rone Archives - DestinAsian Indonesia https://destinasian.co.id/tags/rone/ Majalah travel premium berbahasa Indonesia pertama Fri, 29 Nov 2024 07:01:36 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.6.2 Interview: Rone dan Colin Walker Tentang Instalasi ‘Time.Rone’ di AGWA https://destinasian.co.id/interview-rone-dan-colin-walker-tentang-instalasi-time-rone-di-agwa/ Wed, 11 Sep 2024 09:00:39 +0000 https://destinasian.co.id/?p=76170 DestinAsian Indonesia berkesempatan melihat Time.Rone secara langsung dan berbincang dengan sang seniman dan Colin Walker, Director AGWA.

The post Interview: Rone dan Colin Walker Tentang Instalasi ‘Time.Rone’ di AGWA appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Colin Walker dan Rone (Rift Photography)

Tyrone Wright yang memiliki pseudoname Rone menampilkan instalasi seninya di Art Gallery Western Australia (AGWA) dengan tema Time. Rone. DestinAsian Indonesia berkesempatan untuk melihat karya seninya secara langsung dan berbincang dengan sang seniman, Rone dan juga Colin Walker, Director of the AGWA.

DestinAsian Indonesia (DAI) : Bagaimana Anda memulai semuanya dan bagaimana mempersiapkan semua pameran ini?

Rone (R): Saya membuat street art dan grafiti di Melbourne. Kemudian saya berpikir bagaimana caranya saya bisa membuat street art dan menggabungkannya ke dalam galeri, menggabungkannya di canvas, dan menggabungkannya di dinding. Saya merasa tidak menemukan konteks dan lingkungan yang saya inginkan. Jadi, saya kembali dan memutuskan untuk menggabungkannya di bangunan yang hilang, lalu menggambarkan foto di sana.

DAI : Salah satu ciri khas Anda adalah gambar potret seorang wanita yang dilukis di dinding seperti mural. Siapa dia sebenarnya?

R: Saya melukis portret-portret ini dan Itu akan selalu menjadi hal yang saya lakukan. Tapi, itu bukan seperti portret dari seseorang yang berada di ruang ini. Ini bisa jadi siapa saja, seperti seorang penyanyi, atau seorang istri.

Baca Juga:  Dine In: Menyelami Hidangan Autentik Spanyol di Bar Marea

DAI: Berapa lama Anda perlu mempersiapkan semua instalasi ini?

R:  Untuk konsep dan lain-lain. Membutuhkan sekitar 8 minggu untuk menginstalasi. Tapi kami membutuhkan hampir 2,5 tahun untuk mengembangkan dan membangunnya. Kami membuat semuanya sendiri, menciptakan sendiri semua desain dan bahkan mencari berbagai barang-barangnya.

Saat kami tak bisa menemukannya, kami membuatnya sampai sedetail mungkin dari kabinet kayu, meja, bahkan sampai sarang laba-laba dan juga debunya. Dan kami mencari banyak artifak asli juga dari seluruh penjuru negeri.

Rone menghadirkan instalasi seni yang membawa pengunjung ke waktu lampau (TIME • RONE installation view, The Art Gallery of Western
Australia, 2024. Image © RONE. Photo: Rift Photography)

DAI: Dalam pameran Time ini, ke tahun berapa Anda ingin menjebak pengunjung dalam ruang dan waktu buatan Anda?  

R: Ini… Mungkin tahun 1950. Saya bisa mengatakan tahun 1954.  Saya pikir, saya ingin orang-orang merasakan nostalgia, nostalgia yang artistik. Tapi… Artisik license berarti tidak perlu sempurna. Ini bukan museum dan bukan pelajaran sejarah.

Tapi ada juga perasaan tentang keinginan atau kehilangan orang-orang dan teman-teman. Cerita-cerita seperti itu yang muncul di ruang-ruang ini. Saya ingin melihat bagaimana itu menginspirasi bisa orang-orang.

Dan bisa berada di sini (AGWA) adalah salah satu dari keinginan saya yang terwujud. Begitu melihat Gallery Centenary saya langsung jatuh cinta dengan gedung ini dan langsung membayangkan apa yang bisa saya lakukan.

Colin Walker (CW) : Ketika menjadi Direktur Galeri, saya mencoba memikirkan bagaimana caranya bisa membawa bangunan ini kembali ke kehidupan, karena ini telah ditutup selama 20 tahun. Jadi, saya merasa bahwa ruangnya sedikit mubazir.

Setelah saya masuk ke Galeri setelah melakukan ekshibisi besar di Melbourne, saya bertemu dengan Rone. Kami berbicara di sana, dan kita berjalan dengan sangat baik, dan saya bilang, saya mungkin bisa mempercepat pembangunan bangunan ini, jika Rone ingin datang dan melihat jika kita bisa melakukan sesuatu di sini.

Baca Juga: Checking In: Sheraton Jakarta Soekarno Hatta Airport

DAI: Melihat kesuksesan pameran Time. Rone, saat AGWA membuka Time Bar. Bisa diceritakan tentang bar ini dan bagaimana konsepnya?

CW: Time bar adalah elemen tambahan yang kami masukkan ke dalam ekshibisi. Karena kami ingin memberi orang-orang berbagai pengalaman minum dan makanan yang dikurasi oleh selebriti chef Guy Grossi. Kami akan membuka bar ini sampai Februari tahun depan pada Rabu-Sabtu.

Rone: Ruangan ini adalah salah satu favorit saya. Begitu saya melihat ruangan ini, saya punya visi untuk membuatnya sebagai bar. Dulunya ini mirip ruang pengadilan namun saya bisa mengubahnya menjadi sebuah bar unik.

DAI: Bicara tentang galeri seni, apa tantangan terbesar yang dihadapi galeri saat ini dan bagaimana dengan peminat galeri khususnya anak-anak muda?  

CW: Saya pikir, galeri-galeri harus selalu mencoba untuk menjadi relevan dan kontemporer.  Kita harus mengadaptasi cara beroperasi untuk bisa lebih cepat bereaksi, bukan dengan waktu tapi lebih cepat daripada yang pernah dilakukan di masa lalu.  Jika tidak, kita akan kehilangan relevan lagi, termasuk dengan anak muda.

Dan saat ini saya pikir anak muda lebih tertarik dengan budaya. Jadi, saya tidak berpikir bahwa distingsi seni tinggi atau rendah lagi. Orang-orang memiliki banyak cara yang berbeda untuk terhubung dengan budaya dan itulah yang kami coba lakukan sebagai sebuah galeri dengan seni visual sebagai bagian utama.

Tapi permintaan itu besar. Jadi, sejak saya tiba di galeri angka pemuda mencapai 65%. Mereka sekarang berumur 16-24 tahun dan 25-34 tahun dan 50% anak muda berumur di bawah 34 tahun.

 

 

The post Interview: Rone dan Colin Walker Tentang Instalasi ‘Time.Rone’ di AGWA appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Membeku dalam Waktu yang Terlupakan : TIME • RONE di AGWA https://destinasian.co.id/membeku-dalam-waktu-yang-terlupakan-time-rone-di-agwa/ Sun, 01 Sep 2024 03:44:44 +0000 https://destinasian.co.id/?p=75981 Dalam ekshibisi di Gallery Centenary, Art Gallery Western Australia (AGWA), Rone menyedot pengunjung ke dalam labirin waktu yang diciptakannya TIME • RONE.

The post Membeku dalam Waktu yang Terlupakan : TIME • RONE di AGWA appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Rone menghadirkan instalasi seni yang membawa pengunjung ke waktu lampau (TIME • RONE installation view, The Art Gallery of Western Australia, 2024. Image © RONE. Photo: Rift Photography)

Tak ada yang tak mungkin di dunia seniman asal Australia Tyrone Wright, termasuk memutar waktu ke masa lampau. Dalam ekshibisinya di Gallery Centenary, Art Gallery Western Australia (AGWA), pria yang dikenal dengan pseudonym Rone ini berhasil menyedot pengunjung masuk ke dalam labirin waktu yang diciptakannya, TIME • RONE.

Ada 12 ruangan yang disulap Rone menjadi 12 masa waktu dan keadaan yang berbeda. Masing-masing ruangan menjadi tuan rumah instalasi imersif dengan visual yang didukung oleh soundscape, yang diciptakan oleh composer Nick Batterham.

Kepada DestinAsian Indonesia, secara eksklusif, Rone mengungkapkan tak ada waktu spesifik soal time frame yang diciptakannya dalam instalasi tersebut.

“Mungkin tahun 1950. Saya bisa mengatakan tahun 1954. Tapi Anda akan menemukan bagian-bagian yang mungkin lebih lama dari itu,” katanya saat tur TIME • RONE.

Baca Juga: Dine In: Kuliner Latin Amerika di CasaLeña

Satu ruangan disulapnya menjadi sebuah pabrik garmen lengkap dengan mesin-mesin obras dan jahit kuno. Ruang lainnya dijadikan sebuah ruang kerja berisi mesin ketik, telepon tombol putar, mesin absen check clock, dan lemari susun kayu yang berderet, di ujung ruangan dijadikan ruangan manager dengan speaker yang dibunyikan untuk mendengarkan pembicaraan para pekerja. Ruangan lain disulapnya menjadi sebuah perpustakaan tua dengan tangga spiral. Ini adalah gambaran kehidupan sehari-hari manusia.

Pengunjung menyaksikan instalasi seni Time (TIME • RONE Opening Night. Installation view, The Art Gallery of Western Australia, 2024. Image © RONE. Photo: Rift Photography)

Backstage dan clock tower menjadi sebuah tempat yang paling berkesan secara pribadi. Namun saat tur private dan berbincang, Rone sejenak terdiam. Membiarkan semua emosi dan perasaan yang dirasakan menjadi sebuah pengalaman dan memori yang muncul secara personal.

“TIME adalah narasi terbuka – tidak ada cara yang benar atau salah untuk menikmati tempat ini, hanya jalan yang saya harap bisa diambil oleh pengunjung. Orang-orang membuat cerita mereka sendiri, dan setiap orang akan mengalaminya secara berbeda,” ucapnya.

“Agak nostalgia. Tapi juga perasaan diinginkan, atau kehilangan orang-orang dan teman-teman Cerita-cerita seperti itu yang muncul di ruang-ruang ini. Dan bagaimana itu bisa menginspirasi orang.

Baca Juga: Daftar 49 Negara Bebas Visa untuk Pemegang Paspor Indonesia

Instalasi Rone dipamerkan di Art Gallery Western Australia (TIME • RONE installation view, The Art Gallery of Western Australia, 2024. Image © RONE. Photo: Rift Photography)

Tingkat niat dan kedetailan ‘di luar akal’ Rone dan tim AGWA patut diacungi jempol. Rone tak membual saat dia mengatakan dengan bangga, dia mampu menyulap gedung baru menjadi gedung kuno. Dengan goresan kuas berwarna, kayu lapuk tua, kliping majalah dan koran bertuliskan 1955, meja kerja kayu berdebu, sarang laba-laba sampai debu cokelat terlihat sangat asli. Namun tentunya ini semua tiruan. Semua membeku dalam waktu.

Collin Walker, Gallery Director AGWA mengungkapkan, butuh waktu sekitar 1 tahun untuk merencanakan ekshibisi dan instalasi ini.

Kami perlu membuat elemen baru. Kami perlu mempersiapkan bangunannya sendiri karena Gallery Centenary ini sudah ditutup selama 20 tahun.   Jadi, ini adalah salah satu rencana yang terlalu kompleks karena elemen-elemen yang berbeda perlu disatukan,” katanya kepada DestinAsian Indonesia.

“Ini akan menjadi pertama kalinya kedua lantai Galeri Centenary dibuka dalam hampir dua puluh tahun.”

Baca Juga: Adelaide Marriott Hotel Sudah Dibuka

Sebagai bagian dari sebuah pengalaman utuh AGWA juga menghadirkan Time Dining dan Time Bar.

“Kami sangat gembira dapat menawarkan pengunjung AGWA pengalaman seni yang mencakup makan malam imersif tak terlupakan yang dikurasi oleh salah satu koki paling terkenal di Australia,” kata Colin Walker.

Sedangkan di Time Bar yang dibuka untuk pertama kalinya pada 29 Agustus 2024, menghadirkan cocktail, kudapan, dan minuman lainnya hasil kurasi Guy Grossi dan ruangan yang diinstalasi ke masa Great Gatsby ala Rone. TIME•BAR akan buka dari pukul 17.00 hingga larut malam, Rabu hingga Sabtu.

Gallery Centenary tempat pameran Rone berlangsung (TIME • RONE installation view, The Art Gallery of Western Australia, 2024. Image © RONE. Photo: Rift Photography)

Di ruang makan private, pengunjung bisa menikmati hidangan fine dining di tengah karya seni dan instalasi Rone dan hidangan mewah dari koki selebriti, Guy Grossi.  Time Dining ini akan dibuka pada 5 September 2024.

“Pengalaman TIME • DINING memadukan seni visual dan kuliner untuk menciptakan sesuatu yang pertama di Australia dan sungguh istimewa. Menu disusun untuk melengkapi instalasi emotif Rone, menawarkan pesta yang beresonansi dengan lingkungannya,” kata Guy.

Awalnya, ekshibisi TIME dibuka untuk umum pada tanggal 1 Juli 2024 selama 3 bulan sampai 30 September 2024, namun minat yang tinggi membuatnya diperpanjang sampai Februari 2025 mendatang.

The post Membeku dalam Waktu yang Terlupakan : TIME • RONE di AGWA appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>