Wisata Kuliner: Sehari di Sanur

Sanur tak hanya memiliki resor-resor mewah, namun juga lanskap kuliner yang menarik.

Oleh Cristian Rahadiansyah
Video oleh Sadam Dwi Satria

Sarapan: Nasi Bali Made Weti
Inilah salah satu alasan banyak turis di Sanur enggan sarapan di hotel. Nasi Bali Made Weti, warung yang berjarak hanya beberapa langkah dari pantai, menyuguhkan hidangan sederhana yang terdiri dari nasi, sepotong telur rebus, ayam suwir, kacang goreng, urap, kulit ayam goreng, dan irisan cabai. Warung tepi jalan ini beroperasi hingga tengah hari, walau masakannya kerap sudah ludes saat mentari masih miring di timur, terutama di akhir pekan dan musim liburan. Satu yang penting diingat, di sini tak ada nomor antrean, jadi pastikan Anda memiliki kesabaran cukup tebal. Pesan lainnya, jangan berfoto-foto atau kongko setelah makan, sebab kemungkinan besar Anda akan diusir secara halus oleh staf warung. Jl. Segara Ayu.

Brunch: Artotel Beach Club
Kehadirannya telah memberi Sanur magnet segar untuk memikat kaum muda. Artotel Beach Club (ABC), restoran trendi milik jaringan Artotel, menampung antara lain kolam renang berbentuk laguna, sebuah stan DJ yang dinaungi atap berbentuk daun, lahan bermain khusus anak, serta zona drop off yang dipercantik patung Bloom buatan seniman Pintor Sirait. Kompleks atraktif berarsitektur bambu ini dirancang oleh Penjor Bali Mandiri, firma yang pernah menggarap proyek Finns Beach Club. Selain hidangan dan camilan kreasi koki Manuel Effendi, ABC mengoleksi sejumlah koktail inovatif, salah satunya kecombrang martini. Daya tarik lain tempat ini adalah variasi acaranya, mulai dari pesta disko, konser musik, pentas DJ, hingga bazar di taman. Jl. Danau Tamblingan 35; 0361/4491-888; artotelbeachclub.com.

Baca juga: Beach Club Pertama di SanurLika-Liku Wisata di Sanur

Makan Siang: Mak Beng
Hidangannya sudah baku: kombinasi “triumvirat” nasi, sup ikan, dan ikan goreng. Bahan utamanya adalah giant trevally alias ikan cakal. Meski restoran berkonsep serupa telah bermunculan, Mak Beng sepertinya masih berjaya di puncak klasemen. Datang di jam makan siang, kita lazimnya mesti mengantre selama beberapa menit sembari melihat-lihat lebih dari 100 foto tamu selebriti yang melapisi dinding. Khusus di musim liburan, restoran ini biasanya kelewat padat hingga banyak tamu pun tergoda untuk bersikap menyebalkan: berdiri dengan mimik wajah tak sabar di belakang orang yang sedang makan. Kelar menyantap hidangan, kunjungi Museum Le Mayeur yang terpisah hanya tiga menit berjalan kaki. Jl. Hang Tuah 45; 0361/282-633.

Kopi Sore: Simply Brew
Dalam hal desain, kedai-kedai kopi di Sanur relatif kalah trendi dibandingkan pesaingnya di Seminyak dan Ubud. Akan tetapi, dalam urusan rasa, banyak dari mereka punya kualitas yang bisa diandalkan, contohnya Simply Brew, kedai yang diasuh oleh Vivi Sofia, satu dari segelintir wanita dengan sertifikat SCAE Authorized Trainer. Hampir saban hari kita bisa melihatnya sedang memilah biji dengan saksama di atas baki layaknya orang yang menyeleksi butiran berlian. Desain kafe yang nyaman dan stafnya yang ramah adalah alasan lain mengapa banyak warga lokal, termasuk grup musik dan remaja blasteran, rutin mampir di sini. Jl. By Pass Ngurah Rai 127; 0361/4720-186.

Makan Malam: Cafe Batu Jimbar
Sejak didirikan pada 1991 oleh keluarga Wawo-Runtu, Cafe Batu Jimbar terus menjadi bintang kuliner Sanur. Saking terkenalnya, ia kerap dijadikan patokan arah oleh banyak orang saat melacak tempat di Sanur: “Sebelah mana Cafe Batu Jimbar?” Restoran ini menyuguhkan comfort food yang didominasi hidangan Nusantara, contohnya tahu tek, ayam betutu, bakwan jagung, serta martabak tempe. Tiap hidangannya hadir dalam porsi jumbo dengan harga yang bersahabat. Persis di samping restoran terdapat kedai gelato dan minimarket yang menjajakan beragam bahan masak dan camilan produksi Bali. Jl. Danau Tamblingan 75A; 0361/287-374; cafebatujimbar.com.

Comments