Wisata Lidah di Melbourne

  • Koleksi minuman yang cukup lengkap di bar Rice Queen.

    Koleksi minuman yang cukup lengkap di bar Rice Queen.

  • Interior Rice Queen yang ramai namun tak berlebihan.

    Interior Rice Queen yang ramai namun tak berlebihan.

  • Suasana di luar Cafe De Clieu. Pembeli rela duduk ala kadarnya demi menikmati kopi di sana.

    Suasana di luar Cafe De Clieu. Pembeli rela duduk ala kadarnya demi menikmati kopi di sana.

  • Rabbit Rillete dari Seven Seeds.

    Rabbit Rillete dari Seven Seeds.

  • Tasmanian Salmon Tartare yang segar disajikan dengan roti bawang yang renyah.

    Tasmanian Salmon Tartare yang segar disajikan dengan roti bawang yang renyah.

  • Cafe De Clieu yang selalu ramai pembeli.

    Cafe De Clieu yang selalu ramai pembeli.

  • Pelang nama restoran Rice Queen dengan desain warna-warni.

    Pelang nama restoran Rice Queen dengan desain warna-warni.

Click image to view full size

Kota ini menyandang gelar Ibu Kota Budaya Australia. Menelusuri jalan-jalannya, kita mungkin akan sepakat Melbourne pantas dijuluki Ibu Kota Kuliner. Meski hanya satu gerai yang mampu menembus daftar 100 Best Restaurant, kota ini menjanjikan pengalaman makan yang berkesan.
Oleh Prabowo

Selalu ada yang menggelitik saya untuk kembali ke Melbourne. Suasana kotanya, perasaan untuk bertemu rekan satu negara yang menimba ilmu maupun bekerja di sana, serta karisma kotanya yang selalu mengundang. Kali ini, saya ke sana untuk menyaksikan turnamen tenis dunia, Grand Slam Australian Open 2013 yang digelar Januari silam di kota tersebut.

Setelah melakukan riset kecil-kecilan di internet, untuk kunjungan kali ini saya memutuskan untuk tinggal di daerah bernama Carlton—yang dulunya dikenal sebagai permukiman para komunitas Italia. Gambar-gambar yang saya temukan di internet ketika riset membuat saya jatuh hati dengan distrik yang kini banyak dihuni pendatang dari Asia Timur, Asia Tenggara dan Inggris ini. Mewarisi budaya Italia, area ini dipenuhi rumah-rumah berarsitektur lawas yang kebanyakan dibangun pada era 1900-an dan semuanya masih terawat dengan baik. Oleh karena itu pemerintah kota menghadiahi wilayah ini sebagai salah satu cagar budaya di Melbourne.

Share this Article


Comments

Related Posts

6051 Views

Book your hotel

Book your flight