Tur Unik Membuat Perhiasan di Bali 

John Hardy mengundang Anda untuk melihat proses produksi perhiasan sekaligus mendesain perhiasan sesuai selera.


Video oleh Sadam Dwi Satria
Foto oleh John Hardy

Meski tak punya tambang perak, Bali ternyata merupakan salah satu produsen perhiasan perak terbesar asal Indonesia. Fakta itu tentu tak lepas dari berlimpahnya sumber inspirasi dan perajin andal di pulau ini. Memetik pelajaran dari alam, budaya, serta agama, banyak warga Bali sejak kecil terlatih untuk melahirkan beragam kriya yang sarat cerita.

John Hardy, perusahaan perhiasan perak yang dirintis pada 1975, juga lahir dari lanskap kultural yang kondusif itu. Setiap aksesori yang dihasilkannya terilhami oleh kebudayaan lokal dan diracik oleh tangan-tangan terampil lokal. Bermodalkan itu pula, John Hardy menembus pasar dunia. Gelang, kalung, dan cincin kreasinya tak cuma bisa dibeli di Bali, tapi juga telah tersedia di Dubai, New York, Houston, Miami, serta Los Angeles.

Melihat serta mempelajari cara membuat perhiasan perak langsung di dapur ahlinya.

Kini, melalui program bertajuk John Hardy Masterclass, John Hardy mengundang publik untuk memahami proses di balik penciptaan perhiasan karyanya. Selama 4,5 jam, peserta akan dibawa menemui para perajin, berbincang dengan mereka, serta mencari tahu apa sebabnya perhiasan asal Bali digemari publik internasional.

Program Masterclass terdiri dari empat tahap utama. Pertama-tama, peserta dibawa menyelami dapur artistik perusahaan dengan menyaksikan langsung proses produksi perhiasan, mulai dari eksplorasi desain, pencetakan, perakitan, hingga pemolesan. Di tahap ini, kita bisa menyaksikan betapa setiap keping perhiasan John Hardy sejatinya menyimpan kisah tentang Bali—tentang gunung dan pantai, tentang bambu dan batu, juga tentang Gede, Wayan, Kadek, dan lebih dari 700 perajin yang bekerja di perusahaan ini.

Proses membuat desain yang terkadang cukup rumit.

Usai tur pengenalan, peserta diajak membuat perhiasan, contohnya merangkai gelang rantai yang merupakan inovasi ikonis John Hardy—sebuah komponen rumit yang, dalam proses produksi sebenarnya, menghabiskan waktu kerja selama empat hari per buahnya. Tak kalah menarik, peserta bisa membentuk perhiasan sesuai selera dengan dipandu oleh perajin berpengalaman, mulai dari menggambar desain di atas kertas, lalu mengukirnya pada cetakan lilin. Hasil akhirnya akan dikirimkan langsung ke alamat peserta dalam waktu sekitar satu bulan.

Tahap ketiga Masterclass tidak melibatkan proses kreatif, melainkan hanya mengunyah dan berbagi cerita: makan siang spesial bersama para karyawan John Hardy di bawah naungan pohon yang sejuk. Hidangannya tak kalah spesial, yakni masakan autentik Bali yang diracik memakai bahan-bahan lokal, contohnya sate lilit, urap, perkedel, dan oseng tempe.

Tur sudah mencakup makan siang dengan menu-menu Nusantara.

Di tahap penutup, peserta digiring memasuki Kapal Bamboo, yakni butik atraktif yang menempati bangunan bambu berbentuk lambung kapal setinggi 27 meter. Di sini, Anda bisa berbelanja perhiasan, kemudian menikmati kesempatan langka melihat koleksi terbatas dan vintage ciptaan John Hardy.

Program Masterclass tersedia di John Hardy Ubud Workshop & Boutique, kompleks rindang seluas 161 hektare yang berjarak sekitar sembilan kilometer dari Puri Ubud. Program ini bergulir pada Senin dan Jumat dari pukul 09:30-14:00. Untuk reservasi, hubungi 0361/469-888 atau kunjungi international.johnhardy.com/visit-us-in-bali.

Tags : john hardy
Comments