8 Vila Privat di Bali

Kiri-kanan: Bersantai di kolam renang Bukit Naga, vila privat yang diresmikan 15 tahun silam; kolam renang Bukit Naga yang menghadap langsung ke hutan.

Bukit Naga
Vila ini sudah eksis selama 15 tahun, jaraknya cuma 25 menit dari Ubud, dan lanskapnya merupakan idaman pengusaha properti: lereng subur yang menatap lembah dan sungai. Anehnya, area di sekitarnya masih sunyi: penginapan minim, jalan raya sepi, hanya satu-dua mobil yang lewat per menitnya.

Kabut melayang di pagi hari. Lantunan gamelan dari desa terdengar di kala malam. Bukit Naga seperti menguasai alam tanpa pesaing. Properti ini sejenak mengingatkan kita pada vila-vila bersahaja di kawasan Sidemen, tempat pelukis kondang Walter Spies dulu menyepi dan berkarya.

Bangunannya disusun oleh kayu dan tegel, dibelah-belah pintu berukir asal Sukawati, ditopang batu-batu perkasa dari Desa Taro, dan dipayungi ratusan genting hijau. Sosoknya rendah hati, seakan mengajak kita mengambil jarak dari modernisasi yang menggebu membasuh Bali. “Vila ini memiliki karakter yang berbeda. Dalam istilah Bali, Bukit Naga seperti memiliki taksu,” ujar Gede Parta Yasa, Villa Manager, yang telah mengabdi sejak vila ini diresmikan.

Dalam terjemahan yang sederhana, taksu berarti roh. Seniman-seniman Bali mengandalkannya dalam berkarya. Pementasan oleh penari yang diberkahi taksu akan lebih memikat. Begitu pula kreasi para pemahat, pelukis, dan penempa keris. Taksu ibarat benang spiritual dari langit yang menggerakkan tubuh dan tangan seniman. Di Bukit Naga, benang itu seakan disulam menembus tiap bongkah bata. “Vila ini juga diapit dua sungai. Lokasinya sakral,” tambah Parta Yasa.

Di atas lahan seluas 5.600 meter persegi, Bukit Naga menaungi tujuh kamar dengan kapasitas maksimum 17 tamu. Mereka dilayani oleh 12 staf, termasuk dua juru masak. Andaikan tamu hendak menyambangi Mozaic, Bebek Tepi Sawah, atau restoran baru Room 4 Dessert, pengelola vila menyediakan kendaraan antar-jemput sonder bayar.

Arsitek Nyoman Miyoga menjadikan lembah hijau di belakang vila sebagai orientasi desain. Teras, balkon, kolam infinity, juga plunge pool, semuanya dicetak menatap lembah rimbun. Jauh di kaki lembah, Sungai Cangkir mengalun pelan. Suara alirannya menembus relung-relung vila dan menjadi latar musik harian.

Bukit Naga bermukim di Selat, daerah yang relatif hening di timur Ubud. Tapi keheningan itu mungkin tak akan abadi. Kata Gede Yasa, hampir semua tanah strategis di bibir lembah ini telah dibeli investor asing. Jadi, datanglah sebelum kawasan ini mulai ramai oleh manusia.

Jl. Gunung Lempuyang, Banjar Selat, Desa Samplangan, Gianyar; 0361/941-118; villabukitnaga.com; mulai dari $1.300, minimum 3 malam, mencakup transfer bandara, shuttle ke Ubud. Jumlah kamar: 7. Luas lahan: 5.600 meter persegi.

Comments