Munich Archives - DestinAsian Indonesia https://destinasian.co.id/tags/munich/ Majalah travel premium berbahasa Indonesia pertama Fri, 29 Nov 2024 04:54:11 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.6.2 10 Destinasi ‘Terpanas’ untuk Liburan Musim Panas https://destinasian.co.id/10-destinasi-terpanas-untuk-liburan-musim-panas/ Tue, 28 May 2024 04:00:00 +0000 https://destinasian.co.id/?p=74543 Kota mana yang jadi lokasi liburan paling hot untuk liburan musim panas?

The post 10 Destinasi ‘Terpanas’ untuk Liburan Musim Panas appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>

S ebuah laporan dari Mastercard Economics Institute (MEI bertajuk “Travel Trends 2024: Breaking Boundaries” mengungkapkan berbagai fakta soal liburan.

Dengan menganalisis berbagai data transaksi Mastercard yang telah dikelompokkan dan dianonimkan, penelitian ini menemukan destinasi liburan musim panas yang paling dicari di 2024.

Dalam satu tahun belakangan, data tersebut menyebut bahwa Jepang jadi negara destinasi liburan terpopuler di dunia.

Selain karena alamnya yang indah serta budaya yang memikat banyak orang, popularitas Jepang meningkat karena nilai tukar yen yang melemah.

“Bagi otoritas pariwisata, sektor retail, perhotelan, dan F&B, biaya itu penting. Dalam ekonomi saat ini, nilai tukar mata uang asing dan daya beli menjadi komponen penting saat merencanakan perjalanan,” kata David Mann, Chief Economist, Asia Pacific, Mastercard.

Baca Juga: 10 Destinasi Terpopuler di Dunia dalam Setahun Terakhir

“Hal ini menunjukkan bahwa pelaku usaha yang mendapatkan keuntungan dari sektor pariwisata perlu meninjau ulang strategi mereka saat ini, dan mengubahnya jika perlu, untuk mempertahankan daya tarik di mata wisatawan.”

Hanya saja, meski jadi destinasi liburan terpopuler di dunia dalam setahun terakhir, namun ternyata Jepang bukanlah tujuan wisata untuk liburan musim panas atau musim liburan Juni-Agustus 2024.

Kota mana yang jadi lokasi liburan paling hot untuk liburan musim panas?

Kota Munich di Jerman menjadi kota destinasi liburan terpopuler untuk musim panas. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah pemesanan tiket pesawat menuju kota tersebut.

Bangkok juga jadi tujuan wisata di musim panas (Foto: Rey Melvin Caraan)

Salah satu alas an yang pasti adalah lantaran Munich menjadi tuan rumah turnamen sepakbola UEFA EURO 2024 pada Juni mendatang.

Tokyo menempati posisi kedua, sementara Bali berada di posisi enam dan Bangkok ada di posisi ke-tujuh. Kota-kota ini termasuk dalam 10 kota yang mengalami kenaikan permintaan dalam tiga bulan mendatang.

Berikut 10 destinasi liburan musim panas paling hot dan paling banyak dicari:

  1. Munich, Jerman
  2. Tokyo, Jepang
  3. Triana, Albania
  4. Nice, Prancis
  5. Cancun, Meksiko
  6. Bali, Indonesia
  7. Bangkok, Thailand
  8. Kerkyra/Corfu, Jerman
  9. Frankfurt, Jerman
  10. Oranjestad, Aruba

The post 10 Destinasi ‘Terpanas’ untuk Liburan Musim Panas appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Rosewood Munich Dibuka Bulan Ini https://destinasian.co.id/rosewood-munich-dibuka-bulan-ini/ Tue, 26 Sep 2023 10:28:13 +0000 https://destinasian.co.id/?p=72036 Hotel ketujuh Rosewood di Eropa. Berlokasi di Kardinal-Faulhaber-Strasse.

The post Rosewood Munich Dibuka Bulan Ini appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Rosewood Munich resmi dibuka pada 29 September 2023. (Foto: Rosewood Munich)

Rosewood jaringan hotel luks asal Hong Kong, melebarkan sayapnya ke Munich dengan membuka Rosewood Munich pada akhir bulan September. Ini merupakan properti pertamanya di Jerman setelah cabang Sao Paolo.

Tampilan kamar tipe Deluxe Suite. (Foto: Rosewood Munich)

Bersemayam di pusat kota Munich, tepatnya di Jalan Kardinal-Faulhaber-Strasse, Rosewood Munich menawarkan akses mudah ke tempat-tempat favorit turis. Bangunannya pun tergolong objek wisata. Hotel ini menempati gedung bersejarang yang pernah dihuni kantor Bank Negara Bavaria dan kediaman bangsawan Palais Neuhaus-Preysing.

Tampilan kamar tipe Premier Room Bedroom. (Foto: Rosewood Munich)

Sejalan dengan eksteriornya, interiornya memancarkan kemewahan klasik Munich. Desainer Hilmer Sattler memilih sejumlah vendor premium untuk mengisi interior hotel, yakni Tara Bernerd & Partners, firma desain asal London, Inggris. 

Tampilan ruang tamu tipe kamar Luxury Suite. (Foto: Rosewood Munich)

Rosewood Munich mengoleksi 73 kamar, 59 suites, dan lima griya tawang, mayoritas kamarnya menawarkan pemandangan Kardinal. Kamar terkecil 39 meter persegi. Kamar termewah, König Maximillian I. House, dilengkapi dengan teras privat, ruang makan, dan dapur. 

Rosewood Munich dilengkapi dua gerai F&B, yakni Brasserie Cuvilliés dan Bar Montez. Selain itu, fasilitas hotel ini meliputi Asaya Spa, pusat kebugaran 24 jam, kolam renang indoor, serta dua ruang serbaguna indoor dan outdoor seluas 234 meter persegi.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Rosewood Munich.

The post Rosewood Munich Dibuka Bulan Ini appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
20 Kota dengan Jalur Sepeda Terpanjang https://destinasian.co.id/20-kota-dengan-jalur-sepeda-terpanjang/ Mon, 10 Aug 2020 13:00:55 +0000 https://destinasian.co.id/?p=57982 Asia punya dua wakil. Amsterdam, ‘ibu kota sepeda dunia,’ peringkat delapan. 

The post 20 Kota dengan Jalur Sepeda Terpanjang appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Sepeda terparkir di bantaran kanal di Amsterdam, kota di mana populasi sepeda mengalahkan manusia. (Foto: Donang Wahyu)

Mengarungi Amsterdam, kita akan mendapati betapa sepeda menguasai jalan-jalan kota. Tiap harinya, ribuan sepeda melesat ramai ibarat wabah belalang. Mereka bermanuver gesit di antara mobil dan turis, juga berjejer dan bertumpuk di lahan-lahan parkir.

Statistik kota menjelaskan pemandangan itu. Di Amsterdam ada lebih banyak sepeda ketimbang manusia (822.000 manusia berbanding 881.000 unit sepeda). Dari mahasiswa hingga polisi, Amsterdammers mengayuh rata-rata dua kilometer per harinya. Bahkan Raja Willem-Alexander terkenal hobi bersepeda. 

Ada beragam alasan kenapa sepeda populer di Amsterdam. Jika kita merujuk sejarah, penyebab awalnya lebih bersifat pragmatis: parkir mahal, bensin mahal, kecelakaan berkendara kian tinggi, dan kemacetan makin kronis.

Seorang wanita mengayuh sepeda sewaan di New York City, kota dengan jalur sepeda terpanjang di dunia. (Foto: Tom Dillon/Unsplash)

Alkisah, pada 1950-an, sepeda mulai tersisih dari jalan-jalan Amsterdam. Seperti banyak kota yang sedang menikmati pertumbuhan ekonomi, warganya gemar mengendarai mobil atau sepeda motor.

Kondisinya mulai bergeser dua dekade berselang, ketika jalanan kian sesak, juga kian berbahaya. Pada 1971, kecelakaan berkendara merenggut 3.300 nyawa, sekitar 400 di antaranya anak-anak. Dari sinilah sepeda menemukan momentum untuk kembali dilirik. Terlebih, pada 1973, harga bensin meroket akibat perang di Timur Tengah.

Baca Juga: Bersepeda Menyusuri Tembok Besar Tiongkok

Awalnya dipilih lantaran ‘terpaksa,’ sepeda kemudian jadi moda utama. Usai merasakan manfaat sepeda, pemkot berinvestasi pada infrastruktur, demi menjadikan sepeda tradisi komunal yang berkelanjutan. Hingga 2019, Amsterdam memiliki 767 kilometer bicycle network, menjadikannya kota dengan jalur sepeda terpanjang di Belanda. 

Apa yang berlangsung di Amsterdam itu dipelajari banyak kota lain. Satu hikmah penting yang dipetik: jalur sepeda amat vital untuk menggairahkan minat gowes. Jalur khusus ini memudahkan pergerakan, juga menyediakan rasa aman, terutama di kota dengan kondisi jalan mengkhawatirkan. 

Di New York City misalnya, setelah jalur sepeda dipasang di Columbus Avenue, aktivitas bersepeda meningkat 56% di hari kerja, sementara tingkat kecelakaan susut 34%. Jakarta memperlihatkan tren serupa. Usai jalur sepeda dipasang di 17 ruas jalan, penggunaan sepeda melonjak 500%, sementara tingkat kecelakaan drop 13%, menurut Dinas Perhubungan Jakarta.

Baca Juga: Amsterdam Hapus Kedai Ganja & Rumah Bordil

Terbukit bermanfaat, jalur sepeda pun terus dibangun di banyak kota. Motif paling jamaknya ialah mengurai kemacetan. Ambil contoh Barcelona. Kota paling macet di Spanyol ini menciptakan 211 kilometer jalur sepeda, plus menyebar 6.000 unit sepeda publik dengan sistem bike-sharing. Di tahap berikutnya, kota ini menargetkan menambah jalur sepedanya agar 95% warga bisa menemukan lintasan maksimum 300 meter dari rumah.

Motif lain membangun infrastruktur sepeda ialah keuntungan ekonomi: warga lebih sehat, emisi lebih rendah, dan biaya kemacetan lebih kecil. Kopenhagen, di mana populasi sepeda mengalahkan mobil, mendapatkan nilai ekonomi 4,80 krone (Rp11.000) dari tiap orang yang mengayuh pedal setidaknya satu kilometer per hari.

Kiri-Kanan: Sepeda elektrik Jump dari Uber. (Foto: Spencer Davis/Unsplash); Pengendara sepeda di Place des Pyramides, Paris. (Foto: Khamkéo Vilaysing/Unsplash)

Berdasarkan data dari 100 pemkot, plus survei dan laporan media lokal, jalur sepeda terpanjang terdapat di kota-kota negara maju. New York City bertengger di puncak klasemen, disusul oleh Wina, Helsinki, dan Munich. Kopenhagen, yang kerap dijuluki “kota sepeda,” bertengger di peringkat 21.

Untuk saat ini, Asia, yang dihuni banyak kota paling macet, masih tertinggal dalam hal infrastruktur sepeda. Dua kota yang masuk 20 besar hanyalah Seoul dan Taipei. Meski begitu, gairah bersepeda sedang tumbuh di benua ini. Tel Aviv, Hanoi, dan Jakarta adalah contoh tiga kota Asia yang tengah menambah jalur sepedanya. 

Baca Juga: 10 Destinasi Paling Ramah (& Tidak Ramah) Lingkungan

Mencerna statistik, satu kesimpulan yang bisa ditarik ialah panjang jalur sepeda tidak melulu berkorelasi dengan ukuran kota. Dengan luas 414 kilometer persegi, Wina punya jalur sepeda lebih panjang ketimbang Los Angeles (1.302 kilometer persegi). Sementara Helsinki, yang luasnya seperempat Berlin, memiliki jalur sepeda hampir dua kali lebih panjang dari Ibu Kota Jerman itu. 

Seorang warga Helsinki membawa sepedanya menaiki Metro. (Foto: Tern Bicycles/Marketing Helsinki)

Data jalur sepeda itu tentu masih berubah. Mumpung jalan lengang selama PSBB, banyak kota memperpanjang jalur sepedanya, termasuk Berlin, Roma, dan Lisbon. Banyak pemkot memang ingin menjadikan pandemi momentum untuk lebih ramah lingkungan.  

Kota lain yang juga agresif menambah jalur sepedanya ialah Paris. Menyongsong Olimpiade 2024, kota ini mengajak Parisian beralih dari mobil demi mengurangi kepadatan lalu lintas. Untuk itu, pemerintah Prancis berinvestasi €350 juta (sekitar Rp6 triliun) untuk membangun infrastruktur sepeda. Cristian Rahadiansyah

The post 20 Kota dengan Jalur Sepeda Terpanjang appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Jadwal Buka 25 Objek Wisata https://destinasian.co.id/jadwal-buka-25-objek-wisata/ Thu, 04 Jun 2020 05:04:19 +0000 https://destinasian.co.id/?p=55987 Dari Eropa hingga Indonesia, pintu-pintu pelesir dibuka bertahap. Beragam batasan diterapkan.

The post Jadwal Buka 25 Objek Wisata appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Tetap dengan aturan masker dan physical distancing, sejumlah objek wisata kembali dibuka. Semuanya beroperasi dengan beragam batasan. Kuota tiket dikurangi, tamu rombongan dilarang, dan pentas yang melibatkan kerumunan ditunda. Selama virus masih berkeliaran, kenyamanan memang akan sedikit dikorbankan. Ini 25 tempat populer yang sudah dan akan menerima tamu:

Forbidden City telah dibuka kembali, tapi dengan kuota 5.000 pengunjung per hari. (Foto: drz/Unsplash)

1. Forbidden City, Beijing
Jadwal Buka: 1 Mei
Sejak 1 Mei, Forbidden City telah dibuka bagi pengunjung. Tiket harus dipesan daring, dengan kuota maksimum 5.000 lembar per hari, berkurang dari 80.000 tiket di masa sebelum pandemi. Forbidden City merupakan bekas kediaman kaisar Tiongkok. Salah satu daya tariknya ialah aneka pusaka kerajaan yang disimpan di Palace Museum.

2. Ljubljana Castle
Jadwal Buka: 4 Mei
Pada 14 Mei, Slovenia menjadi negara Eropa pertama yang mengumumkan berakhirnya epidemi. Di Ibu Kotanya, Ljubljana, bangunan ikonis Ljubljana Castle lebih dulu dibuka pada 4 Mei. Semua acara di interiornya sudah dibatalkan, tapi pengunjung bisa melihat-lihat koleksi kastel. Magnet wisata lain di Slovenia yang sudah membuka pintunya ialah The National Museum of Slovenia sejak 5 Mei dan Bled Castle sejak 14 Mei. 

Kiri-Kanan: Shanghai Disneyland adalah taman rekreasi pertama Walt Disney yang dibuka kembali. (Foto: Rony Zakaria); Museum Island di Berlin kembali menerima tamu sejak 4 Mei. (Foto: Reiseuhu/Unsplash)

3. Museum Island, Berlin
Jadwal Buka: 4 Mei
Kompleks berisi lima museum ini mulai menerima tamu sejak 4 Mei, sementara museum individual bagian Staatliche Museen dibuka mulai 12 Mei. Pengelola menyediakan tiket terusan untuk mengunjungi semua museum di Museum Island. Bersama kota-kota lain di Jerman, Berlin sudah memasuki era new normal sejak awal Mei.

4. Shanghai Disneyland
Jadwal Buka: 11 Mei
Pada 11 Mei, Shanghai Disneyland menjadi taman rekreasi pertama Walt Disney yang dibuka kembali di tengah pandemi. Ada banyak batasan bagi pengunjung: wajib memakai masker, suhu tubuh dicek, dan dilarang swafoto bersama karakter Mickey Mouse. Selain itu, pentas teater dan parade malam belum bergulir.  

Istana Schönbrunn menerapkan jarak antar-tamu minimum satu meter. (Foto: Arthur V./Unsplash)

5. Schönbrunn Palace, Wina
Jadwal Buka: 15 Mei
Istana Rococo berisi 1.441 kamar ini telah dibuka kembali sejak 15 Mei. Pengunjung diwajibkan memakai masker dan saling menjaga jarak minimum satu meter. Austria adalah salah satu negara Eropa pertama yang memasuki era new normal. Perbatasan negara ini dijadwalkan dibuka kembali pada 15 Juni.

6. Hang Son Doong, Quang Binh
Jadwal Buka: 15 Mei
Hang Son Doong, gua terbesar sejagat, telah membuka kembali liangnya bagi para caver dan speleolog. Penjelajahan di gua ikonis Vietnam ini dilayani secara eksklusif oleh operator Oxalis. Untuk bulan-bulan yang tersisa di 2020, tersedia 240 jatah tur dengan tarif $2.500 per orang, sedikit berkurang dari harga sebelumnya yang mencapai $3.000.  

Kiri-Kanan: Ikon Lisbon, Belém Tower, dibuka kembali sejak 18 Mei. (Foto: Ulet Ifansasti); Usai dua bulan puasa tamu, Acropolis sudah bisa dizarahi sejak 19 Mei. (Foto: Iuliia Isakova/Unsplash)

7. Belém Tower, Lisbon
Jadwal Buka: 18 Mei
Menara Belém, struktur berusia lebih dari 500 tahun, melambangkan kejayaan maritim Portugal di masa lalu. Dari sinilah dulu para petualang bahari dilepas untuk melakoni ekspedisi akbar mengarungi dunia, termasuk ke Nusantara. Bangunan anggota Situs Warisan Dunia ini telah kembali menerima pengunjung sejak 18 Mei.

8. Acropolis, Athena 
Jadwal Buka: 19 Mei
Setelah dua bulan puasa tamu akibat pandemi, dewa-dewi Yunani yang bersemayam di Acropolis sudah bisa disatroni sejak 19 Mei. Beberapa situs dan museum lainnya di Yunani akan dibuka bertahap mulai 15 Juni, sementara pulau-pulau liburan seperti Santorini ditargetkan menyambut turis mulai 1 Juli. Lewat skema travel corridor, Yunani berencana membuka perbatasannya dengan Siprus dan Israel

Dek observasi Tokyo Tower bisa dikunjungi kembali sejak 28 Mei. (Foto: Louie Martinez/Unsplash)

9. Tokyo Tower
Jadwal Buka: 28 Mei
Usai dua bulan hiatus, Menara Eiffel versi Jepang ini membuka kembali dek observasinya bagi pengunjung. Aturan physical distancing tetap diberlakukan. Lift dibatasi untuk maksimum empat orang. Sementara dek observasi dipasangi tanda alokasi berdiri. Selang empat hari setelah Tokyo Tower dibuka, Tokyo Skytree juga mulai menerima turis.

10. Duomo di Milano, Milan
Jadwal Buka: 29 Mei
Italia, episentrum virus di Eropa, mengambil langkah berani untuk melonggarkan PSBB. Seiring itu, tempat-tempat wisata pun dibuka kembali, salah satunya Duomo di Milano. Awalnya hanya melayani jemaah secara terbatas, katedral sepuh ini membuka pintunya untuk turis sejak 29 Mei. Merayakan momen itu, pengelola memberikan diskon tiket 50 persen. Tamu rombongan dan tur dengan pemandu untuk sementara masih dilarang.

Sejak 30 Mei, Menara Pisa membatasi maksimum 15 pengunjung per slot. (Foto: Marco Ceschi/Unsplash)

11. Leaning Tower of Pisa
Jadwal Buka: 30 Mei
Setelah tiga bulan ditutup, Menara Pisa dibuka kembali. Turis sudah diizinkan mendaki 280 anak tangga di interiornya, tapi jumlah pengunjung dibatasi maksimum 15 orang per slot. Sebelum pandemi, Menara Pisa dan kawasan sekitarnya menjala rata-rata lima juta turis per tahunnya.

12. Nymphenburg Palace, Munich
Jadwal Buka: 30 Mei
Istana Barok kebanggaan Bavaria ini dibuka kembali pada 30 Mei, bersamaan dengan bangunan tetangga Marstallmuseum yang menyimpan beragam kereta kuda ningrat. Untuk sementara, area kapel belum bisa dimasuki, panduan audio personal tidak tersedia, dan ruang loker masih verboten. 

Kiri-Kanan: Dari total 54 museum di Vatikan, 51 di antaranya sudah dibuka kembali sejak 1 Juni. (Foto: Cristina Gottardi/Unsplash); Museum rubanah Amos Rex dibuka kembali dengan menampilkan pameran Generation 2020. (Foto: Tuomas Uusheimo/Amos Rex)

13. Vatican Museums
Jadwal Buka: 1 Juni
Vatikan, negara terkecil di dunia, mengoleksi 54 museum. Mulai 1 Juni, turis sudah bisa menyaksikan koleksi mereka, termasuk mengagumi lukisan agung Michelangelo di plafon Sistine Chapel, asalkan memesan tiket secara daring. Tiga tempat yang belum dibuka di Vatikan ialah Gregoriano Profano Museum, Pius-Christian Museum, serta Excavations of St. John Lateran.

14. Amos Rex, Helsinki
Jadwal Buka: 1 Juni
Rampung memodifikasi penataan pameran demi menunjang physical distancing, Amos Rex membuka pintunya kembali pada 1 Juni. Hingga 23 August 2020, museum seni rupa ini menampilkan pameran bertajuk Generation 2020 yang berisi karya-karya dari 80 artis muda. Amos Rex, museum rubanah yang diresmikan pada 2018, didesain oleh firma JKMM Architects.

Lukisan The Night Watch masih direstorasi, tapi beragam karya lainnya sudah bisa dilihat sejak 1 Juni di Rijksmuseum. (Foto: Donang Wahyu)

15. Rijksmuseum, Amsterdam
Jadwal Buka: 1 Juni
Lukisan bersejarah The Night Watch masih direstorasi, tapi beragam karya lainnya sudah bisa dilihat sejak 1 Juni, termasuk koleksi baru yang dipajang demi merayakan pembukaan kembali museum. Tamu rombongan belum bisa diterima, sementara tamu individual mesti memesan jadwal kunjungan secara daring. Museum tetangga, Van Gogh Museum, juga sudah dibuka sejak 1 Juni.

16. Grand Bazaar, Istanbul
Jadwal Buka: 1 Juni
Turki mulai mengendurkan PSBB. Setelah dua bulan ditutup, kafe dan restoran kembali menerima tamu, sementara 4.000-an toko di Grand Bazaar diizinkan mulai berdagang. Pasar warisan abad ke-15 ini dibuka kembali pada 1 Juni lewat seremoni yang dihadiri oleh para pejabat dan politisi.     

Sejak 1 Juni, museum berbentuk bahtera Guggenheim Bilbao dibuka kembali. (Foto: Jorge Fernández Salas/Unsplash)

17. Guggenheim Bilbao Museum
Jadwal Buka: 1 Juni
Sejak 1 Juni, museum berbentuk bahtera evokatif ini telah membuka kembali pintunya. Aturannya antara lain: wajib memakai masker, jarak anta-orang minimum dua meter, dan panduan audio tidak tersedia. Bangunan Guggenheim Museum Bilbao dirancang oleh arsitek selebriti Frank Gehry.

18. National Museum of Australia, Canberra
Jadwal Buka: 2 Juni
National Museum of Australia mengoleksi lebih dari 210.000 benda yang mengisahkan warisan budaya dan sejarah Negeri Kanguru. Pada 2 Juni, seiring mengendurnya PSBB, tempat ini dibuka kembali. Alur tamu diatur memakai sistem slot, sementara jarak antar-orang minimum 1,5 meter. Tiket dijual daring, walau turis juga bisa membelinya di loket, asalkan kuota harian belum tercapai.   

Chillon Castle di tepi Lake Geneva menyambut pengunjung mulai 8 Juni. (Foto: Andrea Caramello/Unsplash)

19. Chillon Castle, Vaud
Jadwal Buka: 8 Juni
Kastel di tepi Lake Geneva ini pernah disinggung dalam beragam karya pujangga agung masa lalu, contohnya Jean-Jacques Rousseau, Alexandre Dumas, Lord Byron, hingga Mary Shelley sang pencipta karakter Frankenstein. Mulai 8 Juni, turis sudah boleh menggali inspirasi puisi di sini. Chillon Castle berjarak sekitar tiga kilometer dari Montreux, kota yang mengilhami lagu Smoke on the Water.

20. Universal Studios Japan, Osaka
Jadwal Buka: 8 Juni
Seiring keputusan pemerintah Jepang melonggarkan PSBB, Universal Studios Japan menggelar soft opening pada 8 Juni, setelah ditutup sejak 29 Februari. Rencananya, taman rekreasi gigantik ini akan beroperasi penuh mulai 19 Juni. Demi menjaga keamanan, petugas akan mengaplikasikan Osaka Coronavirus Tracking System.

Kiri-Kanan: Taman Nasional Komodo kemungkinan dibuka kembali pada 15 Juni. (Foto: Putu Sayoga); Nyaris bangkrut, Ocean Park Hong Kong siap menyambung hidup di Juni. (Foto: Yi Liu/Unsplash)

21. Taman Nasional Komodo
Jadwal Buka: 15 Juni (tentatif)
Walau masih tentatif, Taman Nasional Komodo berencana kembali menyambut penjelajah dan penyelam mulai 15 Juni. Pemprov NTT kini sedang merumuskan pedoman baru untuk turis dan pelaku industri pariwisata setempat. Protokol ini akan mencakup aturan masker, batasan tamu di perahu, juga aturan physical distancing, kecuali untuk para komodo.

22. Ocean Park, Hong Kong
Jadwal Buka: Juni (tanggal belum dilansir)
Setelah nyaris bangkrut pada awal tahun, taman rekreasi andalan Hong Kong ini dihantam pandemi. Tapi bulan ini, setelah ditutup tiga bulan, Ocean Park siap kembali menyambung hidupnya. Merujuk siaran persnya, pengelola sedang mempersiapkan protokol kebersihan baru untuk menjamin keamanan tamu, staf, juga satwa. 

Kiri-Kanan: Senyum Mona Lisa di Louvre bisa difoto kembali mulai 6 Juli. (Foto: Zach Dyson/Unsplash); Untuk sementara, tiket Machu Picchu digratiskan bagi ASN, anak kecil, dan pensiunan. (Foto: Amanda Kerr/Pexels)

23. Machu Picchu, Cusco
Jadwal Buka: 1 Juli
Tahun lalu, lebih dari 1,5 juta orang menziarahi petilasan warisan abad ke-15 ini. Demi memulihkan sektor pariwisata setempat, pemerintah mengizinkan turis lokal kembali mengunjungi Machu Picchu, juga 54 situs arkeologi lain di Peru. Dari Juli hingga Desember, tiket akan digratiskan khusus ASN, anak kecil, dan pensiunan. 

24. Louvre Museum, Paris
Jadwal Buka: 6 Juli
Area Carrousel Garden dan Tuileries Garden di sekitar museum sudah dibuka, tapi area pamer masih ditutup hingga 5 Juli. Bagi pencinta seni yang ingin melihat senyum misterius Mona Lisa karya Leonardo da Vinci, Louvre Museum akan membuka reservasi tiket pada 15 Juni.

Usai simulasi protokol baru di Juni, Borobudur siap menyambut turis di era new normal. (Foto: Muhammad Fadli)

25. Borobudur, Magelang
Jadwal Buka: Juli (tentatif)
Menurut keterangan dari call center PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, simulasi protokol baru new normal akan digelar di Juni, sebelum kemudian ketiga candi bersejarah di bawah naungannya dibuka untuk turis.

The post Jadwal Buka 25 Objek Wisata appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Jerman Terapkan New Normal. Seperti Apa Bentuknya? https://destinasian.co.id/jerman-terapkan-new-normal-seperti-apa-bentuknya/ Wed, 03 Jun 2020 01:34:22 +0000 https://destinasian.co.id/?p=55956 Dari bar hingga stadion, roda bisnis mulai berputar di Jerman. Tak semua orang setuju.

The post Jerman Terapkan New Normal. Seperti Apa Bentuknya? appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Klub sepak bola Bundesliga sudah merumput sejak 16 Mei. Tak lama berselang, kafe dan restoran kembali melayani makan di tempat. Awal Juni, bar sudah boleh menuang bir ke tamu. Selanjutnya, kelab malam akan diizinkan beroperasi mulai Juli atau Agustus.

“Setelah restoran boleh beroperasi, sebuah warung di dekat danau langsung didatangi banyak orang. Antreannya panjang sekali,” jelas Gita Saraswati, desainer interior asal Jakarta yang sedang berada di Jerman, melalui wawancara via telepon. “Tamu tetap mesti jaga jarak, dan saat warung sudah memenuhi kuota tamu, tidak boleh masuk.”

Gita mendarat di Jerman Februari silam dan belum bisa mudik hingga awal Juni akibat aturan lockdown. Dia menetap di Erlensee, sekitar 25 kilometer dari Frankfurt. Dari pengamatannya, new normal memang sudah dimulai di Jerman, tapi pengawasan tetap berlaku.

Minggu lalu misalnya, saat akan makan di restoran bersama teman-teman, Gita mesti mengisi data diri dan memastikan rombongannya beralamat maksimum di dua rumah. Akhir Mei, remaja di desa tetangganya didenda aparat akibat menyalahi batas maksimum kerumunan saat menanggap pesta. “Ada banyak aturan di sini, tapi sangat detail dan mudah dipahami,” tambahnya.

Kiri-Kanan: Jalan sepi dengan latar St. Paul’s Church, Munich, saat PSBB masih berlaku. (Foto: Yaro Felix Verfurth/Unsplash); Lewat aplikasi Robert Koch Institute, agensi pengawas wabah, warga bisa mengecek potensi infeksi Covid-19. (Foto: Mika Baumeister/Unsplash)

Jerman adalah salah satu negara Eropa pertama yang memasuki new normal—sebuah terminologi multi-tafsir yang umumnya didefinisikan sebagai periode ketika pembatasan aktivitas dicabut bertahap, sementara rasio penularan virus Covid-19 berada di ambang aman. 

Usai membuka pintu ekonomi di dalam negeri, Jerman berencana membuka gerbang ke luar negeri. Pada 15 Juni, negara ini akan mengizinkan lalu lintas manusia di perbatasan lewat skema travel corridor, terutama dengan negara yang punya kemiripan profil risiko dalam status epidemi.

Baca Juga: 12 Restoran Top Dunia Dibuka Kembali

Keputusan memasuki babak new normal dilatari keyakinan pemerintah dalam kesuksesan penanganan Covid-19. Per 10 Mei, saat normalisasi mulai digulirkan, Jerman mencatatkan 7.549 kematian akibat virus. Angkanya jauh lebih rendah dari Prancis dan Spanyol yang menembus 26.000 kematian, apalagi dari Italia dan Inggris yang melewati 30.000.

Di Jerman, kurva infeksi memang mulai melandai dan tingkat penularan virus menyusut. Proporsi jumlah pasien dalam kondisi kritis jauh di bawah negara-negara lain. Per 2 Juni, Kanada, yang jumlah kasusnya separuh dari Jerman, mencatatkan jumlah penderita kritis hampir empat kali lebih banyak. Apa rahasia Jerman?

St. Bartholomew’s Church di Bavaria, negara bagian yang mengizinkan misa dengan kapasitas terbatas 50 orang mulai 15 Juni. (Foto: Thomas Peham/Unsplash)

Dalam kolom yang ditulis untuk World Economy Forum, Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn menyebut tiga alasannya. Pertama, sistem layanan kesehatan yang prima dan mudah diakses. Kedua, waktu persiapan yang memadai untuk menghadapi virus. Alasan terakhir, Jerman punya banyak laboratorium untuk mengembangkan tes massal. Kapasitasnya, klaim Pak Menkes, mencapai satu juta diagnosis per hari—sangat mumpuni untuk negeri berpopulasi 83 juta jiwa.

Jens Spahn kemudian menyebut satu alasan lain yang melatari kesuksesan Jerman. “Kami berhasil memperlambat penyebaran virus karena mayoritas warga sudi bekerja sama,” tulisnya. Sikap kooperatif ini, tambahnya, ditunjang oleh transparansi pemerintah dalam memberikan informasi, termasuk mengakui hal-hal yang belum diketahui soal virus. “Ini satu-satunya cara membangun kepercayaan publik dalam melawan virus mematikan.”

Tapi kepercayaan publik mungkin bukan satu-satunya alasan warga patuh aturan. Juli Längerer, wanita yang lahir dan menetap di Stuttgart, menilai secara umum warga Jerman tidak suka dengan pembatasan sosial, termasuk soal aturan pemakaian masker. Akan tetapi, untuk kasus Covid-19, mereka lebih pasrah lantaran resah melihat tragedi di Italia. “Kepatuhan warga lebih didorong rasa takut,” ujarnya via telepon.

Juli bekerja sebagai konsultan bisnis. Dia mengaku menyambut baik keputusan pencabutan PSBB. Banyak perusahaan terpukul; beberapa bangkrut. Akibat panti penitipan anak ditutup, banyak ibu sulit kembali bekerja. “Saya rasa sudah waktunya bisnis dibuka, walau saya menangkap ada bias dalam penentuan mana yang boleh dibuka lebih dulu,” tambahnya. “Restoran boleh buka lebih awal, tapi pusat kebugaran tidak. Contoh lain: Orang dilarang kamping di tenda, tapi boleh tidur di dalam mobil di hutan.”  

Elbphilharmonie di Hamburg sudah membuka area plaza sejak 25 Mei, tapi konser baru digelar di September. (Foto: Jonas Tebbe/Unsplash)

Selama new normal, pemerintah menerapkan sejumlah restriksi. Mengikuti prinsip social distancing yang diperpanjang hingga 29 Juni, Bundesliga boleh digelar, asalkan tanpa penonton, dan pemain cadangan duduk terpisah bangku kosong. Toko berukuran di bawah 800 meter persegi boleh beroperasi, sementara sekolah dibuka sebagian, misalnya untuk keperluan ujian siswa.

Khusus kegiatan komunal, pemerintah membatasi kerumunan maksimum 10 orang. Silaturahmi di antara dua keluarga beda rumah sudah diizinkan, juga dengan batasan 10 orang. Di sisi lain, perbankan nasional Jerman menggandakan plafon nilai transaksi kartu tanpa PIN dari 25 ke 50 euro, demi mendukung “sistem pembayaran yang higienis.” 

Baca Juga: Panduan Terbang di Masa Pandemi

Aturan new normal pemerintah pusat itu bersifat umum. Tiap negara bagian luwes menerjemahkannya sesuai karakter setempat. Jerman adalah negara federal berisi 16 negara bagian, dan masing-masingnya punya otoritas penanganan wabah, termasuk dalam hal penegakan hukum terkait pandemi. “Aparat Bundesländer bertanggung jawab dalam menentukan hukuman untuk tiap pelanggaran,” tambah Dr. Annette Biener, Director Marketing & Sales South East Asia, German National Tourist Office. 

Kiri-Kanan: Stadion Allianz Arena di Munich kembali dipakai untuk laga Bundesliga. (Foto: Saurav Rastogi/Unsplash); BMW Museum di Munich dibuka kembali sejak 15 Mei. (Foto: Anastasia Dulgier/Unsplash)

Akibat otonomi daerah itulah, ada perbedaan aturan di antara negara bagian. Di Berlin misalnya, jarak minimum antar-orang ialah 1,5 meter di ruang tertutup dan lima meter di zona terbuka. Naik transportasi umum, bagian wajah harus ditutup, dengan masker atau syal. Restoran, hotel, dan salon sudah beroperasi sejak medio Mei. Untuk hajatan, plafonnya maksimum 200 orang sejak 2 Juni, lalu 500 orang mulai 16 Juni. 

Masih di Berlin, bar diizinkan menerima tamu sejak 2 Juni, dengan syarat tamu dilarang merapat ke meja bar. Layar tancap sudah boleh memutar film, sementara bioskop mulai 30 Juni. Menyambut new normal, biro pariwisata lokal menawarkan aneka diskon lewat kartu wisata WelcomeBackCard, sedangkan museum mengontrol populasi tamu harian lewat sistem tiket daring.

Bergeser ke negara bagian Bavaria, detail jadwal pembukaan dan regulasi sedikit berbeda. Bioskop bisa buka lebih dini, 15 Juni, begitu pula teater dan konser, dengan syarat maksimum penonton 50 orang untuk indoor. Pada 8 Juni, orang sudah boleh berenang di kolam umum, dan olahraga beregu (selain Bundesliga) yang melibatkan kontak fisik kembali diizinkan.

Gerbong lengang dengan tanda peringatan Covid-19 di Berlin pada 3 April. (Foto: Dmitry Dreyer/Unsplash)

Keputusan Jerman memasuki new normal itu membelah opini publik. Mei silam, protes pecah di sejumlah kota besar, termasuk Berlin, Munich, dan Stuttgart. Ribuan orang menuntut pemerintah segera mengizinkan pelaku usaha kembali beroperasi. Di antara mereka, ada kelompok ultra kanan, anti-vaksin, bahkan anti-masker.

Pada 31 Mei, giliran pendukung kelab malam menggelar protes di Berlin. Pada foto-foto yang heboh berseliweran di media sosial, lebih dari 1.000 orang menaiki perahu dan memenuhi Kanal Landwehr. Dikutip dari portal The Local, aksi itu bertujuan mendukung kelab malam yang belum bisa beroperasi di era new normal.  

Baca Juga: 5 Cara Hotel Tingkatkan Rasa Aman Tamu

Di kubu seberang, muncul kritik pedas terhadap pelonggaran PSBB. Dikutip dari portal DW, Chairman World Medical Association Prof. Frank Ulrich Montgomery menuding pemerintah Jerman meremehkan keselamatan publik dan bertindak hanya berdasarkan motif ekonomi. Kekhawatirannya beralasan. Awal Mei, beberapa hari setelah PSBB dikendurkan, jumlah kasus Covid-19 langsung bertambah. Robert Koch Institute, agensi pengawas wabah, melaporkan peningkatan reproduksi virus. Setelah selama tiga minggu berada di bawah angka 1, skalanya naik jadi 1.1, artinya 10 orang pengidap rata-rata menularkan virus kepada 11 orang lain.

Signal Iduna Park di Dortmund telah menggelar laga sepak bola sejak Mei walau tanpa penonton. (Foto: Marvin Ronsdorf/Unsplash)

Mengambil jalan tengah di antara pro dan kontra, pemerintah berprinsip aturan new normal bisa dievaluasi dan direm mendadak setiap saat, tergantung situasi lapangan. Ketika kasus bertambah, aturan diperketat. Kanselir Jerman Angela Merkel juga sempat membakukan parameternya: rezim PSBB akan dikembalikan di sebuah negara bagian jika jumlah kasus baru menembus 50 orang per 100.000 orang. 

Saat ini, selama skenario buruk tidak terwujud, Bundesliga akan terus mengobati kerinduan para penonton sepak bola, dan warga Jerman bisa bersiap menyambut musim liburan. “Satu yang pasti: liburan musim panas di Jerman akan dibatasi oleh aturan kebersihan yang lebih ketat,” pesan Dr. Annette Biener. Cristian Rahadiansyah

The post Jerman Terapkan New Normal. Seperti Apa Bentuknya? appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>