.
Untuk menjangkaunya, kita harus meniti gang sempit yang didesain seperti jalan-jalan desa dalam lukisan Walter Spies. Bisma Residence menawarkan tiga kamar yang menempati tiga rumah beratapkan sirap. Permainan visualnya memikat. Di dekat kolam renang terpajang goresan abstrak karya Putu Sudiana, instalasi anjing logam buatan Agus Wijaya, botol bertakhtakan figur singa suci, serta nekara penuh ukiran yang difungsikan sebagai meja koktail.
Sisi interiornya tak kalah atraktif. Di samping kasur terdapat sakelar lampu yang ditanam pada potongan kayu. Di bathtub menjuntai lentera lilin dan shower berbentuk gagang telepon kuno. Sementara atap kamar tidur ditopang pilar-pilar kayu bekas tiang listrik di Jawa. Seluruh kamar dilengkapi balkon yang bercengkerama dengan hutan di sekitarnya. Salah satu balkonnya bahkan ditembus oleh sebatang pohon kelapa.
Desain Bisma Residence merupakan perkawinan kreatif antara arsitektur khas Bali dan seni kontemporer Indonesia. Sebuah vila yang sangat mencerminkan karakter pemiliknya, Koman Sutedja, seorang kolektor seni berpengaruh. Dalam suatu sesi wawancara, dia mengaku hotelnya mengetengahkan konsep “rumah,” tapi Bisma Residence sebenarnya lebih mirip galeri di dalam rumah. Vila ini kian menegaskan reputasi Komaneka Bisma sebagai akomodasi butik dengan permainan visual yang paling asertif di Ubud.
Jl. Bisma, Ubud; 0361/971-933; komaneka.com
– Vila dua kamar195-336 meter persegi, Rp6.300.000 (Family Duplex) dan Rp7.300.000 (Family)
– Vila tiga kamar 1.800 meter persegi, Rp10.300.000
– Inklusif koneksi internet, kunjungan ke Neka Museum, shuttle ke pusat kota Ubud
– Babysitter Rp110.000 per jam
9. Sentosa Seminyak

Jika Villa de daun disebut “Kuta’s little secret,” maka Sentosa Seminyak cocok dijuluki “Seminyak’s big secret.” Properti luas ini teronggok di tengah permukiman, tersembunyi dari jalan utama. Untuk menjangkaunya, kita harus meniti gang sempit di seberang Restoran Petitenget. Walau sudah berdiri cukup lama, Sentosa Seminyak masih menjadi rahasia segelintir turis. Di bawah manajemen baru, Peppers, segmen domestik mulai dibidik serius. Dalam aspek operasional, muatan lokalnya juga diperbanyak: bahan makanan dipetik dari lahan-lahan Bali, toiletries memakai Sensatia Leisure yang diproduksi di Karangasem.
Ukuran vila-vilanya sangat luas untuk standar Seminyak yang kian sesak. Vila isi tiga kamar misalnya, berukuran antara 450 hingga 600 meter persegi. Tipe ini terdiri dari tiga rumah beratap sirap yang menampung kamar tidur dan living room, ditambah sebuah bale dan kolam renang sepanjang delapan meter. Area publik dialasi tegel, hingga cocok dijadikan area pesta privat. “Banyak tamu kaget saat melihat ada vila seluas ini di tengah-tengah Seminyak,” ujar Sashi Rajan, Resort Manager.
Di bawah Peppers, karakter lokal Sentosa Seminyak memang bertambah, tapi komponen terbarunya yang dipasok dari Australia sukses menciptakan sensasi: Salt Tapas, kreasi koki selebriti Luke Mangan. Restoran ini menampilkan menu-menu yang dirancang untuk dinikmati bersama teman atau keluarga, pas dengan segmen yang ditarget oleh Sentosa Seminyak.
Jl. Pura Telaga Waja, Petitenget, Seminyak; 0361/730-333; peppers.com.au/sentosa
– Vila tiga kamar450-600 meter persegi, mulai dari $717 (Royal) dan $772 (Presidential)
– Vila empat kamar650 meter persegi, mulai dari $949
– Inklusif koneksi internet
– Babysitter Rp75.000 per jam
10. Amadea

Tidak ada personal butler. Tidak ada mini bar. Bahkan tidak ada welcome drink. Fiturnya yang gratis hanyalah koneksi internet. Menginap di Amadea seperti terbang dengan AirAsia, tapi duduk di kursi premium. Anda mendapatkan lokasi terbaik, tapi kemewahan lainnya mesti dibeli terpisah.
Amadea mengandalkan posisinya yang strategis. Properti bintang empat ini bermukim di Jalan Laksmana, jalur yang paling hidup di Seminyak. Cukup berjalan selama dua menit, kita bisa menjangkau gerai populer semacam Meja, Trattoria, dan Ultimo.
Ada enam unit vila dua kamar dan satu vila empat kamar. Seluruhnya mengadopsi desain yang simpel. Dindingnya didominasi cat putih. Lantainya marmer. Materi kayu dipakai pada pintu, handrail balkon, serta bingkai jendela. Satu-satunya sentuhan lokal adalah nama vila yang menyematkan figur-figur Hindu. Di sisi interior, kesederhanaan juga kental. Fasilitasnya yang cukup unik adalah entertainment room di vila empat kamar. Amadea sepertinya dirancang bagi tamu yang hanya peduli pada elemen dasar sebuah vila: bangunan yang lapang, dapur dan meja makan, serta kolam renang privat.
Tapi semua kesederhanaan itu dikompensasi oleh tarif yang bersahabat. “Konsep kami simpel. Tempat ini menjadi persinggahan untuk mengeksplorasi Seminyak,” jelas I Wayan Warta, General Manager Amadea.
Jl. Laksmana 55, Oberoi, Seminyak; 0361/847-8155; amadeabali.com
– Vila dua kamar 200 meter persegi, mulai dari $400
– Vila empat kamar400 meter persegi, mulai dari $800
– Inklusif koneksi internet
– Babysitter Rp75 ribu per jam
11. W Seminyak

Vila-vilanya tidak menyuguhkan panorama laut biru atau lembah hijau, tapi W berhasil menyajikan kepuasan visual lewat atraksi desain yang cerdik, evokatif, dan acap nakal. Vila tiga kamar berjumlah empat unit. Mereka berdiri mengelilingi taman yang dimahkotai bale kulkul, menara kentungan khas Bali. Vila tipe ini berukuran masif. Seluruh kamarnya dilengkapi bathtub. Di kamar utama, walk-in closet begitu luas hingga menyerupai aula.
Gaya eksentrik W terasa lebih kental di kategori vila dua kamar. Bangunannya didedikasikan bagi mereka yang menghargai desain. Dindingnya hitam, bantalnya kuning, dan lampu-lampunya dibungkus motif ombak. Di area living room tergeletak tiga tablet transparan yang memuat daftar menu barbeku. Memasuki kamar, tamu tidak akan menemukan paket buah-buahan tropis, melainkan cokelat berbentuk lipstik dan tiga bibir tebal. Beralih ke kakus, terpajang instalasi barisan wanita berbusana áo dài Vietnam dan berkalungkan tulisan, “Please take your time, I enjoy watching.”
Vila tidak dilengkapi personal butler, tapi W Seminyak telah menciptakan tim “cepat tanggap” yang siap melayani nyaris semua permintaan tamu, mulai dari susu panas di tengah malam hingga nasi ayam Bu Weti untuk oleh-oleh. Cara memanggil mereka sangat mudah: tekan angka “0” di telepon.
Jl. Petitenget, Kerobokan, Seminyak; 0361/473-8106; wretreatbali.com
– Vila dua kamar352 meter persegi, mulai dari $1.500
– Vila tiga kamar625 meter persegi, mulai dari $3.500
– Inklusif koneksi internet
– BabysitterRp50 ribu per jam
Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Jul/Ags 2014 (“Bali Untuk Bersama”)

