Tur Pasar di Dubai

Di antara gedung futuristik Dubai, terdapat sebuah pasar atau souq yang merefleksikan kehidupan masa lalu emirat kaya ini. Kita bisa berbelanja aneka rempah, perhiasan, dan aksesori rumah yang menjadi bagian integral budaya lokal.

Senja di Dubai. Terlihat bangunan ikonis Burj Al Arab.

Puas dengan belanja di pasar tradisional, saya mengarahkan kaki saya ke kompleks The Dubai Mall yang bersarang di dalam gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa. Bangunan seluas 50 hektare ini menaungi lebih dari 1.200 toko yang tersebar di enam lantai. Selain itu wahana hiburan seperti arena seluncur es dan Dubai Aquarium pun terdapat di dalamnya. Saking besarnya, Anda bisa melakukan aktivitas menyelam di akuarium raksasa itu.

Belanja barang bermerek bisa dijadikan agenda utama di sini. Merek-merek department store internasional seperti  Galeries Lafayette, Debenhams, Bloomingdale’s, Waitrose, dan Marks & Spencer berlomba menarik pembeli di mal yang berdiri pada 4 November 2008 ini. Butik-butik tunggal seperti Louis Vuitton, Burbery,  Gucci, dan masih banyak lagi juga membuka cabangnya mal mewah tersebut. Namun bukan itu yang menggoda saya. Saya lebih tertarik dengan hadirnya restoran-restoran asal Amerika Serikat dan Eropa yang membuka gerainya di sini. Seperti Hummingbird Bakery dari London, Pierre Herme & Laduree dari Paris, hingga Magnolia Bakery dari Bleecker Street, New York. Di toko terakhir, saya menikmati puding pisang khas Magnolia Bakery yang tersohor dan mendunia.

Kiri-kanan: Kholas Pecan Pie di Cafe Bateel; dapur Magnolia Bakery dengan kaca tembus pandang.

Restoran lokal yang saya sempat jajal makanannya adalah Café Bateel. Ini merupakan salah satu toko pastry paling populer di Dubai. Café Bateel menjual beraneka kurma dikemas dalam bungkus menarik yang bisa dijadikan oleh-oleh. Namun di sini yang wajib dicoba adalah menu-menu kuenya. Saya mencicipi Kholas Pecan Pie berisi irisan kacang pecan dan kurma. Roti menteganya yang renyah namun lembut di dalam ditutup dengan campuran kacang pecan, kurma Kholas yang kenyal serta kurma dhibs. Semua berpadu sempurna. Tak heran kue ini menjadi kue terlaris di Bateel. Hidangan kedua yang saya coba adalah Pear & Date Temptation. Potongan buah pir segar dipadu dengan mousse pir dan vanila serta dilapisi kurma karamel terasa nikmat hingga suapan terakhir. Tak heran apabila toko ini cukup disukai banyak orang di Dubai. Jelas saya akan meninggalkan Dubai dengan kenangan manis.

Kain-kain khas Arab.

Sejatinya, belanja—baik di mal maupun pasar tradisional—membawa sensasi tersendiri. Bagi saya, pasar tradisional bisa memberikan kesempatan lebih untuk mengenal budaya lokal serta mengamati kebiasaan-kebiasaan yang tentunya berbeda di setiap negara.

DETAIL
Dubai

Rute
Penerbangan dari Jakarta ke Dubai dilayani hampir setiap hari oleh Emirates (emirates.com) dan Qatar Airways (qatarairways.com).

Penginapan
Jika uang bukan masalah bagi Anda, tak ada salahnya menjajal hotel termewah di dunia, Jumeirah Burj Al Arab (971-4/301-7777; jumeirah.com; doubles mulai dari $1.271). Pilihan lainnya adalah hotel yang pernah dijadikan tempat syuting film Mission Impossible: Ghost Protocol, Hotel Armani (Burj Khalifa; 971-4/888-3888; dubai.armanihotels.com; doubles mulai dari $517)

Aktivitas
Mumpung di Dubai, mungkin ini kesempatan untuk mencicipi makanan kreasi koki dunia Gary Rhodes dan Gordon Ramsay. Restoran milik Rhodes bisa ditemukan di Hotel Grosvenor House, sedangkan restoran milik Ramsay berlokasi di Hilton Dubai Creek. Keduanya menawarkan sajian kelas atas berbintang Michelin. Pergi ke pantai juga menjadi opsi liburan di Dubai. Pantai Al Mamzar menawarkan pasir putih dan unta yang bisa disewa menelusuri pantai. Sementara itu, tur lainnya yang tak boleh dilewatkan adalah menjelajah padang pasir dengan menggunakan kendaraan jip.

Comments