artotel Archives - DestinAsian Indonesia https://destinasian.co.id/tags/artotel/ Majalah travel premium berbahasa Indonesia pertama Fri, 28 Mar 2025 03:31:26 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=6.6.2 ‘More Than a Tourist,’ Menjelajahi Destinasi Seperti Warga Lokal Bersama Artotel Wanderlust https://destinasian.co.id/more-than-a-tourist-menjelajahi-destinasi-seperti-warga-lokal-bersama-artotel-wanderlust/ Fri, 28 Mar 2025 03:00:23 +0000 https://destinasian.co.id/?p=79866 Artotel Group meluncurkan kampanye “Like a Local” yang mengajak tamu merasakan pengalaman menginap lebih personal, mengenal budaya lokal, dan menikmati kuliner khas setiap destinasi jaringan hotelnya melalui aplikasi digitalnya, Artotel Wanderlust.

The post ‘More Than a Tourist,’ Menjelajahi Destinasi Seperti Warga Lokal Bersama Artotel Wanderlust appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Melokal bersama Artotel Group dalam kampanye ‘Like a Local.’ (Foto: Artotel Group)

Di tahun 2025, berbagai tren liburan bermunculan, salah satunya adalah ‘Cultural Immersion,’ di mana wisatawan diprediksi akan lebih tertarik berlibur ke tempat yang kental dengan budaya.

Menyambut tren tersebut, Artotel Group yang menaungi ARTOTEL, DAFAM, MAXONE, ROOMS INC, dan KYRIAD menghadirkan kampanye ‘Like a Local’ melalui aplikasi digitalnya, Artotel Wanderlust,, yang mengajak wisatawan untuk merasakan pengalaman lebih dari sekadar turis, tetapi benar-benar hidup dan menjelajah seperti warga lokal.

‘More than a tourist experience like a local’ menjadi semangat utama dalam kampanye ini di mana tamu dapat berlibur sambil menyelami kehidupan dan budaya warga setempat.

Mulai dari semarak kehidupan metropolitan di Jakarta, pesona pesisir Bali di Jimbaran, hingga kekayaan sejarah dan budaya di Semarang, setiap hotel dalam jaringan Artotel Group dirancang untuk mencerminkan karakter khas daerahnya. Interiornya mengangkat unsur seni lokal, sementara berbagai aktivitas khas dihadirkan untuk memberikan pengalaman eksplorasi yang lebih mendalam.

Para tamu akan mendapatkan akses ke berbagai acara dan kegiatan lokal.

Para anggota Artotel Wanderlust dapat menikmati berbagai keuntungan eksklusif, mulai dari harga khusus untuk pemesanan kamar dan dijamin harga terbaik dari penawaran online lainnya; akses ke acara budaya dan komunitas setempat, mencicipi kuliner khas daerah, hingga akses khusus ke event komunitas dan festival lokal.

Selain itu, para anggota juga akan mendapatkan poin loyalitas yang bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah eksklusif, termasuk pengalaman menginap atau voucher untuk kegiatan lokal yang menarik.

Dengan begitu, para tamu tidak sekadar mengunjungi destinasi, tetapi bisa menelusuri setiap sudut destinasi dan kehidupan lokal dari masyarakat setempat. 

Yulia Maria, Director of Marketing Communications Artotel Group, menjelaskan bahwa kampanye ini bukan sekadar promosi, tetapi sebuah ajakan bagi tamu untuk mengenal destinasi wisata di Indonesia khususnya kota-kota dimana jaringan hotel Artotel Group berada.

“Kami ingin tamu merasakan kota melalui kacamata orang lokal, yaitu menikmati seni, budaya, dan kuliner khas setempat,”

Tamu dapat dengan mudah mendaftar menjadi anggota Artotel Wanderlust melalui aplikasi Artotel Wanderlust di Google Play Store atau Apple App Store. Dengan keanggotaan gratis, mereka langsung menikmati diskon 10% untuk menginap, potongan harga hingga 15% untuk F&B, serta berbagai keuntungan lainnya sesuai tingkat keanggotaan.

Like a Local by Artotel Wanderlust
Info lebih lanjut dan reservasi artotelwanderlust.com 

The post ‘More Than a Tourist,’ Menjelajahi Destinasi Seperti Warga Lokal Bersama Artotel Wanderlust appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Grup Hotel Lokal dengan Properti Terbanyak 2023 https://destinasian.co.id/grup-hotel-lokal-dengan-properti-terbanyak-2023/ Thu, 20 Apr 2023 18:30:58 +0000 https://destinasian.co.id/?p=70668 Archipelago International masih di puncak klasemen. Artotel melompat drastis ke peringkat ketiga.

The post Grup Hotel Lokal dengan Properti Terbanyak 2023 appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
The Kayana Beach Lombok, resor dari Grup Santika yang diresmikan pada 2019. (Foto: Santika)

Keputusan Artotel Group mengakuisisi MPHG (Milestone Pacific Hotel Group) pada tahun ini telah mengubah peta industri perhotelan di Indonesia. Artotel sekarang mengoleksi 104 hotel, membawanya jadi grup hotel lokal terbesar ketiga di Indonesia.

Dan angka itu masih bisa berubah. Tahun ini, Artotel berencana menambah 15 hotel baru dalam portofolionya. Jika ambisinya berhasil diwujudkan, Artotel berpeluang menyalip Santika Indonesia Hotels & Resorts yang bertengger di peringkat kedua dengan koleksi 111 hotel.

Peringkat pertama “raja hotel nasional” masih dihuni oleh Archipelago International. Merujuk situs webnya, grup yang berkantor pusat di Jakarta ini mengelola 162 properti pada tahun ini.

Di luar tiga besar, ada Azana Hotels & Resorts yang mengelola 60 hotel, naik cukup signifikan dari catatan 2020. Setelahnya, ada Metropolitan Golden Management yang mengelola 42 hotel, turun sedikit selama pandemi.

Kamar di Artotel Gajahmada Semarang, hotel yang dibuka pada 2019. (Foto: Artotel)

Menurut Badan Pusat Statistik, Indonesia memiliki total 3.521 hotel bintang pada 2021. Mayoritas berstatus hotel butik atau independen. Sepuluh grup lokal terbesar mengelola hanya sekitar 17% dari total hotel di seantero Indonesia.

Grup lokal juga bersaing dengan jaringan asing. Pemain asing paling agresif di Indonesia ialah Accor Group yang mengelola lebih dari 130 hotel, dibayangi oleh Swiss-Belhotel International dengan portofolio 75 hotel dan Marriott International dengan 60 hotel.

Catatan Redaksi: Artikel ini telah dikoreksi pada 26 April 2023. Di Indonesia, Archipelago International merupakan grup hotel lokal dengan properti terbanyak pertama, bukan ketiga seperti tertulis di artikel sebelumnya.

The post Grup Hotel Lokal dengan Properti Terbanyak 2023 appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Beli Milestone Pacific, Artotel Menjadi Grup Hotel Terbesar Ketiga di Indonesia https://destinasian.co.id/beli-milestone-pacific-artotel-menjadi-grup-hotel-terbesar-ketiga-di-indonesia/ Tue, 21 Mar 2023 03:51:59 +0000 https://destinasian.co.id/?p=70468 Mengoleksi 104 hotel dan lebih dari 10.000 kamar yang terbesar dari Aceh hingga Papua.

The post Beli Milestone Pacific, Artotel Menjadi Grup Hotel Terbesar Ketiga di Indonesia appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Lobi Artotel Yogyakarta, hotel yang dibuka pada 2018. (Foto: Artotel)

Peta industri hotel di Indonesia berubah. Bulan ini, Artotel resmi mengakuisisi Milestone Pacific Hotel Group (MPHG), menambah portofolionya menjadi 104 hotel. Dengan begitu, Artotel pun menjadi grup hotel lokal terbesar ketiga di Indonesia.

Artotel, yang dirintis pada 2012, bermula sebagai merek butik yang fokus pada segmen kelas menengah. Tawarannya terbilang unik untuk standar Indonesia: penginapan yang dipercantik karya seni. Dimulai dengan satu hotel di Surabaya, Artotel lalu berekspansi ke sejumlah destinasi populer di Indonesia, termasuk Jakarta, Bali, Bandung, dan Semarang.

Di tengah pandemi 2021, Artotel melakukan gebrakan besar dengan mengakuisisi jaringan Kyriad dan Dafam, membawanya masuk liga elite 10 grup hotel terbesar di Indonesia. Lalu, tahun ini, Artotel melompat ke klasemen atas dengan membeli MPHG, jaringan berisi 45 hotel dan enam merek, yakni Maxone, Nite & Day, Zia, Ruma Ruma, Marc, dan One of a Kind.

Fasad Artotel Thamrin di Jakarta. (Foto: Artotel). Kanan: Kolam renang Artotel Sanur. (Foto: Putu Sayoga)

Dengan langkah akuisisi besar ini, Artotel pun berubah, dari grup hotel bergaya butik menjadi grup kakap yang mengoleksi akomodasi lintas segmen. Jumlah kamarnya menembus 10.000 unit. Jaringannya terbesar dari Aceh hingga Papua. Dan, layaknya grup hotel kakap, Artotel pun telah memiliki program loyalty, bernama Artotel Wanderlust.

“Keberhasilan yang kami raih ini dengan mengelola lebih dari 100 hotel tidak membuat kami lupa diri, justru hal ini menjadikan tanggung jawab kami yang lebih besar untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada stakeholder kami,” ujar Erastus Radjimin, CEO Artotel Group, dalam siaran persnya. 

The post Beli Milestone Pacific, Artotel Menjadi Grup Hotel Terbesar Ketiga di Indonesia appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Checking In: Artotel TS Suites https://destinasian.co.id/checking-in-artotel-ts-suites/ Tue, 05 Jul 2022 04:36:14 +0000 https://destinasian.co.id/?p=68329 Artotel kembali ke kota kelahirannya dengan mengelola hotel di kompleks Surabaya Townsquare.

The post Checking In: Artotel TS Suites appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Artotel TS Suites Surabaya berada di kompleks Surabaya Townsquare (Sutos) Foto: Artotel TS Suites.

Oleh Aisha Amira

Artotel kembali ke Surabaya. Usai menutup hotel perdananya di sini enam tahun silam, grup ini “mudik” ke kota kelahirannya dengan membuka Artotel TS Suites Surabaya pada 1 Juli 2022. 

Hotel ini tidak sepenuhnya baru. TS Suites Surabaya sudah beroperasi sejak 2008 silam. Namun, akibat pandemi Covid, hotel milik Townsquare Group ini terpaksa hiatus beberapa bulan, hingga akhirnya dibuka kembali di bawah manajemen Artotel. 

Artotel TS Suites Surabaya berada di kompleks Surabaya Townsquare (Sutos) di Jalan Hayam Wuruk, salah satu sentra kuliner dan hiburan di Kota Pahlawan. Alamatnya cukup strategis. Jaraknya hanya empat kilometer dari alun-alun kota, serta 10 menit jalan kaki dari Kebun Binatang Surabaya.

Dalam hal desain, karakter warisan TS Suites dipertahankan. Interiornya menonjolkan gaya urban kontemporer. Sentuhan artistik khas Artotel tersaji dalam bentuk Artspace di area lobi. Dalam rangka pembukaan hotel, tempat ini memamerkan karya-karya dari sejumlah seniman Jawa Timur, termasuk AT. Sitompul, Isa Ansory, serta Fauzi Satyaputra.

Kiri: Kategori kamar CEO Suites luasnya 150 meter persegi dan dilengkapi dengan teras privat. Kanan: Dalam rangka pembukaan hotel, Artotel TS Suites menampilkan karya-karya sejumlah seniman Jawa Timur. (Foto: Aisha)

Artotel TS Suites Surabaya mengoleksi 126 kamar yang dicetak lapang. Kategori terendah, Studio 40, memiliki luas 40 meter persegi, hampir menyamai ukuran kamar JW Marriott Surabaya. Sementara kamar termewah, Prominent Suites dan CEO Suites, luasnya 150 meter persegi dan dilengkapi teras privat. 

Sarapan tamu disajikan 1Deck Gastropub, satu-satunya restoran di hotel ini. Dapurnya menyajikan aneka comfort food Barat. Malam harinya, tempat ini berubah jadi ruang komunal yang dimeriahkan pentas musik, dengan sajian andalan aneka crafted beers dan koktail kreatif.

Khas hotel di kota bisnis, Artotel TS Suites Surabaya dilengkapi ruang pertemuan. Fasilitas 9 Meetspace bisa dipakai untuk jamuan atau rapat berisi 300 tamu. Sementara galeri MICE Meetspace telah disiapkan untuk presentasi karya dan produk. 

Merayakan kehadirannya, hotel baru ini meluncurkan tarif promo Rp588.000 net per malam untuk kamar Studio 40, inklusif sarapan untuk dua orang. Tarif khusus ini tersedia sepanjang Juli 2022, dengan syarat tamu memesan langsung ke pihak hotel.

Artotel TS Suites Surabaya, Jl. Hayam Wuruk No. 6, Sawunggaling, Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur; 031/5631-222; artotelgroup.com.

The post Checking In: Artotel TS Suites appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Prediksi Dunia Pariwisata 2021, Menurut 10 CEO & Pendiri Perusahaan Wisata https://destinasian.co.id/prediksi-dunia-pariwisata-2021-menurut-9-ceo-pendiri-perusahaan-wisata/ Mon, 01 Feb 2021 08:11:54 +0000 https://destinasian.co.id/?p=62398 Kapan pariwisata kembali normal, apa saja yang berubah, dan bagaimana para pelaku menyambutnya?

The post Prediksi Dunia Pariwisata 2021, Menurut 10 CEO & Pendiri Perusahaan Wisata appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Calon penumpang pesawat mengenakan masker di bandara. (Foto: Anna Shvets)

Wawancara oleh Cristian Rahadiansyah

Awal 2021, seiring bergulirnya program vaksinasi, angin optimisme pun berembus, termasuk di sektor pariwisata. Banyak grup hotel telah melansir daftar properti baru di 2021. Sejumlah negara mengumumkan jadwal pembukaan perbatasan. Maskapai siap melayani kembali trayek-trayek yang dibekukan.

Baca Juga: Rapor Pariwisata Indonesia 2020

Bagaimana para pelaku melihat prospek pemulihan pariwisata tahun ini? Apa yang akan berubah, dan bagaimana mereka mempersiapkan diri? Berikut wawancara dengan pelaku industri pariwisata dari 10 perusahaan dan lembaga: TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko; ARTOTEL Group; Singapore Airlines; Tiket.com; Badan Promosi Pariwisata Toraja Utara; Inspiro Group; Piknik Nusantara; Dream Cruises; Seabourn; dan Silolona Sojourns. 

1. OBJEK WISATA
Edy Setijono, Direktur Utama PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko

Kiri-kanan: Edy Setijono, Direktur Utama PT. TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko; Candi Borobudur pada pagi hari (Foto: Bayu Anggoro).

Kapan proses pemulihan pariwisata akan dimulai? Dan kapan industri pariwisata akan kembali ke titik sebelum pandemi?
Dulu kami membayangkan, setelah protokol diterapkan, pariwisata akan pulih, proses bisnis akan berjalan lagi. Tapi ternyata tidak begitu. Urusannya bukan lagi destinasi menyiapkan protokol. Ini urusan yang besar, yang tidak bisa diselesaikan hanya lewat protokol. Faktor penentu kapan kita akan pulih akan sangat banyak, misalnya vaksin. Awal 2021 program vaksinasi sudah berjalan. Semoga bisa jadi faktor mempercepat pemulihan. Walau begitu, beberapa lembaga menyatakan, kita akan kembali ke kondisi 2019 pada 2023. Dalam RKAP [Rencana Kerja Anggaran Perusahaan] kami pun dinyatakan, kami akan pulih pada 2023. Kami berharap 2022 suasana akan mulai kondusif, dan kita akan dapat pasar 2019 di 2023.

Peran yang bisa diambil pemerintah untuk akselerasi pemulihan?
Kami melihat pasar turis asing tidak akan langsung pulih. Tapi kami berharap di 2021 dan 2022 pasar domestik bisa dipulihkan. Pemerintah sudah melakukan banyak hal. Untuk pariwisata misalnya, pemerintah memberi insentif perjalanan domestik, misalnya penghapusan airport tax. Tapi saya coba melihat kondisi ini dari perspektif berbeda. Saya melihat sekarang adalah momentum bagi pelaku pariwisata untuk rejuvenasi. Pada akhir 2019, mulai ada pergeseran pola wisata. Kelas menengah kian banyak. Mereka menuntut pariwisata yang lebih mengutamakan kualitas. Dan tuntutan mereka juga terlihat saat pandemi. Ini momentum untuk kita berbenah, memperbaiki fasilitas dan layanan, dan paket-paket. Ini juga yang sedang kami lakukan. 

Seperti apa Anda industri pariwisata selepas pandemi?
Sejak dulu saya melihat pariwisata dan kesehatan adalah dua sisi mata uang yang sama. Orang akan mencari layanan kesehatan terbaik, dan mencari leisure yang terbaik pula. Di antara keduanya itulah aktivitas terkait wellness mulai tumbuh. Wisata berbasis kesehatan, termasuk yoga dan spa, tumbuh lumayan bagus. Di samping itu, adanya pandemi memunculkan tren baru aktivitas individual, misalnya sepeda. Ini tren yang perlu disikapi, karena bisa menjadi potential market di masa depan.

Selepas pandemi, perubahan terbesar dalam hal perilaku dan ekspektasi pasar?
Kementerian Pariwisata sudah menjalankan program sertifikasi CHSE. Ini bagus. Kelas menengah biasanya lebih mudah percaya dengan hal-hal yang terstandardisasi. Dari sisi konsumen, orang akan terus memakai masker bukan karena kewajiban, tapi perilaku. Begitu pula, cuci tangan sudah menjadi perilaku. Tantangan ke depan ialah mengemas protokol kesehatan sedemikian rupa agar tidak menjadi barrier bagi tamu, melainkan sesuatu yang bisa dinikmati. Layanan kesehatan jadi bagian dari excellent service, bukan sekadar protokol. 

Bulevar di kompleks Candi Prambanan. (Foto: Afif Kusuma)

Sistem slot pengunjung Borobudur akan diterapkan?
Ini sedang jadi pembahasan bersama. Terlebih, dalam hal konservasi, kami tidak bisa terus meladeni pertumbuhan pengunjung yang sangat banyak. Di 2019, angkanya hampir menyentuh empat juta pengunjung. Demi menjaga konservasi, akan dilakukan pembatasan jumlah orang yang naik candi. Kemungkinan akan ada sistem kuota harian. Ada dua kuotanya, yakni kuota pagi dan siang. Angka masing-masingnya belum diputuskan. Tapi kemungkinan sekitar 1.000-an orang, paling tinggi 2.000. Paling lama di 2022 sistem kuota ini akan diimplementasikan.  

Surat keterangan vaksin covid-19 akan disyaratkan untuk pengunjung?
Kami belum bisa memastikan apakah kebijakan semacam ini akan diterapkan. Tapi kalau pun akan diterapkan, prioritasnya mungkin untuk wisatawan asing. Untuk wisatawan domestik, saya kira belum sampai ke titik itu. Setidaknya butuh proses untuk edukasi, bahwa orang harus selalu membawa kartu vaksinnya.  

Agenda terbesar TWC di 2021?
TWC sudah melakukan banyak pembenahan, selaras dengan yang dilakukan oleh pemerintah. Jika program pembenahan selesai di 2021, wisatawan akan merasakan ambience baru. Penataan lingkungan sudah dilakukan. Orang bisa melihat borobudur dengan lebih baik. Trotoar semakin bagus. Penataan permukiman juga sudah semakin bagus. Di koridor-koridor utama, fasad bangunan rumah penduduk sedang di-touch up menggunakan elemen batu bata. Kami juga sedang memproses penataan ulang UMKM di kawasan Borobudur. Banyak wisatawan menaruh perhatian pada hal ini. Nanti akan dilakukan relokasi. Pintu masuk Borobudur akan digeser, dan UMKM akan ditempatkan di lokasi yang tidak terlalu jauh dari pintu masuk. Semoga penataan ini selesai di 2022. 

Sudah ada jadwal acara di Borobudur dan Prambanan?
Ini sudah dibicarakan. Sudah ada rencana untuk mengadakan lagi Borobudur International Conference. Kemungkinan di September. Akan hadir tokoh-tokoh pemikir dunia di bidang perdamaian. Acara lainnya, Borobudur Marathon, saya kira akan diselenggarakan lagi. Kami juga punya Borobudur Symphony. Semoga bisa dijalankan, setelah ditunda di 2020. Tapi secara umum tahun ini kami masih wait and see apakah peserta acara sudah bisa dibuka luas, apakah acara-acara bisa diadakan secara fisik atau hanya virtual, termasuk untuk Prambanan Jazz dan Tawur Agung.

2. HOTEL
Erastus Radjimin, Founder & CEO ARTOTEL Group

Kiri-kanan: Erastus Radjimin, CEO ARTOTEL Group; ARTOTEL Thamrin Jakarta. (Foto: ARTOTEL)

Kapan proses pemulihan pariwisata akan dimulai? Dan kapan industri pariwisata akan kembali ke titik sebelum pandemi?
Pada 2020, kami sudah mengantisipasi pemulihan akan dimulai di 2021. Tapi prosesnya akan sangat terkait jumlah kasus Covid-19 di tingkat domestik, juga aturan pemerintah terkait perjalanan orang. Jika melihat kondisi sekarang, pemulihan di tingkat domestik akan berjalan pelan, karena bisa dibilang Indonesia memang belum sampai titik kasus tertinggi. Di sisi lain, vaksin sudah terdistribusi, walau belum 100%, tapi ini jadi berita positif untuk pasar. Andaikan vaksinasi berjalan lancar, sektor hospitality akan mengalami perbaikan bertahap. Diperkirakan Indonesia akan kembali ke periode pra-pandemi di 2022.

Prediksi itu terbilang optimistis. Banyak lembaga mengatakan pariwisata akan pulih di 2023 atau 2024
Yang membedakan Indonesia dari negara lain ialah pasar domestiknya cukup kuat, cukup besar untuk membantu pemulihan industri pariwisata. Setidaknya di 2022 pasar domestik akan pulih. Khusus international travel, ada banyak faktor yang berpengaruh. Walaupun Indonesia sudah terbuka menerima turis asing, belum tentu orang asing berani terbang ke Indonesia. Untuk pasar internasional, pemulihan kemungkinan terjadi mulai 2023.

Peran yang bisa diambil pemerintah untuk akselerasi pemulihan?
Nomor satu ialah mengontrol penyebaran Covid-19, misalnya lewat lockdown dan penerapan CHSE. Yang perlu diamankan pemerintah tidak cuma hotel dan restoran, tapi juga daerah di sekitarnya, misalnya lewat tracing, testing yang rutin, dan vaksin yang distribusikan merata. Jika kita ditanya tiga tahun lalu apa pentingnya peran pemerintah, kita mungkin akan menjawab infrastruktur dan pemasaran. Sekarang, terus terang program pemerintah yang paling dinanti ialah vaksinasi. Hal kedua yang bisa dilakukan pemerintah ialah mempromosikan destinasi-destinasi wisata lokal. Walau pemain swasta sudah berlomba mempromosikan diri masing-masing, tapi penting bagi pemerintah untuk membangkitkan keyakinan pasar.

Seperti apa industri pariwisata selepas pandemi?
Secara geografis, di Indonesia, daerah yang lebih dulu pulih ialah daerah yang bisa diakses dengan mobil. Terbukti, performa hotel-hotel kami di Semarang, Yogyakarta, dan Bandung cukup bagus. Di tahap kedua, daerah yang akan pulih ialah daerah yang punya infrastruktur bagus dan nyaman didatangi naik pesawat, seperti Bali dan Manado. Dari sisi sektor bisnisnya, leisure travel akan bangkit lebih dulu. Untuk cruise, mungkin masih lama prosesnya, walau belakangan yang sedang tren ialah pinisi. Orang merasa lebih nyaman untuk cruise tapi intimate. Untuk wellness, saat ini liburan sendiri sudah jadi wellness. Orang tidak akan muluk-muluk terbang untuk meditasi misalnya. Sudah bisa terbang saja akan cukup senang. Dan yang pasti destinasi outdoor akan lebih banyak penggemarnya. 

Selepas pandemi, perubahan terbesar dalam hal perilaku dan ekspektasi konsumen?
Dulu, kenyamanan nomor satu. Sekarang, keamanan nomor satu. Tamu tidak keberatan diminta cuci tangan dan tes suhu, karena sadar ini esensial. Tugas besar pelaku pariwisata ke depan ialah menyediakan keamanan dan kenyamanan bagi tamu.   

Kamar dengan sentuhan karya seni di ARTOTEL Sanur. (Foto: ARTOTEL)

Langkah ARTOTEL Group untuk menyambut perubahan itu?
Pertama, kami sudah berupaya mati-matian mematuhi standar CHSE pemerintah. Kami merasa ini penting untuk pemulihan. Kedua, sejak tahun lalu kami bekerja sama dengan Halodoc. Semua tamu mendapatkan kit gratis hasil kolaborasi dengan Halodoc. Semua tamu juga bisa berkonsultasi gratis dengan dokter spesialis dari Halodoc.  

Surat keterangan vaksin Covid-19 kelak akan disyaratkan untuk tamu?
Ini tergantung aturan pemerintah. Tapi mungkin saja ke depannya akan disyaratkan surat vaksin saat bepergian. Jika kini orang sebelum terbang diminta menunjukkan KTP, mungkin nanti akan diminta menunjukkan surat bukti vaksin. 

Agenda terbesar ARTOTEL Group di 2021?
Di 2021, kami bukan lagi di tahap survival mode, tapi recovery mode. Kebetulan pasar leisure kami cukup kuat. Jadi selama pandemi pun okupansi cukup bagus, misalnya dari staycation. Berkat ini jugalah kami bisa bertahan. Tahun ini pula kami akan membuka enam properti baru, mayoritas di Jawa. Sebenarnya ini proyek-proyek yang tertunda di 2020. Juga akan dibuka ARTOTEL Suites pertama. Ini akan jadi flagship project kami di 2021. Untuk strategi kampanye, fokus kami tidaklah mengajak orang untuk liburan, tapi kami mau orang yang sedang bepergian merasa aman dan nyaman saat menginap di ARTOTEL.  

3. MASKAPAI
Alan Lim, General Manager Indonesia – Singapore Airlines

Kiri-kanan: Alan Lim, General Manager Indonesia – Singapore Airlines; Armada Singapore Airlines dan Scoot di Bandara Changi. (Foto: Shawn Ang)

Kapan proses pemulihan pariwisata akan dimulai? Dan kapan industri pariwisata akan kembali ke titik sebelum pandemi?
Pencabutan kontrol perbatasan dan pembatasan perjalanan global ternyata lebih lambat dari yang diantisipasi. Kami melihat proses pemulihan akan berjalan tertatih, mengingat adanya gelombang baru infeksi di seluruh dunia dan kekhawatiran akan kasus impor. Kendati begitu, ada beberapa tanda awal optimisme. Singapura telah membuka diri dengan cara yang aman dan terukur, ada perbaikan dalam administrasi tes, dan dimulainya program vaksinasi telah membawa harapan. Ini akan meningkatkan kepercayaan konsumen dan mengembalikan permintaan pasar secara bertahap.

Peran yang bisa diambil pemerintah untuk akselerasi pemulihan?
Sebagai perusahaan, SIA tetap teguh untuk mendukung langkah-langkah yang diambil pemerintah di penjuru dunia, dan akan bekerja sama dengan mereka dalam pembukaan perbatasan secara aman dan terukur.

Seperti apa industri pariwisata selepas pandemi?
Dalam waktu dekat, tes Covid-19 masih akan berlanjut, sebelum terbang ataupun saat kedatangan. Aturan tes akan lebih ketat, dan hasilnya bisa diperoleh cukup cepat. Vaksinasi juga akan menjadi kunci dalam pembukaan perbatasan dan meningkatkan kepercayaan, sementara sertifikat kesehatan digital berisi hasil tes atau status vaksin akan menjadi norma. Kami juga melihat akan ada akselerasi dalam penggunaan teknologi digital, baik di darat maupun di udara. Ini termasuk bekerja dengan banyak pihak untuk memfasilitasi tes Covid-19 bagi wisatawan, digitalisasi hasil tes, dan integrasi sistem verifikasi dalam proses check-in.   

Perubahan terbesar dalam hal perilaku dan ekspektasi konsumen?
Kesehatan dan keselamatan akan terus menjadi prioritas utama para pelanggan kami. Di saat yang sama, mereka masih menginginkan produk dan layanan kelas dunia. Kami akan terus berinvestasi untuk menyediakan keduanya di tahun-tahun mendatang.

Kru Singapore Airlines mengenakan perlengkapan keselamatan selama pandemi. (Foto: Singapore Airlines)

Langkah Singapore Airlines untuk menyambut perubahan itu?
SIA bekerja sama erat dengan para pakar dan mitra di bidang medis, juga regulator dan produsen pesawat, untuk menerapkan langkah-langkah komprehensif di tiap tahap perjalanan pelanggan. SIA juga telah meraih peringkat Diamond—yang merupakan level tertinggi—versi APEX Health Safety. Kami melibatkan para pemangku kepentingan untuk memastikan perjalanan udara yang aman bisa dilanjutkan. Pada 20 Januari 2021, kami meluncurkan layanan baru yang memungkinkan pelanggan SIA memesan tes pra-keberangkatan dan menerima hasilnya lewat portal daring satu atap.  

Surat keterangan vaksin Covid-19 kelak akan disyaratkan untuk penumpang?
SIA akan terus bekerja sama dengan lembaga pemerintah terkait, serta mengikuti panduan dari para profesional kesehatan. Kami juga akan memastikan setiap penerbangan mematuhi aturan kesehatan dan keselamatan, juga persyaratan imigrasi di Singapura dan semua destinasi yang kami layani. Mengingat tes Covid-19 dan vaksinasi akan menjadi bagian integral dari perjalanan udara di masa mendatang, SIA telah memulai uji coba proses verifikasi kesehatan digital baru, yang memungkinkan penumpang menyimpan dan menyajikan info kesehatan mereka dengan aman saat bepergian.  

Agenda terbesar Singapore Airlines di 2021?
Sejalan dengan pembukaan kembali perbatasan Singapura, serta vaksinasi bertahap di penjuru dunia, kami berharap bisa memperluas jaringan penerbangan. Pada akhir Maret 2021 total kapasitas penumpang SIA Group diharapkan mencapai sekitar 25% dari level sebelum Covid-19, dan kami akan melayani sekitar 45% dari titik-titik yang kami tuju sebelum krisis ini. Demi memastikan kami keluar dari krisis dengan lebih kuat, kami meluncurkan program transformasi tiga tahun pada Oktober 2020. Fokusnya ialah memastikan kami terus memberikan produk dan layanan kelas dunia yang relevan dalam lanskap pasca-Covid-19, perusahaan dapat berkelanjutan secara finansial dalam iklim operasi yang baru, serta karyawan kami dilengkapi keterampilan yang dibutuhkan di masa depan.

4. ONLINE TRAVEL AGENCY
Mikhael Gaery Undarsa, Cofounder & Chief Marketing Officer of Tiket.com 

Kiri-kanan: Kursi bersantai di Ayana Komodo, resor baru di destinasi super prioritas Labuan Bajo. (Foto: Putu Sayoga); Mikhael Gaery Undarsa, Cofounder Tiket.com

Kapan proses pemulihan pariwisata akan dimulai? Dan kapan industri pariwisata akan kembali ke titik sebelum pandemi?
Tiket.com sudah mencatat adanya tanda-tanda akselerasi pemulihan industri pariwisata nasional di akhir 2020. Hal tersebut ditandai dengan peningkatan double-digit dalam pemesanan tiket pesawat, kereta api, aktivitas obyek wisata, serta kamar hotel. Berdasarkan data kami per Desember 2020, pemesanan hotel di Indonesia meningkat 69% dibandingkan Q3 2020. Transaksi harian pemesanan tiket penerbangan meroket setinggi 85% dibandingkan Q3 2020. Semenjak pelonggaran PSBB pada Mei tahun lalu, terlihat ekonomi nasional perlahan berangsur pulih.

Peran yang bisa diambil pemerintah untuk akselerasi pemulihan?
Bersinergi dengan berbagai pihak, khususnya sektor swasta. Kami baru saja bertemu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Bapak Sandiaga Uno untuk bekerjasama mendorong kebangkitan pariwisata, khususnya di lima destinasi wisata super prioritas. Kerjasama ini bertujuan untuk mendukung kebangkitan pariwisata nasional dengan menjunjung protokol kesehatan. Kami percaya kemitraan berkelanjutan merupakan solusi kunci dalam mendorong pemulihan, dan kami optimistis akan pemulihan menyeluruh sepanjang 2021

Seperti apa industri pariwisata selepas pandemi?
Kami optimistis perjalanan domestik akan pulih lebih cepat, sedangkan untuk perjalanan internasional mungkin akan sedikit lebih lama. Dengan skenario realistis seperti itu, maka kami akan terus gerakkan staycation dan ‘liburan dekat rumah’ hingga tahun depan, dengan tetap mengimbau masyarakat untuk taat menerapkan protokol kesehatan. Tanda positif di 2021 untuk pemulihan industri pariwisata Indonesia juga didasari oleh meningkatnya travel demand di Asia Tenggara, pembukaan zona batas lintas negara untuk Indonesia oleh sejumlah negara, dan vaksinasi di Indonesia.   

Selepas pandemi, perubahan terbesar dalam hal perilaku dan ekspektasi publik?
Tentunya wisatawan akan lebih mengedepankan aspek kebersihan, kesehatan dan keselamatan, serta keamanan, sehingga industri harus dapat beradaptasi. Protokol kesehatan pada berbagai moda transportasi diperkirakan akan terus berlanjut. Salah satu contoh yang paling mudah diamati adalah prosedur bepergian dengan pesawat. Di Indonesia sendiri, sektor penerbangan kini mewajibkan para penumpang untuk menyertakan surat keterangan bebas Covid. Meskipun prosedur ini diterapkan dalam masa PSBB, peraturan ini mungkin akan menjadi salah satu persyaratan wajib di masa depan.

Kampanye pakai masker oleh Garuda Indonesia. Menurut data Tiket.com, pemesanan tiket pesawat meningkat pada Desember 2020. (Foto: Garuda Indonesia)

Langkah Tiket.com untuk menyambut perubahan itu?
Melihat pentingnya dokumen kesehatan penumpang, bandara dituntut untuk menyediakan layanan produk pemeriksaan dan tes kesehatan yang dapat dipesan secara langsung, termasuk di platform Tiket.com, juga menyediakan informasi terkini terkait kebutuhan persiapan perjalanan, seperti dokumen dan kebijakan baru yang diterapkan di setiap destinasi.

Surat keterangan vaksin Covid-19 kelak akan disyaratkan untuk turis?
Ada wacana dari Menteri Kesehatan untuk memberikan sertifikat kesehatan digital bagi masyarakat yang telah menerima vaksin Covid-19, yang nantinya sertifikat digital tersebut dapat digunakan sebagai syarat bepergian. Tiket.com sebagai pelaku industri aplikasi online travel siap bermitra dengan Kementerian Kesehatan untuk membantu menyelaraskan program tersebut.

Agenda terbesar Tiket.com di 2021?
Memasuki usia ke-10, Tiket.com optimistis bahwa 2021 akan menjadi tahun kebangkitan industri pariwisata Indonesia, yang didasari oleh hadirnya vaksin, meningkatnya travel demand, dan dibukanya travel ban di Asia Tenggara. Pada Q1 2021, Tiket.com siap menjadi yang pertama mendorong kampanye dan aktivitas untuk menghidupkan kembali industri pariwisata, terutama di lima destinasi super prioritas. Fokus utama Tiket.com ialah tetap menggenjot angka transaksi dan kunjungan ke Indonesia. Walaupun sudah berjalan fase pertama vaksinasi, Tiket.com tidak henti mengingatkan masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dan menjaga jarak fisik selama perjalanan dan berlibur.   

The post Prediksi Dunia Pariwisata 2021, Menurut 10 CEO & Pendiri Perusahaan Wisata appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Lima Destinasi Favorit CEO Artotel https://destinasian.co.id/lima-destinasi-favorit-ceo-artotel/ Tue, 20 Oct 2020 16:50:51 +0000 https://destinasian.co.id/?p=59602 Artotel tersohor sebagai jaringan hotel paling artistik di Indonesia. Ini lima destinasi yang menginspirasi pendirinya.

The post Lima Destinasi Favorit CEO Artotel appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Kiri-kanan: Erastus Radjimin, pendiri dan CEO Artotel. (Foto: Artotel); Pedagang kaki lima di pelataran stasiun World Trade Center, New York. (Foto: Lerone Pieters)

Wawancara oleh Yohanes Sandy

New York
“Seperti Amerika yang sebenar-benarnya,” jelas Erastus, merujuk pada kemajemukan penduduk New York, sebuah kota yang tersohor sebagai tanah kaum perantau. Berkat lanskap demografisnya pula, Big Apple menawarkan tradisi dapur yang beragam. Erastus, yang pernah mengenyam pendidikan di Amerika Serikat, mengaku tradisi kuliner New York benar-benar membuka matanya. “Percaya atau tidak, piza di New York itu rasanya lebih enak dibandingkan piza di Italia,” jelasnya.  

Evelyn Hotel, gedung pentas musik legendaris di area bohemian Brunswick Street, Melbourne. (Foto: Emily Weaving)

Melbourne
Sebagai pengusaha yang menjadikan kreativitas sebagai aset bisnis, wajar jika Erastus memandang Melbourne sebagai sumber inspirasi. Kota ini rutin melahirkan terobosan segar, termasuk di sektor kuliner. Selain dikenal sebagai kutub third wave coffee movement, Melbourne turut memelopori demam speakeasy bar, whiskey bar, serta hidangan trendi Asia. “Tren kulinernya kerap menjadi kiblat bagi para pebisnis kuliner di Indonesia,” jelasnya. 

Kiri-kanan: Seniman sedang memasang karya di kamar Artotel Yogyakarta. (Foto: Kurniadi Widodo); Pameran di Sangkring Art Space, Yogyakarta. (Foto: Ulet Ifansasti)

Yogyakarta
Selain kekayaan kuliner dan keramahan warganya, Erastus jatuh cinta pada Yogyakarta karena skena seninya yang subur. Provinsi ini memiliki beragam ajang seni internasional dan rutin mencetak artis kelas dunia. “Yogyakarta adalah salah satu inspirasi saya dalam melahirkan konsep Artotel, hotel yang melebur dengan seni kontemporer,” ujar pria yang merilis Artotel di Yogyakarta pada 2017 ini.

Dua pengunjung Niseko menembus salju menuju lereng ski. (Foto: Oliver Dickerson)

Niseko
Niseko, kota yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Sapporo, tersohor sebagai destinasi bagi pencinta aktivitas outdoor, terutama di musim dingin. Erastus, yang menggemari snowboarding, bahkan menilai Niseko memiliki kualitas salju terbaik. “Enak untuk meluncur,” jelasnya. Di luar musim dingin, Niseko menawarkan aktivitas yang tak kalah menarik: golf, tur sepeda, dan trekking. 

Kiri-kanan: Desa adat Penglipuran, Bali. (Foto: Ruben Hutabarat); Panorama perairan Singaraja, Bali. (Foto: Kenny Febrian)

Bali
Bagi pengusaha hotel, Bali memang lahan bisnis favorit. Tapi Erastus juga menyukai pulau ini berkat tawaran wisatanya yang lengkap. “Siapa yang tak suka Bali? Bali bagi saya adalah tempat liburan yang komplet,” serunya. “Mau bawa keluarga, teman, ataupun untuk bisnis, Bali selalu menyenangkan. Ada pantai, ada gunung, tren kuliner yang selalu berkembang, dan hiburan yang menyenangkan.”  

The post Lima Destinasi Favorit CEO Artotel appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
8 Hotel Atraktif Karya Arsitek Indonesia https://destinasian.co.id/8-hotel-atraktif-karya-arsitek-indonesia/ Wed, 16 Sep 2020 09:39:49 +0000 https://destinasian.co.id/?p=59003 Terilhami khazanah Nusantara, sejumlah bakat lokal memberi tafsir segar dalam desain penginapan.

The post 8 Hotel Atraktif Karya Arsitek Indonesia appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Andaz Xiamen, hotel baru yang didesain oleh JID, firma yang didirikan Jaya Ibrahim. (Foto: Derryck Menere/Hyatt)

Bulan ini, Andaz Xiamen resmi beroperasi. Terinspirasi rumah vernakular khas Nanyang, hotel ini memadukan dengan apik elemen modern dan tradisional. Satu fakta yang juga menarik, hotel ini dirancang oleh JID, firma yang didirikan oleh pria asal Yogyakarta—Jaya Ibrahim.

Dalam disiplin konstruksi hotel, arsitek dan desainer interior Indonesia punya reputasi yang cukup dihormati. Segelintir dari mereka sukses menggaet klien hotel waralaba, termasuk menggarap properti di luar negeri. Beberapa yang fokus ke pasar domestik, sukses memberi warna baru dalam desain, lewat sentuhan khazanah alam dan budaya lokal. Berikut sebagian kreasi mereka:  

Rumah Luwih, hotel di Gianyar yang dirancang Hadiprana. (Foto: Putu Sayoga)

1. Rumah Luwih, Gianyar
Hotel ini bersemayam di bibir Pantai Lebih (“luwih” artinya “lebih”), sekitar 30 menit dari Sanur. Perancangnya adalah Hadiprana, biro arsitektur yang didirikan oleh Hendra Hadiprana.

Khas Hadiprana, Rumah Luwih diperkaya nuansa Indonesia. Bangunannya berbentuk rumah gedongan yang berdiri anggun menatap laut. Interiornya merayakan keglamoran masa silam melalui kandil megah, lantai teraso, plafon sarat relief, serta taburan vas dan mebel kayu jati.

Tanah Gajah, bekas rumah liburan Hendra Hadiprana di Ubud. (Foto: Kar-Wai Wesley/Tanah Gajah)

Tentu saja, Rumah Luwih bukan karya Hadiprana satu-satunya. Dirintis pada 1958, biro ini pernah menangani begitu banyak properti, contohnya InterContinental Bali dan Royal Tulip Gunung Geulis. Sentuhan personal sang arsitek tersaji lebih kental di resor Tanah Gajah Ubud, bekas rumah retret Hendra Hadiprana.

Kolam renang di atap Ize Seminyak, hasil kreasi Studio TonTon. (Foto: Ize Seminyak)

2. Ize Seminyak
Hotel trendi di Jalan Kayu Aya, Ize memadukan arsitektur tropis dan estetika Skandinavia. Dari eksterior hingga interiornya, dinding beton bertemu mebel minimalis dan ornamen biru. Udara dan cahaya masuk lewat celah-celah panel yang dirakit bak gedek futuristik.

Studio TonTon berada di balik eksperimen itu. Firma ini dipimpin oleh Antony Liu dan Ferry Ridwan—dua bakat lokal yang gemar memberi tafsir berani pada aliran desain tropis. Satu keahliannya yang menonjol: memberi efek lapang memakai teknik manipulasi cahaya.

Kiri-Kanan: Kapel Infinity di Conrad Bali. (Foto: Pandu Adnyana/Conrad); Tangga di jantung Artotel Sanur. (Foto: Putu Sayoga)

Hotel lain yang menyimpan ciri khas Studio TonTon ialah Artotel Sanur, Le Meridien Jimbaran, The Bale Nusa Dua, serta Kosenda Jakarta. Di luar hotel, satu kreasi yang ikonis ialah kapel Infinity di Conrad Bali. Desainnya menciptakan tren rumah pernikahan transparan di Bali. 

Kamar di Morrissey, hotel yang didesain oleh firma Aboday. (Foto: Morrissey)

3. Morrissey, Jakarta
Walau dibuka sebelum Instagram ditemukan, Morrissey seolah dirancang untuk memuaskan hasrat memotret. Dari lobinya yang eksentrik, ruang hijau di jantungnya, hingga kolam renang di atapnya, hotel ini menyuguhkan komposisi visual yang atraktif.

Morrissey beralamat di Menteng. Hotel ini populer untuk durasi menginap jangka panjang. Kamarnya mirip apartemen studio. Ruang penatu disediakan. Menghibur para penghuni, patung anjing aneka pose disebar di kamar-kamarnya.

Area kongko di Artotel Thamrin, hotel artistik rancangan Aboday. (Foto: Artotel Thamrin)

Desainnya yang progresif tak cuma menggiurkan bagi tamu. Pada 2012, IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) Jakarta Awards memberi trofi terbaik kepada arsiteknya, Aboday, firma asuhan Rafael David dan Ary Indra. Hotel lain yang dirancang Aboday ialah Artotel Thamrin, penginapan artistik di Jakarta. 

Kiri-Kanan: Perpustakaan di U Janevalla; Desain melenggok U Janevalla terinspirasi dari tari Jaipong. (Foto: Evelyn Pritt/U Janevalla)

4. U Janevalla Bandung
Sang arsitek, Budi Pradono, menamainya “dancing hotel.” Bentuknya memang mirip tubuh yang sedang menari, dengan kaki, pinggul, dan pundak melenggok. Konsep unik ini dihasilkan dari interpretasi atas tarian Jaipong khas Sunda—pilihan yang juga merefleksikan lokasi hotel di Bandung.

Dalam tubuh asimetris 10 lantai, U Janevalla menaungi 119 kamar, plus restoran, perpustakaan, serta kolam renang di atapnya. Hotel bintang empat ini diresmikan pada April 2018. Alamatnya di Jalan Aceh, tak jauh dari mal legendaris Bandung Indah Plaza.

The Hermitage, hotel rancangan Jasin Tedjasukmana, menghuni gedung bersejarah. (Foto: The Hermitage)

5. The Hermitage, Jakarta
Jasin Tedjasukmana adalah salah satu alasan Universitas Parahyangan Bandung dijuluki pabrik arsitek andal. KIAT, firma miliknya, telah menyabet beragam penghargaan, termasuk Aga Khan Award. Portofolionya berisi rumah-rumah duta besar, gedung pemerintahan, hingga hotel.

Salah satu kreasi terbaik Jasin ialah The Hermitage. Hotel ini menghuni struktur sepuh bekas kampus dan kantor presiden pertama RI. Dalam fasad Art Deco, The Hermitage menaungi 90 kamar yang ditaburi mebel antik dan memorabilia. Pada 2015, hotel ini mengantarkan KIAT menyabet IAI Jakarta Awards.

Alila Manggis, salah satu proyek yang melibatkan Jasin Tedjasukmana. (Foto: Alila Manggis)

Hingga 2020, Jasin total telah terlibat dalam 10 proyek penginapan, sebagian bermitra dengan firma asing. Beberapa karya emasnya ialah The Dharmawangsa Jakarta, Alila Manggis, serta Alila Ubud.

Katamama, hotel bertubuh bata yang didesain oleh arsitek prolifik Andra Matin. (Foto: Katamama)

6. Katamama, Seminyak
Arsitek prolifik Andra Matin meninggalkan banyak jejak fenomenal, contohnya Salihara, Aquatic Center GBK, serta Bandara Blimbingsari Banyuwangi. Khusus sektor hotel, hanya ada satu kreasinya: Katamama

Hotel ini berlokasi di Seminyak, bertetangga dengan Potato Head Beach Club yang juga dirancang Andra Matin. Struktur utamanya dirakit dari 1,5 juta keping bata merah asal Tabanan. Tampilan monolitik ini sekilas mengingatkan pada kompleks Candi Muarajambi.

Barisan pembungkus teras kamar di Maya Sanur, resor rancangan arsitek senior Budiman Hendropurnomo. (Foto: Alex Soh/Maya Sanur)

7. Maya Sanur
Saat dibuka pada 2015, Maya Sanur langsung menyita perhatian berkat desainnya yang eklektik. Selain mengadopsi karakter tradisional Bali, elemen yang memang “wajib” di Sanur, resor ini memetik inspirasinya dari beragam khazanah. 

Sebagian bangunannya dicetak berjenjang dengan gaya brutalist. Beberapa kamar dilengkapi teras yang dibungkus brongsong raksasa. Sementara di tepi pantai berdiri Tree Bar yang—sesuai namanya—terinspirasi rumah pohon. Semua ini ditata apik di lanskap berbentuk bukit yang digerayangi tanaman.

Serambi area kongko Agra di Alila Solo, hotel yang didesain Budiman Hendropurnomo. (Foto: Alila Solo)

Otak di balik racikan semarak itu ialah Budiman Hendropurnomo, bagian dari firma Denton Corker Marshall. Budiman adalah arsitek dengan portofolio tebal. Khusus penginapan, kreasinya antara lain Tugu Malang, Anantara Uluwatu, Doubletree Jakarta, serta Alila Solo.

Interior The Dharmawangsa ditangani oleh Jaya Ibrahim, maestro di bidang desain interior. (Foto: The Dharmawangsa)

8. The Dharmawangsa, Jakarta
Hingga kepergiannya, Jaya Ibrahim, anak dari putri keraton Yogya dan diplomat Sumatera, terus menjadi enigma. Akan tetapi, di dunia desain, pamornya tak menyisakan pertanyaan.  

Dekat dengan Adrian Zecha, pendiri Aman Resorts, Jaya Ibrahim pernah terlibat dalam proyek Amanfayun dan Aman Summer Palace. Kreasi yang juga prominen ialah The Chedi Muscat, The Setai Miami, serta The Nam Hai (kini Four Seasons Hoi An).

The Nam Hai (kini Four Seasons), proyek yang melibatkan JID, firma milik Jaya Ibrahim. (Foto: Four Seasons Resorts)

Di Indonesia, Jaya Ibrahim menangani interior The Dharmawangsa, hotel ikonis Jakarta. Dia mengusung tafsir kontemporer atas citra glamor rasa Nusantara. Sang desainer juga sempat merancang propertinya sendiri—The Jaya Lombok. Resor ini dicanangkan menerima tamu mulai 2020, tapi laman reservasinya belum dibuka. 

The post 8 Hotel Atraktif Karya Arsitek Indonesia appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
4 Cara Hotel di Bali Siasati Pandemi https://destinasian.co.id/4-cara-hotel-di-bali-siasati-pandemi/ Tue, 28 Apr 2020 15:04:03 +0000 https://destinasian.co.id/?p=55161 Dihantam wabah Covid-19, pengusaha hotel di Bali mengambil aneka jurus demi bertahan hidup.

The post 4 Cara Hotel di Bali Siasati Pandemi appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Maret silam, dari sekitar 52.000 kamar hotel di Bali, kurang dari 10 persennya kosong akibat pandemi Covid-19. Merespons kondisi genting itu, pemilik hotel pun menempuh beragam siasat. Sebagian berpikir kreatif dengan menelurkan terobosan bisnis. Beberapa mengalihkan energi untuk aktivitas sosial. Sisanya memilih menutup hotel sementara. Berikut contohnya:

Karyawan Hyatt Regency Sanur memproduksi masker dari bahan kain batik daur ulang.

Donasi Masker
Menjawab terbatasnya masker selama pandemi Covid-19, sejumlah hotel mengerahkan karyawannya untuk memproduksi masker, baik untuk keperluan internal maupun warga sekitar. Ambil contoh InterContinental Jimbaran. Setiap harinya, para penjahit terampil dari tim tata graha resor ini memproduksi 40-50 buah masker yang kemudian diberikan kepada pegawai resor dan keluarga mereka, juga disumbangkan kepada warga sekitar. Inisiatif sosial serupa ditempuh oleh Hyatt Regency Sanur lewat program Gift that Gives Back. Resor di Sanur ini memproduksi masker dari bahan kain batik daur ulang, yang kemudian dijual atau disumbangkan ke komunitas setempat. Modus yang sedikit berbeda ditempuh oleh Meliá Nusa Dua. Selain mengerahkan karyawan untuk memproduksi masker, hotel ini mendonasikan 250 buah sarung bantal kepada Bali Life Foundation untuk kemudian dipakai sebagai bahan masker. 

Chicken katsu donburi, salah satu menu dalam layanan pesan antar Nagisa Izakaya. (Foto: Nikko Bali Benoa Beach)

Pesan Antar Makanan
Tergantung jenis dan lokasi hotelnya, divisi F&B menyumbang rata-rata 20-40 persen pendapatan hotel. Khusus masa pandemi, divisi ini mengambil peran sentral sebagai sumber kas utama. April silam, The Westin Nusa Dua meluncurkan servis pesan antar makanan Eat Well From Westin, di mana ongkos kirim digratiskan untuk pembelanjaan minimum Rp500.000. Tetangganya, Mulia Nusa Dua, membuka layanan serupa dengan menawarkan lebih dari 50 menu, mulai dari kroasan hingga nasi Bali. Contoh lain, Nikko Benoa Beach, membuka layanan pesan antar makanan dari kedua restoran andalannya—Nagisa Izakaya dan Giorgio Italian.  

Kiri-Kanan: Artotel Sanur memberi diskon kamar 65 persen untuk durasi menginap tujuh malam (Foto: Putu Sayoga); Four Seasons Jimbaran merespons wabah dengan memberi paket promosi jangka panjang. (Foto: Danar Tri Atmojo)

Promo Menginap
Ada dua model promosi kamar yang populer. Pertama, obral kamar. Promo ini galibnya ditujukan untuk turis yang “terjebak” di Bali, warga yang bosan terkurung di rumah, atau kaum profesional yang butuh amenitas hotel (misalnya internet) untuk bekerja. Model kedua ialah book now stay later, yakni paket promosi untuk periode menginap selepas pandemi. Trans Resort menawarkan paket Stay Di Hotel Aja seharga Rp1,7 juta, serta menjual voucher Rp1,6 juta untuk tenggat menginap hingga April 2021. Contoh serupa terlihat di Artotel yang memberi diskon hingga 65 persen untuk durasi menginap tujuh malam, serta menjual voucher dengan tenggat pemakaian Februari 2021. Dua properti lain yang menawarkan promo menginap ialah Four Seasons Jimbaran (gratis satu malam jika menginap empat malam, hingga 21 Maret 2022); serta Indigo Seminyak Beach (Rp10 juta untuk tujuh malam).

The Samaya Seminyak, satu dari 10 hotel Grup Santika di Bali yang tutup temporer. (Foto: Santika Indonesia)

Tutup Temporer
Langkah terakhir (dan terpahit) yang diambil pemilik hotel dalam menghadapi pandemi ialah menutup sementara propertinya, baik atas pertimbangan biaya operasional ataupun demi mencegah penyebaran virus. Grup Santika Indonesia menutup 82 hotelnya dengan 10 di antaranya berlokasi di Bali, termasuk The Anvaya Beach Resort, The Kayana Seminyak, dan The Samaya Ubud. Beberapa hotel lain yang resmi memutuskan hiatus sejak Maret atau April 2020 ialah Le Méridien Jimbaran, Alaya Ubud, U Paasha Seminyak, serta Sudamala Sanur.

 

The post 4 Cara Hotel di Bali Siasati Pandemi appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Identitas Baru Goodrich Suites Jakarta https://destinasian.co.id/identitas-baru-goodrich-suites-jakarta/ Mon, 16 Dec 2019 07:56:07 +0000 https://destinasian.co.id/?p=52278 Properti ini akhirnya resmi bergabung dengan ARTOTEL Group.

The post Identitas Baru Goodrich Suites Jakarta appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Fasad Goodrich Suites, ARTOTEL Portfolio.

Usai setahun beroperasi, Goodrich Suites Jakarta resmi memasuki babak baru dalam perjalanannya. Per 1 Juli 2019, properti yang menjadi bagian dari PT. Griya Interindo Abadi tersebut berubah nama menjadi Goodrich Suites, ARTOTEL Portfolio, dan kini beroperasi di bawah payung ARTOTEL Portfolio dari ARTOTEL Group.

ARTOTEL Portfolio merupakan merek ARTOTEL Group yang mengusung konsep ‘’Tailored Luxury’’, yakni hotel yang mengedepankan desain mewah di setiap sudut ruang layaknya hotel bintang lima.

Baca juga: Checking In: de Braga by Artotel; Artotel Kedua di Jakarta

Goodrich Suites, ARTOTEL Portfolio menaungi 76 kamar yang tersebar di delapan lantai. Dengan bergantinya manajemen, brand kerja sama ARTOTEL Group tersebut juga mengalami beberapa penyegaran.

The post Identitas Baru Goodrich Suites Jakarta appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Artotel Beach Club Gelar Acara Oktobeerfest https://destinasian.co.id/artotel-beach-club-gelar-acara-oktobeerfest/ Tue, 15 Oct 2019 10:32:37 +0000 https://destinasian.co.id/?p=49755 Selama Oktober 2019, beach club yang bersemayam di Sanur ini hadirkan beragam promosi F&B.

The post Artotel Beach Club Gelar Acara Oktobeerfest appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>
Selama Oktober 2019, Artotel Beach Club hadirkan beragam promosi F&B. Mulai dari mencicipi koleksi bir lokal dan internasional seperti Anderson Valley Brewing Company, Deschutes Brewery, dan Tuatara Brewing Company, mendapatkan potongan harga untuk bir pitcher, promo tiap Rabu mulai pukul 12:00 hingga 16:00, hingga acara free flow bir tiap Kamis pada pukul 15:00 hingga 17:00.

Setelah puas mencicipi bir, beach club yang bersemayam di Sanur ini juga menyediakan berbagai pilihan menu makanan yang menarik. Salah satunya adalah Hot Wings Challenge, di mana pengunjung ditantang untuk menghabiskan enam potong sayap ayam dengan level pedas yang berbeda dalam waktu tiga menit. Selain itu, pengunjung juga dapat membeli paket Pair Your Beers, yakni untuk setiap pembelian satu menu Gourmet Hotdog dan Sausage Platter dengan pilihan berbagai sosis akan mendapatkan sebotol bir gratis. Promo ini hadir tiap Senin hingga Sabtu mulai pukul 12:00 hingga 17:00.

Baca juga: Beach Club Pertama di Sanur; Wisata Kuliner: Sehari di Sanur

“Kami telah mempersiapkan Oktobeerfest dengan cara spesial, sehingga para pencinta bir dapat menikmati acara ini sepuasnya dengan harga yang terjangkau,” tutur Alessio Gurrieri, selaku General Manager Artotel Beach Club, seperti yang dikutip dari siaran pers yang diterima oleh DestinAsian Indonesia. Selain itu, ABC juga telah mempersiapkan acara Halloween Night Party pada 31 Oktober 2019 mendatang.

Informasi selengkapnya, kunjungi Artotel Beach Club.

The post Artotel Beach Club Gelar Acara Oktobeerfest appeared first on DestinAsian Indonesia.

]]>