maladewa-lists Archives - DestinAsian Indonesia https://destinasian.co.id/tags/maladewa-lists/ Majalah travel premium berbahasa Indonesia pertama Sun, 03 Jan 2021 11:24:25 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.6.2 4 Resor Baru Maladewa https://destinasian.co.id/4-resor-baru-maladewa/ Thu, 05 Oct 2017 05:10:46 +0000 http://destinasian.co.id/?p=26948 Mengulas hunian impresif dengan empat tawaran berbeda.

The post 4 Resor Baru Maladewa appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Warna gradasi permukaan laut yang selalu memukau.

Oleh Gabrielle Lipton
Foto oleh Lauryn Ishak

Memang pas jika nama mayoritas pulau di Maladewa diakhiri “ee,” “oo,” atau “ah.” Akhiran itu beresonansi dengan ungkapan kagum dari mulut para turis  ketika berlibur di sini, baik saat mereka melihat warna gradasi permukaan laguna, ataupun saat laut berpendar oleh cahaya plankton.

Surga ini, tentu saja, bukannya tanpa masalah. Maladewa, sebuah negara di mana bukit tertinggi menjulang hanya 2,4 meter, sedang dikikis pemanasan global. Beberapa ilmuwan bahkan memprediksi, pada akhir abad ke-21, gugusan 1.190 pulau ini bakal tenggelam akibat kenaikan air laut. Kendati begitu, resor-resor masih saja bermunculan. Maladewa memang tanah yang rapuh di Samudra Hindia, tapi tak bisa dimungkiri ia salah satu tempat yang paling magnetik di muka bumi.

Dihadapkan pada perubahan iklim, para pemilik resor mencetuskan sejumlah inisiatif untuk mereduksi efek kerusakan. Empat resor yang saya kunjungi adalah contohnya. Mereka mengoleksi aset yang membuat kita mendesahkan suara “oo” dan “ah,” tapi di saat yang sama mereka juga berupaya memastikan keindahan Maladewa berumur panjang.

Kiri-kanan: Pondok spa berbentuk rumah panggung; gerbang kompleks the Spa di Milaidhoo.

Milaidhoo Island
Resor di Maladewa kerap terasa berjarak dari lingkungan sekitarnya—terkecuali Milaidhoo. Properti ini bertekad melebur sepenuhnya dalam identitas budaya lokal. Dulu, saat pulau mungil Milaidhoo hendak disulap menjadi resor, sang pemilik merujuk pada filosofi konstruksi yang sederhana: andai seorang sultan lokal bertamu ke pulaunya, dia harus bisa merasakan karakter aslinya.

Filosofi itu berhasil diwujudkan, setidaknya secara halus. Lihat saja vila-vilanya. Seluruh pintu 20 unit beach villa dicat aneka warna layaknya rumah-rumah khas Maladewa, sementara semua dinding 30 unit overwater villa dihiasi aneka kerajinan lokal. Hampir semua perabotan juga dipesan khusus, mulai dari sofa berukir hingga matras undhoalhi. Ambisi menonjolkan karakter Maladewa juga terlihat di restoran Ba’theli. Wujudnya seperti gabungan tiga kapal kayu dhoni yang tertambat di ujung dermaga. Dapur restoran dipimpin oleh Ahmed Sivath, koki yang pernah mengasuh sebuah program memasak di televisi lokal. Salah satu hidangan andalannya adalah mashuni, tuna salad pedas yang disajikan dengan kelapa, labu, dan sari kopra.

Kiri-kanan: Interior beach pool villa; aneka jus bagi tamu Milaidhoo.

Milaidhoo berlokasi di Baa Atoll, kawasan yang telah memiliki sejumlah resor keluarga. Karena itulah pemiliknya memilih membidik segmen dewasa. Atmosfernya hening. Seluruh vilanya hanya menampung satu kamar tidur. Usia tamu minimum sembilan tahun.

Ada banyak aktivitas di sini. Meluncur sejenak, kita bisa singgah di sebuah pulau pasir untuk melakoni sesi yoga. Jika datang antara Mei dan Desember, kita bisa berenang bersama manta di Teluk Hanifaru. Di luar periode itu, kita bisa menyelam di house reef resor dan menjajal serunya beradu cepat dengan hiu lemon. Pulau Milaidhoo, Baa Atoll; milaidhoo.com; mulai dari Rp25.000.000.

Kiri-kanan: akomodasi tipe garden villa yang dilengkapi kolam renang privat; Muhammed Faisal memeragakan anti-gravity yoga.

The St. Regis Maldives Vommuli Resort
Sebidang mural buatan Maya Burman, seniman yang berbasis di Prancis, melapisi langit- langit Whale Bar. Temanya mitos rekaan tentang penciptaan St. Regis Vommuli. Alkisah, seorang pria dan anaknya berenang menyeberangi lautan hingga akhirnya mendarat di sebuah pulau elok. Mereka kemudian mengerek sebuah bangunan yang menyerupai semua makhluk laut yang mereka saksikan sepanjang perjalanan.

St. Regis Vommuli dirakit selama empat tahun. Resor ini, sesuai mitos yang diusungnya, menampung struktur “organik” yang variatif. Ada perpustakaan berbentuk kerang, spa berwujud lobster, serta bar yang terinspirasi paus. Satu-satunya bangunan yang terasa tidak “hewani” hanyalah restoran Italia Alba yang menjulang di tepi kolam renang.

Terlepas dari desainnya yang memukau, resor di Maladewa kerap terasa bagaikan sangkar emas usai beberapa hari. Karena itulah St. Regis Vommuli menyiapkan serangkaian “kejutan.” Di atap Alba misalnya, sebuah teleskop tersedia untuk menonton rasi bintang. Di geladak Iridium Spa, tamu bisa berendam di kolam hidroterapi. Sensasi berbeda ditawarkan oleh Cargo, gerai pop-up yang bersarang di interior pulau. Di malam hari, Cargo hanya terlihat saat lampunya dinyalakan. Di sekitarnya pepohonan tampak liar.  Vegetasi hutan ini terawat karena Cargo dan bangunan lain di resor sebenarnya dicetak di luar pulau, baru kemudian dirangkai di lokasi. Tujuannya meminimalisasi dampak terhadap lingkungan.

Melihat riwayatnya, St. Regis sebenarnya baru meneken kontrak manajemen resor setelah konstruksi bergulir.  Kendati begitu, karakter merek ini berhasil diaplikasikan di banyak aspek. Perpustakaannya dijejali aneka coffee-table book terbitan Phaidon dan Rizzoli; gudang anggurnya menjajakan koleksi vintage tertua di Samudra Hindia; sementara para stafnya senantiasa siaga untuk menyiapkan sesi aerial yoga. Layanan yang juga berkesan tersaji saat tamu mudik. Usai mendarat di Male, kita akan diantarkan menaiki Bentley menuju bandara. Pulau Vommuli, Dhaalu Atoll; starwoodhotels.com; mulai dari Rp32.000.000.

The post 4 Resor Baru Maladewa appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
10 Hotel Paling Ramah Lingkungan di Dunia https://destinasian.co.id/10-hotel-paling-ramah-lingkungan-di-dunia/ Wed, 13 Aug 2014 06:36:17 +0000 http://destinasian.co.id/?p=10256 Hotel-hotel dengan program lingkungan mumpuni. Indonesia menempatkan satu wakilnya.

The post 10 Hotel Paling Ramah Lingkungan di Dunia appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Nuansa kamar yang cerah.

Oleh Alycia Simons

Semakin santernya isu global warming membuat para turis kini lebih selektif memilih akomodasi. Hotel-hotel ramah lingkungan mulai kebanjiran tamu.

Melihat fenomena tersebut, hampir seluruh hotel di jagat mau tak mau mengembangkan program-program yang berorientasi pada lingkungan, ekonomi, dan sosial yang bertujuan mempreservasi budaya serta mendukung ekonomi lokal. Faktor lain yang mendorong tumbuhnya konservasi lingkungan oleh hotel-hotel ini adalah adanya kesadaran mengenai dampak buruk pariwisata terhadap suatu destinasi.

Dengan bantuan dari penyedia akomodasi, sekarang sangat mudah bagi para turis untuk menjajal serta mengapresiasi alam dan budaya lokal tanpa memberikan efek merusak yang berlebihan. Berdasarkan pada faktor-faktor tersebut, kami bekerja sama dengan situs HotelsCombined.co.id menghadirkan sepuluh hotel “hijau” di dunia yang diklaim paling ramah lingkungan. Properti-properti tersebut dipilih dari 800.000 properti di dunia yang masuk dalam situs pembanding harga penginapan itu.

Hi Hotel di Nice, Prancis
Sebagai daya tarik, Hi Hotel Eco Spa & Beach menawarkan pantai privat serta kolam renang rooftop. Hotel butik ini menerima sertifikasi Green Globe berkat terobosannya untuk menggunakan kertas daur ulang, cat organik untuk melapisi dinding, produk-produk pembersih ramah lingkungan, serta menyajikan makanan organik bagi tamunya. Bersemayam di kota pesisir, hotel ini mengeliminasi konsep mewah yang konvensional dan menggantinya menjadi konsep contemporary living.

Desain kamar yang membuat tamu serasa seperti di rumah.

Hix Island House di Isla de Vieques, Puerto Rico
Dikenal sebagai oasis di Karibia, Hix Island menawarkan akomodasi elegan namun fokus terhadap kelestarian alam. Sebagai sumber energinya, resor ini menggunakan baterai yang diisi dengan tenaga matahari. Airnya menggunakan air hujan. Desain bangunannya mengoptimalkan sirkulasi udara alami. Pembuangan air non-limbah dibuat langsung ke alam. Konsep less is more diaplikasikan untuk desain bangunan yang didirikan bersinergi dengan struktur lahannya. Yang menggembirakan, resor ini anti badai, gempa bumi, dan kebakaran.

Atap Hix Island House dipenuhi panel-panel tenaga surya untuk menghidupi hotel ini.
Kiri-kanan: Interior kamar yang unik; unit vila di Garonga Safari Camp dengan pemandangan padang savana.

Garonga Safari Camp di Phalaborwa, Afrika
Perkemahan ini bersemayam di Afrika Selatan serta memayungi 12 tenda eksklusif. Penginapan unik ini menjadi primadona di kalangan penduduk lokal berkat usahanya untuk memberdayakan warga sekitarnya dengan memberikan mereka kesempatan berkarir di sana. Langkah lainnya adalah suplai bahan makanan yang dibeli dari para petani lokal. Salah satu program lingkungan mereka yang terkenal adalah kolaborasi antara resor dengan tamu untuk menanam pohon Spesbok di distrik Eastern Cape.

Interior dan ukuran kamar yang cukup luas.

Lefay Resort & SPA Lago di Garda di Gargnano, Italia
Bersemayam di Riviera dei Limoni, sejumlah bangunan resor bintang lima ini didirikan tanpa mengubah struktur asli tanahnya. Tujuannya untuk melestarikan lingkungan sekitar. Desainnya pun digarap cukup serius agar properti ini dapat menghemat energi dan meminimalisir sirkulasi hawa panas. Upaya hemat energi lainnya adalah penggunaan air hujan daur ulang untuk memasok kebutuhan air serta sistem pengolahan sampah yang sangat mumpuni. Hotel yang fokus pada konsep retret ini juga menggunakan material lokal untuk membuat seluruh interiornya.

Salah satu sudut ruangan kamar.

Thala Beach Lodge di Port Douglas, Australia
Resor bergaya art-deco ini dianugerahi akreditasi tertinggi di bidang ekowisata oleh Advanced Tourism. Berdiri di lahan privat yang terletak di antara Cairns dan Port Douglas, resor ini secara aktif terlibat dalam proses rehabilitasi lingkungan sekitarnya. Salah satu programnya adalah melibatkan para tetua komunitas Kuku Talanji untuk memandu tur budaya suku tersebut. Itinerary-nya  mulai dari memilih tanaman obat-obatan hingga mengenali tumbuhan liar yang bisa dikonsumsi manusia. Semuanya dilakukan di atas lahan seluas 58 hektare milik properti itu.

The post 10 Hotel Paling Ramah Lingkungan di Dunia appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>