destinasi ramah lingkungan Archives - DestinAsian Indonesia https://destinasian.co.id/tags/destinasi-ramah-lingkungan/ Majalah travel premium berbahasa Indonesia pertama Fri, 27 Nov 2020 04:55:37 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.6.2 20 Negara yang akan Melarang Mobil Bensin dan Solar https://destinasian.co.id/20-negara-yang-akan-melarang-mobil-bensin-dan-solar/ Fri, 27 Nov 2020 04:54:05 +0000 https://destinasian.co.id/?p=60248 Semangat menyunat emisi membuat banyak destinasi lebih bersih dan hening.

The post 20 Negara yang akan Melarang Mobil Bensin dan Solar appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Bus merah khas London. Inggris akan stop penjualan mobil bensin dan solar pada 2030, sementara London terapkan zona bebas emisi mulai 2020. (Foto: Aron Van de Pol)

Oleh Cristian Rahadiansyah  

Inggris akan melarang penjualan mobil baru berbahan bakar bensin dan solar mulai 2030, kemudian mobil hibrida pada 2035. Agenda ambisius yang dinamai “green industrial revolution” itu diumumkan Perdana Menteri Boris Johnson pada pertengahan November 2020. Niat besarnya, katanya, mengerem pemanasan global sekaligus menciptakan lapangan kerja baru. 

Inggris tidak sendirian. Merujuk data International Council on Clean Transportation, banyak negara di Eropa telah mengumumkan komitmen serupa, contohnya Belanda, Denmark, Islandia. Khusus Skotlandia, targetnya ialah 2032, sementara Prancis pada 2040. Norwegia, pasar tersubur untuk mobil listrik, mematok target yang lebih agresif: 2025. 

Kiri-kanan: Tuk tuk di Sri Lanka, negara yang akan mengganti semua mobil pemerintah dengan mobil hibrida atau listrik pada 2025. (Foto Richard de Ruijter). Mobil sedang mengisi daya di Jerman, negara yang memberi subsidi pembelian mobil listrik. (Foto: Marc Heckner)

Penting dicatat, belum semua negara di Eropa menuangkan agendanya dalam regulasi resmi. Proses ini butuh waktu. Peralihan ke mobil listrik menuntut kompromi politik dan investasi yang monumental. Berhubung mobil jenis ini masih kelewat mahal, pemerintah mesti menyediakan subsidi untuk memacu penjualannya. Dana besar juga diperlukan untuk membangun infrastruktur, khususnya instalasi isi ulang aki dan pembangkit listrik baru. 

Baca Juga: 10 Destinasi Paling Ramah Lingkungan

Beralih ke Asia, hasrat meninggalkan mobil dengan mesin pembakaran internal (internal combustion engine, ICE) juga muncul di sejumlah negara. Mengutip data The Climate Center, setidaknya enam negara di kawasan ini sudah mengumumkan target peralihan ke mobil listrik, termasuk India, Taiwan, dan Korea Selatan. Tambahan terbarunya ialah Singapura, yang berniat mengharamkan mobil diesel dan bensin pada 2040.

Taksi melintasi jalan di Singapura, negara yang akan meninggalkan mobil bensin dan solar pada 2040. (Foto: Cris Tagupa)

Khusus Indonesia, pemerintah pada 2019 telah menerbitkan Peraturan Presiden untuk memacu industri kendaraan bermotor listrik di dalam negeri. Memang, belum ada target resmi penghentian penjualan mobil bahan bakar fosil. Tapi agenda ini mau tidak mau akan terwujud secara otomatis, sebab banyak pabrik kendaraan berniat menyetop produksi mobil ICE.   

Baca Juga: 20 Kota dengan Jalur Sepeda Terpanjang

Bagi wisatawan, punahnya mobil ICE tentu akan menjadikan banyak destinasi lebih bersih dan hening. Tingkat emisi dan polusi akan berkurang drastis, sementara raungan knalpot bakal digantikan suara desis artifisial. Berikut daftar 20 negara yang akan melarang mobil berbahan bakar bensin dan solar:

1. Austria
Menyetop mobil ICE untuk taksi dan rental pada 2027.

2. Belanda
Melarang penggunaan mobil ICE pada 2030; memberi insentif pajak untuk mobil listrik. Khusus Amsterdam, pusat kota akan steril dari mobil ICE pada 2025.

3. Denmark
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2030; menargetkan penjualan 5.000 mobil listrik pada 2019, lalu satu juta unit pada 2030.

4. India
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2030.

5. Inggris
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2030. Khusus London, zona bebas emisi diberlakukan bertahap mulai 2020.

6. Irlandia
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2030; menargetkan penjualan 900.000 mobil listrik pada 2030.

7. Islandia
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2030, kecuali di daerah pelosok tanpa infrastruktur mobil listrik yang memadai.

8. Israel
Menutup impor mobil ICE pada 2030.

9. Jepang
Memberi insentif pembelian mobil listrik sejak 1996.

10. Jerman
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2030; memberi dana subsidi maksimum €6.000 untuk pembelian mobil listrik.

11. Korea Selatan
Menargetkan 30% penjualan mobil listrik pada 2020.

12. Norwegia
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2025; memberi insentif pembelian mobil listrik. Khusus Oslo, pusat kota steril dari mobil ICE pada 2030, sementara di Bergen pada 2025.

13. Prancis
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2040. Khusus Paris, penggunaan mobil diesel dibatasi pada 2024, lalu mobil bensin pada 2030. Di Strasbourg, mobil diesel dilarang mulai 2025.

14. Singapura
Penghapusan bertahap mobil ICE hingga 2040.

15. Skotlandia
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2032; memberi kredit bebas bunga untuk pembelian mobil listrik, termasuk untuk operator taksi.

16. Slovenia
Menyetop penjualan mobil ICE dengan emisi 100 gram CO2/km pada 2025, lalu 50 gram CO2/km pada 2030.

17. Spanyol
Menyetop penjualan mobil ICE pada 2040.

18. Sri Lanka
Mengganti semua mobil pemerintah dengan mobil hibrida atau listrik pada 2025; melarang penggunaan mobil ICE pada 2040.

19. Taiwan
Menyetop penggunaan sepeda motor bensin pada 2035 dan mobil ICE pada 2040.

20. Tiongkok
Menutup produksi dan penjualan mobil ICE pada 2040.

Sumber: International Council on Clean Transportation, The Climate Center.

The post 20 Negara yang akan Melarang Mobil Bensin dan Solar appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
10 Satwa Terancam Punah & Habitat Mereka https://destinasian.co.id/10-satwa-terancam-punah-habitat-mereka/ Thu, 23 Jul 2020 11:12:14 +0000 https://destinasian.co.id/?p=57414 Menurut studi terbaru, beruang kutub akan punah pada 2100, sementara ratusan satwa lain berstatus kritis.

The post 10 Satwa Terancam Punah & Habitat Mereka appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Beruang kutub terancam punah pada 2100. Ini prediksi suram yang dilansir oleh jurnal Nature Climate Change pada 20 Juli. Berdasarkan studi terbaru, para peneliti mendapati penurunan populasi beruang kutub kian kronis. Penyebabnya ialah kesulitan mencari makan akibat pencarian es yang terlalu cepat di Arktika. 

Lini masa para peneliti itu didapat dari kalkulasi matematis. Mereka menghitung jumlah hari yang dihabiskan beruang kutub untuk mencari makan, tingkat kelahiran, juga tingkat pencairan es. Menyandingkan hasilnya dengan tren demografis 1979-2016, para peneliti lalu memvonis beruang kutub akan musnah di banyak lokasi pada akhir abad ini. 

Seekor beruang kutub bersantai di Hornsund, Greenland. (Foto: Mathieu Ramus/Unsplash)

Berita itu mengirimkan alarm kencang ke penjuru dunia. Pasalnya, menurut “daftar merah” International Union for Conservation of Nature (IUCN), beruang kutub sebenarnya masih berstatus rapuh (vulnerable), satu level di bawah kategori terancam punah (endangered). Tapi pemanasan global ternyata telah mengakselerasi prospek kepunahan mereka.   

Baca Juga: Wisata Menonton Beruang Kutub

Beruang kutub bukan satu-satunya satwa yang akan disapu dari muka bumi. Membuka IUCN Red List, ada lebih dari 8.000 satwa berstatus terancam punah dan kritis (critically endangered). Jumlahnya berpotensi bertambah. IUCN sementara ini mendata hanya 120.000 spesies. Akhir 2020, mereka memasang target 160.000 spesies.  

Satwa berperan vital dalam ekosistem, termasuk untuk menjaga kelangsungan hidup manusia. Berikut beberapa yang berada di kategori kritis, lengkap dengan habitat mereka. 

Dari 1999-2015, Bornean orangutan kehilangan separuh populasinya. (Foto: Jorge Franganillo/Unsplash)

1. Orangutan
Orangutan Vietnam sudah punah. Sementara tiga spesies sisanya kini masuk daftar kritis. Dari 1999-2015, Bornean orangutan (Kalimantan, Sabah, Sarawak) kehilangan separuh populasinya. Tetangganya, Sumatran orangutan, tersisa hanya sekitar 7.500 ekor. Khusus di Kabupaten Tapanuli Selatan, spesies Tapanuli orangutan dalam kondisi ringkih lantaran tersisa hanya sekitar 800 ekor. 

Empat sub-spesies lumba-lumba menghadapi kepunahan, termasuk pesut. (Foto: Talia Cohen/Unsplash)

2. Lumba-Lumba
Menurut IUCN Red List, empat sub-spesies lumba-lumba menghadapi kepunahan, yakni Taiwanese humpback dolphin (Taiwan), North Island Hector’s dolphin (Selandia Baru), common dolphin (perairan tropis), serta Irrawaddy dolphin (Asia Tenggara). Yang terakhir ini kerap dijuluki pesut di Indonesia.

Perdagangan cula adalah salah satu ancaman terbesar bagi badak. (Foto: David Clode/Unsplash)

3. Badak
Konflik antara pemburu dan jagawana badak terus menyedot perhatian dunia. Cula satwa ini adalah komoditas yang lukratif di pasar gelap, terutama di Vietnam. Di Afrika, tiga sub-spesies badak berstatus kritis, yakni northern white rhino, eastern black rhino, dan south-eastern black rhino. Nasib serupa dialami oleh badak Jawa dan Sumatera. Populasinya masing-masing tersisa kurang dari 80 ekor. 

Dua sub-spesies jerapah berstatus kritis, yakni Nubian giraffe dan Kordofan giraffe. (Foto: Robin Stuart/Unsplash)

4. Jerapah
Setidaknya dua sub-spesies jerapah berada dalam status kritis, yakni Nubian giraffe dan Kordofan giraffe. Pangkal masalah utamanya ialah perburuan liar. Kulit jerapah laris dipakai untuk aksesori busana. Kedua jerapah ini tersebar di Afrika, termasuk di Ethiopia, Kenya, Uganda, Sudan, dan Kamerun.

Paus, raksasa lautan, tengah berjuang melawan dampak pemanasan global. (Foto: Derek Oyen/Unsplash)

5. Paus
Raksasa lautan ini tengah berjuang melawan takdir getir. Antarctic blue whale (tersebar di banyak lautan) dan North Atlantic right whale (Atlantik Utara) dalam kondisi kritis. Beberapa kerabat mereka bernasib serupa di sejumlah lokasi, contohnya killer whale di Selat Gibraltar, Gulf of Mexico whale, serta dugong di Jepang

Dari 1910-2010, populasi harimau dunia susut drastis dari sekitar 100.000 menjadi 3.200 ekor. (Foto: Zulnureen Shariff/Unsplash)

6. Harimau
Dalam satu abad dari 1910-2010, populasi harimau dunia susut drastis dari sekitar 100.000 menjadi 3.200 ekor. Khusus kawasan Asia Tenggara, setelah harimau Jawa dan Bali dinyatakan punah, dua saudara sisanya kini terancam hilang dari muka bumi, yakni Malayan tiger (Semenanjung Malaysia) dan Sumatran tiger (Sumatera).

Marak dijadikan peliharaan, populasi iguana menyusut di banyak lokasi. (Fot0: Jose Aragones/Unsplash)

7. Iguana
Kadal yang mengilhami Godzilla ini pernah populer sebagai hewan peliharaan di Indonesia. Dan itulah salah satu alasan iguana berada di ambang kepunahan. Satwa yang berhabitat di Amerika Tengah dan Selatan ini menjadi korban perdagangan ilegal. Total ada 11 jenis iguana yang masuk kategori kritis, termasuk Pinta Marine iguana, Allen Cays Rock iguana, Galápagos Pink Land iguana, serta Jamaican iguana.

Dalam keluarga besar spesies hiu, ada 11 anggotanya yang terancam punah. (Foto: Gerald Schömbs/Unsplash)

8. Hiu
Dalam banyak film, hiu dicitrakan bengis dan perkasa. Tapi di lautan, ia bernasib tragis, bahkan mungkin yang paling tragis. Dalam keluarga besar hiu, ada 11 anggota yang terancam punah, termasuk scalloped hammerhead (perairan tropis), angelshark (Norwegia, Swedia, Maroko), Pondicherry shark (pesisir Indo-Pasifik), serta daggernose shark (Amerika Selatan).

Akibat aneksasi manusia ke hutan di Afrika, gorila kian terpojok dan terancam. (Foto: Mike Arney/Unsplash)

9. Gorila
Akibat aneksasi manusia ke hutan dan pegunungan, gorila kian terpojok dan terancam. Tiga sub-spesiesnya sudah masuk daftar kritis IUCN Red List, yakni Grauer’s gorilla (Kongo), western lowland gorilla (Angola, Kamerun, Kongko, Gabon), serta Cross River gorilla (Nigeria).

Beberapa kucing besar berstatus kritis, termasuk Balkan lynx dan Asiatic cheetah. (Foto: Patrick Duvanel/Unsplash)

10. Kucing Besar
Balkan lynx, satwa nasional Makedonia Utara, hanya tersisa kurang dari 50 ekor di alam liar. Kucing besar lain yang juga rawan punah ialah Asiatic cheetah (Iran) dan Saharan cheetah (Sahara dan Sahel). Di Asia Tenggara, nasib miris menimpa Indochinese leopard yang hidup tersebar di Myanmar, Thailand, Malaysia, Kamboja, serta kawasan selatan Tiongkok.

The post 10 Satwa Terancam Punah & Habitat Mereka appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Agar Terbang Tak Jadi Aib https://destinasian.co.id/agar-terbang-tak-jadi-aib/ Sat, 04 Jul 2020 06:29:01 +0000 https://destinasian.co.id/?p=56847 Maskapai menjawab kampanye “nista terbang” yang dimotori Greta Thunberg. Penumpang bisa ikut terlibat.

The post Agar Terbang Tak Jadi Aib appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Kkampanye flygskam (“flying shame”) memakan korban. Pada 2019, kampanye ini mengakibatkan penurunan jumlah penumpang pesawat di Eropa, khususnya di Swedia. Inspirasi di baliknya: protes srikandi lingkungan Greta Thunberg terhadap emisi pesawat.

Walau tak menolak sepenuhnya logika “nista terbang,” industri aviasi menilai para aktivis kurang arif dalam membaca persoalan. Pesawat memang mengembuskan emisi, tapi proporsinya hanya dua persen dari total emisi global. Angkanya jauh di bawah industri fesyen yang menyumbang delapan persen emisi, atau makanan yang menembus 25 persen. 

Terlepas dari polemik siapa yang paling berdosa, flygskam telah melecut para pemilik maskapai untuk lekas berbenah. Kini ada tekanan lebih besar untuk mewujudkan cita-cita luhur penerbangan ramah lingkungan. Caranya beragam, termasuk membeli armada hemat avtur, menerapkan carbon offset, serta menggenjot agenda biofuel. Yang terakhir ini dipandang banyak pelaku sebagai solusi pamungkas menekan emisi. 

Petugas mengisi bahan bakar pesawat. Selain avtur, maskapai memiliki opsi biofuel yang dibuat dari bahan terbarukan. (Foto: Pandu Agus Wismoyo/Unsplash)

Definisi Biofuel?
Dalam definisi teknisnya, biofuel adalah bahan bakar yang dibuat dari materi terbarukan, khususnya tanaman yang mengandung gula (contohnya tebu) atau tepung (misalnya jagung). Minyak jenis ini sudah marak dipakai untuk pemanas rumah dan memasak. Pesawat memakai biofuelgenerasi kedua,” yang lazim disebut Sustainable Aviation Fuel (SAF). Berusaha tidak menyaingi kebutuhan dapur, SAF dibuat antara lain dari ganggang, biji-bijian, minyak tanaman camelina, dan minyak nabati daur ulang.

Pesawat usai pemeriksaan di Istanbul. Biofuel dilirik maskapai karena tak menuntut banyak modifikasi pada mesin pesawat. (Foto: Soner Ozmen/Unsplash)

Kenapa Biofuel Penting?
Berdasarkan hasil riset NASA, jika separuh tangki pesawat saja memakai biofuel, polusi udara akan susut 50-70 persen. Inilah yang membuat biofuel vital dalam mengejar target pengurangan emisi 50 persen di 2050 versi International Air Transport Association (IATA). Apalagi, hingga kini belum ada alternatif energi yang menjanjikan bagi pesawat. Berbeda dari sistem tenaga listrik misalnya, biofuel tidak menuntut banyak modifikasi pada tubuh dan mesin pesawat. 

Bandara Internasional Brisbane, satu dari enam bandara di dunia yang menyediakan biofuel secara reguler. (Foto: Jen Dainer/Industrial Arc Photography/BNE)

Jika Penting, Kenapa Tidak Marak Dipakai?
Jawaban paling simpel: mahal. Harga biofuel mencapai tiga hingga lima kali lipat avtur. Itu sebabnya maskapai hanya sanggup memakai bahan bakar oplosan: campuran biofuel dan avtur. Problem lain biofuel ialah pasokannya yang minim. Produsennya terbatas, begitu pula bandara yang menyediakannya. Hingga 2019, menurut laporan IEA (International Energy Agency), hanya enam bandara di dunia yang menyediakan biofuel secara reguler, di antaranya Brisbane, Los Angeles, dan Stockholm.  

Armada B777 milik Cathay Pacific, salah satu maskapai yang berinvestasi paling besar dalam pengadaan biofuel. (Foto: Peggy Wong/Cathay Pacific)

Maskapai yang Memakai Biofuel?
Virgin Atlantic adalah maskapai pertama yang mengetes biofuel. Pada Februari 2008, pesawat B747-400 miliknya terbang dari London ke Amsterdam, dengan 20 persen bahan bakar biofuel. Tes kedua dilakukan Air New Zealand pada Desember 2008, dengan komposisi biofuel 50 persen. Hingga kini, sudah lebih dari 150.000 penerbangan mencobanya. Kendati begitu, lantaran harganya mahal dan pasokan fluktuatif, hanya segelintir maskapai mengoperasikan penerbangan biofuel secara reguler, contohnya United Airlines, Air Canada, Cathay Pacific, dan Alaska Airlines.

Lewat program Push for Change, Finnair mengajak penumpang ikut patungan membeli biofuel. (Foto: Finnair)

Publik Bisa Terlibat Mendukung Biofuel?
Beberapa maskapai mengajak publik ikut patungan membeli biofuel. Metodenya bernama carbon offset. Caranya simpel: penumpang menghitung emisi penerbangan memakai kalkulator karbon, lalu menyumbang dana untuk mengompensasinya. Uang yang terkumpul dipakai pihak maskapai untuk membeli biofuel di penerbangan lainnya. Sistem urun dana ini ditawarkan misalnya oleh Lufthansa, Finnair, dan SAS.  

The post Agar Terbang Tak Jadi Aib appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Desa di Bali Jadi Finalis Sustainable Destination Awards https://destinasian.co.id/wakil-bali-jadi-finalis-sustainable-destination-awards/ Mon, 29 Jun 2020 05:31:19 +0000 https://destinasian.co.id/?p=56737 ITB Berlin urung diadakan, tapi ajang penghargaannya tetap berlangsung.

The post Desa di Bali Jadi Finalis Sustainable Destination Awards appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Edisi 2020 ITB Berlin dibatalkan, tapi ajang penghargaannya tetap berlangsung. Khusus Sustainable Destination Awards, panitia telah melansir 21 finalis dan tujuh juaranya. Destinasi-destinasi ini dianggap berhasil menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan di bidang pariwisata.

Sustainable Destination Awards terdiri dari tujuh kategori. Tahun ini, Indonesia gagal membawa satu pun trofi. Prestasi terbaik hanya dicatatkan oleh Desa Pemuteran, Bali. Permukiman di pesisir utara pulau ini terpilih sebagai finalis kategori Best of Nature, berkat kesuksesannya dalam proyek konservasi karang.

Proses penilaian Sustainable Destination Awards 2020 dilakukan oleh 15 orang juri, di antaranya Masaru Takayama (Asian Ecotourism Network, Thailand), Rod Hillman (Ecotourism Australia), dan Naut Kusters (Travelife for Tour Operators & Travel Agents).

Ajang Sustainable Destination Awards digarap oleh Green Destinations, yayasan nirlaba yang bergerak di bidang pengembangan dan sertifikasi destinasi. Rencananya, mereka akan kembali mengumumkan seluruh pemenang penghargaan dalam konferensi daring Global Green Destination Days pada 6-8 Oktober 2020.

Berikut daftar lengkap pemenang dan finalis di tiap kategori Sustainable Destination Awards 2020:     

ITB Earth Award: QualityCoast Delta, Belanda
Finalis: Cascais (Portugal), Bled (Slovenia)

Best of Communities & Culture: Douglas Shire, Australia
Finalis: Torres Vedras (Portugal), Bergueda (Spanyol)

Best of Nature: Azores, Portugal
Finalis: Galapagos (Ekuador), Desa Pemuteran (Indonesia)

Best of Africa: Khoadi Hoas Conservancy, Namibia
Finalis: Felicite Island, North Island (Seychelles)

Best of the Americas: Vail, Colorado (Amerika Serikat)
Finalis: Guyana, Alberta Southwest (Kanada)

Best of Asia-Pacific: North-East Yilan Coast, Taiwan
Finalis: Kamaishi (Jepang), Club Paradise Palawan (Filipina)

Best of Europe: Slovenia
Finalis: Alto Minho (Portugal), Fiskars (Finlandia)

The post Desa di Bali Jadi Finalis Sustainable Destination Awards appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Komitmen Accor Kurangi Sampah Plastik https://destinasian.co.id/komitmen-accor-untuk-kurangi-sampah-plastik/ Mon, 24 Feb 2020 10:33:06 +0000 https://destinasian.co.id/?p=53692 Jaringan hotel asal Prancis ini bakal pangkas seluruh penggunaan plastik sekali pakai pada akhir 2022.

The post Komitmen Accor Kurangi Sampah Plastik appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Kian banyak jaringan hotel global yang merasa bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan. Setelah Hilton, InterContinental Hotel Group (IHG), Marriott International, dan Mandarin Oriental Group, kini giliran Accor yang meluncurkan program ramah lingkungan global.

Bekerja sama dengan Ellen MacArthur Foundation, dan bergabung dalam Global Tourism Plastics Initiative yang dipimpin oleh United Nations Environment Programme (UNEP) dan World Tourism Organization, jaringan hotel asal Prancis ini bakal memangkas penggunaan plastik sekali pakai secara berkala hingga akhir 2022. Program ini bakal diterapkan di seluruh propertinya. 

Jaringan hotel yang didirikan pada 1967 tersebut akan memangkas penggunaan plastik sekali pakai yang ada, mulai dari kamar, lobi, restoran, ruang meeting, hingga pusat kebugaran dan spa. Mulai dari sedotan dan kantong plastik, gelas plastik, pengaduk, cotton buds, serta kartu kunci plastik, dan mengganti botol-botol kecil untuk sabun, sampo, dan pelembap di kamar mandi dengan botol besar isi ulang.

Baca juga: Hotel Bebas Plastik Pertama di Prancis; Program Ramah Lingkungan 5 Hotel di Bali

Jika prosesnya sudah komplet kelak, Accor akan mengurangi sebanyak 200 juta sampah plastik per tahun. Selain menemukan alternatif untuk plastik, pihak hotel juga bakal menerapkan program 3R: Reduce, Re-use, dan Recycle.

“Polusi plastik adalah salah satu tantangan lingkungan utama, dan pariwisata memiliki peran penting untuk berkontribusi dalam memberikan solusi,” ujar Ligia Noronha selaku Environment Programme Economy Division Director, dikutip dari siaran pers yang diterima oleh DestinAsian Indonesia.

Informasi selengkapnya, kunjungi Accor.

The post Komitmen Accor Kurangi Sampah Plastik appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Kapal Pesiar Bebas Plastik Pertama di Dunia https://destinasian.co.id/kapal-pesiar-bebas-plastik-pertama-di-dunia/ Wed, 15 Jan 2020 07:56:44 +0000 https://destinasian.co.id/?p=52798 Norwegian Cruise Line bakal pangkas seluruh penggunaan plastik sekali pakai.

The post Kapal Pesiar Bebas Plastik Pertama di Dunia appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Dalam beberapa tahun belakangan, isu pemanasan global membuat manusia kian peduli dengan lingkungan. Mulai dari meluncurkan maskapai ramah lingkungan, mendirikan bandara hijau, hingga membangun penginapan ramah lingkungan. Faktor lain yang mendorong hal tersebut adalah adanya kesadaran mengenai dampak buruk pariwisata terhadap suatu destinasi.

Setelah tahun lalu Hi Fly resmi meluncurkan penerbangan bebas sampah plastik pertama, kali ini giliran jaringan kapal pesiar yang menunjukkan kepedulian mereka terhadap isu tersebut. Salah satunya adalah Norwegian Cruise Line. Bertekad menjadi jaringan kapal pesiar bebas plastik pertama di dunia, tur pesiar tersebut resmi mereduksi penggunaan plastik—terutama botol minum—sekali pakai dalam setiap pelayarannya.

Bekerja sama dengan perusahaan air mineral JUST® Goods, Inc., milik aktivis, rapper, penulis lagu hingga aktor tersohor asal Amerika, Jaden Smith, Norwegian Cruise Line sepakat mengganti semua botol minuman plastiknya dengan tempat minum daur ulang JUST Water. Karton tersebut terbuat dari 82% bahan daur ulang dengan tutup plastik yang terbuat dari tebu, sehingga dapat digunakan berkali-kali. Aturan baru ini bakal diterapkan pada 17 armada Norwegian Cruise Line termasuk armada barunya, yakni Encore Norwegia. Pihak pengelola kapal berharap mereka dapat mengurangi setidaknya enam juta botol plastik per tahun.

Baca juga: Berlayar Bersama Kapal Pesiar Paling Ramah Lingkungan; Maskapai Anti Sedotan Plastik

Meski terbuat dari karton daur ulang, tempat minum JUST Water dapat digunakan berkali-kali.

“Sebagai salah satu tur pesiar terkemuka, kami bangga dapat melakukan perubahan ini. Kami juga terus berkomitmen untuk menjadikan Norwegian Cruise Line sebagai perusahaan yang ramah lingkungan,” ujar Harry Sommer, President and Chief Executive Officer of Norwegian Cruise Line.

Sebenarnya, hal ini bukan langkah pertama tur pesiar asal Norwegia ini dalam mengatasi sampah. Sejak 2018 silam, mereka telah menjalankan program “Sail & Sustain,” dengan memangkas pemakaian sedotan plastik, mengganti botol sabun dan shampo kecil dengan botol yang lebih besar, hingga meminimalisir pembuangan limbah serta mengurangi emisi karbon dioksida.

Informasi selengkapnya, kunjungi Norwegian Cruise Line.

The post Kapal Pesiar Bebas Plastik Pertama di Dunia appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Marriott International Serius Kurangi Sampah Plastik https://destinasian.co.id/marriott-international-serius-kurangi-sampah-plastik/ Thu, 29 Aug 2019 06:02:56 +0000 http://destinasian.co.id/?p=48807 Usai diterapkan di seribu hotelnya di Amerika, program ini bakal diimplementasikan di semua propertinya di jagat.

The post Marriott International Serius Kurangi Sampah Plastik appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Makin banyak jaringan hotel global yang merasa bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian lingkungan. Setelah Hilton dan InterContinental Hotel Group (IHG) kini giliran Marriott International yang meluncurkan program ramah lingkungan global.

Secara berkala hingga Desember 2020, jaringan hotel yang menaungi lebih dari 7.000 properti di dunia tersebut akan mengganti botol-botol kecil untuk sabun, sampo, dan pelembap di kamar mandi dengan botol besar isi ulang.Jika prosesnya sudah komplet kelak, Marriott International akan mengurangi sebanyak 500 juta sampah plastik botol kecil per tahun atau setara dengan 771 ton.

Baca juga: Program Ramah Lingkungan Hilton di Bali; 5 Maskapai Paling Ramah Lingkungan

botol plastik marriott
Satu botol besar isi ulang isinya setara dengan 12 botol plastik kecil.

“Ini merupakan program global kedua kami dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai dalam setahun, yang menegaskan kepercayaan kami akan pentingnya mencari cara untuk mengurangi efek buruk properti-properti Marriott International terhadap lingkungan. Ini merupakan prioritas utama bagi kami,” ujar Arne Sorenson, President dan CEO Marriott International seperti dikutip dari siaran pers yang diterima oleh DestinAsian Indonesia.

Program penggantian botol Marriott International pertama kali diluncurkan pada Januari 2018 di lebih dari seribu properti di kawasan Amerika utara.

Informasi lebih lanjut, kunjungi Marriott International.

The post Marriott International Serius Kurangi Sampah Plastik appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Cara Maskapai Dunia Kurangi Emisi Karbon https://destinasian.co.id/cara-maskapai-dunia-kurangi-emisi-karbon/ Fri, 23 Aug 2019 04:48:05 +0000 http://destinasian.co.id/?p=48686 Sejumlah maskapai kian kreatif menerapkan carbon offset. Dua tahun lagi, kebijakan itu akan menjadi regulasi.

The post Cara Maskapai Dunia Kurangi Emisi Karbon appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Oleh Yohanes Sandy

Kompetisi merawat alam berlangsung di udara. Sejumlah maskapai berlomba menjadi yang paling ramah lingkungan lewat beragam inisiatif, contohnya mereduksi bahan plastik untuk katering, membeli armada yang lebih hemat avtur, serta menyarankan penumpang memesan makanan sebelum terbang demi mengurangi kemubaziran. Tahun ini, muncul satu terobosan segar lain: carbon offset, yakni memberi kompensasi atas emisi bahan bakar.

Sedikitnya 11 maskapai telah menjalankan kebijakan carbon offset. Program yang paling jamak ialah reboisasi, daur ulang limbah, hingga investasi di lembaga konservasi. Salah satu contoh terakhirnya ialah program Push for Change dari Finnair yang diluncurkan Januari silam. Bermitra dengan NEFCO, organisasi yang didirikan oleh negara-negara Nordik untuk mendanai proyek lingkungan, maskapai asal Finlandia ini mengajak penumpang menyumbang antara satu hingga enam euro. Uang ini kemudian dipakai untuk membeli kompor modern untuk didistribusikan di Mozambique sebagai pengganti kompor kayu bakar yang berkontribusi dalam penebangan hutan. Lewat Push for Change pula, Finnair menggalang dana publik untuk mendukung penerbangan berbahan bakar biofuel. Donasinya sebesar 10 hingga 65 euro.

Baca juga: 5 Maskapai Paling Ramah Lingkungan; Grup Qantas Luncurkan Program Ramah Lingkungan

Untuk saat ini, carbon offset bergantung pada kepedulian dan kreativitas maskapai. Dalam waktu dekat, kebijakan itu berubah menjadi regulasi. Merujuk perjanjian Carbon Offsetting & Reduction Scheme for International Aviation yang disahkan oleh PBB pada tahun lalu, seluruh maskapai yang terbang lintas benua mesti menerapkan carbon offset mulai 2021. Harapannya, perusahaan penerbangan tak lagi bergantung kepada individu untuk mengurangi dampak lingkungan dari bisnis mereka sendiri.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Juli/September 2019 (“Kompensasi Polusi”).

The post Cara Maskapai Dunia Kurangi Emisi Karbon appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Prancis Terapkan Pajak Hijau untuk Maskapai https://destinasian.co.id/prancis-terapkan-pajak-hijau-untuk-maskapai/ Thu, 11 Jul 2019 09:56:26 +0000 http://destinasian.co.id/?p=47834 Mulai 2020, Prancis mulai berlakukan pajak 'hijau’ untuk seluruh tiket penerbangan dari bandara di Prancis.

The post Prancis Terapkan Pajak Hijau untuk Maskapai appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Berkomitmen untuk menciptakan moda transportasi ramah lingkungan sebagai imbas timbulnya emisi karbon dari pesawat, mulai 2020, pemerintah Prancis bakal memungut pajak hijau dari seluruh maskapai yang akan terbang dari bandara yang ada di Prancis.

Menurut data European Environment Agency (EEA), industri penerbangan kian menjadi sorotan karena emisi karbon yang dihasilkan oleh setiap penerbangan mencapai 285 g CO2 per kilometer, nyaris empat kali lipat lebih besar dibandingkan bus berukuran besar. Sebagai konsekuensinya, industri penerbangan harus tunduk pada mekanisme global baru yang disebut dengan Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA).

Mengutip dari BBC, nantinya, seluruh penerbangan kelas ekonomi untuk rute domestik serta Uni Eropa bakal dibebankan biaya tambahan sebesar Rp24.000, dan kelas bisnis sebesar Rp142.000. Sedangkan, untuk rute internasional bakal dipungut biaya sebesar Rp48.000 untuk kelas ekonomi, dan Rp285.000 bagi kelas bisnis. Meskipun beberapa maskapai seperti Air France menolak kebijakan ini, namun pemerintah tetap bergeming. 

Dengan diberlakukan pajak hijau ini, diharapkan pemerintah dapat mengumpulkan Rp3 triliun per tahunnya untuk membangun proyek infrastruktur transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Baca juga: 5 Maskapai Paling Ramah Lingkungan; Grup Qantas Luncurkan Program Ramah Lingkungan

Sebenarnya, Prancis bukan negara pertama yang memberlakukan kebijakan ini. Sejak April 2018, Swedia telah menerapkan pajak serupa mencapai Rp640.000 untuk setiap tiket dalam upaya mengurangi dampak perjalanan udara terhadap iklim. Ke depannya, negara di Eropa lainnya yang bakal mengikuti jejak Prancis adalah Jerman dan Belanda.

The post Prancis Terapkan Pajak Hijau untuk Maskapai appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Potato Head Bali Gelar Pesta Peduli Lingkungan https://destinasian.co.id/potato-head-bali-gelar-pesta-peduli-lingkungan/ Mon, 13 May 2019 02:07:23 +0000 http://destinasian.co.id/?p=46904 Potato Head Beach Club mengobarkan semangat menjaga lingkungan lewat rangkaian acara menarik selama tujuh hari.

The post Potato Head Bali Gelar Pesta Peduli Lingkungan appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Sampah masih menjadi problem utama yang mengancam kelestarian lingkungan. Tanggung jawab perusahaan dalam menangani limbahnya kini makin disuarakan. Di Indonesia, Bali menjadi salah satu provinsi teratas yang rutin menggalakkan program peduli lingkungan. Salah satunya adalah dengan mengesahkan regulasi pelarangan sampah plastik yang telah dimulai sejak Januari 2019 silam.

Grup Potato Head Bali juga tak ketinggalan dalam mendengungkan kampanye ramah lingkungan. Setelah membuka galeri pengelolaan sampah sendiri bernama Sustainism Lab, beach club ternama di Pulau Dewata ini juga bakal menggelar pesta peduli lingkungan berskala internasional selama tujuh hari berturut-turut.

Pengunjung juga dapat mampir dan mengikuti beragam workshop di Sustainism Lab.

Bertajuk Future Design, program yang fokus pada bagaimana peran desain dalam membangun masa depan yang lebih baik ini mengajak para pengunjungnya untuk menikmati rangkaian acara menarik. Mulai dari ekshibisi, musik, seminar, hingga workshop yang berkaitan dengan program keberlanjutan lingkungan.

Pesta yang berlangsung pada 17 Mei hingga 23 Mei 2019 tersebut akan menampikan line up lokal dan internasional, mulai dari Borneo, Byo Living, Dirk Vander Kooij, Dutch Design Foundation, Du’Anyam, Eco Bali, Eddi, Emily Penn, Evoware, Faye Toogood, Green School Innovation Hub, Greg Long, James Shaw, Kalpa Taru, Kaltimber, Ma-tt-er, Max Lamb, Nano Uhero, Parley, Prism London, Space10, Smile Plastic, The Shelter Project, Tony Fadell.

Baca juga: Bali Diet Kantong Plastik; 5 Festival Musik Ramah Lingkungan

Pesta bakal ditutup oleh penampilan dari DJ Virgil Abloh.

Selain itu, Future Design juga menghadirkan sesi diskusi bersama Kristine Harper, profesor dan penulis buku “Aesthetic Sustainability – Product Design and Sustainable Usage” dan Mike Long, Head of Operations Parley for the Oceans, serta menikmati penampilan Virgil Abloh DJ yang juga berprofesi sebagai perancang busana tersohor yang bakal menggoyang beach club populer yang berada di kawasan Seminyak tersebut.

Informasi selengkapnya, kunjungi Potato Head Beach Club Bali.

The post Potato Head Bali Gelar Pesta Peduli Lingkungan appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>