Pesta MesaStila Challenge 2013

DestinAsian IndonesiaPeserta memulai lomba.
Sandiaga Uno, pendiri yayasan Berlari Untuk Berbagi sedang memberikan sambutan.

Menuai sukses dalam dua tahun terakhir, Mesastila Challenge yang digagas oleh grup Mesa Hotels and Resorts hadir kembali pada tanggal 6 Oktober lalu. Berlokasi di MesaStila Resort di Magelang, lomba ini mengusung tema “Charity Run for Children with Autism: Rails to Trails. Ajang lari lintas alam tersebut meminjam rute sepanjang jalur kereta api dari Ambarawa hingga Bedono, dan dilanjutkan dengan mengikuti jalur kereta api uzur mengarah ke Desa Grabag di Magelang.

Para peserta berfoto di depan stasiun Mayong, Losari yang kini digunakan sebagai area resepsi MesaStila.

Sejumlah peserta yang berasal dari Indonesia dan mancanegara berpartisipasi dalam acara ini untuk mendukung gerakan amal yang diprakarsai oleh yayasan Berlari Untuk Berbagi. Dari biaya registrasi sebesar Rp250.000 untuk WNI, dan $35 untuk WNA, masing-masing akan disunat Rp50.000 per orang untuk disumbangkan ke sekolah autisme Bina Anggita di Magelang, Jawa Tengah.

Kapal uap uzur yang mengangkut pihak sponsor dan rekan media selama lomba.

Lomba berawal di Kereta Api Ambarawa pukul tujuh pagi. Dua pilihan jarak tempuh tersedia: 13 dan 21 kilometer. Pelari ditantang untuk menyelesaikan rute yang melintasi persawahan, perkebunan kopi, dan perumahan penduduk. Uniknya, dari 200 peserta yang berpartisipasi, mayoritas datang dari benua Eropa dan Amerika. Tak ketinggalan para anggota komunitas Semarang Runners dan Indo Runners pun meramaikan ajang ini.

Para peserta sedang menerima pengarahan mengenai jalur lari.

Dengan waktu tempuh 125 menit, Melly peserta dari Indonesia berhasil menjuarai kategori lari 21 kilometer putri. Di kategori pria, Dwi Janarto menyabet posisi pertama dengan catatan waktu 95 menit. Untuk kategori 13 kilometer, Shella dari Indonesia berhasil menjadi yang pertama mencapai garis finis dengan waktu 75 menit. Enam menit sebelumnya, Edi Sawarno berhasil mencapai garis akhir lebih dulu dan menyabet posisi pertama di kategori pria 13 kilometer. Seusai lomba, peserta dan tamu diajak menikmati brunch di Java Red Restaurant dengan hiburan pertunjukan musik akustik dan tarian tradisional Jawa.—Tina Sindukusumo

Comments