Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mendaki Gunung Tertinggi di Daratan Korsel

Cheoneunsa menyuguhkan paras yang menakjubkan: jembatan-jembatan batu yang terlihat melayang, pagoda berjenjang, dan kolam-kolam yang dibingkai daun musim gugur. Diterangi sinar matahari senja, panorama tempat ini berhasil meredakan urat saraf saya yang tegang. Di ujung jalan, kami berpapasan dengan Hwangtobang Pension yang menyewakan dua kamar bergaya tradisional dengan tarif di bawah $100 per malam. Tiap kamar dilengkapi dapur, televisi, dan sistem pemanas dengan kontrol digital. Melihat perjuangan kami, Hwangtobang seperti menawarkan kemewahan yang paripurna, kendati kami sebenarnya tak punya energi untuk memasak di dapurnya. Alih-alih, kami mampir di sebuah restoran bergaya rumahan untuk menyantap nasi, ikan, dan lusinan piring berisi sayuran.

Kiri-kanan: Lampion kertas di Kuil Silsangasa; Aula utama Kuil Silsangsa.

Di hari terakhir, kami bergerak ke utara di etape 15 yang menghubungkan Desa Banggwang dan Sandong, sebuah kawasan ramai turis yang terkenal akan pemandian air panasnya. Rute sepanjang 11 kilometer ini dikaruniai pemandangan yang menawan. Kami mendaki pelan melalui kebun-kebun di mana kesemek matang bergelantungan layaknya ratusan bohlam, lalu melewati perkebunan apel di mana larangan mencuri buah dalam bahasa Korea ditulis di sejumlah pelang dan dikumandangkan lewat pengeras suara.

Kami lalu bersantai di bawah pohon zelkova tua serta menyaksikan ladang-ladang yang ditata secara rapi di pedesaan. Bangku dan paviliun disebar di sejumlah titik bagi pejalan kaki yang hendak menyerap pemandangan. Di salah satu bangku itulah kami berbincang dengan Choi Hansik, pria Seoul yang berambisi melebur dengan alam. “Dalam tiga tahun terakhir, saya rutin mengunjungi Jirisan, dan tempat ini tak pernah kehilangan pesonanya. Tapi sekarang adalah waktu terbaik untuk datang,” katanya. Dengan nada sedih dia menambahkan: “Rasanya pasti menyenangkan bisa hidup sebagai warga lokal.”

Menjelang petang, kami mencapai sebuah tempat yang layak menyandang status destinasi wisata: Dangdong, sebuah “desa seniman” di mana pemerintah daerah mengundang orang-orang kreatif dari penjuru negeri untuk menetap dan berkarya. Dibandingkan desa-desa tradisional sebelumnya, Dangdong tampil menonjol. Gerbangnya dijaga sebuah patung logam berbentuk kombinasi burung dan serangga. Rumah-rumahnya adalah hasil kawin silang arsitektur modern dan neo-Tudor. Sayangnya, di luar beberapa mural dan pelang yang bangga menyambut pengunjung, hanya ada sedikit tanda-tanda aktivitas kreatif atau komersial. Seniman di Dangdong tampaknya sangat pendiam.

Di sisa-sisa rute, kami terus berjalan menanjak. Saat matahari mulai tenggelam, kami tiba di Jirisan Hot Spring Area. Daya tarik utamanya adalah air hangat kaya mineral yang tumpah dari perut gunung lalu mengaliri puluhan spa dan kolam. Kami pun terjerumus dalam komersialisme: barisan motel yang diterangi lampu neon, tempat istirahat di tepi jalan yang siap menampung lusinan bus turis, gerai-gerai suvenir yang dipenuhi makanan lezat seperti jamur kering dan wine.

Tapi setidaknya restoran di sini menawarkan harga yang masuk akal (dan tentu saja, menu favorit black pork). Kami pun masih bisa menemukan guesthouse yang nyaman dan bertarif terjangkau. Menatap keheningan gunung di satu sisi dan gemuruh jalan tol di sisi yang lain, kami seperti dihadapkan pada sebuah pertanyaan: alam mana yang akan kami pilih? Hanya orang bijak yang akan memilih Jirisan.

DETAIL
Jirisan

Rute
Kereta cepat KTX bergerak dua jam sekali dari Stasiun Yongsan di Seoul menuju Namwon di North Jeolla. Tiket bisa dipesan di stasiun atau secara daring via korail.com. Perjalanan memakan waktu sekitar tiga jam. Dari Namwon, taksi atau bus tersedia untuk mengangkut Anda ke berbagai titik di rute Dulle-gil.

Esensial
Momen ideal untuk berkunjung adalah akhir September hingga November, saat suhu bersahabat dan dedaunan musim gugur berwarna cantik. Opsi berikutnya adalah musim semi. Jirisan DulleBoGo (eng.jirisantour.com), panduan wisata dari Jirisan Mountain Tourism Development Association, memuat denah rute, daftar akomodasi, panduan audio, rekomendasi restoran, serta aplikasi yang mencakup nomor darurat, ramalan cuaca, serta koordinat GPS. Sementara ini aplikasi berbahasa Inggris hanya tersedia bagi pengguna Android.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Mei/Jun 2014 (“Puncak Bijak”)

Show CommentsClose Comments

Leave a comment

0.0/5