Tanah Seribu Candi

Candi Sambisari di Sleman yang populer di kalangan remaja.

Sekitar 15 menit ke sisi utara Candi Kalasan, saya menemukan Candi Sambisari. Suasananya lebih ramai. Banyak remaja memanfaatkannya sebagai tempat pacaran dan bercengkerama. Petilasan tua ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9. Uniknya, posisinya sekitar 6,5 meter di bawah permukaan tanah.

Di etape berikutnya, saya singgah di kompleks Candi Prambanan. Merujuk Prasasti Siwagrha, sejumlah arkeolog menduga Prambanan dikerek pada abad ke-9 oleh Dinasti Sanjaya. Sementara UNESCO menulis Prambanan dikonstruksi pada abad ke-10 sebagai kompleks candi terbesar di Indonesia yang didedikasikan bagi Dewa Siwa. Prambanan, salah satu ikon wisata sejarah di Jawa Tengah, telah lama tercantum dalam sirkuit turis. Pada 2014, pengunjungnya mencapai 1,3 juta orang. Untuk menambah daya tariknya, sebuah festival musik bernama Prambanan Jazz akan digelar di sini pada pertengahan Agustus 2016 dengan menampilkan Boyz II Men dan Rick Price.

Di kawasan Prambanan terdapat candi lain yang kadang luput dari radar pengunjung, yakni Candi Sewu. Walau berdampingan dengan Prambanan yang berstatus candi Hindu, Candi Sewu sejatinya merupakancandi Buddha. “Sewu” berarti “seribu” dalam bahasa Jawa, tapi kompleks Candi Sewu sebenarnya hanya menampung 249 candi yang terdiri dari satu candi utama, delapan candi pengapit, dan 240 candi perwara. Candi ini diperkirakan dibangun pada masa awal kekuasaan Mataram Kuno. Candi lain di dekat Prambanan yang menarik adalah Candi Plaosan yang dibangun pada awal abad ke-9. Kompleksnya terbagi dua: Candi Plaosan Lor di sisi utara dan Candi Plaosan Kidul di selatan.

Candi Banyunibo dengan letak yang tersembunyi di Dusun Cepit, Klaten.

Berpaling ke Yogyakarta, saya memulai dokumentasi di Candi Banyunibo. Untuk menjangkaunya, saya mesti meniti jalan sempit yang diapit sawah. Candi Banyunibo bermukim di Dusun Cepit. Kompleksnya tidak terlalu besar, kontras dari tetangganya yang cukup tersohor dan megah, yakni Candi Ratu Boko. Bersama Borobudur dan Prambanan, Ratu Boko merupakan aset wisata andalan Indonesia dengan torehan jumlah pengunjung menembus lima juta orang pada tahun lalu. Karena nilai strategisnya pula, ketiganya dikelola oleh sebuah perusahaan dengan nama PT. Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko.

Tak semua candi mudah didatangi. Saat mencari Candi Sojiwan misalnya, saya sempat tersesat karena lokasinya menyempil di perkampungan Dukuh Kalongan. Situs lainnya, misalnya Candi Barong, menuntut stamina prima berhubung posisinya di perbukitan. Candi Barong berbentuk punden berundak dan menampilkan satu candi utama dan tiga candi pengapit.

Reruntuhan Candi Ijo yang terletak di kawasan Sleman.

Pemberhentian terakhir saya adalah Candi Ijo. Kompleks ini terdiri dari 17 candi yang terbagi dalam 11 teras berundak. Beberapa hanya berbentuk reruntuhan atau setengah tersusun. Candi Ijo diperkirakan mulai dirangkai pada abad ke-10. Dibandingkan candi-candi lain di Yogyakarta dan Klaten, Candi Ijo lokasinya paling tinggi. Tak heran saban sore tempat ini menjadi persinggahan favorit warga untuk menonton prosesi terbenamnya matahari.

Putu Sayoga (putusayoga.net) adalah fotografer travel dan dokumenter yang berbasis di Bali. Putu pernah berpartisipasi dalam pameran foto City of Waves (2014) di Galeri Nasional, Jakarta, dan Life in Contrast (2010) di Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta.

candi sewu candi barong candi sari candi sambisari candi banyunibo candi ijo
Candi Banyunibo dengan letak yang tersembunyi di Dusun Cepit, Klaten.
Comments