Taj Mahal Mulai Batasi Pengunjung

Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi situs budaya yang berusia hampir empat abad tersebut. (Foto: tajmahal.gov.in)

Berhasil masuk daftar Tujuh Keajaiban Dunia dan dinobatkan menjadi situs warisan dunia UNESCO pada 1983 silam, semakin meningkatkan popularitas Taj Mahal di mata dunia. Gelombang wisatawan yang berkunjung tiap tahunnya kian melonjak. Menurut Archaeological Survey of India (ASI), jumlah pengunjung bangunan peninggalan abad ke-17 tersebut bisa mencapai 70.000 orang setiap akhir pekan dan hari libur. Selain berimbas pada pengikisan marmer putih istana dan meningkatkan jumlah polusi, hal ini juga dapat membahayakan keselamatan turis setelah terjadinya sebuah penyerbuan di salah satu gerbang masuk Taj Mahal pada Kamis lalu.

Oleh karena itu, mulai 2018, Kementerian Budaya India telah memberlakukan aturan baru. Dalam sehari, hanya 40.000 pelancong dengan durasi setiap kunjungan tiga jam yang diizinkan berkunjung ke situs budaya berusia ratusan tahun ini. Begitu kebijakan ini mulai berlaku, penjualan tiket online dan offline otomatis akan berhenti saat jumlah terbatasnya habis terjual. Namun, aturan tersebut hanya berlaku untuk pengunjung lokal dengan harga tiket Rp8.500. Sementara wisatawan asing, yang dikenakan biaya Rp211.000 tidak akan dibatasi. ASI juga meminta adanya tiket terpisah untuk mengunjungi area kriptografi, di mana replika makam Shah Jahan dan istrinya, Mumtaz Mahal ditempatkan.

Informasi selengkapnya, kunjungi Taj Mahal.

Comments