Wisata Pesisir Turki

Meski suhu politik Turki masih panas, Provinsi Antalya terus bersinar di panggung wisata dunia. Jumlah turis di Ibu Kotanya bahkan diprediksi menggeser Amsterdam. 

Pantai Kaputaş yang selalu ramai dikunjungi oleh turis lokal dan mancanegara. (Foto: Yusuf Kazancı/Pixabay)

Oleh Yohanes Sandy

“Di musim panas,” ujar Fahrettin Turhan, seorang pria lokal, “Antalya ramai oleh turis Rusia dan Eropa.” Pendapatnya tak keliru. Antalya merupakan satu dari empat destinasi terlaris di Turki. Ibu kota provinsi ini, yang juga bernama Antalya, bahkan bertengger di posisi ke-29 dalam daftar Top 100 City Destinations 2017 terbitan Euromonitor.

Antalya adalah perpaduan antara iklim hangat Mediterania dan situs-situs sejarah yang terawat. Lokasi yang cukup jauh dari perbatasan Suriah membuatnya tak terlalu merisaukan untuk dikunjungi. Saya datang ke sini menaiki Qatar Airways dengan dua kali transit di Doha dan Adana. Mengawali trip di pusat kota, saya menjelajahi kawasan Kota Tua yang menyimpan jejak tiga imperium raksasa: Romawi, Byzantine, serta Ottoman. Dipandu Sors Travel, agen perjalanan yang menawarkan paket tur cukup komplet, saya menyusuri gang-gang cupet, singgah di pelabuhan, seraya mengintip tawaran aneka restoran di sepanjang jalan.

Berkendara sekitar 45 kilometer dari pusat kota, saya singgah di Aspendos Theater, situs warisan bangsa Romawi dari abad pertama Masehi. Kondisinya terawat. Sistem akustiknya masih prima. Konon katanya, bangunan ini bermula dari sebuah sayembara untuk memenangkan hati seorang putri kerajaan. Di masa jayanya, Aspendos sanggup menampung 8.500 penonton, kira-kira dua kali kapasitas Esplanade.

Baca juga: Panduan Wisata di Kota Para SufiPeresmian Bandara Baru Istanbul

Kiri-kanan: Makam batu para bangsawan yang dipahat di tebing di kota kuno Myra (Foto: Yohanes Sandy); pelabuhan di kota tua Antalya (Foto: NPDESIGNDE/ISTOCK)

Cagar budaya yang juga menarik tersimpan di Demre. Turki, negara berpenduduk mayoritas Muslim, ternyata memiliki St. Nicholas Church. Kita ingat, berkat sikap dermawannya, Santo Nikolas mengilhami kelahiran figur Sinterklas. Saya menziarahi makamnya, serta mengagumi lukisan yang menggambarkan keluhuran budinya. Lima menit berkendara dari sini, ada reruntuhan kota kuno Myra. Sosoknya bercerita banyak tentang kepiawaian juru pahat di masa silam. Myra menyimpan makam para bangsawan yang ditanam di gunung. Mirip kompleks rumah batu di Cappadocia, tapi desainnya lebih elaboratif seperti Petra.

Di ujung trip, saya bergeser jauh ke Kas. Jika Demre mengenang figur suci, Kas merayakan matahari. Kota pesisir kecil ini menyandarkan hidupnya dari wisata bahari. Aktivitas terpopulernya ialah pesiar dan menyelam. Dalam sirkuit wisata, Antalya memang belum tercantum dalam daftar favorit pelancong Indonesia. Tapi itu mungkin cuma masalah waktu. Pamor destinasi ini terus melambung. Bahkan, menurut prediksi Euromonitor, Antalya dalam dua tahun lagi akan menggeser Amsterdam dalam hal jumlah kunjungan turis asing.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi Oktober/Desember 2018 (“Sinar Selatan”).

Comments