8 Vila Privat di Bali

The Sanctuary bersemayam di tubir Yeh Penet.

The Sanctuary
Di Ubud, penginapan berbaris di tepi Sungai Ayung. Di Canggu, tren serupa mewabah di tubir Yeh Penet. Sanctuary dirintis di sini sekitar tujuh tahun silam. Setelah dilego ke pemilik baru, bangunannya dipermak, dilekatkan nama baru, lalu dibebani mimpi yang juga baru: menjadi sanggar resepsi.

Tahun lalu, properti ini menyabet gelar “wadah resepsi populer” dari Wedding Industry Experts Awards. Rata-rata 30 pesta pernikahan digelar di sini per tahunnya. Dengan regulasi masa tinggal minimum lima malam, itu berarti sepanjang setengah tahun kompleks ini dimeriahkan rangkaian bunga, buih sampanye, serta pelafalan sumpah setia. Di Bali, di mana persaingan hotel kian sengit, bisnis paling romantis di dunia menjaga roda bisnis akomodasi tetap berputar.

Sanctuary bersarang di kawasan pelosok. Melacaknya membutuhkan bantuan aplikasi navigator digital. Usai melenggang di jalan sempit Desa Cepaka, kemudian menembus gang yang jauh lebih sempit, kita akan menemukan penginapan seluas empat lapangan sepak bola yang dipayungi dedaunan rimbun. Eksistensinya bagaikan sebuah testimoni: tak ada lokasi menawan di Bali yang luput dari teropong pengusaha properti.

Kamar di Villa The Sanctuary yang didominasi material kayu.

Datang dari kawasan selatan pulau yang kian sesak, mendarat di sini seperti melonggarkan ikat pinggang. Canggu memang terus merekah sebagai kantong turis, tapi kawasan ini masih mempertahankan pesona rural Bali yang karismatik: hutan, sawah, sungai, udara segar. Sanctuary bukan cuma sulit ditemukan, tapi juga sukar ditinggalkan.

Ada sembilan kamar tidur yang ditempatkan dalam enam paviliun. Area makannya menempati bangunan megah yang mengingatkan kita pada Candi Sukuh. Di kakinya terdapat kolam renang infinity sepanjang 35 meter dan arena biliar. Mungkin hanya di sini kita bisa menggelar turnamen nine-ball sembari menatap sungai.

Sanctuary juga memiliki keunggulan yang diharapkan dari sebuah properti butik: fleksibilitas. Tamu diizinkan membawa katering sendiri untuk kepentingan hajatan. Situs resmi vila bahkan menyarankan tamu membawa sendiri minuman beralkohol demi menghemat anggaran. “Daya tarik kami lainnya adalah tarif yang relatif terjangkau. Cukup membayar sekitar $2.000, 18 orang bisa menginap dan menikmati kemewahan di lahan yang lapang,” ujar Tannia Ellen, salah seorang pemilik.

Jl. Desa Cepaka, Banjar Batanduren, Kediri, Canggu; 0813-5331-0005; villathesanctuarybali.com; mulai dari $1.680, minimum 5 malam, mencakup transfer bandara, welcome drink, dan air kemasan. Jumlah kamar: 9. Luas lahan: 30.000 meter persegi.

Comments