6 Ruang Seni Baru di Dunia

Ruang seni kian menjadi magnet yang kuat untuk menarik para pelancong. Setelah keberhasilan Museum Guggenheim di Bilbao, Spanyol, mengangkat citra suram kota pelabuhan kecil menjadi pusat ziarah para turis, kota lainnya pun seolah berlomba untuk menghadirkan ruang seni yang tak kalah edukatif dan semarak. Berikut enam museum baru yang dapat Anda sambangi tahun ini:

Oleh Yusni Aziz

Salah satu instalasi Museum MACAN. (Foto: Toto Santiko Budi)

  1. Museum MACAN

Dibuka sejak November 2017, MACAN langsung menjadi primadona baru untuk masyarakat Jakarta yang haus akan museum seni berstandar internasional. Museum ini didukung langsung oleh kolektor seni terkenal, Haryanto Adikoesoemo, dan dirancang serius oleh ARKdesign Architects. Pada pameran perdananya, ruang 4.000 meter persegi tersebut menampilkan 90 karya seniman, mulai dari Raden Saleh, S. Sudjojono, hingga Yayoi Kusama dan Mark Rothko. museummacan.org.

Beberapa karya Yayoi yang penuh warna. (Foto: Designboom)

  1. Museum Yayoi Kusama

Seniman asal Jepang yang dikenal dengan pola polkadot, labu, hingga Infinity Mirrored Room ini resmi membuka museum pribadinya pada Oktober silam di Shinjuku, Tokyo. Ruang dedikasi bagi karya Yayoi Kusama tersebut memiliki langit-langit tinggi, dinding putih dengan sudut-sudut melengkung. Museum yang dirancang oleh perusahaan arsitek lokal, Kume Sekkei ini dikepalai oleh Tensei Tatebata, presiden Tama Art University dan direktur Saitama Museum of Modern Art. yayoikusamamuseum.jp.

Detail kubah seberat ribuan ton. (Foto: Louvre Abu Dhabi)

  1. Louvre Abu Dhabi

Setelah lima tahun terlambat dari tenggat konstruksi yang direncanakan, Louvre Abu Dhabi akhirnya resmi dibuka untuk publik pada November silam. Kompleks museum seluas 6.400 meter persegi dengan atap berbentuk kubah berdiameter 180 meter dan berat 7.700 ton tersebut dirancang oleh arsitek asal Prancis, Jean Nouvel. Pengunjung dapat menikmati 600 koleksi benda seni, mulai dari Mondrian, Picasso, hingga Ai Wei Wei; yang tersebar di 23 galeri. louvreabudhabi.ae.

Salah satu sudut museum di Paris yang memajang sketsa dan aksesoris rancangan YSL. (Foto: Musée Yves Saint Laurent Paris)

  1. Musée Yves Saint Laurent Paris

Resmi membuka pintu untuk umum awal Oktober lalu, Museum Yves Saint Laurent Paris yang bersemayam di markas besar Fondation Pierre Bergé-Yves Saint Laurent tersebut kian ramai didatangi pengunjung. Menampilkan seluruh koleksi, mulai dari sketsa, desain pertama hingga ruang fitting yang biasa digunakan sang desainer saat bertemu dengan klien. Layaknya museum fesyen lainnya, ruang seni ini juga memajang koleksi pribadi Yves Saint Laurent. museeyslparis.com.

Museum ini menjadi idola baru di pusat kota bersejarah, Postdam. (Foto: Museum Barberini)

  1. Museum Barberini

Dibuka awal 2017, Museum Barberini telah bermetamofosis menjadi daya tarik baru di Postdam, Jerman. Museum hasil rekonstruksi istana abad ke-17 ini tampak megah karena tetap mempertahankan fasad historis bangunannya. Menawarkan pengalaman interaktif dengan bantuan teknologi, para pengunjung dapat mengunduh aplikasi gratis Barberini Guide, untuk memandu perjalanan mereka dengan audio dan video 360°. museum-barberini.com.

Anak tangga warna-warni yang menjadi daya tarik di Urban Nation. (Foto: The Urban Nation Museum for Urban Contemporary Art)

  1. Urban Nation Museum for Urban Contemporary Art

Satu-satunya museum seni jalanan di dunia ini resmi dibuka September tahun lalu di Berlin, Jerman. Bersemayam di sebuah bangunan tua dua lantai yang telah dikonversi menjadi ruang seni, Museum Urban Nation memajang karya milik 150 seniman—termasuk Banksy dan Blek le Rat. Agar pengunjung tidak bosan, grafiti di bagian luar gedung bakal berubah tiap beberapa bulan, sehingga mereka dapat memperoleh impresi yang berbeda dalam setiap kunjungannya. urban-nation.com.

 



Comments

Related Posts

776 Views

Book your hotel

Book your flight