8 Vila Privat di Bali

Kiri-kanan: Bar di Des Indes tempat tamu bercengkerama; hidangan khas Bali yang disajikan di Des Indes.

Villa Des Indes
Menginap di vila privat berarti menyelami selera privat si pemilik properti. Di Des Indes, kita diajak berkenalan dengan David Salman. Meski sosoknya elusif dari mata publik, David sejatinya berperan penting dalam melestarikan arsitektur Jawa klasik.

Seperti yang terlihat pada resor miliknya di Kepulauan Seribu, Isle East Indies, banyak properti David mengaplikasikan struktur joglo autentik, lengkap dengan gebyok dan langit-langit yang menampilkan ukiran mandala.

Tapi Des Indes tak cuma hendak menjaga tradisi arsitektur Jawa; vila ini sendiri merupakan sebuah artefak Jawa. Usai melewati gerbang kayu yang megah, tamu akan mendapati sebuah rumah sepuh yang menyimpan kepingan sejarah Nusantara. “Struktur joglo rumah ini berusia 250 tahun,” ujar Komang Weda, Villa Manager, yang pernah mengabdi untuk Ritz-Carlton. “Untuk memasangnya saja pemilik mendatangkan tukang khusus dari Kudus dan menghabiskan dana Rp2 miliar.”

Joglo tersebut dirangkai langsung di lokasi tanpa memakai paku, layaknya sebuah formasi Lego dari zaman baheula. Menarik, sebab David memilih menempatkannya di tengah Seminyak yang berkarakter internasional. Des Indes terletak persis di antara sanggar pesta Ku De Ta dan restoran baru Urchin. Selemparan batu dari sini, kita bisa menemukan restoran Salt Tapas yang diasuh koki selebriti asal Australia. “Genting vila juga orisinal. Jika rusak, penggantinya harus dibeli di Jawa,” tambah Komang.

Des Indes memang sudah dilego ke pemilik baru, tapi kreasi artistiknya tetap lestari. Properti ini masih setia menawarkan nostalgia. Selain joglo uzur, kita bisa menemukan barang-barang antik semacam telepon candlestick, kipas angin GE, petromaks, hingga poster-poster era kolonial bergaya pop art. Arsitektur dan interiornya disetel dalam nada yang sama. Konsistensi desainnya kental terasa. Simak pula suguhan dapurnya: rijsttafel, tapas Indonesia warisan Belanda.

Nama Des Indes dipinjam dari sebuah hotel legendaris yang beroperasi di Batavia pada abad ke-19. Vila seluas 1.600 meter persegi ini dilayani oleh tiga koki dan 12 staf. Kolam renang berbentuk laguna sepanjang 21 meter meliuk-liuk di jantungnya, di antara taman dan pepohonan. Tamu diizinkan membawa hewan peliharaan, termasuk menggelar pesta yang diasuh DJ, tapi lantunan musiknya dibatasi hingga tengah malam.

Dirancang layaknya rumah liburan kaum priayi, Des Indes justru sukses memikat klien-klien elite dari dunia glamor. Kata Komang, Dewi Soekarno adalah penggemar loyal Des Indes. Penyanyi Belanda Marco Borsato pernah datang untuk berlibur, sementara Tyra Banks menginap selama dua minggu. David sepertinya tak cuma berhasil menjaga tradisi arsitektural Jawa, tapi juga mengorbitkannya ke panggung dunia.

Jl. Astinapura 3, Seminyak; 0361/735-997; villadesindes.com; mulai dari $935, minimum 2 malam, mencakup sarapan dan transfer bandara. Jumlah kamar: 4. Luas lahan: 1.600 meter persegi.

Comments