Amsterdam Resmi Terapkan Pajak Penginapan

Amsterdam resmi terapkan pajak penginapan yang cukup besar bagi para turis. (Foto: Robin Benzrihem)

Polusi turis bukan hal remeh. Berbagai destinasi dunia kini sedang kewalahan menghadapi serangkaian problem akibat banjir turis. Beragam cara sudah mulai dilakukan demi mencegah kerusakan, mulai dari melarang pembangunan hotel baru, membatasi jumlah wisatawan yang berkunjung, hingga penetapan pajak masuk atau penginapan. Namun, cara yang terakhir menjadi opsi favorit karena dianggap lebih menguntungkan.

Setelah Kyoto, kini Amsterdam yang digaungkan bakal segera memberlakukan pajak penginapan kepada pelancong. Resmi diterapkan mulai Januari 2020 mendatang, Ibu Kota Belanda ini akan membebankan setiap turis yang bermalam di hotel, wisma, dan Airbnb. Untuk para wisatawan yang bermalam di hotel akan dikenakan biaya tujuh persen lebih tinggi daripada sebelumnya, yakni kurang lebih Rp46.000 per orang, per malamnya. Sedangkan untuk pelancong yang bermalam di Airbnb akan dipungut pajak 10 persen lebih tinggi per malamnya. Sementara, untuk turis yang memutuskan bermalam di perkemahan akan dikenakan biaya kurang lebih Rp16.000 per orang, per malamnya.

Sebagai gambaran, wisatawan yang datang berpasangan dan menginap selama seminggu di hotel yang bertarif Rp1.900.000 semalam akan dikenakan biaya tambahan kurang lebih Rp1.800.000. Dikutip dari CNN, aturan baru tersebut resmi menetapkan Amsterdam sebagai kota dengan pajak penginapan tertinggi di Eropa.

Baca juga: Pasar Bunga Terapung di Amsterdam Ditutup; Amsterdam Larang Tur Wisata ke Red Light District

Pemerintah kota berharap bisa mendapatkan sekitar pemasukan yang lebih besar dari pajak dan menggunakannya untuk mengatasi masalah kebersihan, keamanan, kenyamanan, kemacetan dan meningkatkan layanan pariwisata. Sebenarnya. ini bukanlah hal baru di Eropa, karena sebelumnya, Paris dan Roma juga telah memberlakukan pajak penginapan yang cukup tinggi.

Comments