restoran korea di jakarta Archives - DestinAsian Indonesia https://destinasian.co.id/tags/restoran-korea-di-jakarta/ Majalah travel premium berbahasa Indonesia pertama Wed, 26 Mar 2025 08:21:18 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.6.2 Dine in: Hwaro Korean Steakhouse https://destinasian.co.id/dine-in-hwaro-korean-steakhouse/ Wed, 26 Mar 2025 09:00:11 +0000 https://destinasian.co.id/?p=79827 Hwaro Korean Steakhouse Jakarta hadir membawa sederet menu khas Korea, dengan hidangan unggulannya Hwaro Galbi dan Australian Wagyu MB 9+.

The post Dine in: Hwaro Korean Steakhouse appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Interior Hwaro Korean Steakhouse, Jakarta. (Foto: Hwaro Korean Steakhouse)

Hwaro Korean Steakhouse menjadi salah satu restoran Korea yang menambah warna kuliner Korea di Jakarta.

Restoran anyar ini debut di kawasan Senopati, Jakarta, dikepung oleh restoran-restoran high-priced yang menyajikan cita rasa kuliner beragam. Meski demikian, Hwaro muncul dengan satu hidangan unggulannya, yaitu Australian Wagyu MB 9+, yang diklaim jarang digunakan di kebanyakan Korean Steakhouse di Jakarta.

Wagyu MB 9+

Sepiring Beef Yukhoe dengan galbi marinade, truffle oil, bertabur cured egg yolk dan parmessan membuka sesi santap kala itu. Selanjutnya, saya disuguhkan Seafood Sundubu, yaitu semangkuk sup khas Korea berisi aneka seafood segar, tahu, sayuran, dan boiled egg yolk; terasa masam dan gurih, sedikit pedas, umami dari kaldu seafood, serta agak creamy dari telur dan tahunya. Tipikal sup Korea yang rasanya kaya rasa namun menyegarkan.

Baca Juga: 50 Restoran Terbaik di Asia 2025, Gaggan Nomor 1

Beberapa iris Scallop Crudo yang disajikan bersama pickeld shimeji mushroom, truffle soy, truffle aioli dan herbs; terasa segar, zesty, dan sedikit creamy; menjadi hidangan jembatan yang pas untuk lanjut ke menu berikutnya yang lebih berat.

Bukan pecinta foie gras namun cara Hwaro mengolahnya membuat saya mengacungkan jempol. A5 & Foie Jjapaguri, sepiring mie ukuran jumbo disajikan bersama irisan 100 gram Wagyu A5 dan 80 gram foie gras. Rasa khas foie jadi light dan lebih ramah di lidah, balance dengan saus jjajang yang melumuri mie dan taburan herbs yang memberi hint earthy.

Baca Juga: 10 Negara Paling Bahagia di Dunia 2025

Picanha dan Hwaro Galbi. (Foto: Hwaro Korean Steakhouse)

Primadona di restoran ini tentu saja ada di kelompok daging. Australian Wagyu MB 9+ tidak boleh dimasak sembarangan,  Hwaro menghadirkan para Grill Master yang khusus didatangkan untuk memanggang daging-daging premium ini di atas meja grill arang Korea.

Daging ini dimasak medium, teksturnya membuat saya tak perlu effort ekstra untuk mengunyah. Daging ini pada umumnya dinikmati bersama garam laut, namun Hwaro punya empat macam garam —wasabi, truffle, original, dan yuzu, untuk menghadirkan profil rasa yang berbeda.

Berbagai side dish disajikan satu persatu untuk mendampingi Hwaro Galbi, daging yang telah dimarinasi selama 48 jam menggunakan saus yangnyeom. Rasa manisnya terasa seimbang dan nikmat dengan irisan sayur kimchi dan selada; pilihan side dish lainnya tak kalah untuk memperkaya cita rasa Hwaro Galbi.

Baca Juga: The Ritz-Carlton Debut di Suzhou, Tiongkok

Desain Interior

Puas berpetualang menjelajah cita rasa makanan Korea dan olahan daging premium, mata saya kemudian tertuju pada interiornya. Hwaro Korean Steakhoouse menghadirkan perpaduan desain modern dan elemen tradisional Korea yang menciptakan suasana dining yang elegan, sekaligus berkarakter.

Langit-langitnya dihiasi kain oranye yang menggantung membentuk gelombang dinamis, memberikan kesan artistik. Dindingnya diperkaya dengan ornamen berpola etnik, dengan rak berisi vas-vas dekoratif yang tersusun rapi. Pencahayaannya temaram, khas restoran bergaya sophisticated, mungkin juga untuk meredam asap dari meja arangnya. Kombinasi warna dan pencahayaan ini menghadirkan suasana yang refined dan imersif namun tetap cocok untuk kongko.

Hwaro Korean Steakhouse juga punya 11 ruang privat yang saat ini belum dipatok minimun charge, tersebar di lantai dua hingga empat. Masing-masing ruangan memiliki peralatan karaoke, dengan meja grill arang untuk membakar hidangan. Ruang-ruang ini cocok digunakan sebagai tempat berkumpul bersama keluarga dan kerabat. (chs)

The post Dine in: Hwaro Korean Steakhouse appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Dine In: Menikmati Fine Dining ‘Teatrikal’ ala Jinjoo Jakarta https://destinasian.co.id/menikmati-fine-dining-teatrikal-ala-jinjoo-jakarta/ Fri, 31 Jan 2025 03:00:10 +0000 https://destinasian.co.id/?p=78650 Jinjoo Jakarta menawarkan 10-12 hidangan dalam konsep fine dining yang teatrikal, dengan pairing makgeolli homemade yang memikat.

The post Dine In: Menikmati Fine Dining ‘Teatrikal’ ala Jinjoo Jakarta appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
(Foto: Jinjoo Jakarta — Chef Jin Beom)

Terletak di lantai dua Kompound Jakarta, Jinjoo Jakarta, yang seatap dengan Banjoo dan Woboo, menghadirkan cita rasa dan kemewahan fine-dining Korea Selatan ke Jakarta Selatan.

Jinjoo, yang berarti “mutiara” dalam bahasa Korea, bukan sekadar metafora. Nama ini diambil dari istri Chef Jin Beom (Chef JB), head chef di Jinjoo, sekaligus sosok di balik kreasi kuliner restoran ini.

Ketika sampai di lantai dua, saya disambut interior berdinding abu-abu unfinished dan cokelat kayu cedar yang elegan, menaungi instalasi seni Zeegezichten: “Sea Faces” karya Ted van der Hulst yang terinspirasi dari laut Bali, serta rak fermentasi berisi makgeolli dan bumbu racikan homemade. Di sini, proses fermentasi mandiri jadi keunggulan tersendiri dan dijaga ketat oleh Chef JB dan tim di Jinjoo.

Baca Juga: 10 Bandara Tersibuk di Dunia 2024

Fine Dining ‘Teatrikal’

Mantan chef MOSU Seoul (restoran 3 Michelin Star) ini ingin menghadirkan pengalaman fine dining ‘teatrikal’ di restorannya. Tamu dibiarkan duduk menghadap dapur terbuka tempat para chef menyiapkan hidangannya.

“Saya ingin membuatnya seperti teater. Kami (tim dapur Jinjoo) adalah aktornya, dan kalian sebagai penonton yang menyaksikan apapun yang terjadi di dapur,” ujarnya.

Dan benar saja, saat duduk di deretan chef’s counter, adegan demi adegan bak dapur teater dan aksi para chef langsung terlihat di depan mata. Dua bintang utamanya —Chef JB dan Chef Habin (sous chef), menarik perhatian saya. Mereka terlihat saling bersahutan dengan timnya dalam momen tertentu.

Tiga hidangan Small Bites membuka sesi santap kala itu. Beef Tartar, yang jadi hidangan favorit kebanyakan tamu, terdiri dari toast dan ubi, dengan setetes soy sauce; kemudian, ada Japchae yang terasa smoky dengan black truffle dan eggroll; sementara Bomboloni memberi rasa yang lebih umami lewat caviar dan bresaola. Pinapple Makgeolli yang menyegarkan, meningkatkan cita rasa di tiap gigitan.

Di deretan menu Our Ocean, Pine nut Makgeolli atau yang biasa disebut ladies drink memberi rasa yang lebih light, creamy, dan nutty. Minuman ini disajikan dengan beberapa hidangan laut, salah satunya Oyster. Chef JB menambahkan dedaunan yang didapat dari Bandung dan Puncak, sehingga rasanya lebih menyegarkan dan aromatik.

Baca Juga: Rekomendasi Destinasi Liburan 2025 Berdasarkan Shio

Di Jinjoo Jakarta, salah satu yang dibanggakan adalah hidangan dagingnya. Hanwoo, daging sapi Korea premium, diboyong langsung dari Korea Selatan tanpa melalui proses pembekuan untuk mempertahankan cita rasa dan tekstur aslinya.

Restoran ini memadukan teknik dry-aging dan wet-aging, di mana wet-aging dilakukan dengan vakum untuk mempertahankan kelembutan, sementara dry-aging memakan waktu hingga 35–45 hari untuk mengembangkan rasa yang lebih kompleks.

Salah satu jenis Hanwoo istimewa yang dihadirkan adalah Heifer, daging sapi betina yang belum pernah melahirkan. Beberapa potongan seperti short loin bahkan dilapisi bees wax pasca-dry-aging, menciptakan after taste mirip keju yang unik.

Dalam sesi Savoury, irisan daging Hanwoo difermentasi menggunakan Nuruk selama 1-2 hari untuk mengurai ototnya, disajikan bersama campuran dongchimi dan tofu puree, serta black garlic sauce. Menu ini cocok untuk Anda yang menyukai daging medium-rare yang chewy.

Semakin berat hidangannya, semakin menantang pula pairing-nya. Daging sapi Hanwoo berlapis black garlic sauce yang memiliki rasa sedikit berat harus dipasangkan dengan persentase alkohol yang lebih tinggi untuk menghilangkan after taste yang terlalu kuat di mulut. Hwayo 41% memberi rasa yang kuat dan kompleks, menutup sesi makanan utama kala itu.

Baca Juga: Di Mana Kota Teraman di Dunia untuk Liburan?

Hanwoo di Jinjoo Jakarta. (Foto: DestinAsian Indonesia)

Ada kalanya penyuka dessert mencari penutup yang ‘tidak terlalu manis’ agar perut bisa beristirahat dari hidangan berat yang dinikmati sebelumnya, dan Jinjoo menjawab itu melalui sorbet Apple, Ginger, Cacaonips yang menyegarkan; trio kue Madeline, Nuruk, dan Sumac; serta Caramel & ‘Gamtae’ dari gandum yang terasa ringan di mulut.

Signature Course berisi 12 hidangan di Jinjoo Jakarta dapat dinikmati seharga Rp2.200.000 per orang. Untuk paket drink pairing, Anda bisa menambah Rp700.000 per orang.

Sementara untuk Tasting Course 10 hidangannya dapat dinikmati seharga Rp1.700.000 per orang, dengan tambahan Rp700.000 untuk drink pairing.

Menu-menu di Jinjoo terus berkembang. Setiap bulan, bahkan setiap minggu, akan ada kreasi baru di daftar hidangan.

“Saya ingin tamu merasakan sesuatu yang berbeda setiap kali datang ke Jinjoo,” ujar Chef JB. (chs)

The post Dine In: Menikmati Fine Dining ‘Teatrikal’ ala Jinjoo Jakarta appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Menikmati Hidangan Korea Premium di Doeun https://destinasian.co.id/menikmati-hidangan-korea-premium-di-doeun/ Fri, 12 Jul 2024 09:00:00 +0000 https://destinasian.co.id/?p=75310 Bermain di lini premium luxury, Doeun yang digawangi oleh chef asli Korea Kim Doeun dibuka di area Menteng, Jakarta Pusat.

The post Menikmati Hidangan Korea Premium di Doeun appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Hidangan di Doeun banyak dibuat dengan teknik fermentasi (Foto: Doeun)

Sama seperti kuliner Jepang, kuliner Korea juga sudah menjadi bagian dari kehidupan Jakarta. Doeun, restoran Korea menjadi salah satu tempat baru yang meramaikan peta kuliner Jakarta.

Bermain di lini premium luxury, Doeun yang digawangi oleh chef asli Korea Kim Doeun dibuka di area Menteng, Jakarta Pusat.

Menempati bangunan luas dengan dua lantai, restoran ini mengemas desain dan tata ruangnya dengan nuansa temaram dan dominasi warna gelap.

Baa Juga: Jangan Tidur Usai Minum Alkohol Saat Penerbangan Jarak Jauh

Untuk menghadirkan hidangan yang berbeda dengan restoran Korea lainnya, Doeun mengandalkan teknik fermentasi alami. Bukan hanya kimchi atau makgeolli yang dibuat dengan ferementasi tapi juga bahan dasar lainnya untuk menghasilkan rasa yang berbeda.

“Saya tidak menggunakan garam, gula, atau bahan tambahan lain tapi menggunakan sayuran atau buah yang difermentasi selama beberapa bulan,” kata Doeun.

Interior Doeun (Foto: Doeun Restaurant)

Enam macam banchan atau hidangan pelengkap pun disajikan untuk dinikmati bersama makanan utama. Beberapa hidangan yang jadi andalan adalah aneka galbi atau BBQ Korea.

Woodae galbi yang dibuat dari iga sapi baris ke-6 dan ke-8 yang dikenal dengan dagingnya yang lembut. Dengan dua pilihan original dan marinasi dari bumbu rahasia, daging ini bisa dinikmati dengan doenjang ataupun sambal pedas. Sambal ini disebutnya dibuat untuk memuaskan selera pedas orang Indonesia.

Diamond cut galbi dan butter dry aged beef juga jadi hidangan yang dicari. Diamond cut galbi dibuat dengan bumbu marinasi kaldu sapi yang dibuat selama 10 jam. Sedangkan butter dry aged beef dibuat lewat proses dry aging dengan mentega selama 45 hari.

Baca Juga: ‘Turis Baik’ Akan Dapat Hadiah di Kopenhagen

Aneka daging ini juga memiliki rasa smokey yang didapatkan dari penggunaan asap daun dan batang padi kering. Gochujang Iberico Pork bellu, japchae, samgyetang, suundubu jiggae, sampai sous vide octopus dengan gim puree bisa dinikmati di sini.

Tak lengkap menikmati hidangan daging tanpa alkohol. Makgeolli atau arak beras khas Korea yang dibuat sendiri oleh chef Doeun memiliki beberapa rasa dari kombinasi yuzu dan basil, original, sampai omija. Kalau tak suka alkohol, muscat bingsu juga cocok jadi hidangan penutup.

The post Menikmati Hidangan Korea Premium di Doeun appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>