kereta Archives - DestinAsian Indonesia https://destinasian.co.id/tags/kereta/ Majalah travel premium berbahasa Indonesia pertama Thu, 14 Oct 2021 07:53:58 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.6.2 Melintasi Daratan Jawa dengan Aman https://destinasian.co.id/melintasi-daratan-jawa-dengan-aman/ Wed, 13 Oct 2021 06:54:55 +0000 https://destinasian.co.id/?p=65944 Menjajal perjalanan kereta yang kaya kultur dan sejarah panjang bersama Amanjiwo.

The post Melintasi Daratan Jawa dengan Aman appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>

Teks dan foto oleh Karina Anandya

Bepergian menggunakan pesawat memang akan membuat turis tiba lebih cepat di destinasi tujuan, namun rasanya belum ada yang bisa menandingi sensasi berpelesir menaiki sepur. Alih-alih hanya memandang awan dan langit, pemandangan alam akan menjadi teman setia selama perjalanan. Jadi, bisa dibilang, detik Anda menjejakkan kaki di gerbong kereta, saat itulah petualangan resmi dimulai.

Keistimewaan sekaligus kemewahan ini dimanfaatkan oleh Amanjiwo dalam memperluas layanannya. Bekerja sama dengan operator kereta mewah PT Kereta Api Pariwisata, anak perusahaan operator kereta api milik negara PT Kereta Api Indonesia (KAI), resor luks yang terletak di Magelang tersebut meluncurkan paket perjalanan premium dan eksklusif menuju sentra sejarah dan budaya Jawa. Bertajuk Aman Train Journey to Amanjiwo, perjalanan dimulai dari Stasiun Gambir dan berakhir di Stasiun Tugu Yogyakarta.

Kiri-kanan: Area lobi yang dicetak megah, kokoh, dan magis; restoran yang melayani sarapan hingga makan malam.

Nyaris satu setengah tahun tanpa bepergian jauh—akibat pandemi dan taat peraturan pemerintah yang menyarankan untuk diam di rumah—tentu saja membuat saya tidak menolak undangan menaiki sepur mewah ini. Menggunakan gerbong khusus yang didesain sesuai gaya Aman, perjalanan sejauh 500 kilometer ini menawarkan layanan eksklusif dengan kenyamanan maksimal. Kereta akan melaju menuju Jogja selama tujuh jam, di mana penumpang akan ditemani pemandangan pematang sawah.

Kiri-kanan: Pintu masuk resor, dengan ‘jendela’ yang mengarah langsung ke Candi Borobudur; atap bangunan Amanjiwo yang dirancang menyerupai stupa Borobudur.

Agar perjalanan tak terasa bosan, tersedia sejumlah fasilitas mulai dari layanan sarapan dan makan siang, hingga afternoon tea di atas kereta sambil menyesap segelas koktail. Menariknya lagi, tamu juga ditemani resident anthropologist Amanjiwo, Patrick Vanhoebrouck, yang akan berbagi kisah sejarah dan budaya Jawa. Berbeda dengan belajar sejarah di sekolah, sesi bersama Patrick ini terasa tidak membosankan. Alih-alih tidur, banyak tamu yang justru melemparkan beragam pertanyaan yang dijawab Patrick dengan semangat.

Kolam renang di Amanjiwo.

“Satu gerbong berisi minimal tujuh orang dan maksimal 15 orang yang semuanya tamu yang menginap di Amanjiwo,” ujar Kurniadi, Front Office Manager yang menemani saya selama di perjalanan. “Layanan terbaru dari Amanjiwo ini tersedia sebulan sekali pada tanggal-tanggal tertentu,” lanjutnya.

Paket untuk dua orang ini sudah termasuk perjalanan kereta mewah dari Jakarta ke Yogyakarta termasuk sarapan, makan siang, teh sore, dan minuman beralkohol; dan dua malam menginap di Amanjiwo, inklusif sarapan setiap hari.

Kiri-kanan: bathub yang ada di setiap kamar; interior Garden Suite.

Tiba di Yogyakarta, tamu langsung diantar menuju Amanjiwo yang dapat ditempuh sekitar 60 menit perjalanan. Resor mewah yang dirancang Ed Tuttle ini menawarkan pemandangan Dataran Kedu dan Gunung Merapi. Direklamasi dari hutan pada abad 19, Amanjiwo memiliki 31 suite beratap jerami, di mana sebagian suite dilengkapi kolam renang dan taman pribadi. Hampir di setiap sudut hotel terdapat taman kecil yang dilengkapi dengan pepohonan rindang, menonjolkan kemasyhuran Amanjiwo sebagai resor relaksasi terbaik dengan privasi maksimal.

Tamu dapat mencoba beragam aktivitas yang sudah disediakan oleh resor, mulai dari kelas yoga, kelas membatik, hingga mengikuti kelas sejarah bersama Patrick Vanhoebrouck. Namun, jika tamu ingin beraktivitas di luar paket, seperti pergi ke Candi Borobudur, bisa menyampaikan ke pihak resor dengan sejumlah biaya tambahan.

Kiri-kanan: Lokasi favorit tamu untuk berfoto; area perpustakaan yang didesain lapang dan nyaman.

Selama dua malam, para tamu seolah dapat sepenuhnya membenamkan diri dalam kemegahan dan alam Jawa. Suasana yang hening dan minim hiruk pikuk membuat Amanjiwo sebagai salah satu opsi favorit tamu keluarga dan berpasangan yang membutuhkan quality time terbaik. Satu yang pasti, Wi-Fi di sini tidak terlalu kencang, mungkin karena resor ini didesain untuk liburan, bukan untuk bekerja. Di setiap kamar tidak ada televisi—karena siapa sih yang menonton saat liburan? Namun, Anda tetap bisa memintanya kepada staff hotel.

“Tamu yang datang ke Amanjiwo bisanya tamu berulang,” ujar Kurniadi saat menemani saya keliling resor megah ini. “Dan biasanya tamu dari Jakarta,” lanjutnya. “Selama pandemi ini, justru kamar di Amanjiwo selalu penuh. Karena jaraknya yang tidak terlalu jauh membuat tamu tetap aman saat bepergian,” gelaknya.

Opsi sarapan di pinggir kolam jika bosan sarapan di restoran utama.

Tahun ini, The Journey Through Java kembali tersedia untuk perjalanan pada tanggal:

16 – 18 Oktober 2021
Dua malam di Garden Suite: Rp26.390.000++ untuk dua orang
Dua malam di Borobudur Suite: Rp29.870.000++ untuk dua orang
Dua malam di Garden Pool Suite: Rp34.220.000++ untuk dua orang
Dua malam di Borobudur Pool Suite: Rp38.570.000++ untuk dua orang
Dua malam di Dalem Jiwo: Rp82.360.000++ untuk empat orang

20–22 November 2021:
Dua malam di Garden Suite: Rp25.172.000++ untuk dua orang
Dua malam di Borobudur Suite: Rp28.652.000++ untuk dua orang
Dua malam di Garden Pool Suite: Rp33.350.000++ untuk dua orang
Dua malam di Borobudur Pool Suite: Rp37.700.000++ untuk dua orang
Dua malam di Dalem Jiwo: Rp81.142.000++ untuk empat orang

25–27 Desember 2021:
Dua malam di Garden Suite: Rp29.870.000++ untuk dua orang
Dua malam di Borobudur Suite: Rp33.872.000++ untuk dua orang
Dua malam di Garden Pool Suite: Rp39.092.000++ untuk dua orang
Dua malam di Borobudur Pool Suite: Rp42.920.000++ untuk dua orang
Dua malam di Dalem Jiwo: Rp87.580.000++ untuk empat orang

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi Amanjiwo.

The post Melintasi Daratan Jawa dengan Aman appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
5 Kereta Wisata Klasik di Eropa https://destinasian.co.id/5-kereta-wisata-klasik-di-eropa/ Mon, 01 Feb 2021 02:45:26 +0000 https://destinasian.co.id/?p=62447 Road trip di Eropa memang menyenangkan, tapi kereta wisata menjanjikan romantisme.

The post 5 Kereta Wisata Klasik di Eropa appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
British Pullman, kereta yang melayani rute domestik di Inggris. (Foto: Belmond)

Eropa, tanah kelahiran kereta, masih melestarikan sejumlah kereta tua yang difungsikan sebagai kendaraan wisata. Mereka membawa turis dalam perjalanan nostalgia yang romantis. Interiornya didesain mewah dalam gaya klasik, sementara restorannya menyuguhkan aneka hidangan premium. Berikut lima contohnya di Eropa:

Kiri-kanan: Penumpang menaiki Venice Simplon-Orient Express; Kabin suite di Venice Simplon-Orient Express. (Foto: Belmond)

1. Venice Simplon-Orient Express
Orient Express, kereta mewah yang diluncurkan pada 1883, punya tempat khusus dalam sejarah wisata. Sepur ini menghubungkan kota-kota utama di Eropa, mengangkut tokoh-tokoh besar semacam Tolstoy dan Mata Hari, juga pernah tampil dalam sejumlah film, termasuk Murder on the Orient Express. Setelah pensiun, kereta ini dihidupkan kembali dengan nama Venice Simplon-Orient Express. Beberapa gerbong orisinal buatan 1920-an masih dipakai. Kemewahan art deco versi klasik dipertahankan. Untuk 2021, salah satu trayek yang ditawarkan ialah Venesia-Amsterdam dengan tiket mulai dari €2.920, sekitar Rp50 juta. 

2. Presidential Train
Kisahnya dimulai pada 1890 sebagai moda resmi Raja Portugal Dom Luis I. Setelah pensiun pada 1970 dan disimpan di National Railway Museum, kereta ini dihidupkan kembali sebagai kendaraan wisata. Presidential Train kini melayani rute domestik di Portugal. Paket perjalanan sehari dibanderol €750 (sekitar Rp12 juta) dengan rute Stasiun Sao Bento di Porto menuju Vesuvio. Untuk trip tiga hari, tujuan akhirnya ialah Douro Valley. 

Kereta wisata Royal Scotsman melintasi kawasan perbukitan Skotlandia. (Foto: Belmond)

3 Royal Scotsman
Skotlandia, negara seukuran Sumatera Utara, populer sebagai destinasi road trip. Tapi ada cara lain untuk mengarunginya: menaiki kereta luks Royal Scotsman, dengan tiket mulai dari $4.000, sekitar Rp56 juta. Sepur ini melayani rute ke lokasi-lokasi ikonis, termasuk Edinburg, Mount Stuart, Morar, dan Ballindalloch Castle. Beragam kegiatan ditawarkan di tiap titik transit itu, mulai dari hiking hingga golf. Magnet lain Royal Scotsman ialah dapurnya. Berniat menjadi restoran bintang lima di atas rel, kereta ini menyewa koki kondang Mark Tamburrini untuk meracik bahan-bahan masak dari utara Eropa. 

4 Gran Lujo
Kereta ini membelah Spanyol dari barat ke timur dengan durasi delapan hari dan tiket mulai dari €4.133, sekitar Rp70 juta. Bertolak dari Santiago de Compostela, Gran Lujo membawa 28 penumpang menuju San Sebastian, kota liburan keluarga Kerajaan Spanyol. Operatornya, Palace Trains, juga menawarkan beragam rute di Eropa Barat, contohnya Porto-Barcelona dan Seville-Lisbon. 

Kiri-kanan: Sesi makan di gerbong restoran British Pullman; Seorang prama British Pullman melayani tamu di Gerbong Vera. (Foto: Belmond)

5 British Pullman
Tiap gerbong memiliki nama berbeda dan didesain berbeda. Satu hal yang menyatukan mereka ialah karismanya. British Pullman membawa sensasi wisata kaum ningrat era 1920-an. Sepur mewah ini berbasis di Stasiun London Victoria dan melayani trip ke destinasi domestik di Inggris, termasuk Truro dan Penzance. Salah satu paket regulernya, The Golden Age of Travel, berlangsung selama sehari dengan tiket mulai dari £280, sekitar Rp5,3 juta. 

The post 5 Kereta Wisata Klasik di Eropa appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Sambut Tren Slow Travel, Kereta Wisata Bermunculan di Jepang https://destinasian.co.id/sambut-tren-slow-travel-kereta-wisata-bermunculan-di-jepang/ Mon, 18 Jan 2021 06:54:59 +0000 https://destinasian.co.id/?p=62195 Tiketnya luar biasa mahal, tapi penggemarnya berlimpah.

The post Sambut Tren Slow Travel, Kereta Wisata Bermunculan di Jepang appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Seven Stars in Kyushu, kereta wisata mewah yang diluncurkan pada 2013. (Foto: Seven Stars in Kyushu)

Di tengah gairah Jepang memproduksi kereta peluru Shinkansen, banyak orang merindukan slow travel. Dari kebutuhan nostalgia itulah kereta wisata bermunculan dalam satu dekade terakhir. Alih-alih mengutamakan kecepatan, sepur jenis ini menawarkan trip yang khidmat, di mana proses berpindah menjadi bagian integral dari aktivitas wisata. Penumpang bisa tidur dan makan di kereta, serta menyaksikan panorama dari gerbong transparan. Berikut tiga contoh kereta wisata yang beroperasi di Jepang: 

Interior Seven Stars in Kyushu, kereta yang menampung 14 kabin, restoran, dan bar. (Foto: Seven Stars in Kyushu)

Seven Stars in Kyushu
Dinamai “Seven Stars” karena kereta ini terdiri dari tujuh gerbong dan melayani rute ke tujuh prefektur di Pulau Kyushu. Tapi “Seven Stars” juga bisa melambangkan tarifnya yang setara hotel bintang tujuh. Paket wisata tersingkat berdurasi dua hari dibanderol mulai dari ¥300.000, sekitar Rp40 juta.

Seven Stars in Kyushu terpakir di stasiun. (Foto: Seven Stars in Kyushu)

Kereta yang beroperasi sejak 2013 ini menampung 14 kabin berlapis kayu, plus wagon berisi salon dan restoran yang meracik aneka hidangan lokal. Pihak operator sudah melansir jadwal baru untuk 2021. Di April misalnya, kereta akan melayani trip empat hari melintasi Fukuoka, Oita, Kumamoto, dan Miyazaki. cruisetrain-sevenstars.jp 

Gerbong observasi di Twilight Express Mizukaze, kereta yang diluncurkan pada 2017. (Foto: Twilight Express Mizukaze)

Twilight Express Mizukaze
Untuk menghadirkan kemewahan khas Jepang di gerbong-gerbongnya, pihak operator menyewa beragam konsultan, termasuk komponis musik Taro Hakase, perancang busana Tetsuo Fukuda, serta koki kondang Hajime Yoneda dan Kenichi Koyama.

Twilight Express Mizukaze melayani trayek ke lokasi populer seperti rute Kyoto, Osaka, dan Shinji. (Foto: Twilight Express Mizukaze)

Twilight Express Mizukaze, kereta yang diluncurkan pada 2017, terdiri dari 10 rangkaian gerbong. Selain kabin-kabin mewah, ada restoran dan ruang panorama di wagon depan dan belakang. Sepur berkapasitas 34 penumpang ini melayani trayek ke lokasi-lokasi populer seperti rute Kyoto, Osaka, dan Shinji, dengan tarif mulai dari Rp39 juta. twilightexpress-mizukaze.jp 

Wagon panorama di Shiki-Shima kreasi Ken Okuyama, desainer yang pernah disewa oleh Ferrari dan Porsche. (Foto: Shiki-Shima)

Shiki-Shima
Layaknya kereta wisata, Shiki-Shima dilengkapi kabin, restoran, serta gerbong transparan untuk melihat panorama. Namun, berbeda dari kereta wisata klasik, desainnya sarat sentuhan futuristik. Ken Okuyama, desainer yang pernah disewa oleh Ferrari dan Porsche, terlibat dalam proses perancangannya.

Shiki-Shima, kereta wisata yang diluncurkan pada 2017 oleh East Japan Railway Company. (Foto: Shiki-Shima)

Shiki-Shima (“artinya pulau empat musim”) diluncurkan pada 2017 oleh East Japan Railway Company, salah satu operator kereta terbesar di Jepang. Kereta ini berbasis di Tokyo dan melayani rute ke Tohoku dan Hokkaido, dengan tiket mulai dari ¥320.000, setara Rp45 juta. jreast.co.jp 

The post Sambut Tren Slow Travel, Kereta Wisata Bermunculan di Jepang appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
15 Kereta Wisata Termewah di Dunia https://destinasian.co.id/15-kereta-wisata-termewah-di-dunia/ Sun, 17 Jan 2021 07:11:12 +0000 https://destinasian.co.id/?p=62153 Rangkaian sepur bintang lima yang tawarkan trip nostalgia.

The post 15 Kereta Wisata Termewah di Dunia appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Kereta mewah Hiram Bingham menyusuri rel di dataran tinggi Peru. (Foto: Belmond)

Wujudnya laksana relik dari masa silam: lokomotif yang merayap malas, menarik gerbong-gerbong berisi kabin kayu, salon, serta restoran yang diterangi kandil. Di dalamnya, para penumpang tampil necis, dilayani oleh prama dan prami berbalut rompi.   

Dibandingkan pesawat dan mobil, kereta wisata memang kalah cepat, juga kalah luwes. Tapi semua itu tak membuatnya ditinggalkan. Pasalnya, moda ini memberi sensasi nostalgia dan kenyamanan yang tak tergantikan. Di zaman yang mengagungkan kecepatan, kereta wisata adalah antitesis yang romantis.

Juga menarik, “wisata” naik sepur bisa dilakoni selagi jalan, tak harus menanti stasiun tujuan. Penumpang bisa berpindah-pindah gerbong, menyaksikan panorama dari jendela, dan berbincang iseng dengan penumpang lain. Seperti kata penulis Paul Theroux, “A train journey is travel; everything else—planes especially—is transfer.” 

Kini, “hotel di atas rel” ini tersisa hanya di beberapa negara. Tarifnya luar biasa mahal dan calon penumpang mesti pesan tiket jauh hari, tapi penggemarnya berlimpah. Berikut 15 contohnya:

Dalam tujuh gerbongnya, Seven Stars in Kyushu menampung 14 kabin, restoran, bar, dan salon. (Foto: Seven Stars in Kyushu)

1. Seven Stars in Kyushu
Tarif: Rp40 juta, Nagasaki-Hakata
Dinamai “Seven Stars” karena kereta ini terdiri dari tujuh gerbong dan melayani rute ke tujuh prefektur di Pulau Kyushu. Kereta yang beroperasi sejak 2013 ini menampung 14 kabin, plus wagon salon dan restoran yang menghidangkan kuliner lokal. Pihak operator sudah melansir jadwal baru untuk 2021. Di April misalnya, Seven Stars in Kyushu akan melayani trip empat hari melintasi Fukuoka, Oita, Kumamoto, dan Miyazaki. Paket wisata tersingkat, dua hari, dibanderol mulai dari ¥300.000. 

Kiri-kanan: Kereta bersejarah Venice Simplon-Orient Express; Kabin kelas suite di Venice Simplon-Orient Express. (Foto: Belmond)

2. Venice Simplon-Orient Express
Tarif: Rp50 juta, Venesia-Amsterdam
Orient Express, kereta mewah yang diluncurkan pada 1883, punya tempat khusus dalam sejarah wisata. Sepur ini menghubungkan kota-kota utama di Eropa, mengangkut tokoh-tokoh besar semacam Tolstoy dan Mata Hari, juga pernah tampil dalam sejumlah film, termasuk Murder on the Orient Express. Setelah pensiun, kereta ini dihidupkan kembali dengan nama Venice Simplon-Orient Express. Beberapa gerbong orisinal buatan 1920-an masih dipakai. Kemewahan art deco versi klasik dipertahankan. Untuk 2021, salah satu trayek yang ditawarkan ialah Venesia-Amsterdam dengan tiket mulai dari €2.920. 

3. Presidential Train
Tarif: Rp12 juta, Porto-Vesuvio
Kisahnya dimulai pada 1890 sebagai moda resmi Raja Portugal Dom Luis I. Setelah pensiun pada 1970 dan disimpan di National Railway Museum, kereta ini dihidupkan kembali sebagai kendaraan wisata. Presidential Train kini melayani rute domestik di Portugal. Paket perjalanan sehari dibanderol €750 dengan rute Stasiun Sao Bento di Porto menuju Vesuvio. Untuk trip tiga hari, tujuan akhirnya ialah Douro Valley. 

Shongololo Express membelah kawasan perkebunan di Cape Town. (Foto: Rovos Rail)

4. Shongololo Express
Tarif: Pretoria-Walvis Bay, Rp75 juta
Di Afrika, safari tak hanya bisa dilakukan menaiki jip, tapi juga kereta. Shongololo Express, sepur yang dioperasikan oleh Rovos Rail, menawarkan paket ekspedisi berdurasi 12-15 hari mengarungi negara-negara di belahan selatan Benua Hitam, termasuk Namibia, Zimbabwe, dan Mozambik. Salah satu paket andalannya, Namibia Safari, membawa 72 penumpang dari Pretoria ke Walvis Bay selama 10 hari. 

Indian Pacific melintasi kawasan outback dalam ekspedisi 4.352 kilometer dari Sydney ke Perth. (Foto: Journey Beyond Rail)

5. Indian Pacific
Tarif: Rp20 juta, Sydney-Perth
Jika diukur sebagai pulau, maka Australia adalah pulau terbesar di dunia—dan Indian Pacific mengajak turis membelahnya secara horizontal. Kereta berisi 30 wagon ini melayani trayek Sydney-Perth sejauh 4.352 kilometer, setara jarak Banda Aceh-Ende. Selama empat hari, penumpang dibawa mengunjungi kawasan pesisir dan pedalaman Australia, termasuk Rawlinna, Cook, Adelaide, serta Blue Mountains. Indian Pacific dioperasikan oleh perusahaan Journey Beyond Rail, yang juga menawarkan petualangan membelah Australia secara vertikal, dari Darwin ke Adelaide. 

6. Maharajas’ Express
Tarif: Rp166 juta, Mumbai-Delhi
Sesuai namanya, Maharajas’ Express menawarkan pengalaman berwisata ala Maharaja. Interiornya menaungi empat tipe kabin, ditambah bar dan restoran. Salah satu paket andalannya, Heritage of India, dibanderol $11.739 dengan pemberhentian meliputi Udaipur, Jaipur, dan Agra. 

Kereta Blue Train dengan latar Table Mountain, Afrika Selatan. (Foto: Blue Train)

7. Blue Train
Tarif: Rp26 juta, Pretoria-Cape Town-Pretoria
Sejarahnya dimulai pada 1923 sebagai penghubung antara Johannesburg dan Cape Town. Kendati begitu, nama Blue Train baru dipakai pada 1997, merujuk pada gerbong birunya yang dioperasikan pada 1937. Kereta mewah ini sekarang melayani dua trayek. Untuk 2021, rute Pretoria-Cape Town-Pretoria dibanderol ZAR 28.915, sementara Pretoria-Kruger National Park-Pretoria seharga ZAR 42.145.  

Wagon panorama di Shiki-Shima kreasi Ken Okuyama, desainer yang pernah disewa oleh Ferrari dan Porsche. (Foto: Shiki-Shima)

8. Shiki-Shima
Tarif: Rp45 juta, Ueno-Obasute-Ueno
Di tengah gairah Jepang memproduksi kereta peluru, banyak orang merindukan slow travel. Merespons permintaan itu, East Japan Railway Company meluncurkan Shiki-Shima (“pulau empat musim”) pada 2017. Kereta yang berbasis di Tokyo ini melayani rute ke Tohoku dan Hokkaido, dengan tiket mulai dari ¥320.000. Layaknya kereta wisata, Shiki-Shima menyediakan kabin, restoran, dan gerbong transparan untuk melihat panorama. Namun, berbeda dari kereta wisata lawas, desainnya sarat sentuhan futuristik buah kreasi Ken Okuyama, desainer yang pernah disewa oleh Ferrari dan Porsche. Kemewahan wagon ini sekilas mengingatkan kita pada Wilford’s Dreamliner dalam film Snowpiercer

9. Gran Lujo
Tarif: Rp70 juta, Santiago de Compostela-San Sebastian
Kereta ini membelah Spanyol dari barat ke timur dengan durasi delapan hari dan tiket mulai dari €4.133. Bertolak dari Santiago de Compostela, Gran Lujo membawa 28 penumpang menuju San Sebastian, kota liburan keluarga Kerajaan Spanyol. Operatornya, Palace Trains, juga menawarkan beragam rute di Eropa Barat, contohnya Porto-Barcelona dan Seville-Lisbon. 

Kiri-kanan: Hidangan kreasi koki Mark Tamburrini di Royal Scotsman; Kereta Royal Scotsman melintasi kawasan perbukitan Skotlandia. (Foto: Belmond)

10. Royal Scotsman
Tarif: Rp56 juta, Edinburgh-Waverley-Edinburgh
Skotlandia, negara seukuran Sumatera Utara, populer sebagai destinasi road trip. Tapi ada cara lain untuk mengarunginya: menaiki kereta luks Royal Scotsman, dengan tiket mulai dari $4.000. Sepur ini melayani rute ke lokasi-lokasi ikonis, termasuk Edinburg, Mount Stuart, Morar, dan Ballindalloch Castle. Beragam kegiatan ditawarkan di tiap titik transit itu, mulai dari hiking hingga golf. Magnet lain Royal Scotsman ialah dapurnya. Berniat menjadi restoran bintang lima di atas rel, kereta ini menyewa koki kondang Mark Tamburrini untuk meracik bahan-bahan masak dari utara Eropa. 

11. Shangri-La Express
Tarif: Rp385 juta, Beijing-Moskwa
Kereta ini menawarkan rute impian kaum petualang: Jalur Sutra. Bertolak dari Beijing, Shangri-La Express meluncur selama 21 hari, mengarungi rel sepanjang 6.000 kilometer, transit di kota-kota legendaris dalam peta perdagangan masa silam, termasuk Xian, Almaty, Samarkand, Bukhara, serta Ashgabat. Untuk 2021, tiket rute impian ini dibanderol $27.395. 

Kiri-kanan: Gerbong restoran di Eastern & Oriental Express; Penumpang Eastern & Oriental Express menikmati pemandangan. (Foto: Belmond)

12. Eastern & Oriental Express  
Tarif: Rp44 juta, Singapura-Bangkok
Kereta ini menawarkan ekspedisi ke trio destinasi populer Asia Tenggara: Singapura, Malaysia, dan Thailand. Dalam perjalanan empat hari bertarif $3.121 ini, penumpang dibawa melawat desa-desa petani, menziarahi kuil-kuil tua, melintasi jembatan bersejarah, serta mencicipi kuliner lokal di lokasi transit, termasuk di Melaka dan Penang. Eastern & Oriental Express, sepur yang diluncurkan pada 1993, dirangkai dari beberapa gerbong tua buatan Jepang. Estetika lawasnya masih dirawat, tapi dengan sentuhan baru. Interiornya kini dipercantik sutra Jim Thompson, sulaman Malaysia, serta ornamen harimau buatan Jacky Tsai—seniman yang pernah mendesain floral skull Alexander McQueen. 

13. Deccan Odyssey
Tarif: Rp103 juta, Delhi-Mumbai
Kereta ini hanya menampung dua tipe kabin: Deluxe dan Presidential Suite. Gerbong-gerbong lainnya diisi pusat kebugaran, salon, sauna, spa, serta restoran. Deccan Odyssey melayani trayek domestik di India. Untuk 2021, salah satu paket yang ditawarkannya ialah Indian Odyssey dengan durasi delapan hari dan tarif mulai dari $7.320. Bertolak dari Delhi, sepur ini akan melewati Agra, Jaipur, Udaipur, Aurangabad, hingga akhirnya berlabuh di Mumbai.  

Twilight Express Mizukaze, kereta berkapasitas 34 penumpang yang diluncurkan pada 2017. (Foto: Twilight Express Mizukaze)

14. Twilight Express Mizukaze
Tarif: Rp39 juta, Osaka-Shimonoseki
Untuk menghadirkan kemewahan khas Jepang di gerbong-gerbongnya, pihak operator menyewa beragam konsultan, termasuk komponis musik Taro Hakase, perancang busana Tetsuo Fukuda, serta koki kondang Hajime Yoneda dan Kenichi Koyama. Twilight Express Mizukaze, kereta berkapasitas 34 penumpang yang diluncurkan pada 2017, melayani perjalanan ke lokasi-lokasi populer seperti rute Kyoto, Osaka, dan Shimonoseki. 

Kiri-kanan: Gerbong berisi bar di Hiram Bingham; Rel yang menghubungkan Cusco dan Aguas Calientes di Peru. (Foto: Belmond)

15. Hiram Bingham
Tarif: Rp11 juta, Cusco-Aguas Calientes
Hiram Bingham III, petualang asal Amerika, adalah orang pertama yang mengisahkan penemuan Machu Picchu kepada dunia pada 1911. Sejak 1999, namanya diabadikan jadi nama kereta yang melayani ekspedisi mewah dari Cusco, bekas ibu kota Kekaisaran Inca, menuju Aguas Calientes, gerbang Machu Picchu. Dalam trip Hiram Bingham sejauh 90 kilometer ini, tamu bisa menikmati aneka kuliner lokal dan hiburan cajón, berbelanja di pasar lokal, serta menemui warga dataran tinggi. 

The post 15 Kereta Wisata Termewah di Dunia appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
60 Panduan Bisnis Wisata Saat Pandemi https://destinasian.co.id/60-protokol-bisnis-wisata-saat-pandemi/ Sun, 07 Jun 2020 06:20:43 +0000 https://destinasian.co.id/?p=56056 Panduan buka bisnis dan protokol kebersihan untuk beragam jenis usaha.

The post 60 Panduan Bisnis Wisata Saat Pandemi appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Babak pertaruhan besar dimulai. Mulai Juni, walau vaksin Covid-19 belum ditemukan, kian banyak negara mengendurkan PSBB. Dari Eropa hingga Australia, aktivitas sosial dan bisnis diizinkan beroperasi terbatas dan bertahap. Setidaknya 25 tempat wisata telah dibuka kembali atau setidaknya menetapkan jadwal buka.

Di balik tren itu, satu isu yang krusial ialah standar keamanan. Protokol kebersihan dan keselamatan sebenarnya telah banyak beredar di internet. Namun tiap unit bisnis mesti mengadaptasinya, atau memodifikasinya, agar sesuai dengan karakter masing-masing. Proses ini tidaklah mudah, karena pemilik usaha juga harus gesit merespons perubahan situasi.

Guna memudahkan para pelaku pariwisata, berikut kompilasi 60 protokol menghadapi pandemi, yang dibagi berdasarkan sumber penerbit dan segmen industrinya. Cukup klik di bagian warna biru untuk membaca detailnya.

Pengendara sepeda memakai masker saat melewati Grand Theatre Bordeaux. (Foto: Clément Falize/Unsplash)

ORGANISASI PARIWISATA
– International Association of Amusement Parks & Attractions: Reopening Guidance
– World Tourism Organization: Global Guidelines to Restart Tourism
– World Travel & Tourism Council: Global Protocols & Stamp for the New Normal

BIRO PARIWISATA NEGARA
– Hong Kong: Travel Advisories for Hong Kong
– Italia: Information & Updates for Tourists
– Jerman: Measures, Ordinance & Explanations
– Portugal: Measures Implemented in Portugal
– Singapura: Advisory for Visitors & Tourism Businesses
– Slovenia: Healthy & Safe Vacation
– Spanyol: Practical Information for Tourists
– Swiss: Clean & Safe
– Vietnam: New Tourism Policies  

BIRO PARIWISATA PROVINSI/KOTA
– Auckland: Covid-19 Updates
– Barcelona: Lockdown Exit Strategy
– Berlin: Berlin Re-opens!
– Bratislava: Safety Measures
– Helsinki: Information for Visitors
– Lisbon: Stay Safe
– Victoria: Restriction Levels

Seorang penumpang menanti pesawat di masa pandemi di Bandara Incheon, Seoul. (Foto: Lei Jiang/Unsplash)

PESIAR
Cruise Lines International Association: Health & Safety

KERETA
International Union of Railways: Management of Covid-19

PENERBANGAN
– Airport Council International: Business Restart & Recovery
– International Air Transport Association: A Roadmap for Restarting Aviation
– International Civil Aviation Organization: The CART Take-off Guidance

BIRO PERJALANAN
– Adventure Travel Trade Association: Health & Safety Recommendations
– European Tourism Association: Insight, Action & Resources

Accor meluncurkan program ALLSAFE untuk meningkatkan rasa percaya tamu. (Foto: Maskot Bildbyra AB/Accor)

PENGINAPAN
– Accor: ALLSAFE
– Airbnb: Cleaning Protocol
– Anantara: Stay with Peace of Mind
– Banyan Tree: SafeSanctuary Program
– Belmond: Belmond Protects
– Four Seasons: Lead with Care
– Hilton: Clean Stay
– Hyatt: Global Care & Cleanliness Commitment
– InterContinental Hotels Group: Clean Promise
– Jumeirah: Stay Safe
– Marriott International: Commitment to Clean
– Meliá Hotels International: Stay Safe

RESTORAN
– Black Sheep Restaurants: Covid-19 Playbook
– Food & Society Program: Serving Food & Protecting People  
– James Beard Foundation: A Guide to Best Practices for Re-Opening
– World’s 50 Best: How to Reopen More Sustainably

WELLNESS
– American Massage Therapy Association: Resources for Massage Therapists
– Asia Pacific Spa & Wellness Coalition: Hygiene Standards for the Spa & Wellness Industry
– International SPA Association: Spa Reopening Toolkit
– International Salon Spa Business Network: Salon Reopening White Paper

Pelang pengumuman terkait pandemi di Swiss National Museum, Zurich. (Foto: Patrick Robert Doyle/Unsplash)

MUSEUM
– Amos Rex: Safe Visit
– Van Gogh Museum: Museum Visit during the Coronavirus
– Vatican Museums: Modalities, Procedures & Rules

BANGUNAN/TAMAN REKREASI
– Shanghai Disney Resort: Controlled Capacity
– Tokyo Skytree: Preventative Measures
– Universal Studios Japan: Enhanced Sanitation  

SITUS SEJARAH 
– Duomo di Milano: Rules of Conduct
– Ljubljana Castle: For Your Safety
– Schönbrunn Palace: Safety Precautions

PENYELAMAN
– CMAS: Diving after a Corona Infection
– PADI: Scuba Diving Status Map
– SSI: Recommendations for Dealing with Coronavirus

DAKI GUNUNG
International Climbing and Mountaineering Federation: Recommendations for Mountain Sports

ARUNG JERAM
International Rafting Federation: Guidelines for a Safe Re-Entry

The post 60 Panduan Bisnis Wisata Saat Pandemi appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Eurostar Buka Rute Langsung Amsterdam-London https://destinasian.co.id/eurostar-buka-rute-langsung-amsterdam-london/ Fri, 07 Feb 2020 08:47:27 +0000 https://destinasian.co.id/?p=53351 Kini penumpang dapat menikmati rute kereta tanpa transit dari Amsterdam ke London.

The post Eurostar Buka Rute Langsung Amsterdam-London appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Sejak April 2018 silam, Eurostar, perusahaan jasa kereta yang selama ini melayani berbagai destinasi di Eropa telah meluncurkan rute yang menghubungkan London-Amsterdam-Rotterdam dan sebaliknya.

Untuk penumpang yang akan melakukan perjalanan ke Amsterdam atau Rotterdam dapat langsung berangkat dari London. Namun untuk rute sebaliknya, kereta akan mampir di Brussels untuk keperluan pengecekan paspor dan keamanan.

Guna memudahkan penumpang sekaligus mempersingkat waktu perjalanan, mulai 30 April 2020, perjalanan kereta antar negara yang menghubungkan dua destinasi turis populer di Eropa tersebut tidak perlu lagi transit di Brussels.

Baca juga: Tiongkok Resmi Operasikan Kereta Peluru Otonom Tercepat; Koper Besar Dilarang Masuk ke Kereta Shinkansen

“Rute tanpa transit membuat perjalanan kereta ke London jadi lebih mudah dan lebih cepat,” tutur Cora van Nieuwenhuizen, Menteri infrastruktur dan pengelolaan air di Belanda, seperti yang dikutip dari Lonely Planet. “Pemeriksaan dokumen perjalanan di Brussel tidak lagi diperlukan, sehingga dapat menghemat waktu sampai satu jam perjalanan,” lanjutnya.

Tiket perjalanan kereta Eurostar terbaru ini mulai dijual pada 11 Februari 2020. Rute tersebut dijadwalkan bakal dilayani dari Stasiun Amsterdam Centraal di Amsterdam ke Stasiun St. Pancras, London sebanyak dua kali per hari. Jika banyak peminatnya, Eurostar akan menambah jumlah perjalanan menjadi tiga atau empat kali sehari. Harga tiket kereta dibanderol mulai dari harga Rp600.000 per orang sekali jalan.

Informasi lebih lanjut, kunjungi Eurostar.

The post Eurostar Buka Rute Langsung Amsterdam-London appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
2 Rute Baru Eurail Global Pass https://destinasian.co.id/2-rute-baru-eurail-global-pass/ Tue, 28 Jan 2020 10:23:46 +0000 https://destinasian.co.id/?p=53116 Eurail resmi tambahkan Latvia dan Estonia dalam daftar Eurail Global Pass mereka.

The post 2 Rute Baru Eurail Global Pass appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Selain menggunakan pesawat, bepergian menggunakan kereta saat berada di luar negeri menjadi salah satu opsi menarik, terutama bagi turis WNI. Selain lebih praktis dan murah, sepanjang jalan, biasanya penumpang akan disuguhi panorama memikat.

Jika Jepang punya Japan Rail Pass, maka Eropa juga punya Eurail Global Pass. Pemegang Global Pass dapat bepergian ke beberapa negara di Eropa hanya dengan satu kali pembelian tiket dalam jangka waktu tertentu.

Menariknya lagi, mulai Januari 2020, Eurail Global Pass telah menambah dua negara baru yang dilalui oleh Eurail, yakni Latvia dan Estonia. Sehingga ada total 33 negara di Eropa yang dapat dijajahi menggunakan tiket all-in-one ini. Mulai dari Austria, Belanda, Belgia, Britania Raya, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Hungaria, Irlandia, Italia, Jerman, Kroasia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Montenegro, Makedonia Utara, Norwegia, Polandia, Portugal, Prancis, Romania, Serbia, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, Swiss, Turki, dan Yunani.

Baca juga: 6 Jalur Kereta Terpanjang Dunia

Penambahan dua negara baru tersebut juga merupakan pertama kalinya dalam 61 tahun sejarah Eurail. Latvia Eurail Pass dapat digunakan pada rute domestik di seluruh Latvia dengan operator lokal bernama Pasažieru vilciens melalui stasiun pusat di Riga. Sementara di Estonia, turis dapat menggunakan operator lokal Elron yang akan menghubungkan pemegang tiket dari Tallinn ke beberapa destinasi wisata populer di negara ini.

Menariknya lagi, pemegang Eurail Pass juga akan mendapatkan diskon perjalanan menggunakan kapal feri dari Riga ke Stockholm dan Jerman, atau dari Tallinn ke Stockholm dan Helsinki. Diskon tersebut juga berlaku untuk koneksi feri internasional sebesar 50 persen.

Ada dua pilihan tiket Eurail, yakni Continuous Pass untuk perjalanan tak terbatas selama 15 hari, dan Flexi Pass yang dapat digunakan tiga hari hingga seminggu dalam waktu satu bulan. Seperti Japan Rail Pass, Eurail Global Pass hanya dapat digunakan oleh warga non-Eropa

Informasi selengkapnya, kunjungi Eurail Global Pass.

The post 2 Rute Baru Eurail Global Pass appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Tiongkok Resmi Operasikan Kereta Peluru Otonom Tercepat https://destinasian.co.id/tiongkok-resmi-operasikan-kereta-peluru-otonom-tercepat/ Wed, 15 Jan 2020 10:37:46 +0000 https://destinasian.co.id/?p=52803 Kereta ini bakal menghubungkan Beijing dan Zhangjiakou dalam waktu kurang dari satu jam.

The post Tiongkok Resmi Operasikan Kereta Peluru Otonom Tercepat appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Jelang Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022, Tiongkok akhirnya resmi meluncurkan kereta peluru otonom berkecepatan tinggi yang menghubungkan antara Beijing dan Zhangjiakou. Sebelumnya, akses ke kedua kota tersebut dari dilayani kereta biasa dengan waktu tempuh minimal tiga jam. Dengan kereta peluru ini, durasi perjalanannya dipangkas menjadi hanya sekitar 47 menit.

Menjadi bagian dari Fuxing yang dioperasikan oleh operator kereta nasional Tiongkok, China Railway, kereta tanpa pengemudi ini berlari dengan kecepatan 350 km per jam. Kereta cepat tersebut memulai perjalanannya dari Beijing menuju Stasiun Zhangjiakou Highspeed Railway setiap hari dengan 30 jadwal perjalanan. Kereta ini juga berhenti di Yanqing, serta tujuh stasiun lainnya, termasuk stasiun menuju Tembok Besar Tiongkok.

Baca juga: Koper Besar Dilarang Masuk ke Kereta Shinkansen; Jalur Kereta Favorit Turis di Hanoi Resmi Ditutup

Kereta yang telah beroperasi pada 30 Desember 2019 silam ini memiliki beragam fitur pintar, termasuk sinyal 5G dan sistem pencahayaan yang baik, serta jalur yang dilengkapi dengan gardu untuk memonitor status kereta yang berjalan secara real time. Setiap kursi juga disematkan panel kontrol layar sentuh dan USB. Selain itu, setiap gerbong memiliki ruang penyimpanan ekstra besar untuk bagasi dan peralatan olahraga. Beberapa robot cerdas juga akan ditugaskan untuk memandu penumpang dan membantu mereka membawa bagasi.

Seperti Shinkansen di Jepang, tiket dapat dibeli secara daring, melalui agen perjalanan, maupun secara langsung di mesin-mesin tiket yang tersedia di stasiun.

The post Tiongkok Resmi Operasikan Kereta Peluru Otonom Tercepat appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Ekspedisi Rute Kereta Terpanjang di Indonesia https://destinasian.co.id/ekspedisi-rute-kereta-terpanjang-di-indonesia/ Wed, 15 Mar 2017 08:13:37 +0000 http://destinasian.co.id/?p=23652 Menjajal perjalanan kereta dengan jarak tempuh mencapai 925 kilometer.

The post Ekspedisi Rute Kereta Terpanjang di Indonesia appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Kereta Krakatau Ekspres melintasi daerah Jawa Barat.

Oleh  Ayos Purwoaji
Foto oleh Agung Parameswara

Rasanya seperti naik speedboat,” kata Fatsi, “tapi di atas tanah.” Sejam sebelumnya, saya dan Fatsi adalah dua orang asing yang menunggu kereta di peron Stasiun Kediri. Di sekitar kami, beberapa orang berbincang dengan logat Jakarta yang canggung, khas perantau. Sisa-sisa suasana Lebaran masih terasa. Kami menanti Krakatau Ekspres, kereta dengan jalur terpanjang di Indonesia, yang bertolak sekitar pukul tujuh.

Para penumpang memasuki gerbong. Masinis dan kondektur mengenakan seragam terbaik mereka. Fatsi duduk tepat di depan saya. Ketika kereta mulai bergerak, saya membuka obrolan. Sebetulnya basa-basi belaka, agar perjalanan tak sepi-sepi amat.

Hanya segelintir penumpang yang berangkat dari Kediri. Gerbong lengang. Fatsi, remaja yang lugu dan bersemangat, berasal dari muara Sungai Kampar, Riau. Dia merantau seorang diri ke Jawa demi mencari tempat kuliah. “Kemarin ikut ujian masuk negeri tapi gagal,” kenangnya. Kali ini, dia mencoba peruntungan di dua kampus swasta di Yogyakarta. Untuk mendukung upayanya itulah dia mondok selama enam bulan di Pare, sebuah wilayah di Kediri yang dikenal sebagai pusat studi bahasa Inggris.

Kiri-Kanan: Bendera merah putih berkibar di Stasiun Notog, Banyumas; Masinis Agus Arifin (atas) dan Andi Chayo bersiap-siap berganti giliran tugas di Stasiun Madiun, Jawa Timur.

Kereta sunyi. Beberapa penumpang melanjutkan tidur mereka. Perjalanan menaiki sepur sebenarnya masih terasa asing bagi Fatsi. Menetap di daerah pesisir, perempuan muda ini lebih akrab dengan perahu. Riwayat tersebut membentuk persepsinya tentang pengalaman menaiki kereta: bergoyang-goyang bagaikan meluncur dengan speedboat.

Berbeda dari Fatsi, saya mengenal kereta sejak kecil, walau perkenalan pertama saya dengan kereta berakhir buruk: jatuh terjerembap hingga masuk ke kolong kursi akibat entakan keras dari lokomotif yang sedang dirangkaikan. Namun, di tahun-tahun setelahnya, kereta menyisakan begitu banyak kenangan menarik, termasuk saat saya kabur dari sekolah dan mendekati seorang gadis dengan playlist Renee Olstead!

Di Jawa, kereta menyimpan sejarah panjang. Diawali pembukaan jalur kereta api dari Semarang ke Tanggung pada 10 Agustus 1867, kereta berkembang menjadi alat transportasi yang vital bagi pemerintah kolonial. Perlahan, kereta dianggap simbol kemajuan dan penanda dari sebuah zaman baru. Saat itu, di Asia, hanya India dan Hindia Belanda yang mengadopsi teknologi kereta api. Tiongkok dan Jepang baru menyusul kemudian.

Seorang penumpang rehat di gerbong saat kereta meninggalkan Stasiun Pasar Senen, Jakarta.

Dalam bukunya, Rudolf Mrazek menyebut Kartini begitu jatuh cinta pada kereta api. Karena di atas kereta, Kartini bisa bertemu banyak orang, bersentuhan dengan mereka, mendengar banyak berita, menyimak desas-desusdi masyarakat. “Sekarang, kami terbangdengan sebuah badai di atas jalan besi itu,”tulis Kartini dalam sepucuk suratnya.

Sejak saat itu, kereta menjadi saksi dari segala perkembangan, pergolakan, dan perubahan yang terjadi di Jawa. Kereta mengirimkan serdadu Belanda dan memindahkan hasil bumi dari berbagai tempat di Jawa. Kereta juga mengangkut para pejuang kemerdekaan hingga para Bonek yang kelaparan.

“Sebetulnya ayah melarangku naik kereta,” sambung Fatsi. Dalam benak ayahnya, yang pernah merantau ke Jawa, kereta adalah moda yang tidak manusiawi. Penuh copet dan penipu. Panas dan berbau. Bahkan penuh sesak sampai ke atap-atapnya. Di mata ayahnya, kereta bukanlah simbol kemajuan.

Tapi sebetulnya itu gambaran yang agak ketinggalan zaman. Beberapa tahun terakhir, peraturan perkeretaapian diperketat, layanan bagi penumpang diperhatikan. Tidak ada lagi penumpang yang hampir mati kepanasan, karena setiap gerbong telah dilengkapi pendingin ruangan. Setiap pemegang karcis dijamin mendapat jatah kursi. Penumpang gelap diusir. Toiletnya resik, airnya lancar, dan dindingnya yang mengilat tampak rutin dipulas brasso. Di perjalanan, staf kebersihan rutin berpatroli memungut bungkus makanan yang berserakan di kursi-kursi penumpang. Di punggung seragam mereka terbordir tulisan “ON TRIP CLEANING” dalam huruf kapital yang gagah.

Kiri-Kanan: Dua pengayuh becak anggota Paguyuban Becak Stasiun Kediri; Palang pintu kereta dengan latar mural di dekat Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta.

Krakatau Ekspres transit sejenak di Stasiun Kertosono, Nganjuk. Beberapa penumpang naik, termasuk Adit, seorang mahasiswa yang berkuliah di Jogja. Dengan sopan, dia duduk di samping saya. Mahasiswa fakultas hukum ini terlihat sangat serius. Potongan rambutnya rapi, tutur katanya tertata. Di kampusnya, Adit bergabung dengan kelompok yang mengamati, mempelajari, dan menyelenggarakan sidang palsu. Bagi Fatsi, dia seperti tempat berkonsultasi yang pas. Sesaat kemudian Fatsi dan Adit pun terlibat pembicaraan bertema “siasat-menjadi-mahasiswa-di-Jogja.” Saya meninggalkan keduanya dan berjalan-jalan.

Kereta memasuki pemberhentian besar pertama, Stasiun Madiun. Di sini, Krakatau Ekspres singgah sekitar setengah jam. Saya turun dan melihat-lihat salah satu stasiun paling megah di Jawa ini. Bangunan utamanya yang berlanggam kolonial masih terjaga, termasuk atap-atapnya yang terbuat dari baja cor kualitas wahid berusia lebih dari seabad.

Peron tampak sepi. Di ruang tunggu, deretan kursi berlapis kain berwarna mutiara berjajar rapi, seperti yang biasa tampak dalam acara-acara protokoler pejabat. Satu dua petugas stasiun melintas. Tidak ada lagi pedagang asongan yang berlalu lalang. Mereka telah digeser oleh toserba waralaba dan kedai teh yang trendi.

Seorang petugas keamanan mengawasi Krakatau Ekspres di Stasiun Notog, Banyumas.

Saya beringsut ke gerbong saat peluit ditiup. Badai ini, seperti kata Kartini, kembali menyusuri jalan besi. Di sebuah gerbong, sepasang suami istri mengenakan batik dengan motif seragam. Saya mendekat dan berkenalan, seperti penguntit yang mengusik ketenangan. Setelah berbasa-basi—bakat alami saya sejak remaja—obrolan mengalir luwes.

Abu, sang suami, bekerja di sebuah perusahaan ekspedisi di Jakarta Utara. Leni, istrinya, bekerja di Bogor. Kelar berlibur selama tiga minggu di kampung halaman, pasangan ini kembali ke Ibu Kota. Setiap kali mudik, mereka selalu menggunakan kereta. “Lebih cepat!” Abu beralasan. Kakaknya yang mudik dengan mengendarai mobil, tertahan dalam macet gila-gilaan di Brebes. “Baru nyampe rumah setelah dua hari di jalan.” Di antara jalur darat yang merisaukan dan pesawat yang belum menggapai semua kota sekunder, kereta adalah moda alternatif yang reliabel.

Mata saya menatap Tupperware berwarna-warni. Leni bergerak gesit membuka wadah-wadah di hadapannya. Ternyata isinya bekal makanan yang belum sempat mereka santap. Leni mempersilakan saya mencicipinya. “Sekarang kereta sudah enak, semua penumpang dapat tempat duduk,” kata Abu lagi, “tapi sayangnya enggak ada lagi penjual snack.”

Kiri-Kanan: Pertemuan rel sebelum Stasiun Lempuyangan, Yogyakarta; Detail atribut jas kondektur Sumaryono.

Dulu, penumpang bisa menebak akurat lokasi stasiun berdasarkan profil pedagang asongannya. Setiap kota memiliki oleh-oleh dan jajanan khasnya. Satu yang paling unik tersaji saat menaiki kereta dari Surabaya menuju wilayah Tapal Kuda dan singgah di Stasiun Klakah, Lumajang. Di sini, selain buah-buahan, para pedagang menjajakan berbagai jenis hewan, sebut saja kupu-kupu, luwak, kelelawar, landak, bahkan kucing hutan.

Pemandangan semacam itu adalah bagian dari pengalaman yang membedakan kereta dari moda transportasi lainnya. Mungkin bisa disejajarkan dengan kekacauan romantis yang berserakan dalam jurnal Paul Theroux saat melintas negeri-negeri di Asia dengan kereta. Namun setelah kereta tampil steril, rapi, dan tertib, pedagang-pedagang raib.

Kereta tak ubahnya alat transportasi lain yang efisien dan membosankan. Kemajuan, dalam aspek tertentu, menghapus romantisme. Dan ada harga yang mesti dibayar untuk itu. Leni mengaku terpaksa mengandalkan bekal, sebab baginya makanan yang dijual di wagon terlampau mahal. Dia menyiapkan seporsi besar nasi dengan lauk pendamping antara lain tempe gembus, beberapa butir telur asin, dan beberapa lembar daging sapi yang diberi bumbu rempah, makanan favorit suaminya. Harum campuran lada dan kemiri menguap. Dagingnya terlihat empuk dalam kubangan saus berwarna cokelat muda.

Krakatau Ekspres melintasi kawasan Kutoarjo, Purworejo.

Saya tinggalkan Abu dan Leni menyantap makanan. Dengan perut keroncongan, saya menuju gerbong kafetaria. Saya menyusuri lorong dengan langkah sempoyongan saat kereta melewati beberapa tikungan. Sesampai di gerbong kafetaria, saya duduk menghadap jendela, lantas memesan segelas kopi hitam dan melongokkan pandangan ke luar. Krakatau Ekspres melewati sawah, hutan, sungai, jeram, perbukitan, dan segala imajinasi panoramik khas Mooi Indie yang dicemooh para pelukis era Sudjojono. Dari kejauhan, saya melihat areal pertanian yang dibabat habis oleh perumahan dan pabrik. Di sisi lain, barisan ekskavator menyasak lahan untuk proyek jalur lintas selatan Jawa. Tak lama lagi, saya membatin, pantai-pantai di selatan akan sama ramainya dengan pesisir utara.

Saya tiba-tiba teringat Gandhi, yang sepulangnya dari Inggris memilih menggunakan sepur untuk berkeliling India. Melalui kereta, Gandhi mengaku melihat “gambaran India yang sesungguhnya.” Kereta adalah alat transportasi tangguh yang menjangkau wilayah-wilayah yang belum tentu terjamah oleh moda transportasi umum lainnya. Di Jawa, keretalah yang menghubungkan dusun-dusun terpencil dengan kota-kota termegah. Di antara keduanya, kita bisa melihat kontras yang bisa saja menarik, atau justru ironis.

Kiri-Kanan: Seorang penumpang mengaji usai menunaikan salat di gerbong Krakatau Ekspres; Tuas untuk melepaskan gerbong.

Seorang pramugara menghidangkan segelas kopi hitam. Saya menyodorkan lima belas ribu rupiah. Seraya menyesap kopi panas, saya mengedarkan pandangan di gerbong kafetaria. Kehidupan di sini begitu semarak. Ada kesibukan, dagelan, dan aroma makanan. Gerbong kafetaria adalah tempat rehat favorit para petugas kebersihan dan aparat keamanan. Bagi saya, inilah pusat kehidupan di Krakatau Ekspres. Motornya adalah lima orang pramugara dan pramugari—pasukan antilapar yang memasok kebutuhan pangan bagi ratusan penumpang.

Diiringi dangdut koplo yang mengalun dari pengeras suara murahan, mereka berjibaku di balik meja bar: menata makanan yang masih hangat, memasukkannya ke kotak styrofoam, lalu mendistribusikannya dengan troli ke delapan gerbong. Putaran pertama dimulai setelah Stasiun Madiun. Kemudian mereka kembali berkeliling setelah kereta singgah di Jogja dan Purwokerto. Piket berakhir di Stasiun Cirebon. “Sampai Cirebon kira-kira pukul sembilan malam, itu tandanya kami close order,” ujar seorang pramugara. 

The post Ekspedisi Rute Kereta Terpanjang di Indonesia appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>