Tiger Sky Tower Sentosa Tutup

wisata sentosaDari atas dek observatorium pengunjung bisa menikmati pemandangan Pulau Sentosa dari berbagai sudut.

Tiger Sky Tower, menara observasi tertinggi di Singapura yang telah menjadi salah satu objek wisata di Pulau Sentosa akan ditutup mulai 28 Desember mendatang. Banyak pihak yang menduga bahwa penutupan ini terkait dengan kasus kerusakan yang sempat terjadi pada Agustus 2017 silam. Saat itu, gondola yang dipakai untuk mencapai dek observatorium menara sempat berhenti di ketinggian 25 meter, sehingga 39 penumpang—termasuk anak-anak dan orang tua, terjebak di dalamnya selama empat jam.

Setelah kejadian tersebut fasilitas gondola setinggi 131 meter di atas permukaan laut tersebut ditutup selama lebih dari tiga bulan dengan alasan perbaikan. Pihak pengelola menyebutkan bahwa kerusakan disebabkan oleh mesin yang terlalu panas sehingga menghambat sistem pengerekan gondola.

Baca juga: Kebijakan Baru Masuk ke SingapuraFestival Cahaya di Singapura

wisata sentosa
Tiger Sky Tower pertama kali beroperasi pada 2004.

Namun, seperti yang dikutip dari Straits Times, Alexander Melchers, selaku Managing Director Tiger Sky Tower menyangkal dugaan tersebut. Ia mengatakan bahwa penutupan terjadi karena tingginya biaya sewa yang dibebankan oleh Sentosa Development Corporation (SDC). “Kami telah melakukan diskusi dengan SDC namun tidak berhasil mencapai kesepakatan. Saat ini, kami sedang mencari lokasi baru di luar Singapura,” ujarnya.

Menjelang penutupannya, menara yang pertama kali beroperasi pada 2004 ini bakal menurunkan tiket masuk seharga Rp134.000 untuk dewasa, dan Rp73.000 untuk anak-anak. Meski meninggalkan Singapura, Melchers menambahkan bahwa ditutupnya Tiger Sky Tower tidak akan membawa dampak besar pada angka wisatawan di Sentosa. “Masih banyak atraksi lain yang ditawarkan Sentosa, karena tak semua pengunjung datang hanya untuk naik gondola,” tutupnya.

Informasi selengkapnya, kunjungi Tiger Sky Tower.

Comments