Wisata di Bali Rekomendasi Orang Lokal

I Made Rajendra, Front Office Manager Conrad Bali, sudah 11 tahun meladeni pertanyaan tamu seputar wisata di Pulau Dewata. Cristian Rahadiansyah menggali wawasannya.

Program Mahout for A Day di Bali Zoo.

Tempat bagi anak berusia di bawah lima tahun?
Jika anak senang air, Waterbom. Jika senang wisata alam, Bagus Agro Pelaga. Jika ingin melihat satwa, ada Bali Zoo, serta tetangganya, Bali Bird Park.

Menikmati seni kontemporer?
Saya biasanya merekomendasikan Neka Gallery. Opsi lainnya Warisan, tempat untuk menikmati makan malam dan benda seni. Kenda Gallery juga punya koleksi yang unik.

Kiri-kanan: Bangunan di John Hardy Compound yang sebagian besar terbuat dari bambu; panorama Gunung Batur (foto: Putu Sayoga).

Belanja barang premium?
Yang terdekat dari Conrad adalah Bali Collection. Tersedia shuttle bus untuk ke sana. Opsi lainnya Lippo Mall dan Beachwalk. Khusus perhiasan perak, kita bisa mengunjungi John Hardy Compound di Mambal.

Menonton pentas jazz?
Taman Bhagawan, tempat yang menggelar festival jazz tahunan, biasanya di Agustus. Di Ubud ada Jazz Cafe. Sementara di Seminyak ada Ryoshi yang mementaskan jazz tiap Senin malam. Indra Lesmana, yang kabarnya kini menetap di Bali, pernah pentas di Ryoshi.

Pantai tersembunyi?
Finn’s Beach di Semara Villa. Pandawa menarik, aksesnya mudah, tapi kini sudah ramai. Pantai Nyang Nyang di Uluwatu bisa dicoba dan lebih menantang, karena belum memiliki jalan untuk kendaraan, tapi di sini tidak ada warung maupun toilet umum. Pantai Balangan di Ungasan cocok bagi peselancar dan sudah dihuni beberapa warung, tapi belum seramai Pandawa. Di Nusa Penida ada Dream Beach. Kita harus menuruni tebing untuk menjangkaunya. Lebih mudah datang menaiki perahu. Lokasinya di Batu Abah, di ujung Nusa Penida. Tempat ini biasanya diketahui pemancing, karena mereka memang lazim beristirahat di sini.

Petualangan untuk amatir?
Bersepeda di Ubud atau hiking di Batur. Keduanya relatif aman bagi pemula. Opsi lainnya arung jeram di Sungai Ayung di Ubud atau Treetop Adventure Park di Bedugul, sentra sayur-mayur Bali.

Hangout di malam hari?
Hard Rock Cafe. Boshe juga menarik, tapi lebih cocok untuk turis lokal. Bagi tamu yang sudah cukup dewasa, saya sarankan ke Mirror.

Makanan jalanan setelah pukul 22?
Nasi jinggo, mirip nasi kucing di Yogyakarta. Tempat yang paling terkenal di Jalan Raya Kuta. Nasi jinggo terdiri dari nasi yang dibungkus daun pisang, ayam suwir, kacang tanah, potongan telur rebus, sambal, dan parutan kelapa. Harganya sekitar Rp2.500-3.000. Dulu, nasi jinggo dikenal sebagai makanan para sopir dan preman.

Restoran yang paling ramai?
Tiga yang sering penuh dan sulit direservasi adalah Mama San, Bumbu Bali, dan Warisan.

Belajar menari?
Puri Ubud menggelar kelas untuk umum. Kelas digelar rutin, tapi ada kuota pesertanya per sesi. Biaya tergantung durasi dan jenis tarian yang dipelajari. Tari yang paling terkenal adalah Tari Legong Keraton yang melibatkan tiga penari.

Kamar tipe Deluxe Ocean King di Conrad Bali

Kamar yang memiliki panorama terbaik di Conrad?
Deluxe ocean king, kamar nomor 4116. Cuma ada dua unit. Jika datang bersama keluarga, pilih lagoon suite, nomor 1116. Bagi pasangan bulan madu, sebaiknya pilih deluxe lagoon suite, nomor 1216, hanya tersedia satu unit.

Dipublikasikan perdana di majalah DestinAsian Indonesia edisi September-Oktober 2015 (“Bedah Bali”)

Comments