8 Vila Privat di Bali

Kiri-kanan: Di Kaba Kaba Estate, benda seni menghiasi hampir setiap ruangan; ruang kamar yang didesain senyaman mungkin.

Kaba Kaba Estate
Dengan banderol $3.500 per malam, Kaba Kaba Estate melesat sebagai vila pendatang baru termahal di Bali. Uniknya, tarif yang menohok itu tidak berpangkal pada kemewahan. Setidaknya bukan kemewahan dalam tafsir umum.

Kaba Kaba Estate punya segudang alasan untuk menaikkan dagu. Banyak fiturnya sulit disaingi: kolam renang infinity sepanjang 25 meter, bar yang menatap gunung, balkon yang menghadap sawah, dua plunge pool, enam bathtub, pemutar Bluray di setiap kamar, pusat kebugaran, bioskop mini bergaya Maroko, toiletries merek Malin+Goetz, serta lapangan tenis berstandar internasional.

Tapi bukan itu semua yang membuatnya istimewa. Alih-alih sibuk menawarkan segala benda yang bisa dibeli dengan uang, vila ini mengajak tamunya berdialog dengan batin. Mediumnya: benda seni. Koleksinya impresif. Wejangannya variatif. Umpamanya: instalasi Binatang Jalang oleh Agapetus Kristiandana, patung perunggu Ode to Motherland buatan Cai Zhi Song, serta lukisan Go Beyond karya Arthur John E. Harrow. Vila ini seperti hasil kawin silang antara galeri seni kontemporer, museum purbakala, dan balai lelang. Di depan bar terpajang singgasana biksu Burma dari abad ke-19. Di dekat kolam terpasang instalasi evokatif buatan Entang Wiharso. Usai membuka gerbang vila, tamu disambut sepasang arca gajah berusia 200 tahun yang diimpor dari istana di Rajasthan.

Mebel dan barang seni bersisian. Ornamen dan pajangan berkelindan. Berjalan-jalan di sini seperti melompat dari satu sanggar ke sanggar lainnya—dari ruang pamer Bazaar Art, memasuki Ciputra Artpreneur, lalu bertamu di Museum OHD. Suguhan inilah yang agaknya membuat Kaba Kaba Estate terasa bernyawa. Rumah megah di tengah sawah ini mengundang kita untuk berkontemplasi, menyelami sejarah, bercakap-cakap dengan bentuk dan makna. Melalui ikhtiarnya pula, properti ini mengirimkan pesan kuat yang layak disimak: kemewahan bukan cuma soal televisi raksasa dan kolam renang megah, tapi juga selera yang luhur dalam menerjemahkan estetika.

Kiri-kanan: Kolam renang luas di Kaba Kaba Estate menatap area pesta dan persawahan; kolam renang sepanjang 25 meter di Kaba Kaba Estate.

Vila beratap ilalang ini dirancang oleh arsitek dengan reputasi harum, Popo Danes. Pintunya baru resmi dibuka bagi tamu pada pertengahan tahun lalu (grand opening baru digelar pada akhir 2014). Luas lahannya mencapai 1,2 hektare, tapi cuma seperempatnya yang dihuni bangunan. Area lowong sisanya dilapisi padang rumput yang siap menggelar hajatan berkapasitas 500 orang. Standar servisnya yang minim cela dikawal oleh Rahmat, Villa Manager, yang pernah mengabdi selama 12 tahun untuk properti Grup Aman di Bali.

Tamu di sini dilayani oleh 24 staf, termasuk empat butler dan satu koki yang terampil meracik menu-menu Indonesia. Makan siang dan makan malam ditawarkan dengan sistem grocery: tamu membayar sesuai kuitansi belanja bahan makanan, ditambah biaya jasa memasak—praktik yang lazim bagi vila privat.

Kaba Kaba Estate terletak di sebuah banjar yang terpencil di Tabanan, sedikit terpisah dari riuhnya pariwisata di selatan pulau. Di dekatnya hanya ada satu resor. Lokasi klandestin semacam ini memang kian diminati di Bali, apalagi bagi properti yang mengutamakan privasi. Di kala malam, doa-doa dari pura kadang sayup-sayup terdengar, melayang bersama angin sejuk yang melintasi persawahan hijau.

Di tengah kepungan barang-barang seni dari penjuru bumi, suara-suara Hindu yang magis itu bagaikan sebuah pengingat: kita sedang berada di Bali, bukan menghadiri Art Basel.

Banjar Beringkit, Desa Kaba Kaba, Tabanan; 0361/737-498; kabakabaestate.com; mulai dari $3.500, minimum 3 malam, mencakup sarapan dan transfer bandara. Jumlah kamar: 8. Luas lahan: 12.000 meter persegi.

Comments